• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arsitektur Cloud Computing

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 33-40)

2.2 Teori Khusus

2.2.1 Cloud Computing

2.2.1.7 Arsitektur Cloud Computing

Amazon Web Services adalah salah satu pemain utama yang memberikan layanan IAAS. Mereka mempunyai dua (2) layanan yang sangat populer - Elastic Compute Cloud (EC2) dan Simple Storage Service (S3). Layanan ini tersedia melalui layanan interface Web. Pelanggan dapat menggunakan EC2 dan S3 API untuk berkomunikasi dengan layanan ini. Kepopuleran API ini di dorong oleh berbagai produk Cloud yang memberikan dukungan kepada mereka juga.

Eucalyptus (Hurwitz , J. , Bloor, R. , Kaufman, M. & Halper, F. 1999. Cloud Computing for Dummies . Berkeley: McCutchan Publishing Co,pp 103)

Eucalyptus adalah software yang tersedia di bawah GPL yang dapat menolong untuk membuat dan mengatur private Cloud maupun Public Cloud. Eucalyptus menjadi sangat populer dan tampaknya telah menjadi salah satu kunci platform cloud open source. Karena Eucalyptus memungkinkan layanan tersedia melalui API yang compatible dengan layanan EC2 / S3, tool client di tulis

untuk Amazon Web Services (AWS) dapat digunakan menggunakan Eucalyptus.

Di masa yang akan datang tampaknya Ubuntu akan menggunakan openstack dan tidak akan menggunakan lagi Eucalyptus untuk Cloud-nya.

Ubuntu Enterprise Cloud (UEC)

Ubuntu Enterprise Cloud (UEC) adalah sebuah tumpukan aplikasi dari Canonical yang termasuk dalam Ubuntu Server. UEC menggunakan Eucalyptus bersama sejumlah software open source lainnya. UEC membuat instalasi dan konfigurasi cloud menjadi sangat mudah. Canonical juga memberikan dukungan teknis komersial untuk UEC.

Komponen dari Cloud Berbasis Eucalyptus (UEC) : Node controller (NC)

Sebuah node UEC adalah sebuah server dengan prosesor yang mempunyai kemampuan Virtualization Technology (VT) yang sudah di aktifkan yang mampu untuk menjalankan hypervisor seperti KVM. UEC akan secara automatis menginstalsi KVM jika pengguna memilih untuk menginstalasi node UEC. Virtual Machine (VM) yang dijalankan pada hypervisor dan di kontrol oleh UEC biasanya di sebut sebagai instance. Selain KVM, Eucalyptus juga mendukung hypervisor lain seperti Xen. Akan tetapi

Canonical lebih memilih KVM sebagai hypervisor untuk UEC.

Node controller yang di jalankan di setiap node akan mengatur siklus kehidupan dari instance yang berjalan di node. Di satu sisi, NC berinteraksi dengan sistem operasi dan hypervisor yang jalan di node. Di sisi lain, NC akan berinteraksi dengan CC.

NC akan menanyakan sistem operasi yang jalan di node untuk mengetahui sumber daya fisik yang digunakan node, seperti, jumlah core, besar memory, ketersediaan disk dan juga mengecek status dari VM instance yang berjalan di node dan memberikan informasi tersebut ke CC. Fungsi: 1. Mengumpulkan data yang terkait dengan ketersediaan dan penggunaan sumber daya di node dan melaporkan ke CC.

2. Manajemen siklus kehidupan dari instance. Cluster Controller (CC)

CC memanage satu atau lebih Node Controller (NC) dan menjalankan / memanaje instance pada NC. CC juga memanage networking untuk instance yang jalan di Node sesuai dengan permintaan mode jaringan dari Eucalyptus. CC berkomunikasi dengan CLC di satu sisi dan banyak NC di sisi lain. Fungsi:

1. Menerima permintaan dari CLC untuk menjalankan instance.

2. Memutuskan NC yang mana yang digunakan untuk menjalankan instance tersebut.

3. Mengatur virtual network untuk instance.

4. Mengumpulkan informasi tentang NC yang terdaftar dan melaporkannya ke CLC.

Walrus Storage Controller (WS3)

WS3 memberikan layanan penyimpanan yang sederhana tapi persistent menggunakan API REST dan SOAP yang kompatibel dengan API S3.

Fungsi:

1. Menyimpan machine image (sistem operasi untuk instance).

2. Menyimpan snapshot

3. Menyimpan dan memberikan layanan file menggunakan API S3.

WS3 dapat dilihat sebagai sebuah sistem penyimpanan file yang sederhana.

Storage Controller (SC)

SC menyediakan tempat penyimpanan (storage) block dimana instance akan melihatnya sebagai harddisk. Layanan ini mirip dengan layanan Elastic Block Storage (EBS) dari AWS.

Fungsi:

1. Pembuatan dari device EBS

2. Memberikan layanan block storage melalui protokol AoE atau iSCSI ke instance

3. Memungkinkan pembuatan snapshot untuk volume. Cloud Controller (CLC)

Cloud Controller (CLC) adalah front end dari seluruh infrastruktur cloud. CLC memberikan antar muka layanan web yang komplian dengan EC2 / S3 ke klien di satu sisi. Di sisi lain, CLC berinteraksi dengan seluruh komponen infrastruktur Eucalyptus. CLC memberikan antar muka web ke user untuk melakukan manajemen beberapa aspek dari infratruktur UEC.

Fungsi:

1. Memonitor ketersediaan sumber dari di berbagai komponen infrastruktur cloud, termasuk hypervisor pada node yang digunakan untuk melakukan manajemen instance dan cluster controller untuk melakukukan manajemen pada node hypervisor.

2. Arbitrasi Sumber Daya - menentukan cluster mana yang akan digunakan untuk bertanggung jawab sebuah instance. 3. Memonitor instance yang sedang berjalan.

Pendek kata, CLC mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang ketersediaan dan penggunaan sumber daya di cloud maupun status cloud.

Ubuntu menyederhanakan kompleksitas cloud computing. Cloud dapat dibuat untuk dapat diintegrasikan dengan Amazon EC2 atau membuat private cloud dengan hardware sendiri. Edisi Server Ubuntu menolong kita untuk membuat dan mengontrol ke dua-nya.

Sepertinya target Eucalyptus membuat sistem seperti Amazon EC2, Eucalyptus sendiri menggunakan Libvirt. Kelebihannya di clustering dan kompatibel dengan Amazon EC2.

Kalau tidak perlu clustering naga-naganya virsh dan virt-manager masih lebih ringan dan mudah, sama - sama bisa kontrol Xen dan Qemu/KVM, pada akhirnya semua tergantung kebutuhan yang ada juga.

Kenapa Ubuntu?

Ubuntu adalah langkah tercepat untuk membuat reliable cloud untuk usaha anda. Ubuntu adalah satu - satunya distribusi Linux yang menyertakan semua komponen yang anda butuhkan untuk membuat cloud secara langsung.

2.2.2 Private Cloud (Hurwitz , J. , Bloor, R. , Kaufman, M. & Halper, F. 1999. Cloud Computing for Dummies . Berkeley: McCutchan Publishing Co,pp 87-94)

Private cloud adalah cloud yang pribadi, digunakan oleh intern suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan organisasi, dan dengan adanya private cloud maka memiliki kontrol dan kewenangan akan menjadi lebih besar dibanding dengan public cloud. Karena private cloud ini biasanya diterapkan oleh suatu perusahaan / organisasi untuk intern di dalam perusahaan saja.

Mengapa memilih private cloud?

1. Jika bisnis kita adalah tergantung pada data dan aplikasi. Maka kontrol dan keamanan adalah hal yang terpenting.

2. Jika bisnis kita adalah bagian sebuah industri yang memerlukan keamanan yang ketat dan data adalah sebuah privasi, maka private cloud dapat memenuhinya.

3. Jika bisnis kita cukup besar dan membutuhkan skala ekonomi yang membutuhkan generasi lanjutan dari cloud data centre yang efektif dan efisien.

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 33-40)

Dokumen terkait