Arsitektur kolonial indonesia
C. Arsitektur Kolonial Indonesia
C.2. Arsitek dan biro arsitek yang berkarya di Indonesia
Pada masa pendudukan Belanda, banyak terdapat arsitek Belanda yang berkarya di Hindia Belanda, diantaranya yang ternama adalah sebagai berikut :
− W.Lemei
Seorang arsitek terkemuka di masa Belanda, salah satu karyanya yang terkenal dan masih berdiri hingga kini yaitu , rancangan bangunan dipengaruhi oleh gaya Art deco untuk jendela dan ventilasi, meskipun denah berbeda secara keseluruhan bangunan kantor Gubernur ini mirip dengan bangunan Balai Kota Hilversum di Netherland yang dirancang oleh Willem Dudok. W.Lemei juga merancang
bangunan di luar Jawa yaitu Postpaarbank di Makasar, 1932.
− Herman Thomas Karsten
Seorang arsitek Belanda yang berpraktik di Batavia dan terakhir menjadi professor perencanaan perkotaan dan terakhir di Sekolah Teknik Bandung (ITB sekarang). Salah satu karya terbaiknya adalah kantor lama perusahaan pelayaran kapal uap Belanda Stoomvart Maatschappij Netherland (SMN) di pusat kota lama Semarang. Sepanjang tahun 20-an dan 30-an, Karsten merancang sebagian pasar-pasar kotamadya yang meliputi Pasar Gede di Surakarta (1929), Pasar Johar
Semarang 91938). Karya arsitektur Karsten menunjukkan perhatiannya terhadap iklim tropik terlihat pada tingginya jendela, kisi-kisi ventilasi yang menjulang tinggi dari lantai ke langit-langit yang
karya rancangan kota atau kawasan Karsten perencanaan pengemnbagan kota Semarang, kawasan candi Semarang. Bebeberapa karya arsitektur karsten yang lain yaitu :
− Kantor Zuztermaatschapijen Semarang
− Museum Sonobudoyo, Yogyakarta
− Henri Maclaine Pont
Merupakan arsitek Belanda yang lahir dan besar di Netherlandsch Indie (Hindia Belanda) kemudian mendapatkan pendidikan arsitektur di Sekolah Teknik di Delf (Belanda). Ia pernah berkarir dua tahun setelah menamatkan studinya di Belanda dan termasuk salah satu arsitek Belanda yang terkemuka saat itu, kemudian pulang dan berkarir di tanah kelahirannya, Hindia Belanda tahun 1911. Di Hindia Belanda karyanya banyak terinspirasi oleh arsitektur vernakular nusantara dan juga menekankan pada adaptasi dengan iklim. Beberapa karyanya di Hindia Belanda :
Kantor Pusat Perusahaan Tram-Uap Semarang-Cirebon di Tegal, 1911
Gerbang masuk Pekan raya dan Pameran Perumahan Kolonial di Semarang tahun 1914
Kompleks kampus Technische Hoogescool tahun 1934, sekarang ITB
Pohsarang, Gereja Misi Katolik Roma di Kediri, 1938
Museum Trowulan
Seorang arsitek terkemuka Belanda yang banyak berkarya di Indonesia (Hindia Belanda). Selain itu hasil karya berupa tulisan dari hasil penelitiannya mengenai kebudayaan Indonesia termasuk arsitektur candi-candi, seperti bukunya yang berjudul Aesthetiek en oorsprong der Hindoe koenst op Java (Estetika dan keaslian Hindu di Jawa) tahun 1924. Salah satu karyanya yang terkenal adalah vila Isola di Bandung. Beberapa karya yang lain yaitu Societeit Concordia, gereja
Protestan, gereja Katolik, Jaarbeurs, beberapa rumah tinggal yang semuanya berada di Bandung. Kemudian karyanya yang di Surabaya yaitu gedung International Credit (sekarang Kantor Aneka Niaga), gedung Kolonial Bank Surabaya, kawasan beneden (sekarang kota lama), bangunan Java Store.
− C.Citroen
Salah seorang arsitek penting pada zaman Belanda, salah satu karyanya yang terkenal adalah Radhuis atau Balai Kota di Ketabang Surabaya yang hingga sekarang ini masih difungsikan sebagai Balai kota Surabaya. Arsitektur bangunan dapat dikatakan perpaduan selaras antara tiga
berhadapan langsung dengan gedung Radhuis diresmikan pada tahun 1931. Bangunan gereja ini mencerminkan arsitektur modern berbeda dengan bangunan Balai Kota didepan yang
memasukkan unsur tradisional. Kemudian, karya Citroen yang menggunakan arsitektur modern kubisme yaitu sebuah rumah sakit di Raya Darmo yang mirip perancangannya dengan bangunan gereja di depan Balai Kota dan gedung Borsumij di kawasan kota lama Surabaya. Gedung
Bursumij ini yang merupakan milik sebuah perusahaan dagang Belanda dinding-dindingnya membentuk sebuah unit-unit blok tiga dimensional, dimana perspektif keseluruhan mirip dengan sebuah kubus.
− MJ. Hulswit & Peter JH. Cuypers, Edward Cuypers (Biro Arsitek Ed.Cuypers&Hulswit)
Sebuah biro arsitek ternama di Indonesia pada Belanda yang banyak karya di beberapa kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Surakarta, Yogyakarta, Makassar (Ujung
Pandang, Medan dan lain-lain. Biro arsitek ini merupakan cabang dari dari perusahaan yang bernama Architecten Bureau Ed. Cuypers and Hulswit yang berpusat di Amsterdam Belanda. Beberapa karya Ed. Cuypers & Hulswit yaitu :
− Kantor pusat Javasche Bank di Batavia (Jakarta), Bandung, dan Medan. Kesemua bangunan tersebut satu dengan lainnya berbeda dalam denah dan perletakannya,namun masing-masing mempunyai ciri khas yang mirip yaitu arsitektur renaissance dan beberapa ornament dari arsitektur candi.
− Gedung Chartered Bank of India Australia dan China, sekarang masih difungsikan sebagai bank. Bangunan yang berarsitektur neo-klasik ini terletak di belakang gedung kantor lama Javaseche Bank Jakarta.
− Hongkong and Shanghai Banking Corporation, jl Kali Besar Timur Batavia.
− Kantor NHM ( Netherlandsche Handel Maatschapij) di Pasar Baru , Jakarta, NHM Bandung, NHM Makasar.
− Kantor Lindeteves Stokvis Surabaya
− Kantor Levensverz Weltrevreden, sekitar lapangan Banteng di Jakarta
− Kantor WEHA ( West Java Handel Maatshappij), disebelah utara dari museum Fatahillah. Bangunan ini mewakili arsitektur transisi kalsik Eropa, modern dengan tetap berciri tropis.
− Kantor lama NKPM, di jalan Merdeka Selatan, sekitar kawasan Monas Jakarta
− AIA ( Algemeen Infineurs En Architecten)
AIA singkatan dari Algemeen Ingineurs en Architecten adalah sebuah biro umum sipil dan arsitektur sekaligus sebagai kontraktor didirikan pada tahun 1916 oleh tiga orang arsitek dan engineer masing-masing F.J.L Ghysell, Hein avon Essen dan F. Stlitz. Beberapa bangunan yang dirancang dan dibangun AIA yaitu :
− Berbagai kantor di Kali Besar, Jakarta
− Gedung Firma Geo Wehry & Co. di Kota Lama
− Kantor KPM ( Koninklijke Paketvaart Maatschapij) di sekitar Monas ( Koningsplein)
− Statsiun Kota, Jakarta, bagian fasade depan mirip dengan stasiun central Helsinki yang dirancang oleh Eliel Saarinen
− Rumah sakit KPM
− Gereja Katolik di Jatinegara (Meester Cornelis), dan gereja Kristen di kawasan Menteng
− Kantor NIJM Yogyakarta
Selain arsitek yang dijabarkan di atas, ada beberapa arsitek pada masa Belanda sempat berkarya di
Indonesia khusunya pada awal abad ke-20 yaitu P.A.J. Munjen (Gedung Lingkaran Seni Hindia Belanda/The art society building, Jakarta, 1914), HP Berlage (Gedung Jawa Maluku tahun 1900, de Algemenee/
Perusahaan Umum Asuransi Jiwa dan Cagak Hidup, 1900), Klinkhamer dan Ouëndag (Kantor Pusat
Perusahaan Jawatan Kereta Api Hindia Belanda di Semarang, 1902-1907), J. Gerber (Gedung Sate, 1920), AF Aalbers (bangunan Bank DENIS, kini Bank Jabar tahun 1935, Homann Hotel tahun 1939).