PDRB Perkapita
3.2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah
Salah satu elemen penting dalam proses pembangunan daerah adalah ketersediaan anggaran. Dokumen RKPD merupakan skenario kebijakan pembangunan sebagai representasi dari rencana kerja pemerintah untuk mewujudkan tujuan pembangunan tahunan. Implementasi RKPD yang dalam implementasinya akan didukung oleh alokasi anggaran dari berbagai sumber dana yang meliputi APBD Kabupaten Magelang, APBD Propinsi dan APBN serta peran swasta maupun swadaya masyarakat.
3.2.1. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah
Pendapatan daerah merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan. Anggaran pendapatan daerah disusun sebagai kesatuan sistem komprehensif dan tersusun atas dasar potensi yang dikelola oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai unit penghasil pendapatan daerah. Pendapatan daerah di Kabupaten Magelang diupayakan ada kenaikan setiap tahun.
Untuk meningkatkan kapasitas PAD dan dalam upaya memperkuat kemampuan fiskal, perlu dilakukan upaya:
a. Penggalian sumber-sumber pendapatan daerah baru, dengan mengkaji dan menghimpun sumber-sumber potensi dan produktif yang dilaksanakan melalui penataan dan pemantapan perimbangan keuangan antara Pemerintah pusat dan daerah yang didasarkan pada besaran potensi pendapatan.
b. Peningkatan peranan PAD terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan
pembangunan daerah, peningkatan tabungan daerah dan
pendayagunaan asset daerah.
c. Peningkatan sumber-sumber PAD yang ada melalui intensifikasi pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah, melaksanakan ekstensifikasi sumber pendapatan baru, menjalin kemitraan dengan swasta dalam pemanfaatan aset daerah serta peningkatkan efisiensi dan produktivitas BUMD melalui penertiban dan penyehatan sistem manajemen.
III - 8
Realisasi pendapatan tahun 2013-2014 dan target pendapatan daerah tahun anggaran 2015-2016 yang meliputi PAD, Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Yang Sah, dapat dilihat dalam tabel 3.7.
Realisasi Pendapatan TA 2013-2014, Target 2015 dan Prediksi Tahun 2016
I PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) 173.253.651.914 242.112.665.092 200.653.762.682 247.099.437.198 1 Pajak Daerah 70.672.600.543 79.395.385.267 70.000.000.000 82.035.197.050 2 Retribusi Daerah 28.689.459.898 34.863.682.692 16.873.885.000 19.807.206.015 3 Hasil Perusahaan
Milik Daerah dan Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
10.740.005.583 12.540.994.826 14.555.924.121 16.793.839.900
4 Lain-lain PAD Yang Sah 63.151.585.890 115.312.602.307 99.223.953.561 128.463.194.233 II BAGIAN DANA PERIMBANGAN 986.615.535.111 1.047.440.614.157 1.076.700.579.976 1.241.814.979.415 1 Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak 43.990.943.111 33.580.069.157 38.395.335.976 33.322.943.043
2 Dana Alokasi Umum (DAU) 899.528.369.000 965.124.427.000 996.070.014.000 1.143.510.546.372 3 Dana Alokasi Khusus (DAK) 43.096.223.000 48.736.118.000 42.235.230.000 64.981.490.000 III LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 268.374.073.318 365.785.193.607 509.055.023.233 523.829.862.856 1 Hibah 858.660.907 646.646.970 2.743.082.000 1.230.105.800
2 Dana Bagi Hasili Pajak dr Prov. Dan Pemerintah Daerah Lainnya 74.433.742.044 98.167.676.637 98.122.786.000 114.410.601.823 3 Dana penyesuaian dan otsus 168.558.883.000 226.290.121.000 337.896.025.000 337.896.025.000 4 Bantuan Keuangan dari Prov. Atau Pemerintah Daerah Lainnya
24.522.787.367 40.680.749.000 70.293.130.233 70.293.130.233
Pendapatan Lainnya
J U M L A H 1.428.243.260.343 1.655.338.472.856 1.786.409.365.891 2.012.744.279.469
Sumber Data : DPPKAD
Tabel. 3.7.
Realisasi 2013 Realisasi 2014 Target 2015
No. Uraian Prediksi 2016
Realisasi PAD dari tahun ketahun selalu mengalami peningkatan, dari tahun 2014 dibandingkan tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 40% atau:
Realisasi tahun 2013 : 173.044.185.433 Realisasi tahun 2014 : 242.112.665.092 Selisih sebesar : 68.859.013.178
III - 9
Selisih PAD tahun 2014 dibandingkan dengan PAD tahun 2013 tersebut berasal dari :
1. Pajak Daerah dikarenakan adanya upaya intensifikasi dan ekstensifikasi, berkembangnya jasa usaha pariwisata di Kabupaten Magelang, perkembangan pusat daerah bisnis di kawasan Mertoyudan dengan banyak tumbuhnya pertokoan, perkantoran, restoran, dan bioskop. Perkembangan bisnis/transaksi property yang semakin meningkat. Faktor-faktor tersebut mendorong peningkatan pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, reklame, BPHTB dan lain-lain.
2. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan yang bersumber dari BUMD karena adanya penambahan investasi (penyertaan Modal), 3. Lain-lain PAD yang sah disebabkan karena adanya sumber pendapatan
dari PPK BLUD RSUD Muntilan dan bunga deposito.
Dari sisi pendapatan yang lain, besarnya alokasi dana perimbangan pemerintah yang semula memberikan kontribusi dalam membiayai kegiatan pembangunan sebesar 63,27% pada APBD tahun 2014 naik menjadi 73,44% pada tahun 2015. Alokasi dana perimbangan dari pemerintah pusat Tahun 2015 yang mengalami kenaikan adalah Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak, DAU, DAK yang diasumsikan naik sebesar 8,04%, sehingga kontribusi dalam membiayai kegiatan pembangunan sebesar 73,44% pada APBD tahun 2015. Hal ini menunjukan tingkat ketergantungan pada Pemerintah Pusat semakin bertambah. Sedangkan DAK diasumsikan naik yang disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Dana perimbangan dari pemerintah ini, sebagian besar sudah diarahkan peruntukan nya sehingga daerah tidak leluasa dalam menggunakannya.
Prediksi RAPBD 2016 Pendapatan Asli Daerah ada kenaikan sebesar Rp.46.445.674.516.,-, yang semula Rp.200.653.762.682,- menjadi Rp. 247.099.437.198,- yang bersumber dari :
1. Pajak daerah semula Rp.70.000.000.000,- menjadi Rp. 82.035.197.050,-naik sebesar Rp.12.035.197.050,- kenaikan ini dikarenakan ada kenaikan kelas NJOP PBB, pengenaan pajak restoran atas jasa boga dan BPHTB mengacu Indikasi Nilai Pasar Tanah (INT).
2. Retribusi Daerah semula Rp.16.448.634.000,- menjadi
Rp.19.807.206.015, ada kenaikan sebesar Rp.3.358.572.015,- antara lain dari pengelolaan obyek wisata Taman Rekreasi Kalibening yang dikelola oleh Pemda (Disdikpora) dan dari SPBU Baledono.
3. Lain-lain PAD yang Sah semula Rp.99.649.204.561,- menjadi Rp.128.463.194.233,-, naik sebesar Rp. 28.813.989.672,-. Kenaikan ini antara lain dari penjualan kendaraan dinas roda 2 dan roda 4 eks SKPD serta perjanjian sewa bangunan gedung Pemda yang diperpanjang.
3.2.2. Arah Kebijakan Belanja Daerah
Belanja daerah digunakan untuk pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten Magelang yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan yang ditetapkan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Belanja urusan wajib diprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban daerah yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan,
III - 10
kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak . Pelayanan urusan wajib dimaksud berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan .
Untuk sinkronisasi dengan pemerintah provinsi maka sesuai dengan kebijakan pemerintah provinsi yang akan meningkatkan alokasi belanja untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, maka perlu juga peningkatan alokasi belanja di Kabupaten Magelang untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Disamping hal ini akan membuka dan memperlancar jalur transportasi, memperlancar jalur evakuasi apabila timbul bencana, juga akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Magelang. Peningkatan belanja untuk infrastruktur juga akan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang berusaha terus meningkatkan alokasi belanja modal.
Belanja Tidak Langsung digunakan untuk membiayai belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa, belanja bantuan keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa dan Partai Politik. Alokasi belanja hibah dan bansos diupayakan dari tahun ke tahun semakin menurun sesuai dengan amanat RPJMD Kabupaten Magelang. Agar tidak muncul permasalahan dalam pelaksanaannya, perlu menjadikan perhatian yang serius kepada seluruh SKPD agar dalam pengalokasian dan pelaksanaannya benar-benar mengacu pada ketentuan perundang-undangan.
Perkembangan belanja tidak langsung dari realisasi tahun anggaran 2013 sampai dengan prediksi tahun 2016 mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Realisasi belanja tidak langsung tahun 2014 naik sebesar 12%, dari tahun realisasi belanja tidak langsung tahun 2013 dan prediksi belanja tidak langsung tahun 2016 naik sebesar 3% bila dibandingkan dengan target tahun 2015. Kenaikan ini sudah mencadangkan rencana kenaikan gaji di tahun 2016 sebesar 6% dan menghitung tambahan penghasilan pegawai sebesar target tahun 2015 .
Belanja langsung adalah belanja yang digunakan secara langsung untuk mendanai program dan kegiatan. Alokasi belanja langsung sangat tergantung kepada pendapatan daerah, penerimaan pembiayaan dan alokasi untuk belanja tidak langsung. Perkembangan belanja langsung Kabupaten Magelang dari realisasi tahun 2014 sampai dengan prediksi tahun 2016 bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2013 realisasi belanja langsung naik 21% dari realisasi belanja langsung tahun 2013, sedangkan realisasi belanja langsung tahun 2014 naik sebesar 84% dari realisasi belanja langsung tahun 2013. Target belanja langsung pada tahun 2016 naik sebesar 16% dari target belanja langsung di tahun 2015. Rincian perkembangan alokasi belanja dari tahun 2013 s/d 2015 dan prediksi tahun 2016 disajikan dalam Tabel 3.8.
III - 11 2 2.1. 922.063.005.902 1.035.320.395.986 1.357.016.772.998 1.394.981.372.872 1 Belanja Pegawai 784.342.960.576 889.291.234.891 1.130.813.063.527 1.163.042.642.853 2 Belanja Bunga 3 Belanja Subsidi 4 Belanja Hibah 51.243.819.381 43.450.618.035 23.716.958.000 24.912.959.618 5 Belanja Bantuan Sosial 6.400.095.000 12.286.824.000 10.796.195.000 9.777.710.743 6 Belanja Bagi Hasil Kpd
Prov/Kab/Kota/Desa
1.314.200.207 1.314.494.000 10.404.182.170 11.943.559.077
7 Belanja Bantuan Keuangan
78.096.808.738 88.073.727.060 156.067.681.231 170.304.500.581
8 Belanja Tidak Terduga 665.122.000 903.498.000 25.218.693.070 15.000.000.000
2.2. 336.092.345.275 618.274.106.096 634.077.122.047 764.591.494.899
No. Prediksi 2016
Tabel 3.8 Belanja APBD Kabupaten Magelang Tahun 2013-2016
BELANJA DAERAH Belanja Tidak Langsung
Belanja Langsung
Target 2015 Realisasi 2014
Realisasi 2013 Uraian
Pada prinsipnya kebijakan belanja daerah berpedoman pada prinsip penganggaran dengan pendekatan anggaran kinerja, yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan, dengan tetap memperhatikan kewenangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dalam rangka meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran yang menjamin efektivitas dan efisiensi pemanfaatan anggaran dengan mendasarkan pada skala prioritas program dan strategis pembangunan daerah.
3.2.3. Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah
Pembiayaan merupakan transaksi keuangan yang dimaksudkan untuk menutup selisih antara pendapatan dan belanja daerah. Adapun pembiayaan daerah tersebut bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran sebelumnya (SiLPA), pencairan dana cadangan, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah dan obligasi daerah, penerimaan kembali pemberian pinjaman dan penerimaan piutang daerah.
Komponen pembiayaan daerah penggunaannya diarahkan untuk menutup beban hutang atau kewajiban kepada pihak ketiga, namun karena pemerintah Kabupaten Magelang tidak mempunyai beban tersebut maka pembiayaan daerah dialokasikan untuk pembentukan dana cadangan dan penyertaan modal kepada BUMD. Untuk keperluan dimaksud sudah ditetapkan perda dana cadangan dan perda penyertaan modal. Disamping itu juga dialokasikan untuk pemberian pinjaman daerah, sehingga pada akhirnya tetap diupayakan anggaran yang berimbang setelah pembiayaan.
Perkembangan penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah tahun anggaran 2013 s.d. 2016 dapat dilihat dalam Tabel 3.9.
III - 12
Tabel 3.9
Realisasi Pembiayaan 2013-2014, Target 2015 dan Prediksi 2016
Uraian 2013 2014 2015 2016
PEMBIAYAAN 247.236.494.132 373.645.829.914 204.684.529.154 146.828.588.301 Penerimaan Pembiayaan 316.131.494.132 429.440.829.914 246.462.896.179 173.473.588.301
SILPA TA sebelumnya 296.632.711.632 417.324.403.298 226.252.896.179 81.897.130.387
Pencairan Dana Cadangan 19.140.276.500 11.848.826.366 20.000.000.000 91.276.457.914
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
-Penerimaan Piutang daerah
-Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah
358.506.000 267.600.250 210.000.000 300.000.000
Penerimaan Hasil Penarikan -
-Pengeluaran Pembiayaan 68.895.000.000 55.795.000.000 41.778.367.025 26.645.000.000
Pembentukan Dana Cadangan 60.000.000.000 46.000.000.000 31.000.000.000 16.000.000.000
Penyertaan Modal (Investasi) Pemda
8.685.000.000 9.585.000.000 10.478.367.025 10.345.000.000
Pembayaran Pokok Utang
Pemberian Pinjaman Daerah 210.000.000 210.000.000 300.000.000 300.000.000 Pembayaran Pengembalian
Pajak.
Secara keseluruhan Realisasi APBD Tahun 2013 2014 serta Target 2015 dan Proyeksi 2016 dapat dilihat dalam tabel 3.10.
Tabel 3.10
Realisasi APBD TA 2013-2014, Target 2015 dan Prediksi Tahun 2016
No. Uraian 2013 2014 2015 2016
Realisasi realisasi Target Proyeksi 1.1
PENDAPATAN ASLI
DAERAH 173.253.651.914 242.112.665.092 200.653.762.682 247.099.437.198
1.1.1 Pendapatan Pajak Daerah 70.672.600.543 79.395.385.267 70.000.000.000 82.035.197.050
1.1.2 Pendapatan Retribusi Daerah 28.689.459.898 34.863.682.692 16.448.634.000 19.807.206.015
1.1.3
Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
10.740.005.583 12.540.994.826 14.555.924.121 16.793.839.900
1.1.4
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
63.151.585.890 115.312.602.307 99.649.204.561 128.463.194.233
1.2 Dana Perimbangan 986.615.535.111 1.047.440.614.157 1.076.700.579.976 1.241.814.979.415
1.2.1.1
Dana Bagi Hasil Pajak / Bagi Hasil Bukan Pajak
43.990.943.111 33.580.069.157 38.395.335.976 33.322.943.043
1.2.1.3 Dana Alokasi Umum 899.528.369.000 965.124.427.000 996.070.014.000 1.143.510.546.372
1.2.1.4 Dana Alokasi Khusus 43.096.223.000 48.736.118.000 42.235.230.000 64.981.490.000
1.3
Lain-lain pendapatan
daerah yang sah 268.374.073.318 365.785.193.607 509.055.023.233 523.829.862.856
1.3.1 Hibah 858.660.907 646.646.970 2.743.082.000 1.230.105.800
1.3.2 Dana Darurat -
-1.3.3
Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
III - 13
No. Uraian 2013 2014 2015 2016
Realisasi realisasi Target Proyeksi
1.3.4
Dana Penyesuaian dan
Otonomi Khusus 168.558.883.000 226.290.121.000 337.896.025.000 337.896.025.000
1.3.5
Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya 24.522.787.367 40.680.749.000 20.208.899.000 20.208.899.000 1.3.6 Dana desa 50.084.231.233 50.084.231.233 A JUMLAH PENDAPATAN 1.428.243.260.343 1.655.338.472.856 1.786.409.365.891 2.012.744.279.469 2.1 BELANJA TIDAK LANGSUNG 2.1.1 Belanja Pegawai 784.342.960.576 889.291.234.891 1.130.813.063.527 1.163.042.642.853 2.1.2 Belanja Bunga - -2.1.3 Belanja Subsidi - -2.1.4 Belanja Hibah 51.243.819.381 43.450.618.035 23.716.958.000 24.912.959.618
2.1.5 Belanja Bantuan Sosial
6.400.095.000 12.286.824.000 10.796.195.000 9.777.710.743
2.1.6
Belanja Bagi Hasil Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa
1.314.200.207 1.314.494.000 10.404.182.170 11.943.559.077
2.1.7
Belanja Bantuan Keuangan Kepada
Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa
78.096.808.738 88.073.727.060 156.067.681.231 170.304.500.581
2.1.8 Belanja Tidak Terduga 665.122.000 903.498.000 25.218.693.070 15.000.000.000
B
JUMLAH BELANJA TIDAK LANGSUNG
922.063.005.902 1.035.320.395.986 1.357.016.772.998 1.394.981.372.871
2.2 BELANJA LANGSUNG
2.2.1 Belanja Pegawai 42.663.364.599 47.160.062.521 57.248.484.667
2.2.2 Belanja Barang Jasa 184.825.192.183 252.099.753.756 304.127.338.783
2.2.3 Belanja Modal 108.603.624.493 319.014.289.819 272.701.298.597
C
JUMLAH BELANJA LANGSUNG
336.092.181.275 618.274.106.096 634.077.122.047 764.591.494.899
D TOTAL JUMLAH BELANJA 1.258.155.187.177 1.653.594.502.082 1.991.093.895.045 2.126.878.581.371
SURPLUS/ DEFISIT
170.088.073.166 101.347.082.891 (204.684.529.154) (146.828.588.301)
3.1 Penerimaan Pembiayaan
316.131.494.132 429.440.829.914 246.462.896.179 173.473.588.301
3.1.1
Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran tahun sebelumnya (SILPA)
296.632.711.632 417.324.403.298 226.252.896.179 81.897.130.387
3.1.2 Pencairan Dana Cadangan 19.140.276.500 11.848.826.366 20.000.000.000 91.276.457.914
3.1.3
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
3.1.4
Penerimaan Pinjaman Daerah
3.1.5
Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Daerah
358.506.000 267.600.250 210.000.000 300.000.000
3.1.6 Penerimaan Piutang Daerah
-3.1.7 Penerimaan Hasil Penarikan
-E
JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN
III - 14
No. Uraian 2013 2014 2015 2016
Realisasi realisasi Target Proyeksi
3.2 Pengeluaran Pembiayaan 68.895.000.000 55.795.000.000 41.778.367.025 26.645.000.000
3.2.1
Pembentukan Dana
Cadangan 60.000.000.000 46.000.000.000 31.000.000.000 16.000.000.000
3.2.2
Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah
8.685.000.000 9.585.000.000 10.478.367.025 10.345.000.000
3.2.3 Pembayaran Pokok Utang
-3.2.4 Pemberian Pinjaman Daerah 210.000.000 210.000.000 300.000.000 300.000.000
3.2.5 Pembayaran Pengembalian Pajak F JUMLAH PENGELUARAN PEMBIAYAAN 68.895.000.000 55.795.000.000 41.778.367.025 26.645.000.000 Pembiayaan Netto 247.236.494.132 373.645.829.914 204.684.529.154 146.828.588.301 G
Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berjalan (SILPA)
417.324.403.298 375.389.800.688 - 0
Proyeksi tahun 2016 terdapat defisit pendapatan dan belanja sebesar Rp.146.828.588.301,-. Defisit tersebut diasumsikan dapat ditutup dengan pembiayaan netto sebesar Rp.146.828.588.301,-. Namun demikian kepastian penganggaran pendapatan dari dana perimbangan tentunya akan mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan sedangkan besaran bantuan keuangan dari provinsi akan mengacu Keputusan Gubernur Jawa Tengah.
BAB IV