• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

4.1. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN

Secara umum permasalahan pokok pada masing-masing urusan pemerintahan di Kabupaten Jepara pada Tahun 2007 sampai dengan 2012 yang dikelompokkan dalam 5 (lima) bidang permasalahan yaitu

permasalahan tata kelola pemerintahan, permasalahan pemberdayaan

ekonomi kerakyatan, permasalahan permasalahan pembangunan manusia seutuhnya, permasalahan perwujudan sistem tatanan sosial

budaya dan permasalahan perwujudan keunggulan daerah, sehingga perlu menjadi perhatian bersama dalam periode pembangunan jangka menengah Kabupaten Jepara Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2017 adalah sebagai berikut:

4.1.1. PERMASALAHAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN DAERAH

Adanya keluhan masyarakat terhadap pelayanan umum yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara (urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian), kurang efektif dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan di daerah (urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian), kurang optimalnya pegawai dalam memahami tugas pokok dan fungsinya (urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian), belum optimalnya pengelolaan pendapatan Asli Daerah dan aset daerah (urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian), adanya aspirasi masyarakat yang belum tertampung di tingkat kabupaten (urusan perencanaan pembangunan), belum optimalnya proses dan mekanisme pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah yang demokratis, partisipatif,

aspiratif, transparan dan akuntabel (urusan perencanaan

pembangunan), terbatasnya sumber daya manusia perencana baik dari kualitas maupun kuantitas (urusan perencanaan pembangunan),

terbatasnya sumberdaya perencana pembangunan dalam

mengimplementasikan Pengarus Utamaan Gender (PUG) di Jepara

(urusan perencanaan pembangunan), belum sinergis dan

terintegrasinya perencanaan baik yang bersifat perencanaan makro, pembangunan kewilayahan maupun sektoral, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan (urusan kependudukan dan catatan sipil), program Elektronic Goverment

(e-gov) dalam sistem administrasi kependudukan dan pencatatan sipil

masih belum optimal (urusan kependudukan dan catatan sipil), pentingnya sinkronisasi dan harmonisasi data pemerintahan dan pembangunan yang dimiliki SKPD dan instansi pemerintah (urusan statistik), kurangnya penegakan hukum, rendahnya kesadaran masyarakat, pemanfaatan sumber daya alam yang melampaui daya dukung lingkungan, Berdampakan pada penurunan kualitas lingkungan hidup (urusan lingkungan hidup), terbatasnya Sumberdaya Manusia (SDM) dan sarana prasarana Pemeliharaan LPJU dan pertamanan (urusan penataan ruang), masih tingginya beban pembayaran PPJU yang ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (urusan penataan ruang), kurangnya sarana prasarana pembangunan dan pemeliharaan taman-taman kota (urusan penataan ruang), belum maksimalnya pengawasan dan pengendalian tata ruang daerah (urusan penataan ruang), masih adanya beberapa bidang aset Pemerintah Daerah yang belum

tersertifikat (urusan bidang pertanahan), belum optimalnya

(urusan energi dan sumber daya mineral), dan belum optimalnya pengelolaan Arsip daerah (urusan kearsipan).

4.1.2. PERMASALAHAN PEMBERDAYAAN EKONOMI KERAKYATAN

Belum mantapnya kinerja koperasi, IKM, UMKM yang disebabkan masih lemahnya SDM, terbatasnya permodalan dan manajemen serta lemahnya dalam upaya mengakses pasar (urusan koperasi dan usaha kecil menengah), belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ekonomi daerah (urusan koperasi dan usaha kecil menengah), belum tercapainya Upah Minimum Kabupaten (UMK) ke Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 100% karena iklim industri belum menentu (urusan ketenagakerjaan), masih banyaknya perusahaan yg

belum memahami aturan-aturan ketenagakerjaan (urusan

ketenagakerjaan), kurang pahamnya tenaga kerja dan perusahaan akan hak hak dasar sebagai pekerja yang menyangkut : Upah, Jamsostek, Cuti (urusan ketenagakerjaan), diperlukannya pengembangan usaha industri kreatif dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi masyarakat (urusan ketenagakerjaan), kurangnya penerapan dan

pengembangan tehnologi serta ketrampilan pengelolaan dan

pemanfaatan potensi sektor ekonomi strategis daerah (urusan ketenagakerjaan), belum optimalnya upaya-upaya penganekaragaman dan pengamanan pangan (urusan ketahanan pangan), belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya pesisir dan Kepulauan Karimunjawa (urusan kelautan dan perikanan), belum berfungsinya TPI sebagai lembaga lelang ikan yang dapat mengatur tataniaga perikanan (urusan kelautan dan perikanan), masih rendahnya produktifitas nelayan (urusan kelautan dan perikanan), terjadi peningkatan kawasan kritis akibat terjadinya abrasi yang disebabkan karena terbatasnya hutan pantai dan bangunan sipil teknis (urusan kelautan dan perikanan), rendahnya posisi tawar petani dalam pasar

produk pertanian (urusan pertanian), masih diperlukannya

pengembangan agroindustri dan agribisnis dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani (urusan pertanian), rendahnya tingkat permodalan petani/kelompok tani (urusan pertanian), rendahnya SDM petani/kelompok tani di bidang upaya peningkatan produksi (urusan pertanian), masih banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian (urusan pertanian), kurangnya partisipasi dan kepedulian masyarakat dalam dukungan penyelamatan, pemulihan, pemeliharaan dan pemberdayaan sumber daya alam dan hutan (urusan kehutanan), perlu peningkatan anggaran guna proses kerjasama mendukung penyelenggaraan transmigrasi mengingat jumlah calon peserta transmigrasi yang semakin banyak (urusan transmigrasi).

4.1.3. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN MANUSIA SEUTUHNYA

Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B cenderung mengalami penurunan (urusan pendidikan), masih terbatasnya kualitas dan kuantitas tenaga kependidikan (urusan pendidikan), mutu pendidikan masih perlu ditingkatkan (urusan pendidikan), masih rendahnya jumlah sekolah berstandar nasional (urusan pendidikan), masih kurang mendukungnya kualitas lingkungan dan perilaku hidup sehat masyarakat (urusan kesehatan), masih belum optimalnya kuantitas dan kualitas sarana kesehatan (urusan kesehatan), masih tingginya prosentase balita gizi buruk (urusan kesehatan), besarnya tuntutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan

masyarakat yang bermutu (urusan kesehatan), cenderung

meningkatnya penyakit menular utamanya HIV dan AIDS (urusan kesehatan), masih terbatasnya sarana dan prasarana keolahragaan (urusan pemuda dan olah raga), masih rendahnya pemahaman terhadap gender dan perlindungan anak (urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak), adanya kesenjangan cukup jauh antara Indek Pembangunan Manusia (IPM) dan Indek Pembangunan Gender (IPG), Indek Dayaguna Gender (IDG) (urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak), rendahnya pengetahuan remaja tentang reproduksi sehat (urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera), kurangnya penyediaan alat dan obat kontrasepsi (alkon) untuk memenuhi permintaaan masyarakat akan pelayanan KB implant (urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera), kurangnya jumlah penyuluh Keluarga Berencana (urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera), rendahnya pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai kepahlawanan (urusan sosial), banyaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial yang belum mendapat pelayanan dan fasilitasi dari pemerintah daerah (urusan sosial), perlunya peningkatan sarana, prasarana dan pembiayaan bagi perpustakaan daerah dan perpustakaan desa (urusan perpustakaan), rendahnya kualitas dan kuantitas sarana prasarana dan infrastruktur untuk memperlancar akses perekonomian di perkotaan dan pedesaan (urusan pekerjaan umum), banyak bangunan drainase yang sudah rusak sehingga fungsi pengairan terganggu (urusan pekerjaan umum), kondisi sanitasi (sampah, drainase, air limbah) belum memadai (urusan pekerjaan umum), cakupan pelayanan air bersih belum merata (urusan pekerjaan umum), masih terdapat lingkungan permukiman yang kurang layak (urusan perumahan), dan perlunya peningkatan sarana dan prasarana transportasi jalan (urusan perhubungan).

4.1.4. PERMASALAHAN PERWUJUDAN SISTEM TATANAN SOSIAL BUDAYA

Masih terdapatnya SKPD yang belum terhubung jaringan internet (urusan komunikasi dan informatika), masih banyak masyarakat yang kurang mendapatkan informasi tentang kegiatan pemerintah daerah

(urusan komunikasi dan informatika), perlunya peningkatan

kewaspadaan terhadap konflik akibat proses demokratisasi,

meningkatkan kesadaran hukum masyarakat serta pengendalian terhadap kondisi rawan bencana (urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri), kurangnya pemberdayaan masyarakat perdesaan melalui

teknologi tepat guna (urusan pemberdayaan masyarakat dan desa), kurangnya sarana pelatihan tenaga kerja bagi masyarakat perdesaan melalui lembaga-lembaga ekonomi masyarakat (urusan pemberdayaan masyarakat dan desa), dan kurangnya sentra-sentra kebudayaan di wilayah Kecamatan (urusan kebudayaan).

4.1.5. PERMASALAHAN PERWUJUDAN KEUNGGULAN DAERAH

Rendahnya jumlah dan nilai investasi berskala nasional/PMDN (urusan penanaman modal), kurangnya promosi potensi dan peluang investasi Kabupaten Jepara di tingkat Nasional (urusan penanaman modal), terbatasnya anggaran untuk peningkatan sarana prasarana di obyek wisata (urusan pariwisata), minimnya sumber daya manusia yang profesional di bidang pariwisata (urusan pariwisata), kurangnya koordinasi antar daerah (regional) dan lintas sektoral serta dengan

pelaku pariwisata (urusan pariwisata), rendahnya kesadaran

masyarakat terhadap kegiatan pariwisata (urusan pariwisata), belum adanya pemetaan zona industri yang terintegrasi dengan penataan wilayah dan tata ruang bagi industri dan sektor lainnya (urusan perindustrian), kurang padunya pengembangan industri dengan kelestarian dan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan (urusan perindustrian), belum tersedianya sarpras Perdagangan yang memadai (urusan perdagangan).

Dokumen terkait