STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
6.2. ARAH KEBIJAKAN
Arah kebijakan pembangunan pada setiap strategi yang dirumuskan untuk mencapai visi dan misi Kabupaten Jepara tahun 2012-2017 adalah sebagai berikut:
6.2.1. MISI PERTAMA:
Mewujudkan tata kelola pemerintah daerah yang adil, bersih, bertanggung jawab, dan bermartabat dengan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam dan APBD sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.
Misi pembangunan Kabupaten Jepara terkait dengan upaya perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik akan dilaksanakan dengan arah kebijakan sebagai berikut:
a. Memadukan pengembangan industri dengan kelestarian dan
kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.
b. Mempersiapkan tata ruang dan penataan wilayah dengan tujuan
memperluas basis-basis pertumbuhan ekonomi, dengan
mengoptimalkan zona-zona industri yang telah ada dan diintegrasi
dengan pengembangan wilayah zona industri baru (Industrial park) dan pembangunan akses jalan.
c. Penataan menyeluruh wilayah-wilayah yang terpusat dalam tiga
perdagangan, industri, dan daerah resapan untuk hutan serta pantai alami.
d. Mengembalikan semua hak rakyat yang paling asasi dan
memperoleh pelayanan pemerintahan yang paling mendasar, seperti: KTP, Akta Kelahiran, dan Akta Perkawinan secara gratis dengan pelayanan yang manusiawi dan bermartabat.
e. Membuat zona industri yang terintegrasi dengan penataan wilayah
dan tata ruang bagi industri dan sektor lainnya.
f. Pemberian jaminan perlindungan hukum secara adil bagi seluruh
rakyat.
g. Tata kelola pemerintah yang bersih, profesional, berorientasi
pelayanan prima bagi masyarakat.
h. Pembenahan sistem administrasi, dan pelayanan informasi bagi
informasi publik secara terbuka dan mudah diakses (memperkuat layanan Pusat Data Elektronik/ PDE disetiap instansi dan lembaga daerah).
i. Mempersiapkan perangkat aturan main dan petunjuk teknis
pelaksanaannya secara konsisten dan terpadu dalam hal penataan operasional dan eksplorasi usaha bahan galian.
6.2.2. MISI KEDUA: Pemberdayaan ekonomi rakyat melalui peningkatan nilai tambah sektor-sektor produktif (UMKM, koperasi, pertanian, nelayan, dan perburuhan) bagi upaya perluasan kesempatan
berusaha dan kesempatan kerja guna
memberantas pengangguran dan kemiskinan.
Misi pembangunan Kabupaten Jepara terkait dengan
pemberdayaan ekonomi rakyat akan diupayakan perwujudannya dengan arah kebijakan sebagai berikut:
a. Mendorong produktivitas usaha menengah,kecil, dan mikro
(UMKM) dan koperasi dengan memberikan fasilitas akses pembiayaan modal usaha dan investasi dengan pola subsidi bunga.
b. Mendayagunakan fasilitas “Resi Gudang” dengan fasilitas
penjaminan yang digaransi oleh pemerintah daerah sehingga petani dapat memperkuat posisi jual ketika menghadapi pasar.
c. Orientasi kebijakan industri yang pro job, membuka kesempatan
kerja yang lebar dengan menurunkan “high cost economy” dengan menata birokrasi dan regulasi daerah terkait investasi.
d. Memperkuat posisi tawar petani dalam pasar produk pertanian
melalui kerjasama pengolahan dan pembelian produk pertanian oleh pemerintah daerah.
e. Optimalisasi lahan tambak untuk perikanan darat dan revitalisasi
alat tangkap untuk pemberdayaan nelayan.
f. Pengolahan pasca panen ikan.
g. Mendorong terbentuknya pola pembinaan petani lewat kelompok
tani dan koperasi tani, dimana kelompok-kelompok tani tersebut diberi insentif untuk mengembangkan peternakan sapi atau kambing.
h. Mengembangkan pola tumpang sari tanaman ladang dan kebun yang diarahkan untuk menunjang sumber bahan baku untuk
industri kerajinan rakyat yang bisa diarahkan untuk
mengembangkan industri skala rumah tangga (kecil) di pedesaan.
i. Mengembangkan penanaman hutan tanaman industri sebagai
sumber bahan baku kayu maupun perkebunan tanaman pangan.
6.2.3. MISI KETIGA: Peningkatan percepatan capaian pembangunan
untuk semua, serta perbaikan kualitas
lingkungan, mencakup pembangunan
pembangunan manusia seutuhnya, lewat
peningkatan mutu pendidikan, layanan publik,
kesehatan, pemberdayaan ibu dan anak,
pemuda, olahraga, sanitasi lingkungan dan penataan kehidupan sosial masyarakat.
Misi pembangunan Kabupaten Jepara terkait dengan aksesbilitas pelayanan sosial dasar dalam mengembangkan potensi yang dimiliki akan diupayakan perwujudannya melalui arah kebijakan sebagai berikut:
a. Mendorong terjadinya paradigma pengelolaan pendidikan berbasis
komunitas di perdesaan,seperti pesantren dan madrasah dengan dorongan pembiayaan yang memadai sehingga membuka kesempatan pendidikan seluas-luasnya bagi rakyat perdesaan.
b. Pendidikan dasar dan menengah seharusnya menyediakan
seluas-luasnya kesempatan sekolah bagi rakyat secara berkualitas, bermutu, dan berstandar baik.
c. Mendesain kembali sistem pengelolaan keuangan dan sumber
pembiayaan bagi pendidikan dasar dan menengah dengan sistem pembiayaan yang adil dan transparan.
d. Pelayanan terpadu dan berkualitas dari seluruh puskesmas dan
RSUD dengan pola pembiayaan bersubsidi (gratis) dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat bagi masyarakat miskin.
e. Membangun dan memperkuat infrastruktur (fisik, dan non fisik)
keolahragaan dan pusat-pusat kegiatan kepemudaan guna menampung minat, bakat, dan tempat menempa prestasi generasi muda.
f. Mendorong terbentuknya sentra-sentra layanan rumah sehat
dengan pola pelayanan kesehatan terpadu yang terintegrasi dengan basis-basis pelayanan tempat ibadah dan Posyandu ditingkat RT.
g. Pembinaan dan pengembangan bidang kepemudaan lewat
peningkatan prestasi dan kemampuan potensi pemuda
(kewirausahaan, ketrampilan, dan pendidikan dan pelatihan tepat guna).
h. Meningkatkan kapasitas dan prestasi bidang keolahragaan menuju
i. Menggalakkan iklim dan kompetisi olahraga dan kesenian serta membudayakan semangat menghargai prestasi anak-anak muda yang memberi kontribusi bagi pengembangan prestasi pemuda dan pembangunan daerah.
j. Menghidupkan kembali pola kesadaran kesehatan masyarakat
berbasis keluarga dan lingkungan, seperti menggalakkan program KB lewat Posyandu, bercocok tanam di pekarangan rumah dengan tanaman obat, menghidupkan kembali tenaga penyuluh kesehatan dan KB di setiap desa.
k. Menerapkan pola capaian hasil layanan kesehatan yang
mengadopsi indikator-indikator capaian indikator-indikator
pembangunan abad millenium (millenium development goals/
MDGs).
l. Pengembangan standar pendidikan yang bermutu berbasis
kapasitas kognitif dan motorik, serta kualitas akhlak.
6.2.4. MISI KEEMPAT:
Mewujudkan masyarakat madani kabupaten Jepara dalam sistem tatanan sosial budaya yang luhur serta berkarakter agar bermartabat.
Misi pembangunan Kabupaten Jepara terkait dengan pembangunan kehidupan sosial budaya masyarakat akan diupayakan perwujudannya melalui arah kebijakan sebagai berikut:
a. Mensinkronisasikan kebijakan pengembangan budaya dan seni
yang memiliki keunggulan dengan paket tourism, sehingga tercipta sinergi yang saling menguntungkan.
b. Pengembangan budaya dan seni yang sejalan dengan
pengembangan karakter budaya lokal dengan mempertimbangkan arah perubahan jaman, di era global dan kompetisi.
c. Mendorong terbentuknya sentra-sentra industri kerajinan rakyat
berbasis komunitas (koperasi rukun tetangga) di setiap Desa diharapkan menjadi lebih menggeliat ekonominya dan mampu menjadi daya tarik para pemuda untuk bekerja di desanya.
d. Pengembangan budaya daerah berbasis budaya unggulan
kecamatan melalui pengadaan event budaya dan seni.
6.2.5. MISI KELIMA: Terciptanya nilai budaya unggul (kreatif, produktif, dan inovatif) di dalam pergaulan tata pemerintahan daerah dan lingkungan masyarakat Jepara.
Misi pembangunan Kabupaten Jepara terkait dengan peningkatan keunggulan dan daya saing daerah akan diupayakan perwujudannya melalui arah kebijakan sebagai berikut:
a. Transparansi, akuntabilitas, dan meningkatkan kapabilitas
pengelolaan institusi pemerintah daerah yang optimal dan pro investasi yang menguntungkan bagi rakyat.
b. Mengembangkan dan merestorasi tujuan-tujuan wisata, terutama
wisata alam dan budaya yang selama ini kurang terkelola dengan baik, tanpa membebani APBD.
c. Memetakan dan membuat strategi promowisata di pasar domestik dan luar dengan model “strategic partner” dengan para pengusaha jasa, biro wisata kelas dunia.
d. Mensinergikan kebijakan pengembangan wilayah perdagangan
dengan sektor jasa (hotel, restoran, dan pusat-pusat kerajinan dan oleh-oleh) yang terintegrasi dengan penataan kawasan wisata).
e. Penguatan kluster industri unggulan yang berdaya saing sehingga
kebijakan bisa fokus pada industri-industri unggulan yang terintegrasi dengan industri kecil dan menengah yang nantinya diarahkan menjadi “strategic partners” bagi industri besar.
f. Meningkatkan kapasitas struktur dan infrastruktur pasar tradisional
guna meningkatkan daya saing dan transaksi perdagangan sehingga dapat meningkatkan derajat dan pendapatan bagi pedagang tradisional.
g. Membangun kemitraan strategis antara para pedagang pasar,
masyarakat (swasta) dan pemerintah daerah dengan semangat saling menguntungkan dan memberi manfaat dalam menjalankan program-program pembangunan dan meningkatkan kapasitas pasar tradisional.
h. Memotong mata rantai perdagangan yang hanya menjadi sumber
rente dan keuntungan besar bagi para tengkulak dan pedagang dengan hanya menyisakan keuntungan kecil bahkan cenderung merugikan petani, peternak, serta nelayan kecil.
i. Keuntungan dari pasar grosir hasil pertanian dan peternakan
seutuhnya dikembalikan ke kas pemerintah daerah guna menunjang program-program subsidi bunga bagi kredit pertanian, nelayan, dan peternakan rakyat,sekaligus menopang anggaran bagi subsidi pupuk, bibit ternak,dan alat melaut yang akan menjadi
prioritas utama dalam pengembangan sektor pertanian,
BAB VII