BAB V PENUTUP
B. Saran
Dari kesimpulan di atas, maka sebagai saran atau rekomendasi dalam penelitian ini, diharapkan :
1. Fokus Program Penanganan Kawasan Kumuh, berbasis peremajaan, ataupun perbaikan sarana prasarana sangat penting, akan tetapi persoalan sosial dan ekonomi di masyarakat sangat sensitif, untuk itu sebenarnya metode yang paling tepat dalam penanganan persoalan permukiman kumuh di perkotaan adalah
perbaikan dalam aspek sosiologi masyarakat, degan tidak mengingkari pentinya perbaikan kondisi fisik lingkungan kumuh.
2. Eksplorasi menjadi bagian penting dalam melakukan penelitian yang bersifat kualitatif (postpositivistik), dikarenakan metode kualitatif membutuhkan daya nalar, kreatifitas dan interpretasi yang baik untuk menemukan hasil, sehingga peneliti selanjutnya yang ingin meneliti dengan topik yang sama, diharapkan agar lebih mengeksplore intelegensinya.
DAFTAR PUSTAKA
Berry, David. 1983. Pokok-pokok Pikiran dalam Sosiologi (Penyunting Paulus Wirutomo). Rajawali : Jakarta.
Brotosunaryo, 2009. NVRP (Studi Kasus Kondominum/Apartemen di Kota Jakarta Pusat). Disertasi Tidak Diterbitkan, Program Doktor Arsitektur dan Perkotaan, Fakultas Teknik Universitas diponegoro : Semarang.
Budihardjo, E. 1998. Sejumlah Masalah Pemukiman Kota. Edisi Ketiga, Alumni : Bandung.
Badan Pusat Statistik (BPS). Kota Makassar Dalam Angka Tahun 2018.
BPS : Makassar.
Badan Pusat Statistik (BPS). Kecamatan Panakukang Dalam Angka Tahun 2017. BPS : Makassar.
Clinard, Marshal B. 1968. Slums and Community Development. The Free Press, New York, Collier-Mac Millan : London.
Evers, Hans-Dieter. 1995. Sosiologi Perkotaan. LP3ES : Jakarta.
Kuntjaraningrat, 1984. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan.
Gramedia : Jakarta.
Kusumah, Mulyana W. 1980. Kriminologi dan Masalah Kejahatan. Armico : Bandung.
Lee, Everett S. 1984. Suatu Teori Migrasi, terjemahan. Lembaga
Mangalam, J.J. 1968. Human Migration : a Guide to Migration Literature in English. Lexington : University of Kentucky.
Merton, Robert K. 1957. Social Theory and Social Structure, The Free Press : New York.
Nasikun. 1980. Urbanisasi Berlebih, Involusi Perkotaan dan Radikalisme Politik di Negara-negara Berkembang. Prisma 8 (6), LP3ES : Jakarta.
Reksodiputro, Marjono, 1990. Masalah Kejahatan di Daerah Perkotaan.
PAU-IIS : Jakarta.
Sanduan, V. 2016. Analisis Efektifitas Pembangunan Rusunawa Mariso Sebagai Alternatif Penanganan Permukiman Kumuh (Studi Kasus ; Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso, Kota Makassar). Universitas Bosowa : Makassar.
Soekanto, Soerjono. 1983. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial.
Ghalia Indonesia : Jakarta.
Soemadi. 1990. Kebijaksanaan Pembangunan Pemukiman di Perkotaan dan Peremajaan Pemukiman Kumuh. Kantor Menteri Perumahan Rakyat, Jakarta.
Sugiono, 2012. Memahami Penelitian kualitatif. Kualitatif & R&D.Bandung : Alfabeta
Susanto, Sri Soewasti. 1974. Sanitasi Lingkungan di Kota-kota Besar.
Prisma 5, 1974, LP3ES : Jakarta.
Young, Elspreth. 1984. Pengantar Kependudukan. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.
Zoebir, Zuryawan, I. 2008. Perilaku Menyimpang Masyarakat Migran Pemukiman Kumuh Di Perkotaan, Studi Kasus : DKI Jakarta. Jurnal (diterbitkan). Universitas Indonesia : Depok.
NO INFORMAN EMIK KONSEP EMIK KONSEP ETIK KESIMPULAN 1.
2.
Bpk. R, 47 Thn,
Bpk. Hm, 52 thn
“...Hampir setiap tahun itu selalu ada warga Tamamaung yang bermasalah dengan polisi...misalnya itu baru kemarin ada warga RW 02 ditangkap polisi, gara-gara kasus narkoba (sabu-sabu)...sudah lama memang diincar intel Reskrim Polres Makassar Timur...”.
(wawancara, tgl 12 Juni, 2018).
“...Data resminya kami tidak punya...tetapi berdasarkan pengamatan kami sebagai penanggungjawab wilayah, yang paling sering kejadian adalah kasus pencurian di kos-kosan mahasiswa dan rumah warga...yang kedua mungkin kasus buang sampah sembarangan kedalam kanal (sungai)...kira-kira itu yang saya ketahui...”. (wawancara tgl 12 Juni, 2018).
“...masih banyak dari warga belum memiliki KTP Kota Makassar, saya sudah suruh mengurus ke DUKCAPIL Kota di Jln. Alauddin...terus kalo Akta tanah, sampai saat ini data yang kita punya juga belum valid...artinya datanya belum rampung...begitu juga terkai IMBnya...”.
(wawancara tgl 12 Juni, 2018).
“...sekitar satu atau dua bulan lalu, baru terjadi kasus pencurian di rumah warga...setelah itu terjadi kasus pemukulan terhadap warga lorong sebelah (RW 03)...”. (wawancara tgl, 13 Juni 2018).
Perilaku menyimpang masyarakat lebih banyak mengarah pada tindakan-tindakan kriminal seperti mencuri, menodong, memalak, selain itu masih banyak masyarakat yang membuang sampah kedalam kanal, serta belum memiliki IMB, Akta tanah dan KTP.
1. Dalam teori sosiologi yang dikemukakan
oleh Merton bedasarkan teori anomie Durkheim, anomie akan muncul dalam situasi dimana orang menyadari bahwa mereka tidak dapat mencapai aspirasi dan tujuan budaya yang dominan melalui cara yang sah. Individu mungkin menyadari misalnya saja, bahwa betapapun ia bekerja keras, ia tidak dapat mencapai tingkat kekayaan materi yang diharapkan. Dalam keadaan yang demikian ini, perilaku menyimpang mungkin akan timbul. Jadi kewajiban moral untuk mencapai keberhasilan menimbulkan desakan untuk berhasil, baik melalui cara yang layak
Perilaku masyarakat yang paling sering terjadi adalah perilaku yang mengarah pada tindakan kriminal.
Hal ini menunjukan bahwa masyarakat di kawasan kumuh Tamamaung Kecamatan Panakukang, cenderung melakukan tindakan menyimpang dari norma, hukum dan kaidah agama.
MATRIKS ANALISIS ISI (CONTENT ANALYSIS) HASIL INTERVIEW LAMPIRAN
3.
4
Bpk. J, 43 thn
Dg. H, 48 thn
“...alhamdulillah, setiap Kepala Keluarga disini sudah punya Kartu Keluarga...hampir semua warga disini sudah punya KTP...kalau IMB belum semuanya punya, karena status tanah beberapa warga belum jelas...” (wawancara, tgl 13 Juni 2018).
“ kasus yang baru-baru ini terjadi adalah kasus pemalakan...orang dipajaki sekitar jam 2 malam, kalo nda salah sudah seminggu...mahasiwi, kuliah di kampus sekitar sini...katanya pulang dari rumah teman...”.(wawancara, tgl 14 Juni 2018).
“...kalau di lingkunganku (RT 08) paling sering terjadi tindakan kriminal, macam pemalakan (orang lewat baru dipajaki), orang berkelahi, pencurian (palukka),...ituji saja...tetapi jarang-jarang juga kalo dalam setahun...mungkin ta satu kali dua kali...” (wawancara, tgl 14 Juni 2018).
“...warga disini rata-rata belum punya IMB, akta tanah...tetapi mereka punya KTP Makassar...ada juga yang sudah lama masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT)...mungkin sekitar 70-80 persen sudah punya KTP...”(Wawancara, tgl 14 Juni 2018).
“...di lorongta ini masih sering terjadi kasus-kasus kriminal, macam orang berkelahi, terus orang palukka,...ee tapi memang sudah jarang...dalam setahun mungkin satu kali ji...”(Wawancara, tgl 14 Juni 2018).
5
6
Tn. SM, 20 thn
Bpk. S, 32 thn
“...kalo kasus yang sering terjadi disni, biasanya orang-orang masih buang sampah di kanal...biar juga ditegur masih tetap buang sampah...kalo ditanya kenapa, jawabnya tempat bak sampah jauh dudu...”(Wawancara, tgl 14 Juni 2018).
“...status tanah disini masih belum jelas...karena yang tinggal disekitar kanal, mulai dari belakang kampus Bosowa sampai ke pasar Petarani, rata-rata sudah mulai bangunan permanen...meskipun tinggal diatas tanah samping kanal...saya nda tau status mereka yang tinggal di belakang kampus Bosowa...kalo saya sudah ada akta tanahku, ada juga KK, tapi sementara masih mengurus IMB...kalo KTP pasti adami..”(wawancara, tgl 14 Juni 2018).
“...kurang lebih satu atau dua tahun lalu, di lorongku ini sering terjadi kasus pencurian di kos-kosan dan rumah warga...terutama waktu musim hujan...biar pagi, siang, sore atau malam, selalu terjadi pencurian...seperti sudah tradisi begitu...”(wawancara, tgl 13 Juni 2018)
“...yang paling sering terjadi disini adalah kasus pencurian, mungkin yang kedua itu kasus orang dipajaki...tapi itu satu dua tahun lalu...kalo sekarang sudah jarang terjadi...”(wawancara, tgl 13 Juni 2018).
“...dalam 2 tahun terakhir Kota Makassar