• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.2.3. Aplikasi Sitologi Imprint

Sitologi imprint adalah satu-satunya metode yang memberikan diaganosa tumor

ovarium intraoperasi dibawah 20 menit. Sitologi imprint sangat membantu

khususnya pada wanita muda yang membutuhkan pembedahan konservatif untuk

mempertahankan fertilitas. Sitologi imprint tidak mengganggu kualitas spesimen

biopsi, lebih murah biayanya, sederhana dan metode yang cepat, dan dapat

diandalkan dalam akurasi, sensitivitas, spesifisitas dan nilai prediksi positif. Sitologi

imprint tidak mempengaruhi penggunaan spesimen untuk histopatologi.12

2.3. TUMOR OVARIUM 2.3.1. Pendahuluan

Ada tiga kategori utama tumor neoplastik yaitu tumor jinak, tumor borderline dan

tumor ganas, yang berbeda dalam hal karateristik biologis, penatalaksanaan dan

prognosa. Tumor ovarium borderline adalah kelompok yang penting, secara histologi

kriteria untuk diagnosa tumor ovarium borderline adalah adanya proliferasi epitel

dengan terbentuknya pertumbuhan papiler dan pseudostratifikasi, terdapat atipia inti

dan aktifitas mitosis dan tidak terdapat invasi struma. Tumor ovarium borderline

menunjukkan luaran jangka panjang yang sangat baik walapun dengan

pembedahan konservatif.1,2

Tumor ovarium epitelial biasanya dibedakan atas dua kelompok, yaitu tumor yang

invasif dan borderline. Tumor ovarium borderline sering juga disebut dengan nama

tumor ovarium of low malignant potential karena derajat diferensiasi histologi yang

rendah dan prognosanya baik. Diperkirakan tumor ovarium borderline ini mencakup

beberapa kelompok berdasarkan histologinya. Data dari Canadian Cancer Registry,

kanker ovarium epitel jenis serosum mencakup 56%, sedangkan jenis musinosum

18% diikuti jenis endometrioid 16%, clear cell 6%, dan mixed epithelial tumor 3%.2

Penelitian di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta pada semua kasus

kanker ovarium yang berobat antara tahun 1989-1995 ditemukan kanker ovarium

jenis epitel pada 55,98% kasus, sedangkan kanker ovarium nonepitel mencakup

44,02%. Dari kelompok kanker ovarium epitel, jenis serosum mencakup 44,44%,

musinosum 19,66%, endometrioid 10,26%, clear-cell 5,13%, dan mixed epithelial

malignant 0,85%.2

2.3.2. Diagnosis

Diagnosis klinik umumnya berdasarkan pemeriksaan abdomen, pemeriksaan dalam,

pemeriksaan ultrasonografi, pemeriksaan petanda tumor (tumor marker). Beberapa

pemeriksaan pembantu dapat digunakan untuk mendiagnosa kemungkinan suatu

keganasan dari tumor ovarium. Diagnosis kanker ovarium memerlukan tindakan

laparatomi eksplorasi.2,25,26

Tanda dan gejala kanker ovarium tidak spesifik. Pasien mengeluhkan gejala seperti

dibawah ini:27

• Nyeri pelvik/abdomen

• Perdarahan pervaginam

• Perut gembung

• Perut tegang

• Perubahan kebiasaan buang air besar

Pasien dengan penyakit stadium lanjut muncul dalam keadaan seperti berikut ini:27

• Massa di ovarium atau pelvik

• Asites

• Efusi pleura

• Massa di abdomen atau obstruksi saluran cerna

Ultrasonografi

Ultrasonografi adalah teknologi yang non invasif yang dapat mendeteksi

abnormalitas ukuran ovarium dan morfologi. Untuk skrining, ultrasonografi

transvaginal memberikan gambaran yang lebih baik daripada transabdominal karena

probe dapat diposisikan lebih dekat dan pemeriksaan dapat dilakukan dengan

kandung kemih yang kosong.28

Pada umumnya tumor ovarium kistik unilokuler yang berukuran kurang dari 5 cm

bersifat jinak. Tumor ganas ovarium biasanya terdiagnosis bila ukurannya sudah

cukup besar, terlihat sebagai tumor padat atau tumor kompleks dengan bagian

dinding atau septa yang menebal dengan permukaan yang tidak rata (membentuk

nodul atau papil), seringkali juga disertai asites. Secara umum diketahui bahwa USG

kurang sensitif untuk membedakan tumor jinak dan tumor ganas ovarium

Beberapa sistem skoring telah dikembangkan untuk membedakan lesi jinak dan

ganas berdasarkan pada volume ovarium dan kompleksitas dari kista, termasuk

ketebalan dinding kista, jumlah kista, papil pada kista, ketebalan septa, cairan asites.

Secara keseluruhan ultrasonografi tidak cukup baik dalam membedakan kista jinak

dengan kista ganas.28

Pemakaian USG transvaginal color doppler dapat membedakan tumor ovarium jinak

dengan tumor ovarium ganas. Modalitas ini didasarkan kepada analisis gelombang

suara Doppler (resistance index atau RI, pulsality index atau PI, dan Velocity) dari

pembuluh-pembuluh darah pada tumor yang menunjukkan peningkatan arus darah

diastolik dan perbedaan kecepatan arus darah sistolik dan diastolik. Keganasan

dicurigai jika RI <0,4.2

Sensitifitas dan spesifisitas ultrasonografi secara berturut-turut adalah 82,2% dan

82,1%, dan nilai ini lebih tinggi dari tumor marker (CA 125, CA 19-9, CA72-4),

sensitifitas dan spesifisitas potong beku intraoperasi yang tertinggi dalam diagnosis

tumor ovarium.30

Tabel 2.2. Tampilan Makroskopis Tumor Ovarium Jinak dan Ganas2

Jinak Ganas*

Unilateral Bilateral

Kapsul utuh Kapsul pecah

Bebas dari perlekatan Ada perlengketan dengan organ sekitarnya

Tidak ada asites Asites hemoragik

Peritoneum licin Ada metastasis di peritoneum

Seluruh permukaan tumor viable Ada bagian-bagian yang nekrotik dan

berdarah

Tumor kistik Padat atau kistik dengan bagian-bagian padat

Permukaan dalam kista licin Terdapat pertumbuhan papiler intra kista

Bentuk tumor seragam Bentuk tumor bermacam-macam

*Tanda-tanda ini tidak patognomanik untuk keganasan

Diagnosis pasti tumor ovarium ganas melalui pembedahan, pembedahan tumor

ovarium ganas bertujuan diagnosis, penetapan stadium dan terapi.26 Evaluasi praoperatif penderita dengan massa di adneksa dapat dilihat pada gambar 3.25

Massa di Adneksa

Singkirkan semua kelainan non-ginekologik, misal dengan

barium enema

Pascamenopause dengan peningkatan CA 125 dan/ada massa kompleks

pada pemeriksaan USG Premenopause

Gambar 3. Evaluasi praoperatif penderita dengan massa di adneksa.2,25

2.3.3. Patologi tumor ovarium

Kira-kira 90% kanker ovarium berasal dari epitel koelom atau mesotelium (epithelial

ovarian tumor) dan 10% adalah kanker ovarium non-epitel (non epithelial ovarium

tumor.2

Tumor ovarium dikelompokkan atas 6 kelompok, yaitu:2

≤ 8 cm > 8 cm

Pemeriksaan USG

Tumor kistik Tumor padat

Observasi selama

1. Tumor epitelial

2. Tumor sel germinal

3. Tumor sex-cord dan stromal

4. Tumor sel lipid

5. Sarkoma

6. Tumor metastasis

Tumor epitelial

Insidensi tumor ovarium epitelial sekitar 60 - 80% dari semua tumor ovarium. Di

RSCM Jakarta antara tahun 1989 - 1992 ditemukan 1.726 kasus kanker

ginekologi, diantaranya 13,6% adalah kanker ovarium. Umumnya (72%) adalah

kanker ovarium epitelial yang datang dalam stadium lanjut, sedangkan stadium

I-II (42,5%). Mortalitas karena kanker ovarium adalah 22,6% dari 327 kematian

kanker ginekologi.2

Tabel 2.3. Klasifikasi Tumor Ovarium Epitelial Menurut WHO2,4,32 1. Serous tumors

Benign

Cystadenoma and papillary cysadenoma

Surface papilloma

Adenofibroma and cystadenofibroma Tumor of low malignant potential

Cystadenoma and papillary cystadenoma

Surface papilloma

Malignant

Adenocarcinoma

Surface papillary adenofibroma and cystadenofibroma 2. Mucinosus tumors

Benign

Cystadenoma

Adenofibroma and cystadenofibroma Tumor of low malignant potential Intestinal type

Endocervical like Malignat

Adenocarcinoma

Malignant adenofibroma

Mural nodule arising in mucinosus cytic tumor 3. Endometrioid tumors

Benign

Adenoma and cystadenoma

Adenofibroma and cystadenofibroma Tumor of low malignant potential Endometrioid tumors (continued) Malignant

Adenocarcinoma Adenoacanthoma

Adenosquamous carcinoma

Malignant adenofibroma with a malignant stromal component Adenosarcoma

Endometrrial stromal sarcoma

Carcinosarcoma, homologous and heterologous Undifferentiated sarcoma

4. Clear cell tumors Benign

Tumor of low malignant potential Malignant

Adenocarcinoma 5. Transitional cell tumors

Brenner’s tumor

Proliferating Brenner’s tumor Malignant Brenner’s tumor Transitional cell carcinoma (non-Brenner type)

6. Squamous cell carcinoma

7. Mixed epithelial tumors (specify types) Benign

Tumor of low malignant potential Malignant

8. Undifferentiated carcinoma

Tumor ovarium Sel germinal

Tumor sel germinal berasal dari sel germinal primordial ovarium. Kira-kira 20 - 25%

tumor ovarium berasal dari germ sel. Tetapi hanya 3% yang ganas. Tumor ganas

ovarium sel germinal ditemukan 5% dari semua kanker ovarium di Negara-negara

barat, sedangkan Negara-negara oriental dan masyarakat kulit hitam tumor ganas ini

lebih sering yaitu 15% dari semua kasus.2

Pada usia sekitar 20 tahun, hampir 70% tumor ovarium berasal dari sel germinal,

dan sepertiganya adalah ganas. Pada usia dekade ketiga, tumor ini masih dapat

ditemukan, tetapi di atas usia tiga puluhan tumor ini sudah sangat jarang.2

1. Disgerminoma 2. Teratoma A. Immature B. Mature 1). Solid 2). Cystic

a. Dermoid cyst (mature cystic teratoma) b. Dermoid cyst with malignant transformation C. Monodermal and highly specialized

1). Struma ovarii 2). Carcinoid

3). Struma ovarii and carcinoid 4). Others

3. Endodermal sinus tumor 4. Embryonal carcinoma 5. Polyembryoma

6. Choriocarcinoma 7. Mixed forms

Germ sel tumor yang paling sering adalah disgerminoma, sekitar 1 - 5% dari semua

kanker ovarium. Disgerminoma merupakan kanker ovarium pada 2/3 wanita usia

muda. Disgerminoma mempunyai respon pengobatan yang sangat tinggi,

menyelamatkan pasien dari infertilitas dan kematian dini.33

Tumor Sex-cord Stromal

Tumor Sex-cord stromal ovarium ditemukan 5 – 8% dari semua keganasan ovarium.

Tumor ini berasal dari sex-cord, stroma ovarium, atau mesenchim. Tumor ini

dan teka) dan sel “laki-laki” (sel sertali dan Leydig). Klasifikasi tumor sex-cord

stromal dapat dilihat pada tabel.2.4.2

Tabel 2.5. Jenis Tumor Sex-Cord Stromal2,32 1. Granulose-stromal-cell tumors

A. Granulosa-cell tumors

B. Tumors in thecoma-fibroma group 1). Thecoma

2). Fibroma-fibrosarcoma 3). Sclerosing stromal tumor 2. Androblastomas; Sertoli-Leydig-cell tumors

A. Well-differentiated

1). Sertoli cell tumor

2). Sertoli-Leydig-cell tumor

3). Leydig-cell tumor; hilus cell tumor B. Moderately differentiated

C. Poorly differentiated (carcomatoid) D. With heterologous elements 3. Gynandroblastoma

4. Unclassified

Tumor Sel Lipid

Tumor sel lipid ini ditemukan pada kurang dari 0,1% dari semua tumor ganas

ovarium dan biasanya unilateral. Tumor ini umumnya berkaitan dengan virilisasi dan

kadang-kadang dengan kegemukan, hipertensi, dan intoleransi glukosa.2

Tumor sel lipid ini disebut juga dengan nama tumor sel steroid dan dibedakan atas:2

• Stromal luteomas

• Leydig (hilus) cell tumor

Sarcoma ovarium

Berdasarkan kandungan elemen didalamnya, sarcoma dibedakan atas sarcoma of

purely origin dan heterologous sarcoma yang mengandung nonovarian elemen.

Sarcoma ovarium ini ditemukan pada kurang dari 1% dari seluruh tumor ganas

ovarium. Sarcoma ini mempunyai sifat tumbuh cepat sehingga pada saat ditemukan

tumor sudah dalam stadium lanjut dan telah bermetastasis.2

Tumor metastasis

Kira-kira 5% tumor metastasis ke ovarium berasal dari organ lainnya terutama dari

organ genitalia interna, payudara, dan traktus gastrointestinalis. Gejala dan

tandanya dapat menyerupai tumor primer dari ovarium baik secara kllinis maupun

patologis. Tumor metastasis ke ovarium yang sering disangka sebagai tumor primer

ovarium adalah tumor adenokarsinoma dari kolon. Makroskpis tumornya kistik dan

secara histologi menyerupai adenokarsinoma musinosum atau adenokarsinoma

endometrioid.2

Dokumen terkait