TUJUAN PEMBELAJARAN
C. Hubungan Antar Regulasi
2. Apakah ada yang tau apa saja aturan dirumah?
Persiapan pembelajaran
1. Guru mempersiapkan siswa untuk mengikuti pembelajaran 2. Guru melakukan penataan kelas
3. Guru menyiapkan media pembelajaran
1. Guru menyapa peserta didik dengan ramah dan melakukan presensi.
2. Peserta didik bersama guru berdoa bersama sebelum pelajaran dimulai.
3. Mengondisikan peserta didik untuk selalu memperhatikan keterarahwajahan dan keterarahsuaraan.
4. Melakukan apersepsi melaluipercakapan tentang aturan dirumah 5. Guru menyampaikan garis besar materi pembelajaran
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
1. Guru menjelaskan apa itu aturan
2. Guru menyebutkan apa saja aturan dirumah dan di sekolah 3. Peserta didik meniru apa yang disampaikan oleh guru 4. Guru menulis dipapan tulis aturan disekolah
5. Peserta didik meniru tulisan aturan di sekolah yang ditulis oleh guru dipapan tulis Kata Kata kunci : aturan
Kegitan pembelajaran
Kegiatan Pembuka
Kegiatan inti
1. Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan 2. Melakukan refleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan
3. Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran selanjutnya sebelum proses pembelajaran ditutup
Kegiatan penutup
Assesment formatif
Teknik Asesmen : observasi, tidak tertulis (lisan) Bentuk Asesmen : observasi, tanya jawab
Bentuk Instrumen : Jurnal/lebar observasi, daftar pertanyaan
Pertanyaan guru
Nama : Kelas :
Isilah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Jelaskan perbedaan masyarakat desa dengan masyarakat desa dengan masyarakat kota!
Jawab :……….
………..
2. Jelaskaan hakikat keragaman dan kesetaraaan manusia!
Jawab:………...
………...
lampiran penilaian Lembar Penilaian
1. penilaian sikap spiritual
No Tanggal Nama peserta didik Catatan perilaku
Butir sikap Tindak lanjut
2. Penilaian sikap sosial
No Tanggal Nama peserta didik Catatan perilaku
Butir sikap Tindak lanjut
3. Penilaian pengetahuan Nama peserta didik : ....
No Indikator 4 3 2 1 0
1. Mengenal keberagaman bangsa 2. Membaca keberagaman bangsa 3. Memahami keberagaman bangsa
Keterangan:
Skor Keterangan
4 Peserta didik memenuhi empat kriteria 3 Peserta didik memenuhi tiga kriteria 2 Peserta didik memenuhi dua kriteria 1 Peserta didik memenuhi satu kriteria
0 Peserta didik tidak mampu memenuhi kriteria sama sekali
lampiran-lampiran Lampiran : Bahan Ajar
Keberagaman bangsa
Makna Bhinneka Tunggal Ika adalah, meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama, dan kepercayaan. Kendati begitu, Bhinneka Tunggal Ika merupakan jati diri bangsa yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka, yaitu sejak zaman majapahit. Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia.
Asal kata "Bhinneka Tunggal Ika" Kalimat "Bhinneka Tunggal Ika" terdapat dalam buku Sutasoma (Purudasanta), karangan Mpu Tantular pada masa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Sehingga dalam hal ini, pengertian Bhinneka Tunggal Ika lebih ditekankan pada perbedaan bidang kepercayaan juga keanekaragam agama dan kepercayaan di kalangan masyarakat Majapahit. Kata "Bhinneka Tunggal Ika" dapat pula dimaknai sebagai, meskipun bangsa dan negara Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki kebudayaan, adat-istiadat yang bermacam-macam, serta beraneka ragam kepulauan wilayah negara Indonesia tapi keseluruhannya itu adalah suatu persatuan bangsa dan negara Indonesia. Oleh karena itu, keanekaragaman tersebut bukanlah perbedaan yang bertentangan tapi justru persatuan dalam satu sintesa yang pada gilirannya justru memperkaya sifat, makna persatuan bangsa, negara Indonesia. Sama halnya dalam bahasa Sanskerta, kata "neka" berarti "macam" dan menjadi pembentuk kata "aneka" dalam Bahasa Indonesia. Kata "tunggal" berarti "satu". Kemudian kata "ika" berarti "itu". Secara harfiah
"Bhinneka Tunggal Ika" diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan.
Keberagaman suku bangsa Indonesia Dikutip dari laman Ayo Guru Berbagi, terdapat beberapa faktor munculnya keberagaman di Indonesia. Berikut penjelasannya.
3. Letak geografis Indonesia adalah negara kesatuan yang memiliki ribuan pulau. Luas wilayah Indonesia yang besar berpengaruh terhadap banyaknya keberagaman yang dimiliki oleh negara Indonesia.
4. Kondisi iklim dan alam yang berbeda Kondisi iklim dan alam antarwilayah di Indonesia berbeda. Perbedaan musim hujan dan kemarau antardaerah, perbedaan kondisi alam seperti pantai, pegunungan memberikan perbedaan pada masyarakat.
5. Pengaruh kebudayaan asing Keberagaman bisa muncul karena pengaruh kebudayaan asing dengan ciri yang berbeda. Biasanya melalui komunikasi atau kedatangan mereka ke Indonesia. Maka, terjadi akulturasi atau pencampuran unsur kebudayaan asing dengan kebudayaan Indonesia.
6. Keberagaman Agama Agama adalah sistem keyakinan kepada Tuhan. Kebebasan beragama dijamin oleh UUD 1945. Agama yang diakui secara sah di Indonesia, yaitu:
Islam Kristen Katolik Hindu Buddha Konghucu Keberagaman agama di tengah-tengah masyarakat menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Semua agama meyakini akan keberadaan dan kekuasaan Tuhan. Akan tetapi, sistem keyakinan dan ibadah antara satu agama dengan agama yang lain berbeda.
7. Keberagaman Ras Menurut Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, ras merupakan golongan bangsa berdasarkan ciri-ciri fisik dan garis keturunan. Setiap manusia memiliki perbedaan ciri-ciri fisik seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, bentuk muka, ukuran badan, bentuk badan, bentuk dan warna mata serta ciri fisik yang lainnya. Secara umum, ras manusia dapat dikelompokkan menjadi lima macam yaitu :
Negroid, yang berkulit hitam dan rambut keriting
Mongoloid, yang berkulit kuning langsat, rambut kaku dan bermata sipit;
Kaukasoid, berkulit putih, mata biru dan rambut pirang; Australoid, yang berkulit hitam (sawo matang); serta Khoisan (Afrika Selatan).
Keberagaman ras penduduk di Indonesia, setidaknya dapat dikelompokkan menjadi:
Ras Malayan-Mongoloid di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan dan Sulawesi. Ras Melanesoid di Papua, Maluu dan Nusa Tenggara Timur.
Ras Asiatic Mongoloid seperti orang Tionghoa, Jepang dan Korea yang tersebar di seluruh Indonesia. Ras Kaukasoid yaitu orang India, Timur Tengah, Australia, Eropa dan Amerika. Kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman ras berpotensi menimbulkan konflik. Konflik tidak hanya merugikan kelompok-kelompok masyarakat tapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan. Maka setiap warga negara Indonesia diminta menjunjung tinggi rasa persaudaraan, kekerabatan dan persahabatan sehingga terwujud perdamaian.
Makna keberagaman masyarakat Indonesia Keberagaman masyarakat Indonesia tidak membuat masyarakatnya mudah tercerai berai. Hal ini tampak pada agama di Indonesia yang berbeda-beda. Persatuan berarti perkumpulan dari berbagai komponen yang membentuk menjadi satu. Sedangkan kesatuan merupakan hasil perkumpulan yang telah menjadi satu dan utuh. Maka dari itu, kesatuan erat hubungannya dengan keutuhan. Kesatuan berbangsa Indonesia, berarti keadaan yang merupakan satu keutuhan sebagai bangsa Indonesia.
Sementara kesatuan bertanah air, merupakan satu keutuhan di dalam wilayah yang dihuni secara turun temurun oleh bangsa Indonesia. Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia telah tumbuh dan terbentuk dalam nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia. Jauh sebelum kemerdekaan, persatuan bagi bangsa Indonesia memiliki makna yang sangat mendalam sepanjang sejarah perjuangan bangsa.
Hal ini disebabkan, karena berkat persatuan dan kesatuan dari segenap elemen bangsalah kita dapat mengusir penjajah, mendirikan negara atas kehendak bangsa sendiri, berjuang mempertahankan kemerdekaan, serta mengisi kemerdekaan dengan upaya-upaya pembangunan nasional. Untuk mewujudkan persatuan dalam keragaman masyarakat Indonesia perlu melakukan beberapa hal berikut ini. Masyarakat Indonesia perlu mengembangkan sikap tidak memandang rendah suku atau budaya yang lain; Tidak menganggap suku dan budayanya paling tinggi dan paling baik; Menerima keragaman suku bangsa dan budaya sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya; Lebih mengutamakan negara daripada kepentingan daerah atau suku masing-masing
https://tirto.id/makna-keberagaman-masyarakat-indonesia-dalam-bhinneka-tunggal-ika-ghVn
Pembentukan identitas bagian dari anggota kelompok
Pembentukan kepribadian sebagai identitas diri diperoleh melalui proses sosialisasi.
Sosialisasi diperoleh seorang individu dari keluarga. Selanjutnya, sosialisasi diperoleh melalui lingkungan sekitar, sekolah, masyarakat, dan lingkungan kerja. Kehidupan manusia dipengaruhi oleh kelompoknya. Jika individu bergabung dengan kelompok tertentu, berarti individu mulai percaya dengan kelompok tersebut untuk memberikan pengaruh positif atau negatif pada dirinya.
1. Kelompok acuan
Kelompok acuan merupakan kelompok yang menjadi refrensi individu untuk mempertimbangkan semua bentuk perbuatan yang akan dilakukan.
2. Kelompok Majemuk
Kelompok majemuk menunjukan adanya keragaman masyarakat.
https://www.google.com/search?q=%EF%83%BC+Pembentukan+identitas+bagian+dari+ang gota++kelompok&sxsrf=APq-
Pertukaran budaya dan kolaborasi antardaerah di Indonesia Pentingnya Kerja sama antar daerah
Dengan melakukan kerjasama antar daerah, maka ada banyak manfaat yang bisa diperoleh.
Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Manajemen konflik antar daerah, dimana kerjasama antar daerah dapat menjadi forum komunikasi dan dialog antar faktor utama daerah. Dengan adanya forum seperti ini, maka dapat meningkatkan pemahaman dan toleransi sehingga konflik antar daerah dapat diantisipasi.
2. Efisiensi dan Standarisasi Pelayanan, dimana kerjasama antar daerah dapat dimanfaatkan daerah-daerah untuk membangun aksi bersama. Dalam konteks pelayanan publik, kerjasama antar daerah sangat mendukung daerah menerapkan efisiensi dan standarisasi pelayanan antar daerah.
3. Penngembangan ekonomi, yang mana kerja sama antar daerah akan mendorong terjadinya pengembangan ekonomi di suatu wilayah yang akan meningkatkan daya saing Kawasan.
4. Pengelolaan lingkungan, yang mana Kerjasama akan mendorong pengelola lingkungan menjadi masalah Bersama.
https://www.kppod.org/backend/files/laporan_penelitian/laporan-penelitian-4.pdf
NAMA :