Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut di atas, Perseroan memiliki empat proyek pengembangan dan pengolahan mineral hilir utama sebagai berikut: • Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP).
Saat ini, Perseroan berupaya mencapai peningkatan kapasitas produksi feronikel dimana peningkatan produksi dari proyek perluasan pabrik feronikel Pomalaa dimulai pada tahun 2016. Perluasan pabrik feronikel Pomalaa diproyeksikan akan meningkatkan kapasitas produksi feronikel tahunan Perseroan menjadi 27.000-30.000 TNi.
• Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH). Perseroan menargetkan Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim, yang terletak di dekat cadangan dan sumber daya nikel utama di Halmahera Timur, dimana Tahap I proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2018. Proyek pembangunan pabrik feronikel Haltim (P3FH) Tahap I akan memproduksi feronikel sebesar 13.500-15.000 TNi per tahun.
• Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah.
Perseroan menargetkan pembangunan pabrik SGAR Mempawah dengan kapasitas 1 juta ton SGA per tahun sebagai langkah diversifikasi pengolahan bauksit selain pabrik CGA Tayan.
• Proyek Anode Slime & Precious Metals Refinery. Perseroan pada saat ini berada dalam tahap awal pengembangan proyek anode slime and precious metals refinery yang diperkirakan dapat mengolah sekitar 6.000 ton anode slime per tahun.
• Perluasan basis cadangan dan sumber daya.
Perseroan memiliki cadangan dan sumber daya nikel dan bauksit yang besar. Perseroan memiliki manajemen, kemampuan dan keahlian yang diperlukan untuk mengoperasikan tambang-tambang yang telah ada dengan sukses dan mengembangkan proyek-proyek perintis seperti yang telah dicapai oleh Perseroan di masa lalu, seperti pengembangan tambang emas Pongkor dan tambang nikel Tanjung Buli. Perseroan terus mengevaluasi dan mengembangkan basis cadangan dan sumber daya yang besar tersebut untuk memperkuat pangsa pasar, meningkatkan cadangan dan memperkuat profil produksinya.
In light of the above, ANTAM has four key downstream metals processing and development projects:
• Pomalaa Ferronickel Plant Expansion Project (P3FP). ANTAM currently aims to increase its ferronickel
production with the commencement of production from its recently expanded Pomalaa ferronickel processing plant, its main ferronickel smelters, by 2016. The Pomalaa plant expansion is projected to expand ANTAM’s annual ferronickel production capacity to 27,000-30,000 TNi.
• Haltim Ferronickel Plant Development Project (P3FH). ANTAM aims to complete the Stage I of its Haltim Ferronickel Plant Development Project, located near its principal nickel reserves and resources at Halmahera, by 2018. The Haltim Ferronickel Plant Development Project Stage I will increase ANTAM’s ferronickel production capacity by 13,500-15,000 TNi.
• Mempawah Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Project.
ANTAM aims to construct its Mempawah SGAR Project with annual capacity of 1 million tons of SGA to diversify its bauxite processing beyond its Tayan CGA plant.
• Anode Slime & Precious Metals Refinery Project. ANTAM is in the preliminary stages of developing its anode slime and precious metals refinery project, which is planned to process 6,000 tons of anode slime per year.
• Expand reserves and resources base.
ANTAM has substantial nickel and bauxite reserves and resources. ANTAM believes it has the required management, capability and expertise to successfully operate existing mines and develop greenfield projects similar to what it has achieved in the past, such as the development of the Pongkor gold mine and the Tanjung Buli nickel mine. ANTAM intends to continue to evaluate and develop its large reserves and resources base, especially in Pomalaa and East Halmahera to increase reserves and strengthen its production profile especially for gold and nickel ore once its processing facilities are complete.
Dengan mempertimbangkan prospek geologis Indonesia yang besar serta kompetensi manajemen, Perseroan meyakini adanya peluang pertumbuhan industri hilir di Indonesia. Perseroan juga akan mempertimbangkan peluang akuisisi yang menarik di negara-negara lainnya. Dengan dukungan hubungan baik yang dimiliki Perseroan dengan berbagai lembaga keuangan baik domestik maupun internasional serta peningkatan profil arus kas. Perseroan berkeyakinan bahwa Perseroan memiliki akses yang memadai terhadap pendanaan guna mendukung rencana-rencana akuisisi Perseroan di masa mendatang.
• Menjalin kemitraan untuk mengembangkan
produksi mineral olahan baru dari cadangan yang
telah ada.
Cadangan dan sumber daya Perseroan yang signifikan, serta kualitas bijih nikelnya yang relatif lebih tinggi dibandingkan deposit di Filipina, menjadikan Perseroan sebagai perusahaan patungan yang menarik bagi perusahaan Indonesia maupun asing yang memiliki akses terhadap teknologi dan pendanaan. Perseroan berencana menjalin kemitraan tersebut apabila menguntungkan guna semakin meningkatkan diversifikasi portofolio mineral olahan Perseroan.
• Menurunkan lebih lanjut biaya tunai dan
meningkatkan daya saing biaya.
Perseroan tengah membangun pembangkit listrik tenaga uap batubara dengan kapasitas 2x30MW untuk memasok daya bagi fasilitas pendukung pabrik feronikel Pomalaa sehingga mengurangi biaya listrik. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 06/KM 3/2014, Perseroan berhak untuk menerima pengurangan pajak penghasilan sehubungan dengan proyek perluasan pabrik Pomalaa sejak tahun 2015 hingga tahun 2021. Perseroan juga menegosiasikan ulang kontrak-kontrak dengan berbagai kontraktor pertambangan, memanfaatkan umpan bijih pabrik dengan kadar yang lebih tinggi untuk meningkatkan produksi, dan mengalihkan fokus anggaran eksplorasi ke eksplorasi emas, mengingat Perseroan telah memiliki cadangan nikel dan bauksit yang besar.
ANTAM believes that it is well placed for opportunities for upstream growth in Indonesia due to the high geological prospectivity of Indonesia, and domestic knowledge of the ANTAM management team. ANTAM will also consider attractive opportunistic acquisition targets in other countries to expand its reserves and resources base. Given its relationships with local and international financial institutions and anticipated improvements in its cash flow profile over time, ANTAM believes that it has sufficient access to financing to support any acquisition plans going forward.
• Enter into partnerships to develop production of
new processed metals from existing reserves.
ANTAM’s substantial reserves and resources, with higher quality nickel reserves over the Philippines ore, make it an attractive joint venture partner for Indonesian and foreign companies. These partners offer access to technology and financing. ANTAM aims to enter into such partnerships where beneficial in order to further diversify its portfolio of processed metals.
• Further reduce unit cash costs to and improve
cost competitiveness.
ANTAM is currently building a 2x30MW coal fired power plant to power the auxiliaries of its Pomalaa smelters, aiming to reduce electricity costs. ANTAM is also entitled to a deduction on its taxable income for the Pomalaa plant expansion project from 2015 to 2021 under Ministry of Finance Decree No. 06/KM 3/2014. ANTAM also renegotiated contracts with various mining contractors, utilized higher grade ore feedstock to increase production, and refocused its exploration budget on gold exploration given its already substantial nickel and bauxite reserves.