• Tidak ada hasil yang ditemukan

Apakah Banjir Biasa Terjadi Secara Rutin?

Ya Tidak

91

Hal lain yang mungkin terjadi sehingga mengakibatkan banjir adalah karena pada lokasi – lokasi tersebut saluran drainase yang ada tidak terpelihara dengan baik bahkan kondisi saluran – saluran drainase sudah tertutup oleh lapisan tanah dan sampah, sehingga fungsi saluran drainase untuk menyalurkan limpasan air hujan dan air yang terdapat di permukaan tanah tidak dapat berfungsi dengan baik.

Tabel 3.26 : Cakupan layanan pengelolaan drainase yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat (luas wilayah genangan)*

No NamaKecamatan/Kelurahan

Wilayah Genangan Luas Ketinggian Lama Frekuensi

Penyebab

(Ha) (M) (jam/

hari) (kali/tahun)

1 Tulang Bawang Udik 814.5 0.7 1 hr - Hujan

2 Tumijajar 388.9 1 1 hr - Hujan

3 Tulang Bawang Tengah 516.5 0.5 1 hr - Hujan

4 Pagar Dewa 271.5 0.8 1 hr - Hujan

5 Lambu Kibang - - - - -

6 Gunung Terang 553.7 1 1 hr - Hujan

7 Gunung Agung - - - - -

8 Way Kenanga - - - - -

Sumber data : Dinas PU Kab. Tulang Bawang Barat 2014

Tabel 3.27 : Kondisi sarana dan prasarana drainase di Kabupaten Tulang Bawang Barat

No JenisPrasarana / sarana Satuan Kapasitas Jumlah /

Kondisi

Frekuensi Pemeliharaan Berfungsi berfungsi Tdk

(i) (ii) (iii) (iv) (v) (vi) (vii)

1 Saluran Primer - S. Primer A m 121 Rutin - S. Primer B m 2 Saluran Skunder - S. Sekunder A1 m - S. Sekunder A2 m - S. Sekunder B1 m 3 Bangunan Pelengkap

- Rumah Pompa Unit

- Pintu Air Unit

92

Peta 3.4 : Peta Jaringan drainase dan wilayah genangan* Kabupaten Tulang Bawang Barat (Uk. A3) Peta 3.4 : Peta Jaringan drainase dan wilayah genangan Kabupaten Tulang Bawang Barat

93

3.5.3 Peran Serta Masyarakat

Perilaku berwawasan lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan dipengaruhi oleh banyak sistem seperti tingkat pendidikan, status sistem, keinovatifan, pengetahuan tentang lingkungan, sikap terhadap kebersihan lingkungan dan sebagainya. Untuk itu perlu adanya upaya peningkatan kesadaran melalui program pemberdayaan masyarakat. Dalam pelaksanaan pemberdayaan hendaknya masyarakat dilibatkan seja kawal, sehingga mereka merasa menjadi bagian penting dalam sistem lingkungan.

Usaha-usaha untuk mengikut sertakan masyarakat dalam menanggulangi masalah air genangan telah dilakukan, namun usaha ini masih terbatas yaitu berupa kegiatan-kegiatan yang bersifat insidentil. Peningkatan kerja bakti yang lebih terarah dan adanya usaha-usaha lain seperti gerakan kebersihan lingkungan dalam menanggulangi sampah serta menjaga agar saluran air tetap bersih, akan sangat membantu peran serta masyarakat dalam mengatasi bajir di kawasan masing - masing.

Tabel 3.28 : Daftar Program/Kegiatan Layanan Drainase Perkotaan yang Berbasis Masyarakat* No Nama Program / Kegiatan Pelaksana /PJ Lokasi Tahun Program/ Kegiatan**) Penerima manfaat ***) Jumlah Sarana

Kondisi Sarana Saat ini

L P berfungsi Tdk

berfungsi 1 PNPM Mandiri Perdesaan Masyarakat Margo Mulyo 2013 326 478 84 m berfungsi - 2 PNPM Mandiri

Perdesaan Masyarakat Bujung Sari Marga 2013 152 194 5 m Berfungsi - 3 PNPM Mandiri

Perdesaan Masyarakat

Bandar

Dewa 2014 202 282 49 m Berfungsi -

4 PNPM Mandiri Perdesaan Masyarakat Kencana Mulya 2014 174 183 40 m Berfungsi - 5 PNPM Mandiri

Perdesaan Masyarakat Penumangan Baru 2014 259 301 220 m berfungsi - 6 PNPM Mandiri Perdesaan Masyarakat Daya Sakti 2014 89 102 80 m Berfungsi - 7 PNPM Mandiri Perdesaan Masyarakat Margo Dadi 2014 101 138 30 m berfungsi -

Total 7 1303 1678 508

Sumber : BPMPK Kab. Tulang Bawang Barat, 2014 Keterangan :

Tuliskan semua daftar program/kegiatan drainase perkotaan yang ada di wilayah kajian Buku Putih Kabupaten/Kota

* Program/Kegiatan drainase perkotaan berbasis masyarakat: seluruh program/kegiatan drainase perkotaan yang menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat mulai dari tahap persiapan masyarakat, perencanaan, pembangunan, sampai operasi dan pemeliharaan. ** Tahun program/kegiatan diisi program/kegiatan 3-5 tahun sebelumnya

*** Penerima Manfaat diisi jumlah laki-laki dan perempuan yang menerima manfaat di setiap lokasi

****Kondisi berdasarkan keterangan SKPD dan kunjungan lapangan terhadap beberapa lokasi yang telah ditentukan

94

Semua program drainase merupakan program fisik/pembangunan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan drainase belum ada.

Tabel 3.29 : Kondisi sarana dan prasarana drainase perkotaan oleh masyarakat

No Jenis Sarana Lokasi Pengelolaan Iuran Keterangan

Lembaga kondisi

1 Jaringan Drainase lingkungan 4.2 km

Kab. Tuba

barat Tidak Ada Tidak Aktif Tidak Ada

Sumber Data : Dinas Pekerjaan Umum Kab. Tulang Bawang Barat 2014

Sarana drainase tidak dikelola oleh masyarakat, pengelolaan dilakukan oleh OPD tekait.

3.5.4 Komunikasi dan Media

Komunikasi antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat, antara Pemerintah Daerah dengan dunia usaha dan antara Pemerintah daerah dengan LSM maupun media massa telah terjalin dengan baik namun masih minim yang terkait bidang sanitasi khususnya pengelolaan air limbah rumah tangga. Isu sanitasi dapat terakses ke desa-desa saat ini melalui penyuluhan - penyuluhan yang dilakukan oleh bidan desa atau ibu PKK.

Saat ini masyarakat masih membuang limbah rumah tangga secara konvensional belum ada pengolahan secara teknis, dikarenakan kalangan masyarakat yang berpendidikan menengah ke bawah belum mampu mengakses media cetak secara mudah dan masyarakat tersebut kurang tertarik pada isu sanitasi apalagi isu limbah rumah tangga yang menurut mereka tidak akan menimbulkan suatu masalah meskipun belum ada pengelolaannya. Oleh karena itu, dibutuhkan peran media untuk dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan air limbah rumah tangga. (Tabel 3.16).

Gambar 3.16 : kegiatan Penyuluhan atau sosialisasi yang pernah diikuti di Kabupaten Tulang Bawang Barat tidak tersedia.

3.5.5 Peran Swasta

Berdasarkan kajian dalam study Penyedia Layanan Sanitasi (Sanitation Supply Assessment/SSA) sampai dengan saat ini, Kabupaten Tulang Bawang Barat belum mempunyai penyedia layanan air limbah sistem 94c.

95

Tabel 3.30 : Penyedia layanan pengelolaan drainase perkotaan yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat*

No Nama Provider/Mitra Potensial Tahun mulai operasi/ berkontribusi Jenis Kegiatan/ Kontribusi terhadap sanitasi Volume Potensi Kerjasama - - - - - - - - - -

*Data tidak tersedia (Dinas Pekerjaan Umum Kab. Tulang Bawang Barat, 2014)

3.5.6 Pendanaan dan Pembiayaan

Pendanaan dan pembiayaan dari sub sektor pengelolaan air limbah selama ini sesuai dengan hasil study keuangan, berasal dari pemerintah yaitu APBD. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.11 berikut ini.

Tabel 3.31 : Rekapitulasi Realisasi Pendanaan Sanitasi per Komponen Drainase Perkotaan Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2010 – 2014

No Subsektor Belanja (Rp) Rata-rata Pertumb

uhan (%) 2010 2011 2012 2013 2014 3 Drainase (3a+3b) 3.a Pendanaan Investasi Drainase 2.650.000.000 4.800.000.000 6.600.000.000 2.400.000.000 2.550.000.000 3.800.000.000 3.b Pendanaan OM yang dialokasikan dalam APBD 0 0 0 491.750.000 173.250.000 332.500.000 3.c Perkiraan biaya OM berdasarkan infrastruktur terbangun 79.500.000 144.000.000 198.000.000 72.000.000 76.500.000 114.000.000

Sumber : Dinas PU Kab. Tulang bawang Barat 2014

Tabel 3.32 : Realisasi dan Potensi Retribusi Sanitasi Komponen Drainase Perkotaan* Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2010 – 2014

No SKPD Retribusi Sanitasi Tahun (Rp) Pertumbuhan

(%) 2009 2010 2011 2012 2013

1 Retribusi Drainase

1.a Realisasi retribusi - - -

1.b Potensi retribusi - - -

*Data tidak tersedia (Dinas PU Kab. Tulang bawang Barat, 2014)

3.5.7 Permasalahan Mendesak

Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan drainase permukiman di kabupaten Tulang Bawang Barat antara lain sebagai berikut :

96

Tabel 3.33 : Permasalahan Mendesak

No Permasalahan Mendesak

1 Belum terpenuhinya > 70% kebutuhan drainase perkotaan.

2 Pada umumnya saluran drainase jalan dan lingkungan dialirkan ke anak sungai atau sungai utama yang ada. Saluran tertutup umumnya digunakan pada saluran drainase jalan yang berada di daerah perkotaan dan berada di bawah trotoar jalan utama, sedangkan saluran terbuka umumnya terbuat dari pasangan batu.

Masih terdapat perbedaan dimensi saluran, berupa penyempitan di beberapa titik yang mengakibatkan terjadinya genangan.

4 Anggaran untuk pembuatan saluran drainase melalui DAU tidak dapat Mengakomodir kebutuhan minimal infrastruktur drainase kabupaten serta untuk pemeliharaan dan rehabilitasi.

Keterangan : Data disepakati Pokja PPSP Kab. Tulang Bawang Barat, 2014

Peta 3.5 Peta cakupan layanan air bersih/peta PDAM (Tidak tersedia jaringan dan petanya : Dinas Pekerjaan Umum Kab. Tulang Bawang Barat, 2014)

3.6 Pengelolaan Komponen Terkait Sanitasi 3.6.1 Pengelolaan Air Bersih

Sumber air bersih merupakan salah satu faktor yang sangat penting, sehingga ketersediaan air bersih sebagai sumber air minum sangat dibutuhkan oleh rumah tangga. Kabupaten Tulang Bawang Barat sebagai Kabupaten baru belum memiliki PDAM.

Gambar 3.17 : Grafik Sumber Air Minum dan Memasak

3,2% 3,0% ,5% ,7% ,7% 1,7% 19,3% 75,7% 1,2% 1,0% ,2% ,5% ,0% ,5%

A. Air botol kemasan (Minum) B. Air isi ulang (Minum) C. Air Ledeng dari PDAM (Minum) D. Air hidran umum - PDAM (Minum) E. Air kran umum -PDAM/PROYEK … F. Air sumur pompa tangan (Minum) G. Air sumur gali terlindungi (Minum) H. Air sumur gali tdk terlindungi (Minum) I. Mata air terlindungi (Minum) J. Mata air tdk terlindungi (Minum) K. Air hujan (Minum) L. Air dari sungai (Minum) M. Air dari waduk/danau (Minum) N. Lainnya (Minum)

Persentase Sumber Air Untuk Kebutuhan