• Tidak ada hasil yang ditemukan

are identified, mitigated and avoided Manajemen Risiko

Dalam dokumen Menempa Peluang Masa Depan (Halaman 120-124)

Efektif menjamin bahwa

risiko-risiko diidentifikasi,

dimitigasi dan dihindari.

Manajemen Risiko

Untuk meningkatkan kemampuan Perseroan mengatasi permasalahan lingkungan internal maupun eksternal dari aspek legal ataupun bisnis potensial yang semakin kompleks, maka pada tahun 2008 PT Krakatau Steel yang selanjutnya disebut “Perseroan” mulai menerapkan konsep manajemen risiko. Melalui Pengelolaan manajemen risiko, Perseroan diharapkan dapat secara proaktif mengidentifikasi potensi masalah yang kritis bagi

Risk Management

To improve the Company’s ability to address the increasingly complex internal and external legal issues and potential business, in 2008 PT Krakatau Steel (“The Company”) began to apply the concept of risk management. Through risk management, the Company expects to proactively identify potential critical problems for the Company’s business and is able to perform mitigation measures that are considered the most optimal. To conduct these

The effective Risk Management ensure that risks

are identified, mitigated and avoided.

Manajemen Risiko

Sebagai Kerangka Kerja (Framework) penerapan manajemen risiko, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. telah menetapkan manual implementasi manajemen risiko yang disusun mengacu pada standar Committee of Sponsoring Organization of The Treadway Commission (COSO) dan saat ini diupayakan untuk implementasi Manajemen Risiko sesuai standar ISO31000. Tahap sosialisasi telah dilakukan terhadap karyawan level manajerial melalui pelatihan in

As the framework for risk management, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. has established the implementation of a risk management manual that is prepared with reference to the rules and standards of the Committee of Sponsoring Organization of the Treadway Commission (COSO), which is currently in the process for implementation of Risk Management according to ISO31000 standards. The socialization phase has been implemented for the managerial level

Steel (Persero) Tbk. mulai tingkat Superintendent ke atas atau Key Person yang diberikan wewenang untuk mengelola Manajemen Risiko di unit kerja.

Risiko adalah suatu potensi kejadian yang berpengaruh negatif terhadap pencapaian visi, misi, sasaran dan target Perseroan maupun unit organisasi. Manajemen Risiko adalah upaya untuk meminimalkan pengaruh negatif dari berbagai sumber risiko yang dihadapi dalam kegiatan bisnis agar tujuan perusahaan dapat tercapai secara optimal. Divisi Manajemen Risiko Perseroan bertanggung jawab untuk menjamin bahwa penerapan analisis dan pengendalian risiko sudah dilakukan di seluruh unit organisasi serta memastikan bahwa analisis dan pengendalian risiko di masing-masing unit kerja telah dilakukan dengan efektif, efisien dan konsisten. Agar pelaksanaan implementasi manajemen Risiko di Perseroan berjalan sesuai standard kebijakan Divisi GCG&RM, maka telah diatur dalam Work Instruction (WI) yakni: WI Analisis dan Pengendalian Risiko, WI Monitoring dan WI Pelaporan Risiko

Untuk mendukung pelaksanaan manajemen Risiko di seluruh unit kerja, maka Divisi GCG&RM telah menyediakan infrastruktur sebagai sarana bimbingan/pelatihan, sosialisasi serta mentoring dengan kompetensi Instruktur yang cukup memadai. Sampai saat ini, telah teridentifikasi sebanyak 741 faktor risiko yang tersebar hampir di seluruh unit kerja. Seluruh risiko yang teridentifikasi tersebut telah tersistem dalam database risiko yang ada dalam Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMARIS) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

IDENTIFIKASI & PENGUKURAN RISIKO

No Jenis Risiko Tingkat Risiko

Peluang Kejadian Nilai Dampak Tingkat Risiko

PENGENDALIAN RISIKO

No Jenis Risiko Tingkat Risiko PengendalianRencana PIC SMKS

BISNIS PROSES

CONTEXT DIAGRAM

MANAJEMEN Risk & Heat Map

the leadership ranks of PT Krakatau Steel (Persero) Tbk at the Superintendent level and above, or to Key Persons that have been authorised to manage risk in their respective units.

A risk is a potential event that negatively affects the achievement of the vision, mission, goals and targets of the Company or organizational unit. Risk Management is an attempt to minimize the negative effects from the various sources of risks facing the Company’s business activities so that objectives can be achieved optimally. The Risk Management Division is responsible for ensuring that analysis and management of risk have been conducted for all units of the organization and to ensure that the analysis and management of risk have been implemented in an effective, efficient and consistent manner at each operational unit.

To ensure that the implementation of Risk Management in the Company has been conducted according to the standards set by the GCG & Risk Management Division, Work Instructions (WI) have been issued. These include the: Analysis and Risk Management WI, the Monitoring WI and the Risk Reporting WI.

To support the implementation of Risk Management in all operational units, the GCG&RM Division has prepared the infrastructure as a means to guide/ train, socialize and mentor through very competent instructors.

To date, 741 risk factors have been identified, which are spread throughout almost all work units All the risks identified are recorded in a database of existing risks in the PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Risk Management Information System (SIMARIS).

Manajemen Risiko Risk Management

Pada tahun 2009, Perseroan menggabungkan fungsi GCG dan Risk Management ke dalam satu divisi struktural, yaitu Divisi GCG & Risk Management. Penggabungan kedua fungsi tersebut semakin mengintegrasikan penerapan manajemen risiko sebagai salah satu pilar penting praktik Good Corporate Governance Perseroan.

Penerapan manajemen risiko di Perseroan antara lain melalui kegiatan:

• Sosialisasi penerapan manajemen risiko telah

dilakukan baik di Internal Perseroan, ataupun di anak perusahaan Grup PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Dengan tujuan dapat lebih mengakselerasi penerapan manajemen risiko di lingkungan Grup PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Untuk itu, secara berkala dilakukan pertemuan bulanan forum Risk Management FMR-KSG.

• Analisis risiko unit kerja dan risiko korporat,

dilakukan sebagai representasi pelaporan Risiko Perseroan dan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis bagi Jajaran Manajemen yang dituangkan dalam materi RKAP tahunan.

• Mentoring penyusunan analisis risiko dengan

prioritas pada kegiatan utama Perseroan.

• Pembuatan database risiko Perseroan (Sistem

Informasi Manajemen Risiko PTKS – SIMARIS).

• Analisis risiko pada proyek-proyek strategis

perusahaan (proyek blast furnace, SAP, Revitalisasi, dan lain-lain).

• Analisis risiko spot terkait dengan kondisi aktual

yang dihadapi perusahaan.

• Analisis risiko mengenai aspek lingkungan,

kesehatan dan kesehatan kerja.

• Menerapkan Integrated Management System

(IMS) dengan cara melengkapi Key Performance Indikator (KPI) Sasaran Kerja Unit dengan Key Risk Indicator (KRI) dalam rangka memitigasi pencapaian kinerja.

Risiko bisnis yang dihadapi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. sebagai perusahaan baja terpadu diklasifikasikan ke dalam empat jenis risiko, yaitu: 1. Risiko Strategis, yaitu risiko-risiko yang bersifat

strategis bagi pengembangan perusahaan,

In 2009, the Company merged the functions of Corporate Governance and Risk Management into a single structural division, which is the Division of Corporate Governance & Risk Management. Merging these two functions resulted in further integrating risk management as one of the important pillars of good corporate governance practices of the Company. The implementation of risk management in the Company, among others, are done through the following activities:

• The dissemination of risk management implementation internally in the Company, including the PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Group’s subsidiaries have been conducted. Monthly meeting forums are conducted regularly by the PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Group Risk Management to further accelerate risk management implementation in the Group, • Risk analysis for unit and corporate risks are

conducted as a representation of the Company risk reporting and as a base for strategic decisions by Management which is included in the annual Work Plan and Budget (WPB) material.

• Through mentoring the preparation of risk analysis by prioritizing the main activities of the Company.

• Though preparation of the Company’s risk database (System Information Risk Management PTKS - SIMARIS).

• Through risk analysis of strategic Company projects (blast furnace project, SAP, Revitalization, etc.).

• Through spot risk analysis associated with the actual conditions facing the Company.

• Conducting risk analysis of environmental, health and occupational health aspects.

• Implementing an Integrated Management System (IMS) by completing the Key Performance Indicators (KPI) for the Unit Work Targets with Key Risk Indicators (KRI) in order to mitigate the performance achievements.

The business risks faced by PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. as an integrated steel company are classified into four types of risk, these are:

1. Strategic risks, i.e. risks that are strategic for the development of the company, such as technology

3. Risiko Finansial, yaitu risiko yang secara langsung maupun tidak langsung menimbulkan kerugian dalam bidang keuangan.

4. Risiko Lingkungan, yaitu risiko yang berdampak pada kerusakan lingkungan, pencemaran lingkungan, gangguan sosial kemasyarakatan, reputasi perusahaan, dan lain-lain.

Berdasarkan sumbernya, risiko dapat berasal dari luar (eksternal) maupun dalam (internal) Perseroan. Secara ringkas, risiko tersebut adalah sebagai berikut:

Risiko Eksternal

Dalam dokumen Menempa Peluang Masa Depan (Halaman 120-124)

Dokumen terkait