97
Berdasarkan hasil EHRA di Kabupaten Tulang Bawang Barat yang mengacu kepada standar WHO dan Unicef diketahui bahwa masih ada masyarakat yang menggunakan sumber air untuk minum : Air botol kemasan 3,2%, air isi ulang 3%, sumur gali tidak terlindungi 75.7%, mata air tidak terlindungi 1%, air sungai 5%, air hujan 2%, air waduk/danau 0% dan lainnya 5%. Selebihnya menggunakan sumber air untuk minum yang dinilai terlidungi/aman antara lain air sumur gali terlindungi 19,3%, Sumur pompa tangan 1.7%, PDAM 7% dan mata air terlindungi 1.2%.
Tabel 3.34 : Sistem Penyedian dan Pengelolaan Air Bersih Perpipaan Kabupaten Tulang Bawang Barat
No Uraian Satuan Sistem Perpipaan Keterangan
1 Pengelola - Dinas PU Program SPAM
2 Tingkat Pelayanan % - -
3 Kapasitas Produksi Lt/detik 35 -
4 Kapasitas Terpasang Lt/detik - -
5 Jumlah Sambungan Rumah
(Total)
Unit 400 -
6 Jumlah Kran Air Unit Tidak ada data Data tidak tersedia
7 Kehilangan Air (UFW) % Tidak ada data Data tidak tersedia
8 Retribusi/Tarif (rumah tangga) M3 Data tidak tersedia
9 Jumlah pelanggan per kecamatan
- - -
- Kecamatan Tulang Bawang Tengah
Pelanggan Sambungan
Rumah
-
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Tulang Bawang Barat, 2014
3.6.2 Pengelolaan Air Limbah Industri Rumah Tangga
Limbah industri rumah tangga adalah buangan yng dihasilkan oleh hasil produksi usaha kecil/rumah tangga, yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah industri ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah industri adalah: 1. Volume limbah
2. Kandungan bahan pencemar 3. Frekuensi pembuangan limbah
98
Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan menjadi 4 yaitu : 1. Limbah cair
2. Limbah padat
3. Limbah gas dan partikel
4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Tabel 3.35 : Pengelolaan limbah industri rumah tangga Kabupaten Tulang Bawang Barat Jenis Industri Rumah
Tangga Lokasi Jumlah industri RT Jenis Pengolahan
Kapasitas (m3/hari)
Tahu tempe Desa Pulung Kencana 1 IPAL 1,5
Tahu tempe Desa Daya Murni 1 IPAL 2
Sumber : BPLHD Tulang Bawang Barat 2014
3.6.3 Pengelolaan Limbah Medis
Rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan diantaranya kegiatan dalam kategori diagnosa dan pengobatan, perawatan, bahkan tindakan rehabilitasi. Rumah sakit dari aspek kesehatan lingkungan dapat berpotensi, antara lain :
1. Dapat menjadi media pemaparan atau penularan beberapa penyakit bagi para pasien, petugas maupun pengunjung yang berada di lingkungan rumah sakit.
2. Sebagai penghasil sampah dan limbah yang berdampak bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Menurut Permenkes RI nomor :1204/MENKES/SK/X/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit ruang lingkup kesehatan lingkungan rumah sakit antara lain :
1. Penyehatan ruang bangunan dan halaman rumah sakit 2. Hygiene sanitasi makanan dan minuman
3. Penyehatan air 4. Pengolahan limbah
5. Penyehatan tempat pencucian linen (laundry)
6. Pengendalian serangga, tikus dan hewan pengganggu lainya 7. Dekontaminasi melalui sterilisasi dan disinfeksi
8. Pengamanan dampak radiasi
Upaya kesehatan lingkungan rumah sakit bertujuan untuk mewujdkan lingkungan rumah sakit yang aman, nyaman dan sehat bagi para pengguna dan masyarakat di sekitar rumah sakit. Pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari limbah medis berdampak buruk
99
bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu langkah yang harus dilakukan adalah menekan sekecil mungkin atau bila mungkin dihilangkan timbulan limbah medis.
Limbah medis adalah hasil buangan dari suatu aktifitas medis. Menurut Departemen Kesehatan RI pada tahun 2002, limbah medis dikategorikan berdasarkan potensi bahaya yang terkandung di dalamnya serta volume dan sifat persistensinya yang dapat menimbulkan berbagai masalah. Yang termasuk dalam kategori limbah medis adalah :
Limbah benda tajam seperti jarum suntik, perlengkapan intravena, pipet Pasteur, pecahan gelas, dan lain-lain.
Limbah infeksius adalah limbah yang berkaitan dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular (perawatan intensif) dan limbah laboratorium. Limbah ini dapat menjadi sumber penyebaran penyakit pada petugas, pasien, pengunjung, maupun masyarakat sekitar. Oleh karena itu, limbah ini memerlukan wadah atau kontainer khusus dalam pengolahannya.
Limbah patologi merupakan limbah jaringan tubuh yang terbuang dari proses bedah atau autopsi.
Limbah sitotoksik yaitu bahan yang terkontaminasi selama peracikan, pengangkutan, atau tindakan terapi sitotoksik.
Limbah farmasi, yang merupakan limbah yang berasal dari obat-obatan yang kadaluarsa, obat-obat yang terbuang karena tidak memenuhi spesifikasi atau kemasan yang terkontaminasi, obat-obat yang dibuang pasien atau oleh masyarakat, obat-obatan yang tidak diperlukan lagi oleh institusi bersangkutan, dan limbah yang dihasilkan selama produksi obat-obatan.
Limbah kimia yang dihasilkan dari penggunaan kimia dalam tindakan medis, laboratorium, proses sterilisasi dan riset.
Limbah radioaktif, yaitu limbah yang terkontaminasi dengan radioisotop yang berasal dari penggunaan medis atau riset radionukleotida.
Limbah medis bukan hanya bersumber dari rumah sakit melainkan dari semua fasilitas kesehatan yang ada, antara lain : puskesmas, balai pengobatan/klinik, rumah sakit bersalin dan tempat praktik dokter.
Pengelolaan limbah medis ada 2 macam yaitu menggunakan pengelolaan system IPAL dan Septic Tank, tergantung dari fasilitas kesehatannya. Untuk fasilitas kesehatan dengan skala Rumah Sakit pengelolaan limbah medisnya dengan system IPAL sedangkan skala puskesmas dan/atau Pustu dengan menggunakan Sistem Septic Tank. Saat ini untuk pelayanan kesehatan masyarakat hanya dilayani oleh Puskesmas dan Puskesmas Pembantu
100
(Pustu) yang tersebar di setiap kecamatan. Untuk lebih jelas mengena pengelolaan limbah medis di Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.36 : Pengelolaan limbah medis di fasilitas-fasilitas kesehatan Nama Fasilitas
Kesehatan Jumlah Lokasi
Jenis Pengolahan Limbah Medis
Kapasitas (m3/hari)
PONED 1 Unit Kelurahan
Panaragan Jaya Limbah cair 1,5
Puskesmas 4 Unit
Kelurahan Daya Murni, Panaragan
Jaya, Desa Lambu Kibang, Toto Mulyo
Incenator 1,5
101