PDRB Perkapita
PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016
4.2. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH
4.2.2. Prioritas Kesehatan
Kebijakan pada Urusan Kesehatan diarahkan pada (1) Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta peningkatan cakupanpelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar mutu pelayanan kesehatan; (2) Pengembangan kualitas sumberdaya kesehatan; (3) Peningkatan promosi kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat; dan (4) Peningkatan kemitraan dalam pengawasan peredaran obat termasuk makanan dan perbekalan kesehatan.
Pada Tahun 2016 fokus pembangunan sebagai berikut :
1.
Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan PrasaranaPuskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya melalui
Pembangunan RS Type B.
2.
Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin melalui Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin (Maskin) Non Jamkesmas (Gulkin).3. Pengembangan pelayanan puskesmas rawat jalan menjadi puskesmas rawat inap
4. Pengembangan rumah sakit tipe D melalui Pengadaan Tanah untuk Puskesmas Salaman dan Grabag.
4.2.3. Prioritas Penanggulangan Kemiskinan
Kebijakan pada Urusan Sosial diarahkan untuk (1) Pembinaan dan pemberdayaan fakir miskin dan penyandang masalah sosial; (2) Peningkatan nilai-nilai religius dan penghargaan terhadap kearifan lokal; dan (3) Peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat miskin.
Pada Tahun 2016 fokus pembangunan sebagai berikut :
1. Penyediaan dan perluasan akses pangan melalui Desa mandiri pangan, Lumbung pangan desa, PMTAS.
2. Perluasan akses layanan Pendidikan melalui Kegiatan perluasan alses SMP satu atap, Penyelenggaraan Kejar Paket A, B, C.
3. Perluasan akses layanan kesehatan melalui Penanggulangan kurang energi protein(KEP), Anemia Gizi Besi (AGB), GAKY, kurang Vitamin A dan kekurangan zat gizi mikro lainnya.
4. Peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui Pelatihan dan Penempatan tenaga kerja masyarakat di lingkungan lokasi Penghasil Tembakau, Padat Karya Produktif di wilayah penghasil tembakau.
5. Operasional PNPM ( Dengan nama kegiatan yang Baru ).
6. Perluasan akses layanan perumahan melalui fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu
7. Pemenuhan akses air bersih melalui Pembangunan Sistem Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat.
8. Pembangunan Saluran dan Gorong-gorong Drainase Lingkungan.
9. Pembangunan pedesaan dan Perkotaan melalui Penanganan Lingkungan Permukiman Kumuh.
4.2.4. Prioritas Pengembangan Pertanian, Pariwisata, dan Industri Kecil dan Menengah
Kebijakan pada Urusan Pertanian diarahkan pada Pengembangan agribisnis yang berdaya saing melalui pengembangan sumber daya pertanian. Pada Tahun 2016 fokus pembangunan sebagai berikut :
1. Peningkatan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani melalui Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan dan Peningkatan Kesejahteraan Petani
2. Pengembangan Sentra Benih Ikan melalui Pembangunan/ Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Perikanan
3. evitalisasi Pasar Tradisional milik Pemda meliputi Revitalisasi Pasar Muntilan, Kaliangkrik dan Windusari.
4. Pembangunan Pasar Bersama IKM melalui Pembangunan Gedung IKM Center.
5. Pengembangan Destinasi Pariwisata.
1.2.5. Prioritas Sarana dan Prasarana (Infrastruktur) Publik
Kebijakan Urusan Pekerjaan Umum diarahkan pada (1) Pembangunan, pemberdayaan, pemerataan, dan aksesibilitas pada infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi; (2) Pengaturan, pembinaan dan pengawasan konservasi sumberdaya alam secara konsisten dan berkelanjutan untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan; dan (3) Pengaturan, pembinaan dan pengawasan dalam penanggulangan akibat bencana alam, seperti letusan gunung berapi, banjir,tanah longsor dan kekeringan.
Pada Tahun 2016 fokus pembangunan sebagai berikut :
1. Peningkatan kualitas dan kuantitas Jalan, Jembatan Kabupaten dan desa.
2. Peningkatan kualitas dan kuantitas irigasi melalui Pengelolaan Aset Irigasi (PAI).
3. Penataan perkantoran melalui Pembangunan Kantor Camat, kelurahan, DISDIKPORA dan Gedung Olah Raga.
4. Pengadaan Lahan Terminal Kaliangkrik. 5. Jalur Pengurai Kawasan Artos.
6. Penataan Pertigaan Canguk (Flyover)
1.2.6. Prioritas Lingkungan Hidup
Kebijakan Urusan Lingkungan Hidup diarahkan pada pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan hidup, melalui peningkatan pengelolaan lingkungan hidup, pengendalian polusi dan konservasi.
Pada Tahun 2016 fokus pembangunan sebagai berikut :
1. Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam melalui Penyelamatan dan Pengendalian Kawasan Mata Air.
2. Adipura Kota Muntilan.
3. Pengelolaan limbah melalui Pembangunan TPS 3R
1.2.7. Prioritas Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan
Kebijakan pada Urusan Penanaman Modal diarahkan pada (1) Peningkatan iklim investasi daerah; dan (2) Peningkatan pelayanan administrasi investasi.
Pada Tahun 2016 fokus pembangunan sebagai berikut :
1. Terlaksananya Merit Sistem dalam Pengisian Jabatan melalui Peningkatan Manajemen Kepegawaian.
2. Terwujudnya SDM Aparatur yang kompeten melalui Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur.
3. Meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN melalui Peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksnaan kebijakan kepala daerah.
1.2.8. Prioritas Keamanan, Ketertiban dan Siaga Bencana.
Kebijakan Urusan Kesatuan Bangsa, Politik dan Politik Dalam Negeri diarahkan untuk (1) Peningkatan peran serta masyarakat dalam organisasi masyarakat dan politik; (2) Pengembangan wawasan k ebangsaan dan penanganan konflik; (3) Perlindungan masyarakat; dan (4) Peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan penanggulangan bencana. Pada Tahun 2016 fokus pembangunan sebagai berikut :
2. Pengembangan Desa Tangguh Bencana 3. Pembangunan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) 4. Peningkatan kualitas Jalur evakuasi.
Tabel 4.2
Rencana Program Prioritas Pembangunan Kabupaten Magelang Tahun 2016
No. Prioritas dan Fokus
Pembangunan
Kinerja Pembangunan Daerah Program Prioritas
Pembangunan
SKPD Penanggung Jawab
Indikator Target Capaian
1.
Prioritas Pendidikan fokus
pada :
a. Pendidikan Pendidikan Gratis Bagi Penduduk Miskin melalui Program Wajib Belajar 9 Tahun
dengan Bantuan
Operasional Sekolah
Daerah (BOSDA), Biaya Penyelenggaraan Pendidikan TK, SD, SMP, SMA, SMK Negeri. b. Penyelesaian Kerusakan ruang Kelas SD/SMP (2035 ruang) melalui Peningkatan Mutu Sarana Prasarana Pendidikan SD/SMP
Negeri, Swasta ( DAK 2014 ), Peningkatan Mutu Sarana Prasarana
Pendidikan SD/SMP
Negeri, Swasta
c. Pelaksanaan Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun melalui Beasiswa Siswa
Berprestasi SD/SMP,
SMA/SMK.
a. Angka Partisipasi Kasar PAUD
b. Angka Partisipasi Kasar SD/MI/Paket A*
c. Angka Partisipasi Kasar SMP/MTs/Paket B*
d. Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A* e. Angka Partisipasi Murni
(APM) SMP/MTs/Paket B*
f. Terwujudnya Sekolah
Unggulan*
g. Penyelesaian Kerusakan ruang Kelas SD/SMP
Rintisan Wajar 12 Tahun*
h. Angka Partisipasi Kasar SMA/SMK/MA/Paket C*** i. Angka Partisipasi Murni
SMA/SMK/MA/Paket C*** 87% 104.5% 86.00% 92.5% 63.4% 10 SD,4 SMP, 1 SMA, 1 SMK 2035 ruang 56% 36% 1. Program Pendidikan Anak Usia Dini
2. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun 3. Program Pendidikan Menengah 4. Program Pendidikan Non Formal Disdikpora
RKPD Kabupaten Magelang Tahun 2016 IV - 10 Penyelenggaraan Kejar
Paket A, B dan C
d. Sekolah Unggul setiap Jenjang melalui Bantuan Pengembangan Sekolah
Unggulan SD, SMP
maupun SMA/SMK.
e. Peningkata Mutu
Pendidik dan Tenaga Kependidikan melalui Bintek peningkatan Guru
Kelas, Bintek
Peningkatan Kompetensi Guru Mapel.
f. Pendidikan Anak Usia Dini melalui Bantuan
Pembangunan Unit
Gedung Baru (UGB) PAUD (Bangub).
2.
Prioritas Kesehatan fokus pada :
a. Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana
dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya melalui Pembangunan RS Type B. b.Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin melalui
Pelayanan Kesehatan
Masyarakat Miskin
(Maskin) Non Jamkesmas (Gulkin). c. Pengembangan pelayanan puskesmas a. Pembangunan RS Type B Tahap I b. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin (Maskin) Non Jamkesmas (Gulkin)
c. Pengembangan pelayanan puskesmas menjadi rawat inap
d. Pengembangan Puskesmas Menjadi Rumah Sakit Tipe D a. 1 paket b. 166.816 orang c. 1 puskesmas d. 1 RSUD Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/ RS Jiwa/ RS Paru-paru/ RS Mata
a. Dinas Kesehatan b. RSUD Muntilan
rawat jalan menjadi puskesmas rawat inap
d.Pengembangan rumah
sakit tipe D melalui Pengadaan Tanah untuk Puskesmas Salaman dan Grabag.
3.
Prioritas Penanggulangan Kemiskinan fokus pada :
a. Penyediaan dan
perluasan akses pangan melalui Desa mandiri
pangan, Lumbung
pangan desa, PMTAS. b. Perluasan akses layanan
Pendidikan melalui
Kegiatan perluasan alses
SMP satu atap,
Penyelenggaraan Kejar Paket A, B, C.
c. Perluasan akses layanan
kesehatan melalui
Penanggulangan kurang energi protein(KEP), Anemia Gizi Besi (AGB), GAKY, kurang Vitamin A dan kekurangan zat gizi mikro lainnya.
d. Peningkatan kesempatan
kerja dan berusaha
melalui Pelatihan dan Penempatan tenaga kerja masyarakat di lingkungan
lokasi Penghasil
Tembakau, Padat Karya Produktif di wilayah
a. Penguatan cadangan pangan**
b. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan*** c. Besaran tenaga kerja yang
mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi** d. Besaran tenaga kerja yang
mendapatkan pelatihan kewirausahaan**
e. Besaran buruh/ pekerja yang menjadi peserta program Jamsostek** f. Prosentase Rumah layak
huni
g. Cakupan fasilitasi
penyediaan rumah tangga dengan akses air minum dan sanitasi
h. Rumah tangga berSanitasi***
i. Tersedianya sistem jaringan drainase skala kawasan dan skala kota sehingga tidak terjadi genangan (lebih dari 30 cm selama 2 jam) dan tidak lebih dari 2 kali setahun** a. 61% b. 100% c. 36,1% d. 39,47% e. 34,83% f. 70% g. 100% h. 81,2% i. 2 lokasi a. Program Peningkatan Ketahanan Pangan Program Perbaikan Gizi Masyarakat b. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja c. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan d. Program Lingkungan Sehat Perumahan e. Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong a. BPPKP b. Dinas Kesehatan c. Disnakersostrans d. BAPPEDA e. DPU ESDM
RKPD Kabupaten Magelang Tahun 2016 IV - 12 penghasil tembakau.
e. Operasional PNPM (
Dengan nama kegiatan yang Baru ).
f. Perluasan akses layanan
perumahan melalui
fasilitasi dan stimulasi pembangunan
perumahan masyarakat kurang mampu
g. Pemenuhan akses air
bersih melalui Pembangunan Sistem Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat. h. Pembangunan Saluran dan Gorong-gorong Drainase Lingkungan. i. Pembangunan pedesaan
dan Perkotaan melalui Penanganan Lingkungan Permukiman Kumuh.
4.
Prioritas Pengembangan Pertanian, Pariwisata, dan Industri Kecil dan Menengah
fokus pada : a. Peningkatan Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani melalui Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan dan Peningkatan Kesejahteraan Petani b. Pengembangan Sentra a. Jumlah kerjasama pemasaran (kemitraan) yang terjalin*
b. Nilai Tukar Petani* c. Jumlah produksi
perikanan benih
d. Persentase jumlah pasar dengan kategori baik*
e. Obyek Wisata yang dikembangkan* a. 5 MOU b. 106.30 point c. 1.300 juta/ekor d. 62.50% e. 2 obyek a. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan b. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani c. Program Pengembangan Budidaya Perikanan d. Program Peningkatan Sarana a. BPPKP b. Distanbunhut c. Dispeterikan d. Disdagsar
Benih Ikan melalui Pembangunan/
Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Perikanan
c. Revitalisasi Pasar
Tradisional milik Pemda meliputi Revitalisasi
Pasar Muntilan,
Kaliangkrik dan
Windusari.
d. Pembangunan Pasar
Bersama IKM melalui
Pembangunan Gedung IKM Center. e. Pengembangan Destinasi Pariwisata. Perdagangan e. Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 5.
Prioritas Sarana dan Prasarana (Infrastruktur) Publik fokus pada :
a. Peningkatan kualitas dan
kuantitas Jalan,
Jembatan Kabupaten dan desa.
b. Peningkatan kualitas dan kuantitas irigasi melalui Pengelolaan Aset Irigasi (PAI).
c. Penataan perkantoran
melalui Pembangunan
Kantor Camat, kelurahan, DISDIKPORA dan Gedung Olah Raga.
d. Pengadaan Lahan
Terminal Kaliangkrik. e. Jalur Pengurai Kawasan
Artos.
a. peningkatan jalan
kabupaten dalam kondisi baik
b. Peningkatan Jembatan Kabupaten
c. Tersedianya Jalur Pengurai Kawasan Artos*
d. Pembangunan Flyover pertigaan Canguk* e. Tersedianya lahan untuk
pembangunan Jembatan Rejosari Ngembik* f. Pembangunan GOR* a. 69,01% b. 8 lokasi c. 1 paket d. 1 paket e. 1 paket (tanah) f. 1 paket a. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan b. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga c. Program Peningkatan Sarana Perdagangan a. DPU ESDM b. Disdagsar
RKPD Kabupaten Magelang Tahun 2016 IV - 14
f. Penataan Pertigaan
Canguk (Flyover)
6.
Prioritas Lingkungan Hidup
fokus pada :
a. Perlindungan dan
Konservasi Sumber Daya
Alam melalui
Penyelamatan dan
Pengendalian Kawasan Mata Air.
b. Adipura Kota Muntilan.
c. Pengelolaan limbah
melalui Pembangunan
TPS 3R
a. Cakupan penghijauan wilayah rawan longsor dan Sumber Mata Air***
b. Naiknya nilai Adipura*** c. Tersedianya sistem penanganan sampah di perkotaan** a. 3% b. Nilai Adipura menjadi 71 c. 26% a. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam b. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup BLH 7. Prioritas Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan fokus pada :
a. Terlaksananya Merit
Sistem dalam Pengisian
Jabatan melalui
Peningkatan Manajemen Kepegawaian.
b. Terwujudnya SDM
Aparatur yang kompeten
melalui Peningkatan
Kapasitas SDM Aparatur. c. Meningkatnya
penyelenggaraan
pemerintahan yang bersih dan bebas KKN melalui
Peningkatan sistem
pengawasan internal dan pengendalian pelaksnaan kebijakan kepala daerah.
a. Persentase jabatan struktural dan fungsional b. Tercapainya Opini WTP c. Peningkatan PAD
d. Pemantauan Rencana Aksi Daerah- Pencegahan Pemberantasan Korupsi (RAD-PPK) a. 100% b. WTP c. 6% d. 216 orbik a. Program Peningkatan dan Pengembangan b. Pengelolaan dan Keuangan Daerah c. Peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksnaan kebijakan kepala daerah a. BKD b. DPPKAD
8.
Prioritas Keamanan, Ketertiban dan Siaga Bencana fokus pada :
a. Fasilitasi Desa
bersaudara (sister village)
b. Pengembangan Desa
Tangguh Bencana
c. Pembangunan Tempat
Evakuasi Akhir (TEA) d. Peningkatan kualitas
Jalur evakuasi.
a. Jumlah Desa bersaudara (pasang)
b. Jumlah desa Tangguh Bencana (desa)
c. Jumlah shelter school (sekolah) d. Jumlah TEA a. 3 desa b. 5 desa c. 5 desa d. 2 unit a. Pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam b. Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana BPBD
RKPD Kabupaten Magelang Tahun 2016 IV - 16
1.3. POKOK-POKOK PIKIRAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
KABUPATEN MAGELANG 1.3.5. BIDANG PEMERINTAHAN
1. Terkait dengan APBD, Pemerintah Daerah agar mentaati Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana diubah dua kali dan terakhir dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Kuangan Daerah serta memperhatikan tahapan-tahapannya, sehingga tidak selalu mengalami kelambatan.
2. Adanya SILPA yang besar dalam anggaran kegiatan Penegakan Perda mencerminkan kinerja dan perencanaan anggaran kegiatan yang kurang baik untuk itu kedepan agar lebih cermat dalam merencanakan anggaran kegiatan.
Satpol PP diharapkan lebih tegas lagi dalam tugas penegakan Perda dan Perbup yang dirasakan pada saat ini ibarat macan ompong lebih-lebih pada saat ini tidak mampu mengawal Perda Nomor 1 Tahun 2008 tentang Usaha Pertambangan dan Perbup Nomor 26 Tahun 2014 tentang Usaha Pertambangan pada Kawasan Gunung Merapi di Kabupaten Magelang yang mana didalamnya ada klausul yang melarang penggunaan alat berat dalam usaha pertambangan tetapi pada kenyataannya sampai dengan saat ini banyak alat berat yang masih beroperasi secara liar. Ini menunjukkan bahwa memang Satpol PP tidak mampu menegakkan aturan hukum yang berlaku.
Disamping itu Satpol PP harus pro aktif dan komunikatif serta berkoordinasi dengan SKPD lain agar kebutuhan personil yang terkait tugas dalam hal penegakan hukum segera dapat terpenuhi utamanya kebutuhan PPNS yang dalam hal ini harus berusaha terus mengajukan usulan pelantikan ke Kemenkumham bagi PPNS yang telah mendapat pendidikan dan pelatihan sebagai PPNS. Hal ini sangat penting dan mendesak sekali bagi Satpol PP dalam mengawal pelaksanaan aturan hukum baik Undang-undang maupun Perda serta aturan hukum lainnya.
3. Seiring dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2014 tentang Desa, maka dalam upaya pemberdayaan dan peningkatkan kapasitas aparatur desa agar tertib administrasi, maka dewan mendorong adanya pembinaan dan pelatihan secara berkala dari pemerintah daerah. 4. Terkait dengan kegiatan penanganan kasus pengaduan di lingkungan
pemerintah daerah, diharapkan Inspektorat mampu menindaklanjutinya dan dalam penanganan kasus per kasus Inspektorat harus mampu menjaga independensinya sehingga out putnya dapat dipertanggungjawabkan.
5. Meskipun dalam hal anggaran kegiatan kecamatan masih terbatas, tetapi diharapkan agar tetap meningkatkan kinerjanya, walaupun begitu pihak penentu kebijakan dalam hal ini Bupati agar meningkatkan anggaran kecamatan dalam kegiatan-kegiatan koordinasi antar Muspika, anggaran untuk kegiatan event-event budaya, sosial dan olahraga serta anggaran untuk kegiatan pengadaan peralatan kantor yang saat ini juga dirasa sudah kuno dan terbatas. Hal-hal tersebut sangat penting karena kecamatan adalah salah satu garda terdepan dalam pelayanan publik.
6. Pembangunan kantor kecamatan di Kabupaten Magelang agar diprioritaskan untuk bangunan kecamatan yang dirasakan sudah tidak layak lagi dan diharapkan arsitektur bangunannya selaras dengan kondisi dan situasi daerah di kecamatan tersebut.
Untuk wilayah kecamatan di daerah bencana rawan tanah longsor di Kecamatan Windusari, Kaliangkrik dan Kajoran serta bahaya erupsi gunung Merapi di Kecamatan Srumbung, Dukun dan Sawangan supaya anggaran penanggulangan bencana dinaikkan.
7. Sebagai pedoman dan dasar penggunaan anggaran bagi para perangkat desa dan kelurahan, dibutuhkan aturan hukum yang jelas.
8. Masalah status aset program PNPM di desa-desa agar segera dapat ditentukan status kepemilikannya apakah akan menjadi milik desa atau Pemerintah Kabupaten Magelang. Hal ini sangat penting supaya tidak timbul masalah aset dikemudian hari.
9. Kecamatan agar mempersiapkan untuk kegiatan pengisian perangkat desa karena sesuai amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa didalamnya diperintahkan untuk pengisian perangkat desa harus dilaksanakan di tahun 2015.
10. Bagian Humas dan Protokol sebagai juru bicara Pemerintah Daerah