• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas Akhir

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA PERENCANAAN TATA RUANG DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

2.3 Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota

2.3.4 Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah Kota

Arahan pemanfaatan ruang wilayah kota merupakan upaya perwujudan rencana tata ruang yang dijabarkan ke dalam indikasi program utama penataan/pengembangan kota dalam jangka waktu perencanaan lima (5) tahunan sampai akhir tahun perencanaan dua puluh (20) tahun.

Arahan pemanfaatan ruang wilayah kota berfungsi:

1. Sebagai acuan bagi pemerintah dan masyarakat dalam pemrograman penataan/pengembangan kota;

di Kota Surakarta

Tugas

Akhir

38 3. Sebagai dasar estimasi kebutuhan pembiayaan dalam jangka waktu lima

(5) tahunan;

4. Sebagai dasar estimasi penyusunan program tahunan untuk setiap jangka lima (5) tahun; dan

5. Sebagai acuan bagi masyarakat dalam melakukan investasi. Arahan pemanfaatan ruang wilayah kota disusun berdasarkan: 1. Rencana struktur ruang dan pola ruang;

2. Ketersediaan sumber daya dan sumber dana pembangunan;

3. Kesepakatan para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan; dan

4. Prioritas pengembangan wilayah kota dan pentahapan rencana pelaksanaan program sesuai dengan RPJPD.

Arahan pemanfaatan ruang wilayah kota disusun dengan kriteria:

1. Mendukung perwujudan rencana struktur ruang kota, pola ruang kota dan pengembangan kawasan strategis kota;

2. Mendukung program utama penataan ruang wilayah nasional dan provinsi;

3. Realistis, objektif, terukur, dan dapat dilaksanakan dalam jangka waktu perencanaan;

4. Konsisten dan berkesinambungan terhadap program yang disusun, baik dalam jangka waktu tahunan maupun antar lima tahunan; dan

5. Sinkronisasi antar program harus terjaga dalam satu kerangka program terpadu pengembangan wilayah kota.

Indikasi program utama dalam arahan pemanfaatan ruang wilayah kota meliputi:

1. Usulan Program Utama

Usulan program utama adalah program-program utama pengembangan wilayah kota yang diindikasikan memiliki bobot kepentingan utama atau diprioritaskan untuk mewujudkan struktur dan pola ruang wilayah kota sesuai tujuan penataan ruang wilayah kota.

di Kota Surakarta

Tugas

Akhir

39 2. Lokasi

Lokasi adalah tempat dimana usulan program utama akan dilaksanakan.

3. Besaran

Besaran adalah perkiraan jumlah satuan masing-masing usulan program utama pengembangan wilayah yang akan dilaksanakan.

4. Sumber Pendanaan

Sumber pendanaan dapat berasal dari APBD Kota, APBD provinsi, APBN, swasta, dan/atau masyarakat.

5. Instansi Pelaksana

Instansi pelaksana adalah pihak-pihak pelaksana program utama yang meliputi pemerintah (sesuai dengan kewenangan masing-masing pemerintahan), swasta, serta masyarakat.

6. Waktu dan Tahapan Pelaksanaan

Usulan indikasi program utama direncanakan dalam kurun waktu perencanaan dua puluh (20) tahun yang dirinci setiap lima (5) tahunan, sedangkan masing-masing program mempunyai durasi pelaksanaan yang bervariasi sesuai kebutuhan. Penyusunan indikasi program utama disesuaikan dengan pentahapan jangka waktu lima (5) tahunan RPJP Daerah Kota.

Arahan pemanfaatan ruang, sekurang-kurangnya memiliki muatan sebagai berikut:

1. Perwujudan rencana struktur wilayah kota:

a. Perwujudan pusat pelayanan kegiatan kota; dan

b. Perwujudan sistem jaringan prasarana kota, yang mencakup pula sistem prasarana nasional dan wilayah/regional dalam wilayah kota:

1) Perwujudan sistem jaringan transportasi di wilayah kota, yang meliputi sistem prasarana transportasi darat, udara, dan air;

2) Perwujudan sistem jaringan sumber daya air; 3) Perwujudan sistem jaringan energi dan kelistrikan; 4) Perwujudan sistem jaringan telekomunikasi;

di Kota Surakarta

Tugas

Akhir

40 5) Perwujudan sistem persampahan, sanitasi dan drainase; dan 6) Perwujudan sistem jaringan lainnya.

2. Perwujudan rencana pola ruang wilayah kota: a. Perwujudan kawasan lindung; dan b. Perwujudan kawasan budi daya. 3. Perwujudan kawasan-kawasan strategis kota.

Susunan indikasi program utama tersebut di atas merupakan susunan minimum yang harus diacu dalam setiap penyusunan arahan pemanfaatan ruang kota. Tetapi pada masing-masing bagian dapat dijabarkan lebih rinci sesuai kebutuhan pemanfaatan ruang atau pengembangan kawasan masing- masing wilayah kota.

Matriks susunan tipikal indikasi program utama dalam penyusunan RTRW Kota disajikan dalam tabel berikut:

di Kota Surakarta

Tugas

Akhir

41

Tabel 2.1

Matrik Susunan Tipikal Indikasi Program Utama dalam Penyusunan RTRW Kota

No Program Utama Lokasi Besaran Waktu Pelaksanaan Sumber

Dana

Instansi Pelaksana PJM-1 (x1-x5) PJM-2 (x5-x10) PJM-3 (x10-x15) PJM-4 (x15-x20)

A Perwujudan Struktur Ruang 1 Perwujudan Pusat-pusat Pelayanan

1.1. ... 1.2. ...

2 Perwujudan Sistem Prasarana 1.1. Transportasi * ... * ... 1.2.Jar Energi Listrik * ... * ... 1.3. ... * ... * ...

B Perwujudan Pola Ruang 1 Perwujudan Kawasan Lindung

* ... * ...

2 Perwujudan Kawasan Budidaya * ...

* ...

C Perwujudan Kawasan Strategis Kota 1 1.1. ...

* ... * ... 1.2...

di Kota Surakarta

Tugas

Akhir

42

2.4 Pembangunan

Widodo (2006: 4) mendefinisikan pembangunan sebagai upaya multidimensional yang meliputi perubahan pada berbagai aspek termasuk di dalamnya struktur sosial, sikap masyarakat, serta institusi nasional tanpa mengesampingkan tujuan awal yaitu pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan serta perluasan kesempatan kerja.

Menurut Todaro yang dikutip oleh Widodo (2006: 5) proses pembangunan yang dilakukan haruslah memiliki tiga nilai inti dan tiga tujuan pembangunan Tiga nilai inti pembangunan adalah:

1. Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar (sustenance). Semua individu memiliki kebutuhan dasar yang menyebabkan dia hidup. Kebutuhan pangan meliputi pangan, sandang, kesehatan dan proteksi. 2. Manusia terhormat (self-esteem). Salah satu komponen universal hidup

adalah harga diri. Semua orang dan masyarakat mencari bentuk dasar harga diri yang mungkin kemudian disebut: keaslian, identitas, kehormatan, penghargaan atau kemasyuran.

3. Kebebasan (freedom from servitude). Kebebasan disini dipahami sebagai kebebasan yang terkait dengan emansipasi, kepedulian, penderitaan dan lain-lain.

Adapun tujuan dari pembangunan meliputi:

1. Peningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang, baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll.

2. Penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang.

3. Peningkatan kebebasan (freedom/democracy) setiap orang. Untuk mencapai tujuan di atas, perlu diupayakan:

1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan 1) Antar daerah

2) Antar sub daerah

di Kota Surakarta

Tugas

Akhir

43 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja.

4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.

5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan).

Dokumen terkait