• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Tujuan Penelitian

E.3. Film Animasi

Menurut Grierson dalam bukunya Luis Giannetti, Understanding Movies; Seventh Edition ,1996, memberikan definisi film animasi sebagai berikut : “Film animasi adalah film yang merupakan hasil pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak yang pada awal penemuannya dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian diputar sehingga muncul efek gambar bergerak”.

Animasi berasal dari bahasa latin, anima, yang artinya jiwa, hidup, nyawa dan semangat. Animasi adalah gambar dua dimensi yang seolah-olah bergerak. Animasi ialah suatu seni untuk memanipulasi gambar menjadi seolah-olah hidup dan bergerak, yang terdiri dari animasi 2 dimensi maupun 3 dimensi. Animasi 2D membuat benda seolah hidup dengan mengunakan kertas atau komputer. Animasi 3D merupakan animasi yang dibuat dengan menggunakan model seperti yang berasal dari lilin, clay, boneka/marionette dan menggunakan kamera animasi yang dapat merekam frame demi frame. Ketika gambar-gambar tersebut diproyeksikan secara berurutan dan cepat, lilin atau clay boneka atau marionette tersebut akan teihat seperti hidup dan bergerak. Animasi 3D dapat juga dibuat dengan menggunakan komputer. Proses awalnya adalah membentuk model, pemberian tekstur, warna, hingga cahaya. Kemudian model tersebut diberi kerangka, warna, hingga cahaya. Kemudian model tersebut diberi kerangka dan gerakanya dirancang satu persatu. Seluruh proses pembuatannya dari awal hingga akhir dikerjakan di komputer. Contohnya film Kungfu Panda.

(http://wikheayu.blogspot.com/2010/10/grafik-2d-dan-3d.html)

Pengertian ini menunjukkan bahwa film animasi berisi susunan gambar-gambar yang kemudian diproses sehingga menghasilkan ilusi gerakkan. Di era modern seperti sekarang ini, dengan bantuan komputer pembuatan film animasi menjadi lebih cepat dan mudah. Film animasi memiliki format penayangan yang

17

unik dan menarik. Gambar yang dibuat adalah didasarkan pada imajinasi sang animator. Ide-ide kreatif tersebut yang menyebabkan film animasi banyak diminati mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Film animasi sangat identik dengan kelucuan dan keunikan, baik dalam segi bentuk atau gambar dan dalam dalam segi cerita. Maka, tak jarang masyarakat cenderung memaknai sebagai film anak-anak ketimbang film orang dewasa. Pemaknaan itulah yang secara tidak langsung menjadi sebuah kekhawatiran. Dalam sajian format yang warna-warni yang lucu animasi kini ternyata tidak hanya berisi cerita khusus anak-anak, melainkan beberapa dari film tersebut seharusnya di khususkan bagi orang dewasa contohnya berupa penyajian adegan kekerasan, cerita percintaan dan lain sebagianya.

Walau animasi adalah film yang disajikan dalam bentuk ilusi gambar bergerak dan bukan diperankan oleh tokoh manusia secara nyata, tetap saja ia adalah film yang disajikan untuk masyarakat dimana film merupakan salah satu media komunikasi massa yang berfungsi untuk memberikan informasi, mempengaruhi, sebagai media pendidikan dan sarana hiburan. Jadi, walau format sebuah film animasi merupakan penyajian gambar-gambar fiktif, di dalamnya tidak luput akan siratan pesan yang disampaikan kepada khalayak luas atau audience yang menontonnya.

Jenis-jenis Animasi menurut Patmore ada beberapa jenis animasi, diantaranya adalah :

18

1. Stop Motion

Disebut juga frame by frame. Tehnik animasi ini akan membuat objek seakan bergerak. Objek bisa bergerak karena mempunyai banyak frame yang dijalankan secara berurutan.

2. Cell Animation

Dulunya cell animation merupakan gambar berurutan dibanyak halaman yang dijalankan. Animasi tradisional bisa disebut juga animasi klasik atau animasi hand-draw. Cell animation merupakan animasi tertua dan merupakan bentuk animasi yang paling populer.

3. Time-Lapse

Setiap frame akan di capture dengan kecepatan yang lebih rendah dari pada kecepatan ketika frame dimainkan. Contohnya : gerakan bunga yang terlihat ketika mekar, pergerakan matahari yang terlihat dari terbit sampai tenggelamnya, dan lain sebagainya.

4. Claymation

Claymation dulunya disebut dengan clay animation dan merupakan salah satu bentuk dari stop motion animation.

5. Cut-out Animation

Tehnik ini digunakan untuk memproduksi animasi menggunakan karakter, properti dan background dari potongan material seperti kertas, karton atau foto.

19

E.3.1 Film Animasi Sebagai Media Pembelajaran di Rumah

Film animasi atau kartun sebagai media hiburan sampai sekarang masih mendapat tempat di hati para pecinta atau penggemarnya. Penggemar film jenis ini tidak memandang usia, meskipun film jenis ini kebanyakan untuk konsumsi anak-anak. Ada juga film kartun untuk usia remaja dan dewasa. Yang membedakan film kartun anak-anak dengan film kartun dewasa adalah pada penokohan, tema cerita dan amanat atau pesan.

Film yang sampai saat ini masih didominasi produsen Jepang dan Amerika Serikat ini selain mengandung unsur hiburan juga mengandung unsur pendidikan, meskipun kadang terselip unsur permusuhan dan kekerasan. Dua hal yang senantiasa kita hindarkan pengaruhnya bagi anak-anak.

Anak-anak sebagai konsumen terbesar film kartun jika kita biarkan bebas biasanya saking cintanya pada film ini bahkan sampai melupakan sebagian besar waktunya untuk belajar dan membantu bekerja. Jika kita melarang mereka menonton sepertinya ini terlalu ekstrim. Yang lebih memprihatinkan setelah usai menonton film ini mereka tidak dapat menangkap pesan moral dari film tersebut, yang membekas di benak mereka justru unsur negatifnya saja. Misalnya tokoh jagoannya, aksi pukul, bicara kasar/keras, pertengkaran dan kekerasan lainnya yang dikemas secara lucu dan menggelikan.Tak jarang mereka menirukan aksi-aksi tokoh kartunnya.

Sebagai langkah bijaksana alangkah baiknya jika anak-anak kita dampingi saat menyaksikan film kartun sambil kita jelaskan pesan-pesan moral seperti : kejujuran, keteguhan, toleransi, kebijaksanaan, kesabaran dan sebagainya. Dengan

20

begitu selain film kartun sebagai media hiburan dan tontonan namun juga sebagai tuntunan dan media pembelajaran budi pekerti anak-anak kita di rumah.

Dokumen terkait