BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KELEMBAGAAN
3.5 Arah Kebijakan dan Strategi Kedeputian TIRBR
Dalam upaya mewujudkan visi dan misi serta pencapaian sasaran strategis Kedeputian TIRBR BPPT, serta mengacu revisi Renstra BPPT dan kebijakan BPPT bahwa Kedeputian TIRBR mengkoordinasikan program 4 (empat) bidang teknologi yaitu: Industri Maritim, Sarana dan Prasarana Transportasi, permesinan dan Hankam, maka arah kebijakan Kedeputian TIRBR BPPT pada tahun 2015-2019 adalah Mendukung peningkatan daya saing industri menuju kemandirian bangsa melalui penyelenggaraan litbangyasa teknologi untuk menghasilkan inovasi dalam bidang teknologi Maritim, Transportasi, Permesinan dan Hankam.
Strategi Pelaksanaan Program Kedeputian TIRBR 2015-2019 adalah :
Program merupakan bagian dari program pembangunan nasional yang dilaksana-kan secara sinergi komplementari bersama mitra dalam sistem inovasi nasional
Dilaksanakan dengan sistem tatakerja kerekayasaan secara konsisten
Melibatkan seluruh potensi sumberdaya di BPPT secara lintas unit dan lintas kedeputian secara matriks
Berdasarkan kepada strategi diatas, program didefinisikan sebagai KUMPULAN KEGIATAN YANG TERINTEGRASI UNTUK MENCAPAI DAYA SAING INDUSTRI DAN KEMANDIRIAN BANGSA SECARA HOLISTIK SERTA DILAKSANAKAN SECARA SINERGI KOMPLEMENTARI OLEH SELURUH POTENSI BANGSA DALAM SUATU SISTEM INOVASI.Selanjutnya sesuai hasil analisa kebutuhan, maka terdapat empat bidang kegiatan di TIRBR yaitu:
Bidang Teknologi Industri Hankam: 1. Short/ Medium Range Drone 2. Drone MALE.
3. Kapal Cepat Rudal 4. Teknologi Rudal 5. Teknologi Kapal Selam.
Bidang Teknologi Sistem Sarana dan PrasaranaTransportasi: 1. Sistem Transportasi Perkotaan
2. Transportasi Massal Berbasis Rel. 3. Infrastruktrur Jembatan
BAB III Arah Kebijakan, Strategi, Kerangka Regulasi Dan Kelembagaan
Renstra Deputi TIRBR 2015-2019 Revisi 4 54
Bidang Teknologi Industri Permesinan: 1. Turbin Dan Motor Listrik.
2. Mesin Perkakas & Tooling System. 3. Peralatan Pabrik Gula
Bidang Teknologi Industri Rekayasa Maritim: 1. Teknologi Industri Perkapalan.
2. Infrastruktur Kepelabuhanan.
Program TIRBR BPPT berupa Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PPT) menghasilkan luaran dalam bentuk impact dan atau outcome, khususnya tetapi tidak terbatas pada fokus kegiatan yang tencantum dalam buku 1 RPPJMN 2015-2019. Impact maupun outcome tersebut merupakan hasil dari output unit pada kedeputian TIRBR (program Matrik TIRBR).
Dalam Perka BPPT Nomor 12 Tahun 2017 tersebut, KedeputianTIRBR terdiri atas 4 (empat) pusat yaitu:
1. PUSAT TEKNOLOGI INDUSTRI PERTAHANAN DAN KEAMANAN (PTIPK) dengan tugas melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi industri pertahanan dan keamanan dan fungsinya adalah :
a. pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi alat peralatan pertahanan dan keamanan matra udara;
b. pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi alat peralatan pertahanan dan keamanan matra laut;
c. pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi alat peralatan pertahanan dan keamanan matra darat;
d. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknologi industri pertahanan dan keamanan; dan
e. pelaksanaan perencanaan, monitoring, evaluasi program, dan anggaran di lingkungan Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan.
2. PUSAT TEKNOLOGI INDUSTRI PERMESINAN (PTIP) dengan tugas melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi industri permesinan dan fungsinya adalah :
Renstra Deputi TIRBR 2015-2019 Revisi 4 55
a. pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi mesin penggerak dan peralatan sistem produksi;
b. pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi alat peralatan konstruksi dan pertambangan;
c. pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi mesin dan alat peralatan kelistrikan;
d. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknologi industri permesinan; dan
e. pelaksanaan perencanaan, monitoring, evaluasi program dan anggaran di lingkungan Pusat Teknologi Industri Permesinan.
3. PUSAT TEKNOLOGI SISTEM DAN PRASANANA TRANSPORTASI (PTSPT) dengan tugas melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi sistem dan sarana transportasi dengan fungsinya adalah :
a. pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi sistem transportasi; b.pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi prasarana transportasi
darat;
c. pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi moda sarana transportasi darat.
d. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknologi sistem dan prasarana transportasi darat; dan
e. pelaksanaan perencanaan, monitoring, evaluasi program dan anggaran di lingkungan Pusat Teknologi Sistem dan Prasarana Transportasi.
4. PUSAT TEKNOLOGI REKAYASA INDUSTRI MARITIM (PTRIM) dengan tugas melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi dibidang teknologi rekayasa industri maritim dengan fungsinya adalah :
a. pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi rekayasa industri kapal niaga;
b. pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi bangunan lepas pantai; c. pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi infrastruktur galangan dan
BAB III Arah Kebijakan, Strategi, Kerangka Regulasi Dan Kelembagaan
Renstra Deputi TIRBR 2015-2019 Revisi 4 56
d. penyiapan bahan rumusan kebijakan teknologi rekayasa industri maritim; dan
e. pelaksanaan perencanaan, monitoring, evaluasi program dan anggaran di lingkungan Pusat Teknologi Rekayasa Industri Maritim.
Di samping ke empat Pusat tersebut, Deputi Bidang TIRBR terdapat 6 Unit Pelaksana Teknis atau Balai yang terdiri dari :
1. Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS) di Serpong;
2. Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika (B2TA3) di Serpong; 3. Balai Teknologi Motor dan Propulsi (BT2MP), di Serpong;
4. Balai Teknologi Hidrodinamika (UPT-BPPH), di Surabaya;
5. Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai (BTIPDP), di Jogyakarta; dan
6. Balai Teknologi Mesin Perkakas Teknik Produksi dan Otomasi (BTMEPPO).
Selanjutnya terkait program reorganisasi BPPT, maka bagan organisasi TIRBR BPPT digambarkan pada Gambar 3.2.
Renstra Deputi TIRBR 2015-2019 Revisi 4 57
BAB IV
TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN
Dalam rangka menentukan target kinerja dan kerangka pendanaan kegiatan di Kedeputian TIRBR 2015-2019, dokumen utama yang menjadi adalah Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 dan Renstra BPPT 2015-2019 yang antara lain sebagai berikut :
Program prioritas yang dimuat dalam Buku 1:
o Bidang Teknologi Rekayasa Industri Maritim: Inovasi dan layanan teknologi industri perkapalan
o Bidang Teknologi Industri Hankam: Mendukung pelaksanaan kebijakan pembangunan industri strategis pertahanan dan keamanan.
Program lain dimuat dalam buku 2:
o Bidang Teknologi Industri Transportasi :
a. Inovasi & Layanan Teknologi Transportasi untuk Konektivitas & Logistik nasional baik antar koridor ekonomi dan perkotaan
b. Inovasi & Layanan Teknologi Keselamatan Transportasi & Industri KA o Bidang Teknologi Industri Permesinan :
a. Inovasi & Layanan Teknologi Industri pengolah sumber daya alam, yaitu industri pengolah industri gula.
b. Inovasi & Layanan TeknologiIndustri Mineral hasil pertambangan c. Industri penghasil barang konsumsi kebutuhan dalam negeri yang padat
tenaga kerja: industri mesin – permesinan, tekstil, alat transportasi, alat kelistrikan, elektronika dll
4.1 Target Kinerja
Mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menegah (RPJMN) 2015-2019 serta sesuai dengan tugas dan fungsi, maka BPPT berkontribusi dalam pembangunan nasional dibidang Iptek melalui inovasi dan layanan teknologi.