Arahan rencana struktur ruang dan pola ruang Kabupaten Badung disajikan pada Tabel III.1
Tabel III.1 Arahan Struktur Ruang dan Pola Ruang Kabupaten Badung
ARAHAN POLA RUANG ARAHAN STRUKTUR RUANG
Rencana pola ruang wilayah Kabupaten Badung, mencakup: kawasan lindung dan kawasan budidaya.
A. Rencana pengembangan
kawasan lindung mencakup:
a. Kawasan yang memberikan
perlindungan Kawasan bawahann, meliputi :
• Kawasan hutan lindung; • Kawasan resapan air.
b. Kawasan perlindungan setempat,
Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Badung terdiri atas : sistem pusat pelayanan; dan sistem jaringan prasarana Wilayah.
Sistem pusat pelayanan terdiri atas: sistem perkotaan; dan sistem perdesaan.
Sistem perkotaan di Kabupaten Badung mencakup
a. PKN merupakan bagian dari kawasan
perkotaan Sarbagita : Kuta merupakan kawasan perkotaan inti; Mangupura
III - 35
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM)
Kabupaten Badung 2015 -2019 HASIL REVIEW TAHUN 2017
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
ARAHAN POLA RUANG ARAHAN STRUKTUR RUANG
meliputi :
• Kawasan Suci, mencakup
:Kawasan Suci gunung;Kawasan Suci
campuhan; Kawasan Suci
loloan;Kawasan Suci pantai;Kawasan Suci laut;Kawasan Suci mata air;
danKawasan Suci Catus Patha.
• Kawasan Tempat Suci,
mencakup : Kawasan radius
kesucian Pura Sad
Kahyangan;Kawasan radius
kesucian Pura Dang
Kahyangan;Kawasan radius
kesucian Pura Kahyangan
Jagat; danKawasan radius
kesucian Pura Kahyangan Tiga
dan Pura lainnya.
• Kawasan Sempadan Pantai;
• Kawasan Sempadan Sungai;
• Kawasan sempadan
waduk/estuary dam; dan
• Kawasan Sempadan Jurang.
c. Kawasan pelestarian alam dan
cagar budaya, meliputi :
• Kawasan Taman Hutan Raya;
• Kawasan Taman Wisata Alam;
• Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; dan
• Kawasan cagar budaya.
d. Kawasan rawan bencana alam,
meliputi :
• Kawasan potensi rawan
bencana angin kencang;
• Kawasan potensi rawan
bencana tanah longsor;
• Kawasan potensi rawan
bencana kekeringan;
dan Jimbaran merupakan kawasan perkotaan di sekitar perkotaan inti; b. PPK terletak di Kawasan Perkotaan
Petang
Sistem perdesaan,mencakup PPL,terdiri dari PPL Pelaga dan PPL Carangsari
Sistem jaringan prasarana Wilayah,terdiri atas:
a. sistem jaringan prasarana utama,
mencakup : sistem jaringan transportasi darat; sistem jaringan transportasi laut; dan sistem jaringan transportasi udara;
b. sistem jaringan prasarana lainnya,
mencakup : sistem jaringan energi; sistem jaringan telekomunikasi; sistem jaringan sumber daya air; dan sistem prasarana lingkungan
Rencana struktur ruang wilayah Kabupaten Badung yang terkait dengan bidang cipta karya adalah sistem jaringan sumber daya air, dan sistem prasarana lingkungan.
Sistem jaringan sumber daya air terdiri atas :konservasi sumber daya air; pendayagunaan sumber daya air; dan pengendalian daya rusak air. Pendayagunaan sumber daya air bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya air secara berkelanjutan dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan pokok Masyarakat secara adil dan terpadu.Pemanfaatan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan pokok Masyarakat diarahkan melalui: pengembangan jaringan prasarana air minum; dan pengembangan jaringan
III - 36
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM)
Kabupaten Badung 2015 -2019 HASIL REVIEW TAHUN 2017
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
ARAHAN POLA RUANG ARAHAN STRUKTUR RUANG
• Kawasan potensi rawan
gelombang pasang; dan
• Kawasan potensi rawan
bencana banjir.
e. Kawasan Lindung geologi, meliputi: • Kawasan cagar alam geologi;
• Kawasan rawan bencana alam
geologi mencakup :Kawasan rawan gempa bumi; Kawasan rawan gerakan tanah;Kawasan rawan tsunami;Kawasan rawan abrasi pantai; danKawasan rawan intrusi air laut.
• Kawasan yang memberikan
perlindungan terhadap air tanah, mencakup:Kawasan imbuhan air tanah; danKawasan Sekitar Mata Air.
f. Kawasan Lindung lainnya, meliputi :
• Kawasan perlindungan plasma
nutfah;
• Kawasan perlindungan terumbu
karang; dan
• Kawasan perlindungan
pulau-pulau kecil.
B. Rencana pengembangan
kawasan budidaya, meliputi: a. Kawasan Peruntukan Hutan Rakyat;
b. Kawasan Peruntukan Pertanian,
meliputi :
• Kawasan Budidaya tanaman
pangan;
• Kawasan Budidaya hortikultura;
• Kawasan Budidaya perkebunan;
dan
• Kawasan Budidaya peternakan.
c. Kawasan Peruntukan Kegiatan
Perikanan, meliputi :
prasarana irigasi.
Pengembangan jaringan prasarana air minum dilaksanakan, melalui:
a. pemanfaatan air permukaan, mata air dan air tanah sebagai sumber airbaku melalui keterpaduan pengelolaan antara kebutuhan sektoral danWilayah;
b. pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum (SPAM) perdesaan danperkotaan yang diutamakan melalui sistem perpipaan terlindungi,meliputi : SPAM Unit Petang; SPAM Unit Abiansemal; SPAM Unit Mengwi; dan SPAM Unit Badung Selatan.
c. perluasan dan pemerataan jaringan
perpipaan untuk Wilayah yang belum terlayani jaringan air minum;
d. pemanfaatan teknologi untuk
meningkatkan kualitas dan kapasitas (up rating) air baku pada estuary dam di Kelurahan Kuta sesuai standar bakumutu yang ditetapkan untuk melayani Wilayah Badung Selatan;
e. pengembangan Bendung dan IPA
Penet di Desa Cemagi yang merupakansub sistem dari SPAM Sarbagitaku (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanandan Klungkung);
f. pengembangan kerjasama dengan
Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) Tabanan, PDAM Denpasar, PDAM Gianyar dan/atau pihakswasta untuk melayani Kawasan-Kawasan yang tidak terjangkau jaringandistribusi PDAM Badung; dan
III - 37
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM)
Kabupaten Badung 2015 -2019 HASIL REVIEW TAHUN 2017
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
ARAHAN POLA RUANG ARAHAN STRUKTUR RUANG
• Kawasan minapolitan;
• Kegiatan Perikanan tangkap;
• Kegiatan Perikanan budidaya;
dan
• kegiatan pengolahan hasil
perikanan.
d. Kawasan Peruntukan Pariwisata • Kawasan Pariwisata;
• Kawasan Daya Tarik Wisata
Khusus promosi (KDTWKp); dan • Daya Tarik Wisata (DTW).;
e. Kawasan Peruntukan Kegiatan
Pertambangan;
f. Kawasan Peruntukan Kegiatan
Industri;
g. Kawasan Peruntukan Permukiman,
meliputi :
• Kawasan permukiman
perkotaan; dan
• Kawasan permukiman
perdesaan.
h. Kawasan Peruntukan Perdagangan
dan Jasa, meliputi :
• Kawasan peruntukan
perdagangan dan jasa skala Wilayah diarahkansepanjang koridor utama menuju Kawasan Pariwisata Nusa Dua, Kuta danTuban, Kawasan Perkotaan Kuta, Kawasan Perkotaan Jimbaran danKawasan Perkotaan Mangupura;
• Kawasan peruntukan
perdagangan dan jasa skala
Kawasan diarahkan padakoridor utama menuju
pusat pelayanan kecamatan; dan
• Kawasan peruntukan
pemenuhan kebutuhan air minum di BadungSelatan setelah melalui kajian dan izin dari instansi yang berwenang. Sistem prasarana lingkungan,terdiri atas :sistem pengelolaan sampah; dan sistem pengelolaan air limbah.
Sistem pengelolaan sampah meliputi pengelolaan sampah dan penanganan sampah
Pengelolaan sampah, meliputi:
a. sampah rumah tangga, yaitu sampah
yang berasal dari kegiatan sehari-haridalam rumah tangga khususnya pada Kawasan Perkotaan, tidak termasuktinja dan sampah spesifik, pengelolaannya dilaksanakan oleh PemerintahKabupaten;
b. sampah sejenis sampah rumah
tangga, yaitu sampah yang berasal dariKawasan komersial, Kawasan Pariwisata, fasilitas sosial dan fasilitasumum yang terdapat pada
Kawasan Perkotaan, pengelolaannyadilaksanakan oleh
Pemerintah Kabupaten; dan
c. sampah spesifik, yaitu sampah yang sifat dan jenisnya memerlukan
d. penanganan khusus, pengelolaannya
dilaksanakan sendiri oleh pemilik
sampah, meliputi: sampah yang
mengandung bahan berbahaya dan beracun; sampah yang mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun; sampah yang timbul akibat bencana; puing bongkaran bangunan; sampah yang secara teknologi belum dapat diolah; dan sampah yang timbul secara tidak periodik.
III - 38
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM)
Kabupaten Badung 2015 -2019 HASIL REVIEW TAHUN 2017
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
ARAHAN POLA RUANG ARAHAN STRUKTUR RUANG
perdagangan dan jasa skala lingkungan diarahkanpada koridor utama menuju pusat permukiman perdesaan dan perkotaan.
i. Kawasan peruntukan perkantoran
pemerintahan, meliputi :
• perkantoran perwakilan
pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan negarasahabat;
• perkantoran Pemerintahan
Kabupaten; dan
• perkantoran pemerintah
kecamatan, kelurahan dan desa;
j. Kawasan peruntukan pendidikan
tinggi;
k. Kawasan peruntukan prasarana
transportasi, meliputi :
• Kawasan Bandar Udara Ngurah
Rai;
• Kawasan terminal penumpang
Tipe A Mengwi;
• Kawasan sentral parkir Kuta;
• rencana pengembangan
Kawasan terminal barang; dan
• rencana pengembangan
kantong parkir.;
l. Kawasan Peruntukan Pertahanan
dan Keamanan; dan m. Kawasan peruntukan RTH.
Rencana pola ruang yang terkait dengan bidang cipta karya, meliputi kawasan peruntukan permukiman, mencakup kawasan permukiman perkotaan, dan kawasan permukiman perdesaan; serta kawasan peruntukan ruang terbuka hijau (RTH).
Pengelolaan sampah dilaksanakan melalui :
a. pengurangan sampah, yaitu untuk
sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga meliputi pembatasan timbulan sampah (reduce) dari sumbernya, pendauran ulang sampah (recycle); dan/atau pemanfaatan kembali sampah (reuse);
b. penanganan sampah, yaitu
dikembangkan dengan teknologi
ramah lingkungan dan harus
memenuhi standar pelayanan optimal dilakukan melalui:
• pemilahan dalam bentuk
pengelompokan dan pemisahan sampah darisumbernya sesuai dengan jenis, jumlah, dan/atau sifat sampah;
• pengumpulan dalam bentuk
pengambilan dan pemindahan sampahdari sumber sampah ke tempat penampungan sementara atau tempatpengolahan sampah terpadu;
• pengangkutan dalam bentuk
membawa sampah dari sumber
dan/ataudari tempat penampungan sampah sementara
atau dari tempatpengolahan sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhirdengan alat angkut yang terpisah menurut jenis dan sifat sampah;
• pengolahan dalam bentuk
mengubah karakteristik, komposisi, danjumlah sampah;
III - 39
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM)
Kabupaten Badung 2015 -2019 HASIL REVIEW TAHUN 2017
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
ARAHAN POLA RUANG ARAHAN STRUKTUR RUANG
Kawasan Peruntukan Permukiman, mencakup kawasan permukiman perkotaan, dan kawasan permukiman perdesaan tersebar di seluruh Wilayah Kabupaten dengan luas kurang lebih 10.299,75 ha (sepuluh ribu dua ratus sembilan puluh Sembilan koma tujuh lima hektar) atau 24,61% (dua puluh empat koma enam satu persen) dari luas Wilayah Kabupaten Badung.
Kawasan peruntukan RTH dikembangkan dengan tujuan :
a. menjaga keserasian dan
keseimbangan antara lahan terbangun dan ruangterbuka yang berfungsi sebagai resapan air;
b. mewujudkan kesimbangan antara
lingkungan alam dan lingkunganbuatan; dan
c. meningkatkan kualitas dan estetika lingkungan.
Jenis-jenis RTH sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi :
a. Kawasan jalur hijau;
b. Kawasan pertanian dan
perkebunan;
c. taman kota yang terdapat di
Kawasan Perkotaan;
d. taman lingkungan yang terdapat di Kawasan permukiman;
e. taman pada Kawasan Pusat
Pemerintahan Kabupaten Badung; f. setra yang terdapat diseluruh Desa
Adat;
g. karang bengang di Kawasan
Perdesaan;
h. kuburan umum;
i. lapangan olah raga;
mengoptimalkan pengelolaan sampah pada Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) Sarbagita(Denpasar, Badung, Gianyar,Tabanan) yang terletak di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung (Wilayah Kota Denpasar); dan
• metode pengolahan sampah di
TPA Suwung dilakukan melaluisanitary landfill.
c. Penanganan sampah ditunjang
olehsarana dan prasarana persampahan, meliputi:
• sarana dan prasarana sampah
lingkungan dan Kawasan, dikembangkanuntuk menampung dan memilah sampah kegiatan
Masyarakat padaKawasan permukiman, Kawasan pusat perkantoran, perdagangan danjasa, fasilitas umum, fasilitas
sosial, fasilitas lainnya dan KawasanLindung;
• sarana dan prasarana Tempat
Penampungan Sementara (TPS),dikembangkan sebagai tempat penampungan sementara sebelum sampahdiangkut ke tempat pendauran ulang,
pengolahan dan/atau tempatpengolahan sampah terpadu;
• sarana dan prasarana Tempat
Pengolahan Sampah Terpadu (TPST),dikembangkan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan pengumpulan,pemilahan,
III - 40
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM)
Kabupaten Badung 2015 -2019 HASIL REVIEW TAHUN 2017
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
ARAHAN POLA RUANG ARAHAN STRUKTUR RUANG
j. lapangan upacara; k. parkir terbuka;
l. jalur di bawah jaringan listrik
tegangan tinggi dan ekstra tinggi;
m. jalur pengaman jalan, median
jalan dan pedestrian; dan
n. sempadan perbatasan Wilayah
Kabupaten.
ulang, pengolahan danpemrosesan akhir sampah,
terbagi dalam beberapa daerah
pelayanansehingga dapat meningkatkan kualitas dan
jangkauan pelayananpengelolaan sampah serta mengurangi volume sampah yang harus dikirimke TPA;
• sarana dan prasarana TPA
dikembangkan sebagai tempat untuk
memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secaraaman bagi manusia dan lingkungan;
• sarana dan prasarana pengelolaan
sampah drainase/sungai, dikembangkanuntuk
membersihkan sampah dari badan-badan air dan mencegah sampahmenumpuk di aliran sungai, estuary dam atau Kawasan Teluk Benoa; dan
• sarana dan prasarana sampah
spesifik dikembangkan untuk mencegah pencemaran udara, tanah, dan air serta meningkatkan kualitas lingkungan
Sistem pengelolaan air limbah meliputi:saluran air limbah; pengolahan air limbah; danpengembangan sistem pengolahan air limbah terpusat.
Saluran air limbah meliputi:
a. penyaluran air limbah di Kawasan
Perkotaan dikembangkan dengansistem terpisah antara saluran
pembuangan air limbah dengan saluran airhujan;
III - 41
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM)
Kabupaten Badung 2015 -2019 HASIL REVIEW TAHUN 2017
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
ARAHAN POLA RUANG ARAHAN STRUKTUR RUANG
b. dalam hal belum tersedia sistem
saluran terpisah maka penyaluran airlimbah yang bergabung dengan saluran air hujan harus melaluipengolahan sebelum dibuang ke badan lingkungan; dan
c. menggunakan sistem saluran air
limbah kedap air sehingga tidak terjadiperembesan air limbah ke media lingkungan.
Pengolahan air limbah,meliputi:
a. pengolahan air limbah dapat
dilakukan dengan sistem setempat (on site)atau sistem terpusat (off site);
b. sistem pengolahan air limbah
setempat dilakukan secara individualdengan penyediaan bak pengolahan air limbah atau tangki septik;
c. sistem saluran air limbah terpusat
dilakukan secara kolektif atau komunalmelalui saluran pengumpul air limbah kemudian diolah pada InstalasiPengolahan Air Limbah (IPAL) terpusat di Suwung (Wilayah Kota Denpasar);
d. sistem pembuangan terpusat skala
kecil pada Kawasan permukiman padatperkotaan yang tidak terlayani sistem jaringan air limbah terpusatdan/atau komunal perkotaan diarahkan menggunakan sistem SanitasiMasyarakat (Sanimas) atau teknologi lainnya yang ramah lingkungan (biofilter).
Pengembangan sistem pengolahan air limbah terpusat, meliputi:
III - 42
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM)
Kabupaten Badung 2015 -2019 HASIL REVIEW TAHUN 2017
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG
ARAHAN POLA RUANG ARAHAN STRUKTUR RUANG
sistem prasarana pembuangan air limbah perpipaan terpusat Denpasar Sewerage Development Project
(DSDP) Tahap I, yang telah terbangun di Kelurahan Seminyak dan Legianyang dilayani IPAL Suwung dan sebagian Kawasan Pariwisata Nusa Duayang dilayani IPAL Benoa (IPAL BTDC);
b. pengembangan jaringan perpipaan
terpusat DSDP Tahap II yangmenjangkau Kelurahan Kuta; dan
c. rencana pengembangan jaringan
perpipaan terpusat yang menjangkau Kawasan Perkotaan Mangupura, Kawasan Pusat Pemerintahan
Kabupaten Badung, Kawasan
Perkotaan Jimbaran, Kawasan
Perkotaan Nusa Dua,dan pusat-pusat kegiatan pariwisata lainnya.
III - 43
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM)
Kabupaten Badung 2015 -2019 HASIL REVIEW TAHUN 2017
PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG