PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI PADA KEDOKTERAN NUKLIR
6.5. Aplikasi I-131 Untuk Terapi Kanker Tiroid
Menyusul pembedahan untuk membuang bagian kelenjar tiroid yang mengandung tumor, sekitar 2-4 GBq I-131 diberikan kepada pasien untuk menghancurkan jaringan tiroid yang masih sisa. Pasien biasanya kembali untuk pemindaian lanjut selama beberapa tahun ke depan. Jika terlihat jaringan tiroid berfungsi kembali, termasuk adanya pengendapan kecil tumor yang menyebar keluar tiroid, pasien akan diberikan ulang dosis radionuklida I-131 antara 4-8 GBq. Hanya sedikit aktivitas I-131 yang terkumpul di jaringan tiroid. Ginjal akan mengeluarkan sisanya dengan sangat cepat, hingga sebanyak 95% dari aktivitas yang dimasukkan dalam 48 jam.
Beberapa alasan kuat agar pasien kanker tiroid dirawat di rumah sakit adalah sebagai berikut:
a. pasien memiliki anak kecil yang perlu diperhatikan di rumahnya; b. lama perawatan tidak lebih dari dua hari; dan
c. pasien dapat mengalami pusing dan muntah setelah pemberian I-131 dalam jumlah besar, dan situasi ini dapat dengan mudah dijaga di rumah sakit.
6.5.1. Pedoman bagi perawat pasien I-131
Beberapa pedoman terkait proteksi dan keselamatan radiasi bagi perawat pasien yang menjalani pengobatan dengan I-131 adalah sebagai berikut:
a. staf perawat bangsal dapat menerima pajanan kerja dan karena itu perlu dilengkapi dengan pemantau radiasi per-orangan yang harus dipakai setiap kali bekerja;
b. staf perawat yang tengah hamil tidak boleh merawat pasien; c. setiap keperluan perawatan perlu dikaji dan dibahas dengan
saf perawat yang berada di bangsal sebelum pasien menerima dosis terapi;
d. makanan harus disajikan dalam nampan, piring dan alat makan lain yang bersifat sekali pakai;
e. pasien harus diberi resep anti-emetik untuk menghilangkan rasa pusing;
f. pasien harus meminum banyak cairan, memakai gaun rumah sakit, mandi tiap hari, keramas di pagi hari sebelum meninggalkan bangsal. Pakaian dalamnya juga harus dicuci dengan tangan di kamar mandi terapi I-131;
g. tugas-tugas keperawatan dalam jarak 2 m dari pasien harus dilakukan secara cepat dan efi sien untuk mengurangi waktu pajanan;
h. gaun dan sarung tangan pelindung harus dipakai pada semua prosedur yang bersinggungan langsung dengan pasien, atau pada saat menangani pendorong ranjang, kantong kateter dan botol urin;
i. kantong kateter, pendorong ranjang dan botol harus dikosongkan di toilet di kamar mandi terapi. Kateter urin biasanya lebih disukai karena dapat mengurangi risiko tumpahan;
j. semua limbah dan kain dari ruang terapi harus dipantau oleh Petugas Proteksi Radiasi (PPR) sebelum dibuang. Kain yang tekontaminasi cukup besar harus ditempatkan di tempat Limbah Radioaktif oleh PPR;
k. ruang terapi dan kamar mandi harus dipantau oleh PPR setelah pasien dikeluarkan. Setelah dinyatakan bersih dari radioaktif, kepala bangsal dapat melakukan pembersihan menyeluruh terhadap ruangan;
l. akses pengunjung ke pasien terapi dibatasi tidak lebih dari 15-30 menit setiap harinya. Pengunjung harus berada pada jarak 2 m dari pasien. Orang Wanita hamil dan anak-anak tidak diperbolehkan berkunjung; dan
m. kepala Departemen Kedokteran Nuklir melalui PPR harus segera diberitahukan jika terjadi tumpahan atau bahaya potensial lainnya, dan juga jika diperlukan pemeliharaan terhadap ruang terapi dan pemipaan di ruang ini.
6.5.2. Pedoman bagi pasien kanker tiroid I-131
Berikut ini contoh dari pedoman yang dperlukan oleh pasien I-131, yang dapat dimodifi kasi sesuai dengan keadaan setempat.
“Karena Anda menjalani pengobatan dengan iodin-131 radioaktif, Anda menjadi sumber pajanan radiasi bagi orang lain. Anda juga akan mengeluarkan radioaktivitas, terutama melalui air ludah dan urin. Anda harus mengikuti tindakan pencegahan sederhana hingga radiasinya berkurang sampai tingkat yang dapat diabaikan”.
6.5.3. Selama Anda di rumah sakit:
a. Jangan meninggalkan ruangan kecuali diminta oleh staf rumah sakit;
b. Gunakan tisu kertas dan jangan sapu tangan;
c. Wanita hamil dan anak-anak tidak boleh mengunjungi Anda di rumah sakit;
d. Pengunjung lain boleh datang setelah hari pertama. Setiap kunjungan dibatasi hanya satu atau dua pengunjung, dan tidak boleh tinggal lebih dari 15-30 menit, dan jaa jarak sejauh 2-3 m dari Anda;
e. Kebersihan perorangan sangat penting. Mandi dan cuci rambut setiap hari;
f. Anda harus mencuci dan mengeringkan pakaian dalam di kamar mandi;
g. Toilet harus dibilas dua kali setelah setiap pemakaian, dan cuci tangan Anda dengan hati-hati; dan
6.5.4. Saat Anda pulang dari rumah sakit:
Anda akan dipantau oleh PPR dari waktu ke watu untuk menentukan apakah tingkat radiasi telah cukup turun sampai Anda dizinkan pulang ke rumah. Kondisi ini bisa terjadi sewaktu-waktu dari 2 hingga 8 hari, bergantung pada pengobatan yang Anda jalani. Selain itu juga perlu mengamati beberapa tindakan pencegahan radiasi yang sederhana setelah Anda meninggalkan rumah sakit:
Selama dua minggu jika pengobatan ini adalah yang pertama kali dengan I-131, atau selama satu minggu jika hal ini bukan pengobatan dengan I-131 yang pertama:
a. lanjutkan tindakan bersih-bersih tubuh. Mandi setiap hari. Cuci tangan dengan hati-hati, terutama sebelum menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet;
b. hindari kontak langsung dengan wanita hamil dan anak-anak. Jangan tidur di ranjang yang sama dengan remaja atau anak-anak;
c. hindari kontak berkepanjangan dengan orang lain. Jangan pergi jauh dengan kendaraan umum atau menonton bioskop atau tempat-tempat hiburan publik lainnya;
d. jaga kebersihan toilet dan bilas dua kali setelah pemakaian. Pasien pria harus duduk saat membuang air kecil; dan
e. hindari bertukar pelembab tubuh, berciuman atau berhubungan badan. Jangan berbagi minuman, sikat gigi, dan lain-lain dengan orang lain.
6.5.5. Kembali bekerja
a. Pada prinsipnya Anda bisa kembali bekerja seperti biasa; b. Jika Anda harus bekerja cukup dekat dengan orang dewasa
yang lain, Anda harus menunggu 2 atau 3 hari terlebih dahulu; dan
c. Jika Anda bekerja dengan bayi atau anak kecil, Anda harus menunggu selama satu minggu.
6.5.6. Kehamilan
a. Jika Anda wanita dalam usia subur, usahakan agar tidak meng-an dung selama paling sedikit 6 bulmeng-an setelah pengobatmeng-an. b. Bahas masalah ini dengan dokter Anda untuk memastikan
bahwa tidak diperlukan lagi pengobatan lebih lanjut dengan I-131 dalam waktu dekat.
6.6. Thyrotoksikosis
Untuk pengobatan penyakit thyroid benign – hyperthyroidism (penyakit Graves) dan multinodular goitre racun – aktivitas I-131 yang diberikan berada dalam rentang 0,3 hingga 1 GBq. Lebih dari 60% aktivitas yang diberikan akan diambil oleh kelenjar thyroid, dan mengendap cukup lama di tubuh.
6.6.1. Pedoman bagi pasien thyrotoksikosis I-131
Pengobatan dengan I-131 untuk thyrotoksikosis biasanya tidak memerlukan pasien agar rawat inap. Meskipun aktivitas yang diberikan ke pasien lebih sedikit dari jumlah yang diberikan untuk kanker thyroid, ambilan dan pengendapannya di tubuh jauh lebih lama. Tindakan pencegahan yang diperlukan akan lebih lama dibanding setelah pengobatan untuk kanker thyroid. Sebagai contoh:
“Karena Anda menjalani pengobatan dengan iodin-131 radioaktif, Anda menjadi sumber pajanan radiasi bagi orang lain. Anda juga akan mengeluarkan radioaktivitas, terutama melalui air ludah dan urin. Anda harus mengikuti tindakan pencegahan sederhana hingga radiasinya berkurang sampai tingkat yang dapat diabaikan”.
6.6.2. Selama dua minggu setelah pengobatan:
a. Kebersihan diri merupakan hal yang utama. Mandi setiap hari. Cuci tangan dengan hati-hati, terutama sebelum menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet. b. Hindari kontak langsung dengan wanita hamil dan
anak-anak. Jangan tidur di ranjang yang sama dengan remaja atau anak-anak.
c. Hindari kontak berkepanjangan dengan orang lain. Jangan pergi jauh dengan kendaraan umum atau menonton bioskop atau tempat-tempat hiburan publik lainnya.
d. Jaga kebersihan toilet dan bilas dua kali setelah pemakaian. Pasien pria harus duduk saat membuang air kecil.
e. Hindari bertukar pelembab tubuh, berciuman atau berhubungan badan. Jangan berbagi minuman, sikat gigi, dan lain-lain dengan orang lain.
6.6.3. Kembali bekerja
a. Pada prinsipnya Anda bisa kembali bekerja seperti biasa. b. Jika Anda harus bekerja cukup dekat dengan orang dewasa
yang lain, Anda harus menunggu 2 atau 3 hari terlebih dahulu.
c. Jika Anda bekerja dengan bayi atau anak kecil, Anda harus menunggu selama satu minggu.
6.6.4. Kehamilan
Jika Anda wanita dalam usia subur, usahakan agar tidak mengandung selama paling sedikit 6 bulan setelah pengobatan.
6.7. Terapi Y-90
Y-90 dipasok sebagai koloid yang disuntikkan ke dalam sendi yang sakit, dan akan terus berada di dalamnya sampai meluruh. Penempatan jarum yang akurat pada ruang sendi sangat penting untuk menghindari
nekrosis jaringan. Prosedur harus dilakukan oleh dokter yang berpengalaman. Pedoman fl uoroskopik diperlukan pada kasus-kasus yang sulit.
Ginjal tidak mengeluarkan radioaktivitas Y-90. Pajanan radiasi di dekat sendi yang sakit juga sangat rendah dan bahaya radiasi boleh dikatakan dapat diabaikan, sehingga pasien tidak memerlukan ruang khusus.
6.7.1. Pedoman bagi perawat pasien Y-90
a. Pasien harus beristirahat di ranjang dengan sendi yang sakit dibebat selama 48 jam. Selama pembebatan sendi ini tidak perlu dicuci.
b. Pasien dianjurkan untuk dapat mencuci dirinya sendiri sebisa mungkin dengan air di wajan yang ditempatkan di ranjang. Perawat harus menyelesaikan pencucian badan pasien dan mengganti seprai jika kotor.
c. Cuci wajan, bedpan dan lain-lain seperti biasa karena tidak ada kontaminasi radioaktif di barang-barang tersebut. d. Jangan berdiri terlalu dekat dengan sendi yang sakit kecuali
kalau perlu.
e. Beritahu ahli reumatik jika tempat yang disuntik meradang atau sakit.
f. Beritahu Departemen Kedokteran Nuklir jika pasien meninggal atau memerlukan pembedahan satu minggu setelah penyuntikan Y-90.
6.8. Terapi Sr-89
Stronsium-89 kadang-kadang digunakan untuk meringankan sakit yang diderita pasien kanker prostat dan telah menyebar ke tulang. Setelah penyuntikan intravena, Sr-90 akan berkumpul di metastase tulang dan juga dikeluarkan melalui urin. Pajanan radiasi bagi staf yang berada di dekat pasien sangat rendah sehingga tidak diperlukan pemantauan
radiasi. Bahaya utama berasal dari kontaminasi dari urin.
6.8.1. Pedoman bagi perawat pasien Sr-89
a. Akomodasi kamar khusus tidak diperlukan namun lantai kamar harus terbuat dari bahan anti serap, mulus dan dapat dicuci, sedapat mungkin lembaran vinyl.
b. Pasien harus diberitahu utuk menghindari kontaminasi kulit, toilet, dan kamar mandi dengan urin radioaktif.
c. Gunakan labjas dan sarung tangan pada saat menangani botol urin, nampan, dan lain-lain.
d. Jika rasa tidak enak menjadi masalah pada minggu pertama setelah penyuntikan Sr-89, beritahu Departemen Kedokteran Nuklir karena kateter urin mungkin akan diperlukan.
e. Masukkan kain kotor ke dalam kantong plastik untuk dipantau PPR sebelum dikirim ke tempat cuci.
f. Jika pasien muntah atau merasa tidak enak, ikuti prosedur penanganan yang diberikan PPR.
g. Beritahu DepartemenKedokteran Nuklir jika pasien memerlukan pembedahan atau memiliki fraktir patologi atau meninggal selama rawat inap.
6.9. Penanggulangan Kedaruratan