KEBIJAKAN PENDAPATAN, BELANJA, DAN PEMBIAYAAN DAERAH
4.2. Belanja Daerah
4.2.1 Arah Kebijakan Belanja Daerah
Belanja daerah meliputi semua pengeluaran dari rekening kas umum daerah yang mengurangi ekuitas dana, merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh daerah. Belanja daerah dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu:
1. Belanja Tidak Langsung yang peruntukannya meliputi belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa, dan belanja bantuan keuangan kepada provinsi dan kabupaten/kota/pemerintah desa, serta belanja tidak terduga;
2. Belanja Langsung meliputi Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, serta Belanja Modal.
Berpedoman pada prinsip-prinsip penganggaran, belanja daerah disusun dengan pendekatan prestasi kinerja yaitu suatu sistem anggaran yang mengutamakan hasil kerja dan output dari setiap program dan kegiatan yang direncanakan. Setiap anggaran belanja daerah yang dialokasikan untuk melaksanakan program dan kegiatan harus
Pemerintah Kabupaten Bantul 42 didasarkan atas hasil dan output yang jelas dan terukur. Adapun kebijakan belanja daerah tahun 2020 adalah sebagai berikut:
1. Belanja daerah diprioritaskan terlebih dahulu dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib sebagai upaya Pemerintah Daerah memenuhi kewajiban yang diwujudkan dalam peningkatan pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial, fasilitas umum yang layak serta pengentasan kemiskinan.
2. Dengan telah diterbitkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pemerintah daerah berkewajiban memberikan alokasi dana ke pemerintah desa dan pembinaan pengelolaan keuangan desa agar pengelolaan keuangan desa menjadi tertib, transparan dan akuntabel sehingga tercipta kesejahteraan masyarakat dan pengelolaan keuangan desa yang semakin baik. Kebijakan Kabupaten Bantul terkait UU No 6 tahun 2014 tersebut adalah:
a. Pemberian anggaran pada Pemerintah Desa dalam bentuk Alokasi Dana Desa/ADD sebesar Rp104 milyar.
b. Pemberian anggaran pada Pemerintah Desa dalam bentuk Dana Desa/DD sebesar Rp98milyar.
c. Pemberian kewenangan pelaksanaan pembangunan pada pemerintah desa sesuai ketentuan:
- Permendagri No 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa,
- Permendes No 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Kewenangan berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa,
- Permendes No 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019.
d. Peningkatan kapasitas/bimbingan teknis bagi aparat pemerintah desa.
Pemerintah Kabupaten Bantul 43 3. Kebutuhan belanja daerah diarahkan dengan memperbesar belanja langsung untuk mendukung terlaksananya program dan kegiatan dalam rangka pencapaian visi dan misi daerah yang disesuaikan dengan kondisi kemampuan keuangan daerah, yaitu diarahkan untuk mempercepat mengatasi permasalahan pokok daerah seperti peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan BOP, penanganan kemiskinan, perluasan kesempatan kerja, perbaikan mutu pelayanan publik utamanya pelayanan dasar, peningkatan produktifitas sektor dominan yang mempengaruhi PDRB, rencana aksi untuk pemanfataan peluang eksternalitas pembangunan bandara YIA dan perluasan daya saing investasi.
4. Mengefektifkan belanja tidak langsung untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik sebagai salah satu wujud reformasi birokrasi, dan mengefisienkan belanja hibah maupun belanja bantuan sosial.
5. Kebijakan belanja daerah juga dilakukan dalam rangka mendukung kebijakan reformasi birokrasi dalam peningkatan pelayanan publik, dalam bentuk optimalisasi penganggaran untuk remunerasi pegawai.
6. Belanja daerah juga diarahkan untuk mendukung Tematik Pembangunan DIY Tahun 2020 yang meliputi 4 aspek yakni:
Pengentasan Kemiskinan, Pengurangan Ketimpangan Wilayah, Dukungan Pembangunan bandara YIA, dan Pembiayaan Daerah.
7. Prioritas penggunaan dana perimbangan adalah sebagai berikut:
a. Dana bagi hasil pajak; untuk mendanai perbaikan lingkungan pemukiman di perkotaan dan perdesaan, pembangunan irigasi, serta jaringan jalan dan jembatan.
b. Dana alokasi umum; untuk mendanai kebutuhan belanja pegawai dan urusan wajib dalam rangka peningkatan pelayanan dasar dan pelayanan umum.
c. Dana alokasi khusus; untuk mendanai kebutuhan fisik, yaitu sarana/prasarana dasar yang menjadi urusan daerah (antara lain jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan dll) sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Bantul 44 Berdasarkan hasil analisis dan perkiraan sumber-sumber pendapatan daerah dan realisasi serta proyeksi pendapatan daerah dalam 5 (lima) tahun terakhir, maka proyeksi belanja daerah, dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:
Pemerintah Kabupaten Bantul 45 Tabel 4.2.
Realisasi Anggaran Belanja Tahun 2015 s.d 2018, Target Anggaran Belanja Tahun 2019, dan Prediksi Anggaran Belanja Kabupaten Bantul Tahun 2020
No U r a i a n Realisasi APBD Prediksi
Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020
1 2 3 4 5 6 7 8
Belanja
Daerah 1.933.302.495.457,00 2.016.543.978.974,11 2.076.742.163.062,60 2.166.008.081.012,35 2.383.358.028.670,00 2,085,850,279,300.40 I Belanja Tidak
Langsung 1.178.889.689.579,00 1.265.890.290.230,00 1.132.578.116.160,00 1.142.422.666.947,96 1.267.958.570.264,00 1,109,024,797,766.40 1 Belanja
Pegawai 968.253.479.955,00 1.032.505.302.997,00 825.306.291.768,00 826.969.448.856,00 898.949.971.477,54 733,198,332,477.00
2 Belanja Bunga - - - - - -
3 Belanja
Subsidi - - - - - -
4 Belanja Hibah 43.433.691.844,00 31.862.069.500,00 66.409.792.624,00 44.796.019.984,96 64.954.138.000,00 60,524,812,000.00 5 Belanja
Bantuan Sosial 17.453.300.000,00 3.267.350.000,00 1.650.300.000,00 7.852.092.250,00 9.047.520.000,00 4,608,000,000.00
6
Belanja Bagi Hasil kepada Pemerintah Prop/Kab/Kota dan Desa
11.177.422.633,00 12.429.995.580,00 14.330.194.685,00 17.798.976.196,00 22.290.550.000,40 22,871,517,593.40
7
Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Prop/Kab/Kota dan Desa
137.955.724.509,00 185.304.699.853,00 222.760.211.526,00 244.600.587.161,00 256.814.876.251,00 271,920,621,161.00
8 Belanja Tidak
Terduga 616.070.638,00 520.872.300,00 2.121.325.557,00 405.542.500,00 15.901.514.535,06 15,901,514,535.00
Pemerintah Kabupaten Bantul 46
No U r a i a n Realisasi APBD Prediksi
Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020
1 2 3 4 5 6 7 8
II Belanja
Langsung 754.412.805.878,00 750.653.688.744,11 944.164.046.902,60 1.023.585.414.054,39 1.115.399.458.406,00 976,825,481,534.00 1 Belanja
Pegawai 48.401.696.955,00 44.678.753.435,00 69.976.098.898,00 93.830.065.697,00 112.098.210.880,00 119.913.380.628,00 2 Belanja Barang
dan Jasa 371.130.713.662,00 421.914.402.647,16 541.568.682.551,46 591.238.914.803,47 618.526.481.955,00 561.262.527.892,00 3 Belanja modal 334.880.395.261,00 284.060.532.661,95 332.619.265.453,14 338.516.433.563,92 384.774.765.571,00 295.649.573.014,00
Sumber : BKAD Kabupaten Bantul, 2019
Pemerintah Kabupaten Bantul 47 4.2.2.Kebijakan Belanja Pegawai, Bunga, Subsidi, Hibah, Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil, Bantuan Keuangan, dan Belanja Tidak Terduga
Dalam pengelolaan anggaran, belanja menurut urusan pemerintahan daerah, organisasi, program, dan kegiatan terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Belanja tidak langsung meliputi Belanja Pegawai, Bunga, Subsidi, Hibah, Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil, Bantuan Keuangan, dan Belanja Tidak Terduga sebesar Rp1.109.024.797.766,40 dengan rincian sebagai berikut:
a. Belanja pegawai direncanakan untuk kebutuhan gaji dan tunjangan serta penghasilan lainnya yang diberikan kepada PNS yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan termasuk accres sebesar 2,5%; tambahan penghasilan PNS sesuai dengan peraturan Bupati; iuran asuransi kesehatan; uang representasi dan tunjangan pimpinan dan anggota DPRD serta gaji dan tunjangan Bupati dan Wakil Bupati serta penghasilan dan penerimaan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sebesar Rp733.198.332.477,00
b. Belanja hibah digunakan untuk menganggarkan pemberian hibah dalam bentuk uang, barang/jasa kepada pemerintah dan kelompok masyarakat/perorangan yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya dan hal ini sudah disesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku, sebesar Rp60.524.812.000,00
c. Belanja Bantuan Bantuan Sosial digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang dan atau barang kepada masyarakat yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, sebesar Rp4.608.000.000,00
d. Belanja bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa yang digunakan untuk menganggarkan bagi hasil pendapatan kepada pemerintah desa atau pemerintah lainnya, sebesar Rp22.871.517.593,00
Pemerintah Kabupaten Bantul 48 e. Belanja bantuan keuangan digunakan untuk menganggarkan bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus kepada desa untuk pemerataan kemampuan keuangan, sebesar Rp271.920.621.161,00
f. Belanja tidak terduga dianggarkan untuk belanja yang sifatnya darurat seperti adanya bencana alam dan bencana sosial, sebesar Rp15.901.514.535,06
4.2.3. Kebijakan Pembangunan Daerah, Kendala yang Dihadapi,