• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aplikasi Mudharabah dalam Produk Tabungan

BAB II LANDASAN TEORI

C. Mudharabah

7. Aplikasi Mudharabah dalam Produk Tabungan

Tabungan Mudharabah merupakan produk penghimpun dana oleh bank syariah yang munggunakan akad Mudharabah Muthlaqah. Bank sebagai mudharib dan nasabah sebagai shahibul maal.41 Nasabah menyerahkan pengelolaan dana tabungan Mudharabah secara mutlak kepada mudharib (bank syariah), tidak ada batasan baik dilihat dari jenis investasi, jangka waktu, maupun sektor usaha, dan tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah Islam.

Dalam pengelolaan harta mudharabah, bank menutup biaya operasional tabungan dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya. Di samping itu, bank tidak diperkenankan mengurangi nisbah keuntungan nasabah penabung tanpa persetujuan yang bersangkutan. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, PPH bagi hasil tabungan Mudharabah dibebankan langsung ke rekening tabungan

mudharabah pada saat perhitungan bagi hasil.

Sistem perbankan syariah dalam mengaplikasikan akad mudharabah dalam produk tabungan sebagai berikut:42

1) Di dalam praktik perjanjian dilaksanakan dalam bentuk perjanjian baku (standard contract). Hal ini bersifat membatasi atas kebebasan kontrak. Adanya pembatasan dimaksud, berkaitan dengan kepentingan umum agar perjanjian baku itu diatur dalam

41Ismail, Perbankan Syariah., h. 89.

undang atau setidak-tidaknya diawasi oleh pihak Dewan Pengawas Syariah Nasional.

2) Bentuk akad produk tabungan mudharabah di bank syariah dimaksud, dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis yang disebut perjanjian bagi hasil.

3) Dalam perjanjian tertulis akad perjanjian tabungan mudharabah disebutkan nisbah bagi hasil pemilik dana (shahibul mal) dan untuk pengelola dana (mudharib). Nisbah bagi hasil ini berlaku sampai berakhirnya perjanjian. Perjanjian ini mengikat dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan syarat-syarat dan ketentuan umum.

4) Pelaksanaan akad tabungan mudharabahterjadi apabila ada calon nasabah yang akan menabung atau meminjam modal dari bank syariah. Dalam akad perjanjian tertulis tersebut sebelum ditandatangani oleh calon nasabah, kreditor atau penabung terlebih dahulu mempelajari dan apabila calon nasabah menyetujui perjanjian dimaksud, maka calon nasabah menandatangani perjanjian.

Perhitungan bagi hasil tabungan mudharabah dilakukan berdasarkan saldo rata-rata harian yang dihitung di tiap akhir bulan dan di buku awal bulan berikutnya.43 Rumus perhitungan bagi hasil tabungan Mudharabah adalah sebagai berikut:

Bagi hasil tabungan Mudharabah sangat dipengaruhi oleh antara lain:

1) Pendapatan bank syariah.

2) Total investasi Mudharabah Muthlaqah. 3) Total investasi produk tabungan Mudharabah. 4) Rata-rata saldo tabungan Mudharabah.

5) Nisbah tabungan Mudharabah yang ditetapkan sesuai dengan perjanjian.

6) Metode perhitungan bagi hasil yang diberlakukan. 7) Total pembiayaan bank syariah.

Dari penjelasan di atas, untuk jenis tabungan mudharabah memang ditujukan untuk memenuhi keinginan nasabah yang mengharapkan keuntungan atas uang yang disimpan di bank. Besarnya keuntungan yangakan diterima oleh nasabah penabung telah ditentukan dalam nisbah tertentu di awal perjanjian. Secara yuridis dengan memilih tabungan mudharabah nasabah mempunyai peluang mendapatkan keuntungan, namun ia juga akan menanggung risiko kehilangan modal jika bank selaku mudharib mengalami kerugian.

Hari bagi hasil x saldo rata-rata harian x tingkat bagi hasil Hari kalender yang bersangkutan

b. Ketentuan-ketentuan Tabungan Mudharabah

Berikut adalah fitur dan mekanisme tabungan atas dasar akad

mudharabah:44

1) Bank bertindak sebagai pengelola dana (mudharib) dan nasabah sebagai pemilik dana (shahibul maal).

2) Pembagian keuntungan dinyatakan dalam bentuk nisbah yang disepakati.

3) Penarikan dana oleh nasabah hanya dapat dilakukan sesuai waktu yang disepakati.

4) Bank dapat membebankan kepada nasabah biaya administrasi berupa biaya-biaya yang terkait langsung dengan biaya pengelolaan rekening antara lain biaya materai, cetak laporan transaksi dan saldo rekening, pembukaan dan penutupan rekening..

5) Bank tidak diperbolehkan mengurangi bagian keuntungan nasabah tanpa persetujuan nasabah yang bersangkutan.

Selain itu berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional nomor 02/DSN-MUI/IV/2000tabungan mudharabah memiliki ketentuan sebagai berikut:

1) Dalam transaksiini nasabah bertindak sebagai shahibulmal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau pengelola dana.

2) Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya

mudharabah dengan pihak lain.

3) Modal harus dinyatakan dengan jumlahnya, dalam bentuk tunai dan bukan piutang.

4) Pembagian keuntungan harus dinyatakan dalam bentuk nisbah dan dituangkan dalam akad pembukuan rekening.

5) Bank sebagai mudharibmenutup biaya operasional tabungan dengan menggunakan nisbah keuntungan yang menjadi haknya. 6) Bank tidak diperkenankan mengurangi nisbab keuntungan nasabah

tanpa persetujuan yang bersangkutan.

Kemudian berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) No. 10/14/DPbs tertanggal 17 Maret 2008, juga memberikan ketentuan tentang tabungan mudharabah. Menurut PBI dimaksud dalam kegiatan penghimpunan dana dalam bentuk tabungan atas dasar akad

mudharabah berlaku persyaratan sebagai berikut:45

1) Bank bertindak sebagai pengelola dana (mudharib) dan nasabah bertindak sebagai pemilik dana (shahibul mal).

2) Pengelolaan dana oleh bank dapat dilakukan sesuai batasan-batasan yang ditetapkan oleh pemilik dana (mudharabah

45 Abdul Ghofur Ansori, Perbankan Syari’ah di Indonesia, (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2009), h. 98.

muqayyadah) atau dilakukan dengan tanpa batasan-batasan dari

pemilik dana (mudharabah mutlaqah).

3) Bank wajib menjelaskan kepada nasabah mengenai karateristik produk, serta hak dan kewajiban nasabah sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai transparasi informasi produk bank dan penggunaan data pribadi nasabah.

4) Bank dan nasabah wajib menuangkan kesepakatan atas pembukaan dan penggunaan produk tabungan dan deposito atas dasar akad

mudharabah dalam bentuk perjanjian tertulis.

5) Dalam akad mudharabah muqayyadah harus dinyatakan secara jelas syarat-syarat dan batasan tertentu yang ditentukan oleh nasabah.

6) Pembagian keuntungan dinyatakan dalam bentuk nisbah yang disepakati.

7) Penarikan dana oleh nasabah hanya dapat dilakukan sesuai waktu yang disepakati.

8) Bank dapat membebankan kepada nasabah biaya administrasi berupa biaya-biaya yang terkait langsung dengan biaya pengelolaan rekening antara lain biaya materai, cetak laporan transaksi dan saldo rekening, pembukaan dan penutupan rekening. 9) Bank tidak diperbolehkan mengurangi bagian keuntungan nasabah

tanpa persetujuan nasabah yang bersangkutan.

Dokumen terkait