PERMASALAHAN TANTANGAN POTENSI STRATEGI
2. PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN PENYELESAIAN PERKARA Arah Kebijakan : Penerapan jangka waktu penanganan perkara secara efektif Kebijakan : Penerapan Jangka Waktu Pengan Perkara
a. Tingkat keberhasilan mediasi :
±16% sehingga belum secara efektif meningkatkan produktifitas penyelesaian perkara.
b. Kelambatan penyelesaian perkara perdata berimplikasi dengan semakin besar biaya disertai dengan prosedur panjang menimbulkan kerugian dan ketidakpastian hukum bagi para pihak.
c. Belum semua hakim
memperoleh pelatihan mediasi sehingga pemahaman mereka tentang mediasi belum seragam.
a. Mekanisme prosedur mediasi belum efektif mencapai sasaran penyelesaian perkara.
b. Mediasi belum dilaksanakan secara maksimal di pengadilan Negeri Curup.
c. Jumlah hakim terbatas sehingga mereka lebih fokus menyelesaikan perkara secara ligitasi.
d. Tuntutan masyarakat sangat besar untuk meningkatkan akses peradilan dengan penyederhanaan proses persidangan.
a. Hakim telah mendapatkan pelatihan mediasi meskipun masih sebagian.
b. Adanya Perma Nomor 1 Tahun 2016 tentang prosedur mediasi di Pengadilan c. Adanya Perma Nomor 4 Tahun
2019 tentang Perubahan Perma Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata cara
penyelesaian gugatan sederhana.
a. Seorang hakim mediator harus punya tekad dan niat unutk mendamaikan para pihak b. Seorang hakim mediator sebagai fasilitator
antara para pihak untuk memberi
pemahaman tentang sengketa yang sedang dihadapi oleh para pihak
c. Seorang hakim mediator harus bersikap netral memahami kondisi, sifat dan karakter para pihak
d. Seorang hakim mediator harus membangun komunikasi diantara para pihak
33 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB
PERMASALAHAN TANTANGAN POTENSI STRATEGI
Arah Kebijakan : Proses berperkara yang Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan a. Masih minimnya
pengetahuan masyarakat tentang penyelesaian perkara melalui mediasi dan masih minimnya tingkat kerberhasilan mediasi di Pengadilan Negeri Curup
b. Belum semua Hakim Pengadilan Negeri Curup memperoleh pengetahuan tentang mediasi.
c. Kelambatan penyelesaian perkara perdata berimplikasi dengan semakin besar biaya serta disertai dengan prosedur panjang
menimbulkan kerugian dan ketidakpastian hukum bagi para pihak
a. P ro s edur Mediasi belum efektif mencapai sasaran dan belum menjadi pilihan utama dalam proses penyelesaian perkara perdata
b. Jumlah hakim yang terbatas sehingga mereka lebih fokus menyelesaikan perkara secara ligitasi
c. Tuntutan masyarakat sangat besar untuk meningkatkan akses peradilan dengan penyederhanaan proses persidangan
a. Perma Nomor 1 Tahun 2016 tentang prosedur mediasi di pengadilan
b. Mengajukan permohonan Pelatihan mediasi bagi para hakim Pengadilan Tingkat Pertama
c. Peraturan MA Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan Peraturan MA Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penyelesaian Gugatan Sederhana
a. Sosialisasi manfaat mediasi
b. Penyempurnaan SOP mediasi.
c. Meningkatkan kemampuan Hakim dalam memutuskan tentang kriteria gugatan sederhana terhadap setiap gugatan yang masuk ke Pengadilan Negeri Curup.
34 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB
PERMASALAHAN TANTANGAN POTENSI STRATEGI
3. PENINGKATAN AKSES PERADILAN BAGI MASYARAKAT MISKIN DAN TERPINGGIRKAN Arah Kebijakan : Pos Pelayanan Bantuan Hukum
a. Adanya sikap masyarakat yang malu/tidak yakin bila mendapat perlakuan khusus sebagai orang miskin dan mereka biasanya tinggal di pinggir kabupaten/kota.
b. Pembebasan biaya perkara/prodeo kepada masyarakat miskin tidak bisa direalisasikan pada Pengadilan Negeri Curup dikarenakan anggarannya tergolong kecil dan tidak ada masyarakat yang mengajukan penyelesaian perkara dengan pembebasan biaya perkara/prodeo c. Pelaksanaan sidang
keliling/zitting plaats masih belum mampu memenuhi permintan masyarakat karena kondisi bagungan gedung zittingplaats yang rusak berat dan keterbatasan anggaran.
a. Penetapan target perkara belum memanfatkan data potensi perkara miskin dilihat dari jumlah penduduk miskin tiap kabupaten/kota.
b. Alokasi anggaran tidak mampu menutup seluruh komponen biaya penyelesaian perkara yang akan dibiayai.
c. Pelaksanaan sidang keliling terkendala dengan tempat sidang bila tidak ada alokasi anggaran untuk kebutuhan operasional sidang.
a. Perma no. 1 tahun 2014 tentang Pedoman pemberian layanan hukum bagi masyarakat tidak mampu di pengadilan.
b. Mengupayakan anggaran yang lebih proposional untuk penyelesaian perkara melalui pembebasan biaya perkara ke Dirjen Badilum.
c. Melaporkan kondisi riil tempat sidang keliling secara online melalui aplikasi pelaporan secara elektronik melalui website dan mengupayakan anggaran untuk kebutuhan operasional sidang.
a. Sosialisasi tentang jenis layanan pada Posbakum kepada masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi untuk berperkara di Pengadilan Negeri Curup b. Petugas PTSP selalu selalu
mensosialisasikan dan menaymapikan informasi tentang prodeo kepada pengguna layanan karena di pengadilan tersedia anggaran layanan tersebut untuk masyarakat kurang mampu
35 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB 4. MENINGKATKAN KEPATUHAN TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN
Arah kebijakan : Putusan Perkara Perdata yang ditindaklanjuti a. Biaya eksekusi putusan pengadilan
tidak bisa direalisasikan pada Pengadilan Negeri Curup dikarenakan anggarannya tergolong kecil.
a. Alokasi anggaran tidak mampu menutup seluruh komponen biaya eksekusi putusan pengadilan yang akan dibiayai.
a. Mengupayakan anggaran yang lebih proposional untuk biaya eksekusi putusan pengadilan ke Dirjen Badilum.
a. Memberikan rincian riil tentang biaya eksekusi perkara perdata kepada Dirjen Badilum untuk menjadi bahan pertimbangan untuk pengajuan anggaran tahun berikutnya.
36 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB 3.3 Kerangka Regulasi
Kerangka regulasi disusun dalam rangka mendukung pelaksanaan Rancangan Renstra 2020 – 2024 melalui identifikasi dan pengkajian regulasi atau peraturan-peraturan yang dibutuhkan guna mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran yang diharapkan dalam Renstra tersebut. Pada saat ini, Pengadilan Negeri Curup telah memiliki serangkaian peraturan perundang-undangan yang dapat mendukung tugas dan wewenangnya.
Dasar hukum tertinggi atas pelaksanaan tugas dan wewenang Mahkamah Agung Republik Indonesia adalah Undang-Undang Dasar 1945. Sementara pada level Undang-Undang, pelaksanaan tugas dan wewenang Mahkamah Agung republik Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 yang sudah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman. Selanjutnya Mahkamah Agung memiliki 4 (empat) lembaga peradilan yang berada di bawahnya. Salah satunya adalan peradilan umum. Adapun dasar hukum pelaksanaan tugas dan wewenang peradilan umum adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1984, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 yang diubah Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2009. Adapun tugas pokok dan fungsi Pengadilan Negeri diatur dalam Undang-Undang Nomor 49 tahun 2009 dalam pasal 55 sampai dengan pasal 67.
Selain produk hukum dalam bentuk peraturan perundang-undangan di atas, terdapat produk produk peraturan dalam bentuk Keputusan dan Peraturan Ketua Mahkamah Agung republik Indonesia yang mengikat secara internal maupun eksternal. Di mana secara substansi keputusan dan peraturan tersebut banyak mengatur mengenai prosedur, tata cara, petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis dan perdoman dalam rangka penyelesaian perkara pidana maupun perdata di pengadilan tingkat pertama.
Keseluruhan peraturan perundang-undangan, keputusan dan perturan Ketua Mahkamah Agung tersebut bertindak sebagai kerangka regulasi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan wewenang Pengadilan Negeri Curup serta memberikan konstribusi positif terhadap implementasi Renstra 2015 -2019 sekaligus memberikan payung hukum terhadap berbagai perkara yang tengah ditangani oleh penegak hukum di Pengadilan Negeri Curup.
37 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB
KERANGKA REGULASI
Tabel 10 Kerangka Regulasi
Isu Strategis Arah Kebijakan 2020 - 2024 Arah Kerangka
Regulasi Kebutuhan
Regulasi Terwujudnya proses peradilan yang
pasti, transparan dan akuntabel Perkara pidana dan perdata yang
diselesaikan tepat waktu Penyelesaian perkara pada pengadilan tingkat pertama paling lambat dalam waktu 5 (lima) bulan termasuk minutasi
SEMA Nomor 2 Tahun 2014 tentang penyelesaian perkara di pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding pada 4 (empat) lingkungan peradilan
Peningkatan efektivitas
pengelolaan penyelesaian perkara Peningkatan penyelesaian perkara melalui mediasi
Peningkatan penyelesaian perkara melalui gugatan sederhana
Kebutuhan mediator-mediator handal dan profesional yang mampu menyelesaikan permasalahan para pihak secara damai
Proses peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan
Perma Nomor 1 Tahun 2016
Tentang prosedur mediasi di Pengadilan
Perma Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perma Nomor 2 Tahun 2015 tentang tata cara penyelesaian gugatan sederhana
Peningkatan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan
terpinggirkan
Pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan bantuan hukum (Posbakum)
Pemberian layanan hukum berupa informasi, konsultasi dan advis hukum, serta pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan masyarakat miskin dan tidak ada kemampuan membayar advokat.
Perma Nomor 1 tahun 2014 tentang pedoman pemberian layanan hukum bagi masyarakat tidak mampu di pengadilan
Peningkatan kepatuhan terhadap
putusan pengadilan Eksekusi putusan pengadilan yang dibiayai oleh DIPA Pengadilan Negeri Curup
Alokasi anggaran yang lebih proporsional untuk seluruh komponen biaya eksekusi putusan pengadilan
SK KMA Nomor 026/KMA/SK/II/2012 tentang standar pelayanan Pengadilan
SK Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung R.I. Nomor
40/DJU/SK/HM.02.3/1/2019 tentang Pedoman Eksekusi pada Pengadilan Negeri.
38 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB 3.4 Kerangka Kelembagaan
Mengenai organisasi dan tata kerja Kepaniteraan dan Kesekretariatan Pengadilan Negeri Curup telah diatur dalam Mahkamah Agung telah diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung nomor 7 tahun 2015 tentang Oganisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan Peradilan.
Peraturan Mahkamah Agung nomor 7 tahun 2015 tentang Oganisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan Peradilan:
Pasal 1
1) Ketua Pengadilan sebagai pimpinan Pengadilan bertanggung jawab atas terselenggaranya administrasi perkara pada Pengadilan.
2) Ketua Pengadilan melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan di Peradilan Tingkat Banding dan Peradilan Tingkat Pertama yang dibantu oleh Wakil Ketua Pengadilan.
3) Ketua Pengadilan menunjuk Hakim sebagai juru bicara pengadilan untuk memberikan penjelasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengadilan.
4) Sebagai pelaksana administrasi perkara, Ketua Pengadilan menyerahkan kepada Panitera Pengadilan.
Pasal 2
Kepaniteraan Peradilan adalah aparatur tata usaha negara yang dalam menjalankan tugas dan fungsinya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Ketua Pengadilan.
Pasal 4
Kesekretariatan Peradilan adalah aparatur tata usaha negara yang dalam menjalankan tugas dan fungsinya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Ketua Pengadilan.
Pasal 57
1) Kepaniteraan Pengadilan Negeri Curup adalah aparatur tata usaha negara yang dalam menjalankan tugas dan fungsinya berada di bawah dan tanggung jawab Ketua Pengadilan Negeri Kelas Curup.
2) Kepaniteraan Pengadilan Negeri Curup dipimpin oleh Panitera.
39 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB Pasal 58
Kepaniteraan Pengadilan Negeri Curup mempunyai tugas melaksanakanpemberian dukungan di bidang teknis dan administrasi perkara serta menyelesaikan surat-surat yang berkaitan dengan perkara.
Pasal 59
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 58, Kepaniteraan Pengadilan Negeri Curup menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan koordinasi, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan tugas dalam pemberian dukungan di bidang teknis;
b. Pelaksanaan pengelolaan administrasi perkara perdata;
c. Pelaksananaan pengelolaan administrasi perkara pidana;
d. Pelaksananaan pengelolaan administrasi perkara khusus;
e. Pelaksananaan pengelolaan administrasi perkara, penyajian data perkara, dan transparansi perkara;
f. Pelaksanaan administrasi keuangan yang berasal dari APBN dalam program teknis dan keuangan perkara yang ditetapkan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan, minutasi, evaluasi dan administrasi Kepaniteraan;
g. Pelaksanaan mediasi;
h. Pembinaan teknis kepaniteraan dan kejurusitaan, dan;
i. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Negeri.
Pasal 60
Kepaniteraan Pengadilan Negeri Curup, terdiri atas:
a. Panitera Muda Perdata;
b. Panitera Muda Pidana;
c. Panitera Muda Khusus; dan d. Panitera Muda Hukum.
Pasal 61
Panitera Muda Perdata mempunyai tugas melaksanakan administrasi perkara di bidang perdata.
40 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB Pasal 62
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61, Panitera Muda Perdata menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan pemeriksaan dan penelaahan kelengkapan berkas perkara perdata;
b. Pelaksanaan registrasi perkara gugatan dan permohonan;
c. Pelaksanaan distribusi perkara yang telah diregister untuk diteruskan kepada Ketua Majelis Hakim berdasarkan Penetapan Penunjukkan Majelis Hakim dari KetuaPengadilan;
d. Pelaksanaan penerimaan kembali berkas perkara yang sudah diputus dan diminutasi;
e. Pelaksanaan pemberitahuan isi putusan tingkat pertama kepada para pihak yang tidak hadir;
f. Pelaksanaan penyampaian pemberitahuan putusan tingkat banding, kasasi, dan peninjauan kembali kepada para pihak;
g. Pelaksanaan penerimaan dan pengiriman berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali;
h. Pelaksanaan pengawasan terhadappemberitahuan isi putusan upaya hukum kepada para pihak dan menyampaikan relas penyerahan isi putusan kepada Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung;
i. Pelaksanaan penerimaan konsinyasi;
j. Pelaksanaan penerimaan permohonan eksekusi;
k. Pelaksanaan penyimpanan berkas perkara yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap;
l. Pelaksanaan penyerahan berkas perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap kepada Panitera Muda Hukum;
m. Pelaksanaan urusan tata usaha kepaniteraan, dan;
n. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera.
Pasal 63
Panitera Muda Pidana mempunyai tugas melaksanakan administrasi perkara di bidang pidana.
Pasal 64
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63, Panitera Muda Pidana menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan pemeriksaan dan penelaahan kelengkapan berkas perkara pidana;
b. Pelaksanaan registrasi perkara pidana;
41 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB
c. Pelaksanaan penerimaan permohonan praperadilan dan pemberitahuan kepada termohon;
d. Pelaksanaan distribusi perkara yang telah diregister untuk diteruskan kepada Ketua Majelis Hakim berdasarkan Penetapan Penunjukkan Majelis Hakim dari Ketua Pengadilan;
e. Pelaksanaan penghitungan, penyiapan dan pengiriman penetapan penahanan, perpanjangan penahanan dan penangguhan penahanan;
f. Pelaksanaan penerimaan permohonan ijin penggeledahan dan ijin penyitaan dari penyidik;
g. Pelaksanaan penerimaan kembali berkas perkara yang sudah diputus dan diminutasi;
h. Pelaksanaan pemberitahuan isi putusan tingkat pertama kepada para pihak yang tidak hadir;
i. Pelaksanaan penyampaian pemberitahuan putusan tingkat banding, kasasi dan peninjauan kembali kepada para pihak;
j. Pelaksanaan penerimaan dan pengiriman berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali;
k. Pelaksanaan pengawasan terhadap pemberitahuan isi putusan upaya hukum kepada para pihak dan menyampaikan relas penyerahan isi putusan kepada Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung;
l. Pelaksanaan pemberitahuan isi putusan upaya hukum kepada Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa;
m. Pelaksanaan penerimaan permohonan eksekusi;
n. Pelaksanaan penyimpanan berkas perkara yang belum mempunyai kekuatan hukum tetap;
o. Pelaksanaan penyerahan berkas perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap kepada Panitera Muda Hukum;
p. Pelaksanaan urusan tata usaha kepaniteraan; dan q. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera.
Pasal 65
Panitera Muda Khusus mempunyai tugas melaksanakan administrasi perkara di bidang perkara khusus, antara lain perkara niaga, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, tindak pidana korupsi, hak asasi manusia dan perikanan serta perkara khusus lainnya yang diperlukan.
Pasal 66
1) Jumlah Panitera Muda Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 yang dapat diangkat paling banyak 5 orang.
42 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB
2) Jumlah Panitera Muda Khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.
Pasal 67
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65, Panitera Muda Khusus menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan pemeriksaan dan penelaahan kelengkapan berkas perkara khusus;
b. Pelaksanaan registrasi perkara khusus;
c. Pelaksanaan penerimaanpermohonan praperadilan dan pemberitahuan kepada termohon;
d. Pelaksanaan distribusi perkara yang telah diregister untuk diteruskan kepada Ketua Majelis Hakim berdasarkan Penetapan Penunjukkan Majelis Hakim dari Ketua Pengadilan;
e. Pelaksanaan penghitungan, penyiapan dan pengiriman penetapan penahanan, perpanjangan penahanan dan penangguhan penahanan;
f. Pelaksanaan penerimaan permohonan ijin penggeledahan dan ijin penyitaan dari penyidik;
g. Pelaksanaan penyiapan penunjukkan hakim pengawas dalam perkara kepailitan;
h. Pelaksanaan penerimaan kembali berkas perkara yang sudah diputus dan diminutasi;
i. Pelaksanaan pemberitahuan isi putusan tingkat pertama kepada para pihak yang tidak hadir;
j. Pelaksanaan penyampaian pemberitahuan putusan tingkat banding, kasasi dan peninjauan kembali kepada para pihak;
k. Pelaksanaan penerimaan dan pengiriman berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan peninjauan kembali;
l. Pelaksanaan pengawasan terhadap pemberitahuan isi putusan upaya hukum kepada para pihak dan menyampaikan relas penyerahan isi putusan kepada Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung;
m. Pelaksanaan pemberitahuan isi putusan upaya hukum kepada Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa;
n. Pelaksanaan penerimaan permohonan eksekusi;
o. Pelaksanaan penyimpanan berkas perkara yang belummempunyai kekuatan hukum tetap;
p. Pelaksanaan penyerahan berkas perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap kepada Panitera Muda Hukum;
q. Pelaksanaan urusan tata usaha kepaniteraan; dan r. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera.
43 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB Pasal 68
Panitera Muda Hukum mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan penyajian data perkara, penataan arsip perkara serta pelaporan.
Pasal 69
Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68, Panitera Muda Hukum menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan pengumpulan, pengelolaan dan penyajian data perkara;
b. Pelaksanaan penyajian statistik perkara;
c. Pelaksanaan penyusunan dan pengiriman pelaporan perkara;
d. Pelaksanaan penataan, penyimpanan dan pemeliharaan arsip perkara;
e. Pelaksanaan kerja sama dengan Arsip Daerah untuk penitipan berkas perkara,
f. Pelaksanaan penyiapan, pengelolaan dan penyajian bahan-bahan yang berkaitan dengan transparansi perkara.
g. Pelaksanaan penghimpunan pengaduan dari masyarakat, hubungan masyarakat; dan pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Panitera.
44 ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PENGADILAN NEGERI CURUP
46 BAB IV | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB
BAB IV
TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN
4.1 Target Kinerja
Pengadilan Negeri Curup merupakan lingkungan peradilan umum, sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakan Hukum dan Keadilan. Pengadilan Negeri Curup sebagai Pengadilan Tingkat Pertama, bertugas dan berwenang menerima, memeriksa, memutus perkara yang masuk di tingkat pertama. Mengacu pada visi, misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan dan strategi yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka Pengadilan Negeri Curup telah menetapkan 4 (empat) tujuan yaitu: Keempat tujuan tersebut terbagi menjadi beberapa sasaran, indikator dan target kinerja sebagai berikut:
47 TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB
HUBUNGAN TUJUAN, SASARAN STRATEGIS, INDIKATOR KINERJA UTAMA DAN TARGET KINERJA
Tabel 11 Hubungan Tujuan, Sasaran Strategis, Indikator Kinerja Utama Dan Target Kinerja
No. Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja TARGET
2020
masyarakat terhadap sistem peradilan melalui proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel;
Terwujudnya Proses Peradilan Yang Pasti, https://www.facebook.com/st atistik.bengkuluprovTranspar an Dan Akuntabel;
Persentase sisa perkara perdata yg
diselesaikan; 100% 100% 100% 100% 100%
Persentase sisa pidana perdata yg
diselesaikan; 100% 100% 100% 100% 100%
Persentase perkara perdata yang
diselesaikan tepat waktu; 86% 95% 95% 95% 95%
Persentase perkara pidana yang
diselesaikan tepat waktu; 86% 95% 100% 95% 95%
Persentase Perkara Yang Tidak
Mengajukan Upaya Hukum Banding; 80% 90% 90% 90% 90%
Persentase Perkara Yang Tidak
Mengajukan Upaya Hukum Kasasi; 80% 90% 90% 90% 90%
Persentase Perkara Yang Tidak
Mengajukan Upaya Peninjauan Kembali; 80% 90% 90% 90% 90%
Persentase perkara pidana anak yg
diselesaikan secara diversi; 10% 10% 15% 17% 20%
Persentase salinan putusan perkara perdata
yang dikirim kepada para pihak tepat waktu; 100% 100% 100% 100% 100%
48 TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB
No. Tujuan Sasaran Strategis Indikator Kinerja TARGET
2020 Persentase salinan putusan perkara
pidana yang dikirim kepada para pihak tepat waktu;
100% 100% 100% 100% 100%
Persentase perkara yang diselesaikan
melalui mediasi; 10% 10% 15% 17% 20%
Persentase berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan PK yang
di j k l k d k
100% 100% 100% 100% 100%
Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah putus;
100% 100% 100% 100% 100%
3. Terwujudnya peningkatan akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan;
Meningkatnya Akses Peradilan Bagi
Masyarakat Miskin Dan Terpinggirkan;
Persentase perkara prodeo yang
diselesaikan; 0% 0% 0% 0% 0%
Persentase perkara yang diselesaikan di
luar gedung Pengadilan; 0% 0% 0% 0% 0%
Persentase pencari keadilan golongan tertentu yg mendapat layanan bantuan hukum (Posbakum);
Persentase putusan perkara perdata yang
ditindaklanjuti (dieksekusi); 0% 10% 15% 20% 20%
49 TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB 4.2 Kerangka Pendanaan
Keberhasilan Pengadilan Negeri Curup dalam pencapaian target yang ditetapkan telah dilengkapi dengan ukuran-ukuran yang akan digunakan, yaitu menggunakan indikator kinerja. Namun, tentu saja untuk mencapai target - target tersebut diperlukan biaya (anggaran/dana) untuk merealisasikannya. Terkait dengan target - target yang telah ditetapkan, maka sumber dana yang diperlukan untuk merealisasikannya sepenuhnya berasal dari Pengadilan Negeri Curup, untuk periode Renstra Tahun 2020 – 2024 Pengadilan Negeri Curup Tahun Anggaran 2021 mendapat Pagu Definitif sebagai berikut:
a. Untuk pembayaran gaji dan tunjangan pegawai mendapat anggaran adalah sebesar Rp.
4.438.908.000,- (Empat milyar empat ratus tiga puluh delapan juta sembilan ratus delapan ribu rupiah). Realisasi Anggaran Pembayaran dan Tunjangan Pegawai sebagai berikut:
Tabel 12 Pagu dan Realisasi Belanja Pegawai Dipa (01) BUA Tahun 2021 NO KODE
AKUN JENIS
BELANJA/MAK PAGU DIPA REALISASI SISA ANGGARAN
TOTAL % TOTAL %
1 2 3 4 9 10 11 12
1066.994 LAYANAN PERKANTORAN
2 51 PEMBAYARAN
GAJI DAN TUNJANGAN
3.340.943.000 3.065.717.775 91,76% 275.225.225 8,24%
PNS 1.241.441.000 1.215.088.729 97,88% 26.352.271 2,12%
511119 Bel. Pembulatan
Gaji PNS 22.000 18.205 82,75% 3.795 17,25%
511121 Bel. Tunj.
Suami/Istri PNS 111.465.000 88.075.780 79,02% 23.389.220 20,98%
511122 Bel. Tunj. Anak PNS
36.171.000 31.965.208 88,37% 4.205.792 11,63%
1. Program Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya.
50 TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB
NO KODE
AKUN JENIS
BELANJA/MAK PAGU DIPA REALISASI SISA ANGGARAN
TOTAL % TOTAL %
1 2 3 4 9 10 11 12
511123 Bel. Tunj.
Struktural PNS 36.400.000 36.400.000 100% 0 0%
511124 Bel. Tunj.
Fungsional PNS 1.368.530.000 1.267.350.000 92,61% 640.000 0.4%
511125 Bel. Tunj. PPh 185.533.000 136.437.713 73,54% 49.095.287 26,46%
511126 Bel. Tunj. Beras
PNS 76.859.000 73.651.140 95,83% 3.207.860 4,17%
511129 Bel. Uang Makan
PNS 269.016.000 206.621.000 76,81% 62.395.000 23,19%
511151 Bel. Tunj. Umum
PNS 15.506.000 10.110.000 65,20% 5.396.000 34,80%
b. Untuk Belanja Barang/ Untuk Belanja Penyelenggaraan Operasional dan Non Operasional Pengadilan Negeri Curup Tahun 2021 yaitu sebesar Rp. 1.087.625.646,- (Satu milyar delapan puluh tujuh enam ratus dua puluh lima ribu enam ratus empat puluh enam rupiah) dan realisasi anggaran untuk belanja barang tahun 2021 yaitu sebesar Rp. 1.082.683.146,- (Satu milyar delapan puluh dua juta enam ratus delapan puluh tiga seratus empat puluh enam rupiah)atau sebesar 99.06%.
Tabel 13 Pagu dan Realisasi Belanja Barang Dipa (01) BUA Tahun 2021 NO KODE
AKUN JENIS BELANJA/MAK PAGU DIPA REALISASI SISA ANGGARAN
TOTAL % TOTAL %
1 2 3 4 9 10 11 12
1066.970 LAYANAN DUKUNGAN
MANAJEMEN PENGADILAN
1 52 BELANJA BARANG OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN PER KANTORAN
1.092.965.000 1.082.683.146 99,06% 10.281.854 0,94%
A KEBUTUHAN SEHARI-HARI
PERKANTORAN
521111 Belanja Keperluan Perkantoran 219.840.000 219.833.200 99,99% 6.800 0,01%
521811 Belanja Barang Untuk Persediaan
Barang Konsumsi 34.633.000 34.629.800 99,99% 3.200 0,01%
51 TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN | PENGADILAN NEGERI CURUP KELAS IB
NO KODE
AKUN JENIS BELANJA/MAK PAGU DIPA REALISASI SISA ANGGARAN
AKUN JENIS BELANJA/MAK PAGU DIPA REALISASI SISA ANGGARAN