BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.5 Pemilihan Supplier Bahan Baku Produk LBS
5.5.2 Aplikasi MPE pada Masalah Seleksi Supplier
Prinsip dasar pengadaan yang baik adalah bahwa kerjasama antara pembeli dengan supplier dapat menarik lebih banyak peluang menghemat biaya daripada dua pihak yang bekerja sendiri-sendiri. Kerjasama yang solid ini kiranya hanya dapat dihasilkan ketika dua pihak tersebut mempunyai hubungan jangka panjang dan tingkat kesalingpercayaan yang baik. Hubungan jangka panjang akan mendorong supplier untuk mengeluarkan usaha lebih besar pada permasalahan yang dihadapi oleh pembeli tertentu. Hubungan jangka panjang ini juga dapat meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara kedua belah pihak. Kemampuan seperti ini sangatlah penting dalam proses pengadaan barang-barang langsung (direct materials). Oleh karena itu, hubungan jangka panjang ini seharusnya
dibangun dengan para supplier barang-barang strategis dan kritis (Chopra dan Meindl 2001).
Analisis penilaian alternatif supplier bahan baku LBS yang akan dijadikan
supplier utama oleh PT.AGRINESIA RAYA menggunakan teknik MPE (Metode Perbandingan Eksponensial). Supplier dengan nilai tertinggi akan diprioritaskan menjadi supplier utama bahan baku LBS. Data dan hasil pengolahan untuk kasus seleksi supplier bahan baku secara lengkap tersaji pada Tabel 18. Proses seleksinya didasarkan pada pertimbangan faktor-faktor yang telah ditentukan bobot kepentingannya, yaitu kelengkapan dokumen keamanan pangan, kualitas, pengiriman, pelayanan dan manajemen organisasi, biaya dan kriteria rekomendasi dari para pakar berikut dengan kriteria turunannya.
Tabel 18. Aplikasi MPE pada kasus seleksi supplier bahan baku LBS pada PT. AR
No Bahan baku Perusahaan Supplier Nilai MPE Ranking
1 Tepung talas KWT. MA 262,39 1 KWT. ME 145,84 2 KWT. LI 66,43 3 2 Tepung Terigu UD. YU 115,24 4 KJ 126,64 3 PT. LNFM 184,67 2 CV. KI 286,40 1 3 Telur CV. BN 269,32 1 CV. GI 104,99 3 CV. KT 165,18 2 GH 32,29 4 4 Gula PT. ITT 156,05 3 PT. KCS 256,80 1 RB 78,00 4
No Bahan baku Perusahaan Supplier Nilai MPE Ranking CV. KI 254,80 2 5 Susu PT. UJ 229,76 2 PT. AT 134,72 3 CV. KI 269,37 1 6 Vegetable oil KJ 149,51 3 PT. SM 173,07 2 CV. KI 260,98 1 7 Shortening PD. ABD 126,12 4 PT. ITT 269,29 1 UD. YOE 206,79 3 MKY 265,23 2 8 Cokelat PT. AA 259,77 2 PT. FM 251,74 3 PT. NL 266,28 1 CV. SE 124,19 4 9 Keju PT. MBR 247,63 1 PT. ITT 179,34 2 PT. ME 127,63 3 10 Bahan Kondimen PT. HS 244,13 2 CV. DSI 260,02 1 KJ 138,26 3 UD. YOE 133,92 4 11 Box (kemasan Karton) LBS PT. KP 202,64 3 PT. MAP 195,44 4 BOP 273,13 1 PT. GMU 248,52 2
Berdasarkan Tabel 18, hasil analisis seleksi supplier masing-masing bahan baku yang dibutuhkan PT.AGRINESIA RAYA untuk memproduksi LBS adalah sebagai berikut :
1. Tepung Talas
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik MPE pada Tabel 18,
supplier KWT. MA memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan supplier
lainnya yaitu dengan nilai MPE 262,39, KWT. ME (145,84) dan KWT. LI (66,43). Dari ketiga alternatif supplier tepung talas, KWT. MA dapat dipertimbangkan perusahaan menjadi supplier utama tepung talas.
KWT. MA menjadi peringkat pertama karena memiliki nilai bobot tinggi (3) dalam kriteria pemenuhan sertifikat halal dan P-IRT, standar dan jaminan kualitas, rasio ketertolakan produk, lead time yang singkat, ketepatan waktu, aksesibilitas, fleksibilitas, kepercayaan, tingkat kemudahan komunikasi, prosedur komplain dan responsibilitas serta
traceabiliy. KWT. ME menjadi peringkat kedua karena hanya unggul dalam pemenuhan sertifikat halal dan P-IRT, ketepatan waktu dan
traceabiliy, sedangkan KWT. LI tidak memiliki nilai bobot tinggi dalam kriteria manapun.
2. Tepung Terigu
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik MPE pada Tabel 18, CV. KI memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan supplier lainnya yaitu dengan nilai MPE 286,39, sementara supplier lainnya memiliki nilai MPE 184, 67 untuk PT. LNFM, KJ (126,64) dan UD. YU (115,24). Dari
keempat alternatif supplier tepung terigu, CV. KI dapat dipertimbangkan perusahaan menjadi pemaosk utama tepung terigu.
Keempat supplier tersebut sama-sama memiliki nilai bobot tertinggi terhadap kriteria sertifikat halal, sertifikat GMP dan HACCP, mekanisme pembayaran yang mudah dan traceabiliy, CV. KI lebih unggul karena hanya memiliki nilai terendah terhadap kriteria prosedur komplain dan responsibilitas (1,71) serta harga produk (1).
3. Telur
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik MPE pada Tabel 18, CV. BN memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan supplier lainnya yaitu dengan nilai MPE 269,32, sementara supplier lainnya memiliki nilai MPE 165,18 untuk CV. KT, CV. GI (104,99) dan GH (32,29). Dari keempat alternatif supplier telur, CV. BN dapat dipertimbangkan perusahaan menjadi supplier utamatelur.
CV. BN lebih unggul karena dari 18 kriteria yang dinilai hanya memiliki nilai terendah terhadap kemampuannya memberikan diskon (2,29) sedangkan CV. GH memiliki nilai keputusan terendah karena hanya memiliki nilai bobot tertinggi dalam kriteria reliabilitas produknya saja (2,14).
4. Gula
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik MPE pada Tabel 18, PT. KCS memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan supplier lainnya yaitu dengan nilai MPE 256,80, sementara supplier lainnya memiliki nilai
MPE 254,80 untuk CV. KI, PT. ITT (156,05) dan RB (78,00). Dari keempat alternatif supplier gula.
PT. KCS dapat dipertimbangkan perusahaan menjadi supplier utama gula. Keempat supplier sama-sama memiliki nilai tertinggi dalam kriteria sertifikat halal (3). PT. KCS menjadi peringkat pertama karena unggul dalam kriteria pemenuhan sertifikat GMP dan HACCP, kesesuaian teknis kualitas, reliabilitas produk, rasio ketertolakan produk, lead time singkat, status/kondisi finansial, kemampuan memberikan diskon, traceabiliy dan label SNI. PT. ITT menjadi peringkat kedua karena hanya memiliki nilai bobot tertinggi dalam 6 kriteria dari 20 kriteria yang dinilai yaitu sertifikat halal, GMP dan HACCP, kesesuaian teknis, reliabilitas produk, rasio ketertolakan produk serta label SNI.
5. Susu
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik MPE pada Tabel 18, CV. KI memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan supplier lainnya yaitu dengan nilai MPE 269,37, sementara supplier lainnya memiliki nilai MPE 229,76 untuk PT. UJ dan nilai MPE 134,72 untuk PT. AT. Dari ketiga alternatif supplier susu, CV. KI dapat dipertimbangkan perusahaan menjadi supplier utama susu.
Ketiga supplier yang dinilai sama-sama unggul dalam pemenuhan sertifikat halal, GMP dan HACCP, kesesuaian teknis, reliabilitas produk dan traceabiliy. CV. KI menjadi peringkat pertama karena unggul juga dalam kriteria standar dan jaminan kualitas dan ketepatan waktu,
sedangkan PT. AT menjadi peringkat kedua karena hanya unggul dalam kriteria standar dan jaminan kualitas.
6. Vegetable Oil
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik MPE pada Tabel 18, CV. KImemiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan supplier lainnya yaitu dengan nilai MPE 260,98, sementara supplier lainnya memiliki nilai MPE 173,07 untuk PT. SM dan nilai MPE 149,51 untuk KJ. Dari ketiga alternatif suppliervegetable oil, CV. KI dapat dipertimbangkan perusahaan menjadi supplier utamavegetable oil.
Ketiga supplier yang dinilai sama-sama unggul dalam dalam pemenuhan sertifikat halal, GMP dan HACCP, kesesuaian teknis, reliabilitas produk dan standar dan jaminan kualitas. CV. KI dan PT. SM memiliki nilai bobot tertinggi dalam kriteria traceabiliy, CV. KI menjadi peringkat pertama karena ke-14 kriteria sisanya lebih unggul dari PT. SM
7. Shortening
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik MPE pada Tabel 18, PT. ITT memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan supplier lainnya yaitu dengan nilai MPE 269,29, sementara supplier lainnya memiliki nilai MPE 265,23 untuk MKY, UD. YOE (206,79) dan PD. ABD (126,12). Dari keempat alternatif suppliershortening, PT. ITT dapat dipertimbangkan perusahaan menjadi supplier utama shortening.
Keempat supplier unggul dalam pemenuhan sertifikat halal, GMP dan HACCP, kesesuaian teknis dan reliabilitas produk. PT. ITT unggul juga
dalam kriteria fleksibiitas, status/kondisi finansial, tingkat kemudahan komunikasi, mekanisme pembayaran yang mudah dan traceabiliy.
8. Cokelat
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik MPE pada Tabel 18, PT. NL memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan supplier lainnya yaitu dengan nilai MPE 266,28, sementara supplier lainnya memiliki nilai MPE 259,77 untuk PT. AA, PT. FM (251,74) dan CV. SE (124,19). Dari keempat alternatif suppliercokelat, PT.NL dapat dipertimbangkan perusahaan menjadi supplier utama cokelat.
Keempat supplier yang dinilai sama-sama unggul dalam dalam pemenuhan sertifikat halal, GMP dan HACCP, kesesuaian teknis, reliabilitas produk dan standar dan jaminan kualitas. PT. NL menjadi peringkat pertama karena memiliki nilai bobot tinggi dalam kriteria kepercayaan, tingkat kemudahan komunikasi,mekanisme pembayaran yang mudah, traceabiliy dan label SNI serta dalam kriteria lainnya memiliki nilai bobot lebih besar dari supplier lainnya.
9. Keju
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik MPE pada Tabel 18, PT. MBR memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan supplier lainnya yaitu dengan nilai MPE 247,63, sementara supplier lainnya memiliki nilai MPE 179,34 untuk PT. ITT dan nilai MPE 127,63 untuk PT. ME. Dari ketiga alternatif supplierKeju, PT. MBR dapat dipertimbangkan perusahaan menjadi supplier utama keju.
Ketiga supplier yang dinilai sama-sama unggul dalam dalam pemenuhan sertifikat halal, GMP dan HACCP, kesesuaian teknis, reliabilitas produk dan standar dan jaminan kualitas. PT. MBR menjadi peringkat pertama karena unggul juga dalam kemampuannya memberikan diskon, traceabiliy
dan label SNI dibandingkan dengan supplier lainnya. 10. Bahan Kondimen
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik MPE pada Tabel 18, CV. DSI memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan supplier lainnya yaitu dengan nilai MPE 260,02, sementara supplier lainnya memiliki nilai MPE 244,13 untuk PT. HS, KJ (138,26) dan UD. YOE (133,92). Dari keempat alternatif supplierbahan kondimen, CV. DSI dapat dipertimbangkan perusahaan menjadi supplier utama bahan kondimen. Keempat supplier yang dinilai sama-sama unggul dalam dalam pemenuhan sertifikat halal, GMP dan HACCP, kesesuaian teknis, reliabilitas produk dan standar dan jaminan kualitas dan traceabiliy. CV. DSI unggul juga dalam kriteria aksesibilitas, tingkat kemudahan komunikasi, prosedur komplain dan responsibilitas, kemampuan memberikan diskon dan traceabiliy.
11. Box (Kemasan Karton) LBS
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan teknik MPE pada Tabel 18, BOP memiliki nilai tertinggi dibandingkan dengan supplier lainnya yaitu dengan nilai MPE 273,13, sementara supplier lainnya memiliki nilai MPE 248,52 untuk PT. GMU, PT. KP (202,64) dan PT. MAP (195,44). Dari keempat alternatif supplierBox (kemasan karton) LBS, BOP dapat
dipertimbangkan perusahaan menjadi supplier utama Box (kemasan karton) LBS.
Keempat supplier dinilai berdasarkan 19 kriteria, BOP menjadi peringkat pertama karena unggul dalam 17 kriteria dibandingkan dengan supplier
lainnya, tetapi semua supplier dinilai rendah dalam kontinuitas dan
traceabiliy.