• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

6

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Teori Umum

2.1.1 Virtualisasi (Hurwitz , J. , Bloor, R. , Kaufman, M. & Halper, F. 1999. Cloud Computing for Dummies . Berkeley: McCutchan Publishing Co,pp 197-208)

Definisi Virtualisasi

Dalam cloud computing, peran virtualisasi sangatlah dominan dan penting. Virtualisasi adalah sebuah teknologi, yang memungkinkan Anda untuk membuat versi virtual (virtualisasi) dari sesuatu yang bersifat fisik, misalnya sistem operasi, storage data atau sumber daya jaringan. Proses tersebut dilakukan oleh sebuah software atau firmware bernama Hypervisor. Hypervisor inilah yang menjadi nyawa dari virtualisasi, karena dialah layer yang "berpura-pura" menjadi sebuah infrastruktur untuk menjalankan beberapa virtual machine. Dalam prakteknya, dengan membeli dan memiliki satu buah mesin, Anda seolah-olah memiliki banyak server, sehingga Anda bisa mengurangi

(2)

pengeluaran IT untuk pembelian server baru, komponen, storage, dan software pendukung lainnya.

Karakteristik Virtualisasi

Ada 3 karakter virtualisasi yang ideal digunakan untuk cloud computing :

Partitioning

Yang berarti di dalam virtualisasi , semua sistem operasi dan banyak aplikasi disimpan di satu mesin yang ada fisiknya yang dibagi – bagi sumber dayanya.

Isolation

Pada virtualisasi, terdapat isolasi pada host physical system dan virtual machine-nya sehingga dapat melindungi virtual machine lainnya jika ada kerusakan di salah satu virtual machine. Sehingga kerusakan tersebut tidak menyebar ke seluruh virtual machine.

Encapsulation

Di dalam virtualisasi, seluruh aplikasi terenkapsulasi dengan baik, sehingga menghilangkan resiko interaksi yang tidak baik antara aplikasi yang satu dengan yang lainnya karena virtual machine yang terenkapsulasi mengenal dengan baik setiap entity dari proses bisnis yang telah terenkapsulasi.

Virtualisasi dapat digunakan dan diaplikasikan pada : 1. Memory

(3)

2. Network 3. Storage 4. Hardware

5. Operating System 6. Applications

Keuntungan dari pemakaian virtualisasi adalah kita dapat membuat suatu hardware yang ada menjadi virtual, kita hanya memerlukan satu hardware untuk membuat banyak task.

Karena cloud computing adalah level selanjutnya dari virtualisasi, maka sekarang ini banyak organisasi yang ingin membawa virtualisasi ke arah cloud computing. Untuk menerapkan virtualisasi ke dalam cloud kita harus memperhatikan beberapa hal: 1. Pelayanan virtualisasi haruslah terjaga keamanannya.

2. Pelayanan virtualisasi harus mempunyai backup bila suatu saat terjadi sesuatu yang tidak terduga.

3. Sumber daya yang divirtualisasi harus mempunyai pengaturan terhadap utilisasi, alur kerja, pengadaan, dan pembagian kerja yang baik.

(4)

2.1.2 Topologi Jaringan ( Wikipedia. 16 Desember (2012). Topologi Jaringan. ,diakses 1 Januari 2013 dari

http://id.wikipedia.org/wiki/Topologi_jaringan)

Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station.

Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 6 kategori utama seperti di bawah ini.

1. Topologi bintang 2. Topologi cincin 3. Topologi bus 4. Topologi jala 5. Topologi pohon 6. Topologi linier Topologi Bintang (Star)

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

(5)

Gambar 2.1 Topologi Bintang (Star)

Kelebihan :

• Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.

• Tingkat keamanan termasuk tinggi.

• Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.

• Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.

• Akses Kontrol terpusat.

• Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.

• Paling fleksibel. Kekurangan :

• Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.

• Boros dalam pemakaian kabel.

(6)

• Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.

• Jaringan tergantung pada terminal pusat.

• Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.

• Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.

• Gambar susah.

Topologi Cincin (Ring)

Gambar 2.2 Topologi Cincin (Ring)

Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.

Pada Topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat

(7)

sesudahnya, proses menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.

TOKEN berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal dari komputer sumber, token kemudian akan melewati titik/node dan akan memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan oleh titik/node yang bersangkutan, jika ya maka token akan memberikan data yang diminta oleh node untuk kemudian kembali berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika tidak maka token akan melewati titik/node sambil membawa data menuju ke titik/node berikutnya. proses ini akan terus berlangsung hingga sinyal data mencapi tujuannya.

Dengan cara kerja seperti ini maka kekuatan sinyal dalam aliran data dapat terjaga. Kemampuan sinyal data dalam melakukan perjalanan disepanjang lingkaran adalah hal yang sangat vital dalam Topologi cincin.

Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. Topologi ring digunakan dalam jaringuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.

(8)

Topologi Bus

Gambar 2.3 Topologi Bus

Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.

Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang digunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang digunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang

(9)

menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel.

Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

Ciri-ciri :

• Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris

• Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk menghubungkan terminal/komputer

• Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi antar komputer, karena hanya bisa digunakan oleh satu komputer • Kabel “cut” dan digunakan konektor BNC tipe T

• Diujung kabel dipasang 50 ohm konektor

• Jika kabel putus maka komputer lain tidak dapat berkomunikasi dengan lain

• Susah melakukan pelacakan masalah • Discontinue Support.

(10)

Kelebihan :

• Pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.

• Hemat kabel.

• Layout kabel sederhana. Kelemahan :

• Bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat, maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

• Kepadatan pada jalur lalu lintas. • Diperlukan repeater untuk jarak jauh. Topologi Jala (Mesh)

Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat di mana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).

Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).

Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan dalam bentuk topologi

(11)

mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat gambar).

Gambar 2.4 Topologi Jala (Mesh)

Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

• Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).

• Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.

(12)

• Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.

• Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.

Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatat yaitu:

• Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).

• Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.

• Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.

Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).

(13)

Topologi Pohon (Tree)

Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.

Gambar 2.5 Topologi Pohon (Tree)

Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.

Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar,

(14)

data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.

Keungguluan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

Topologi Linier

Jaringan komputer dengan topologi runtut (linear topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator). Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.

• Penyambung kabel BNC digunakan untuk menghubungkan kabel ke penyambung-T.

(15)

• Penyambung-T BNC digunakan untuk menghubungkan kabel ke komputer.

• Penyambung tabung BNC (BNC barrel connector) digunakan untuk menyambung 2 kabel BNC.

• Penamat BNC digunakan ntuk menandai akhir dari topologi bus.

Gambar 2.6 Topologi Linier

Keuntungan : • Hemat kabel

• Tata letak kabel sederhana • Mudah dikembangkan • Tidak butuh kendali pusat

• Penambahan maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan

Kelemahan :

• deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil • kepadatan lalu lintas tinggi

• keamanan data kurang terjamin

(16)

• diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh.

2.1.3 Perangkat Keras Jaringan

2.1.3.1 Hub (Iwan Sofana. (2012). Cisco CCNA & Jaringan Komputer. Bandung : Informatika)

Suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star.

Beberapa hub di pasaran kadang disebut dengan istilah hub-switch yang sering dikira oleh kita sebagai hub-switch, tentu saja hub lebih lambat performanya daripada switch, karena informasi yang dikirim ke host target melalui hub akan mengalir ke semua host. Kondisi ini dapat menyebabkan beban traffic yang tinggi, sehingga biasanya hub hanya digunakan pada network skala kecil.

(17)

Gambar 2.8 Tampilan fisik Cisco Hub

Cara Kerja:

1. Ketika sebuah paket tiba di salah satu port, paket itu akan disalin ke port-port yang lain di hub. Atau dengan kata lain hub hanya menyalin data ke semua simpul yang terhubung ke hub. Hal ini menyebabkan unjuk kerja jaringan akan lambat.

2. Hub dengan spesifikasi 10/100Mbps harus berbagi bandwidth dengan masing-masing port. Jadi ketika hanya satu PC yang menggunakan, akan mendapat akses bandwith yang maksimum yang tersedia. Namun, jika beberapa PC beroperasi atau di gunakan pada jaringan tersebut, maka bandwidth akan dibagi kepada semua PC, sehingga akan menurunkan kinerja jaringan

2.1.3.2Switch (Iwan Sofana. (2012). Cisco CCNA & Jaringan Komputer. Bandung : Informatika)

Switch bentuknya hampir sama dengan hub. Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN Switch merupakan perluasan dari

(18)

konsep bridge. Salah satu contohnya adalah HP Procurve V1810-8G yang merupakan 8 Port Gigabit Switch.

Gambar 2.9 Simbol switch dalam desain jaringan

Gambar 2.10 Tampilan fisik Cisco Switch Catalyst

Cara Kerja:

1. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan yaitu: cut-through dan store and forward.

2. Switch cut trough memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang,

(19)

switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya. Sedangkan Switch store and forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk meneriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.

3. Switch dengan spesifikasi 10/100Mbps akan mengalokasikan 10/100Mbps penuh untuk setiap port nya. Jadi berapapun jumlah computer yang terhubung, pengguna akan selalu memiliki bandwidth penuh.

2.1.3.3Router (Iwan Sofana. (2012). Cisco CCNA & Jaringan Komputer. Bandung : Informatika)

Router sering digunakan untuk menghubungkan beberapa network. Router berfungsi agar data sampai ke tempat tujuan pada jaringan sesuai yang dikehendaki. Router biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke internet. Salah satu contohnya adalah Mikrotik Router dan Linksys WRT54GL yang

(20)

dalam pengaturan konfigurasinya bisa berfungsi juga sebagai bridge atau switch.

Sebuah router mempunyai kemampuan routing, artinya router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (yang disebut packet) akan dilewatkan. Apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berbeda network. Jika paket – paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskan ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket – paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket – paket keluar, sehingga paket – paket tersebut tidak “membanjiri” network yang lain.

(21)

Gambar 2.12 Tampilan fisik Cisco Router

Cara Kerja :

1. Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protocol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logical bukan fisikal.

2. Router dapat memilih jalan alternatif yang terbaik (rute terbaik untuk transportasi data.), bila memang ada beberapa jalan untuk mencapai tujuan atau bila salah satu jalan ke tempat tujuan terputus karena sesuatu hal.

a. Router bekerja pada lapisan physical, data link dan network layer, sehingga tidak dapat digunakan sembarangan.

(22)

b. Router umumnya paling tidak terhubung ke dua jaringan., dua LAN atau WAN ke LAN dan jaringan dari ISP ( Internet Service Provider). Beberapa modem DSL dan cable modem juga memiliki fungsi router yang terintegrasi ke dalamnya sehingga memungkinkan beberapa computer membentuk jaringan dan langsung terhubung ke internet.

c. Apabila hub, bridge dan switch merupakan networking device maka router merupakan internet working device.

2.2 Teori Khusus

2.2.1 Cloud Computing

2.2.1.1 Definisi Cloud Computing

Cloud computing adalah sebuah model komputasi / computing, di mana sumber daya seperti processor / computing power, storage, network, dan software menjadi abstrak dan diberikan sebagai layanan di jaringan / internet menggunakan pola akses remote. Model billing dari layanan ini umumnya mirip dengan modem layanan publik. Ketersediaan on-demand sesuai kebutuhkan, mudah untuk dikontrol, dinamik dan skalabilitas yang

(23)

hampir tanpa limit adalah beberapa atribut penting dari cloud computing.

Server konvensional akan di batasi oleh jumlah core processor, harddisk dan memory. Dengan keterbatasan fisik yang ada maka kita tidak mungkin membebani sebuah server konvensional dengan beban maksimal. Jika resource / sumber daya habis, maka biasanya kita harus menginstall ulang seluruh aplikasi dan data di server yang kapasitasnya lebih besar dan memigrasi semua aplikasi yang ada ke server yang baru. Ini akan membutuhkan waktu 1-2 hari untuk menyiapkan sebuah server baru, itupun kalau tidak ada masalah.

Gambar 2.13 Illustrasi Cloud Computing

Yang menarik dari Cloud computing berbeda dengan server konvensional terutama:

(24)

• Secara fisik berupa kumpulan hardware / server yang tersambung dalam sebuah jaringan (LAN/

WAN). Tetapi dari sisi, pengguna dapat melihat sebagai sebuah komputer besar.

• Idealnya tidak ada batasan dengan kapasitas processor, kapasitas harddisk dan kapasitas memory.

• Idealnya tidak ada batasan dengan berapa jumlah "hosting" server yang berjalan di belakangnya.

• Menambahkan sebuah "hosting" hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.

• Jika ada kekurangan resource (sumber daya), baik itu processor, harddisk maupun memory, kita dapat dengan mudah sekali menambahkan server tambahan dan langsung dapat berintegrasi ke jaringan cloud. Butuh waktu yang tidak terlalu lama untuk menyiapkan server kosong / baru untuk dapat berintegrasi ke jaringan cloud.

2.2.1.2 Layanan Cloud Computing (Hurwitz , J. , Bloor, R. , Kaufman, M. & Halper, F. (1999). Cloud Computing for Dummies . Berkeley: McCutchan Publishing Co)

Sebuah setup infrastruktur model cloud computing biasanya di kenali sebagai 'Cloud'. Berikut adalah beberapa kategori layanan yang tersedia dari sebuah 'Cloud' seperti:

(25)

• Infrastructure As a Services (IaaS)

Gambar 2.14 Infrastructure as a Service (IaaS)

Infrastructure as a Service (IaaS) adalah perangkat keras yang digunakan sebagai layanan contohnya server, router, switch, harddisk/storage, dan ruangan data center.

Infrastructure as a Service menawarkan penyimpanan dan sumber daya komputasi yang digunakan oleh pengembang dan perusahaan TI (Teknologi Informasi) untuk memberikan solusi

dalam berbisnis.

Karakteristik dan komponen IaaS meliputi:

1. Layanan utilitas komputasi dan model penagihan. 2. Otomatisasi tugas-tugas administrasi.

3. Dynamic scaling. 4. Virtualisasi desktop . 5. Kebijakan-layanan berbasis. 6. Konektivitas internet. 7.

(26)

• Platform As a Service (PaaS)

Gambar 2.15 Platform as a Service (PaaS)

Dengan adanya PaaS, penyedia servis memberikan sesuatu yang lebih dibanding infrastruktur. Mereka akan memberikan solusi berupa software yang akan membantu semua kebutuhan yang dibutuhkan pengembang untuk membuat suatu aplikasi . PaaS bisa dipandang sebagai kemajuan dari Web Hosting. Contoh Penawaran PaaS : Microsoft Azure PaaS, Force.com dan Google App Engine.

Platform as a Service menawarkan pengembangan teknologi yang perusahaan TI butuhkan yang berguna untuk membuat suatu aplikasi bisnis berbasis cloud yang sudah siap. Jadi disaat perusahaan TI meminta suatu persyaratan aplikasi yang digunakan, maka penyedia layanan platform ini sudah memilikinya dan siap untuk memberikan layanan.

(27)

• Software As a Service (SaaS)

Gambar 2.16 Software as a Service (SaaS)

Software as a Service (SaaS) adalah suatu aplikasi yang disewakan oleh penyedia layanan sebagai servis. Software as a Service layer menawarkan tujuan pembangunan software bisnis.

‘Cloud’ ini biasanya tersedia sebagai layanan kepada siapa saja di Internet. Akan tetapi, varian yang di sebut ‘Private Cloud’ semakin populer untuk infrastruktur pribadi / private yang mempunyai atribut seperti 'Cloud’ di atas.

Cloud computing berbeda dengan Grid computing atau Paralel computing, dimana Grid computing dan Paralel computing adalah lebih merupakan sebuah bagian dari prasarana fisik bagi penyediaan konsep Cloud computing.

(28)

Gambar 2.17 IaaS vs PaaS vs SaaS

(29)

2.2.1.3 Jenis Cloud Computing (Hurwitz , J. , Bloor, R. , Kaufman, M. & Halper, F. 1999. Cloud Computing for Dummies . Berkeley: McCutchan Publishing Co)

1. Public Cloud

Cloud computing yang sifatnya publik. Dapat diakses oleh banyak orang, diperuntukkan untuk umum oleh sang penyedia layanan, dan tentunya kita harus terhubung dengan internet.

2. Private Cloud

Cloud computing yang sifatnya pribadi yang biasanya diperuntukkan kepada suatu organisasi yang cukup besar dan digunakan untuk menjaga kerahasiaan data. Private cloud ini hanya dapat diakses oleh orang – orang tertentu di dalam suatu organisasi. Dan private cloud ini juga mudah dikontrol oleh tim TI suatu perusahaan, serta fleksibel karena dapat mengatur kebutuhan cloud sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Private cloud ini umumnya membutuhkan investasi yang besar di mana segala infrastruktur dan kebutuhan untuk membuat private cloud ini dilakukan secara pribadi atau menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut.

(30)

3. Hybrid Cloud (Gabungan antara Private Cloud dan Public Cloud)

Cloud computing jenis ini sifatnya adalah gabungan antara private cloud dengan public cloud. Jadi dalam penggunaannya terdapat beberapa cloud (terdapat 2 atau lebih) yang masing – masing cloudnya unik dan bekerja sama dan dengan dukungan teknologi yang ada , maka beberapa cloud yang unik tersebut dapat saling berkomunikasi.

4. Community Cloud

Cloud computing yang digunakan oleh beberapa organisasi dan hanya melayani beberapa komunitas tertentu.

Gambar 2.19 Ilustrasi Basic Public Cloud , Hybrid Cloud, Private Cloud

(31)

2.2.1.4 Karakteristik Cloud Computing On-demand self-service:

Pengguna dapat mengatur pengaturan komputasi seperti pengaturan server dan network storage jika dibutuhkan, tanpa interaksi dari administrator TI sebuah provider. • Universal network access:

Mudah diakses dari mana saja dan dari device apa saja seperti smart phone, mobile phone, laptop, netbooks, tablet computers, personal digital assistants (PDA’s).

Resource pooling:

Sumber daya untuk proses komputasi berkumpul dengan tujuan memberikan layanan kepada pengguna. Penggunaan virtualisasi memungkinkan penggabungan dari beberapa sumber daya (storage, harddisk, memory, processor, network bandwidth, dan virtual machine)

Rapid elasticity:

Kemampuan dapat menjadi cepat dan dapat kembali disesuaikan , bisa cepat dalam meng-skala keluar dan dengan cepat skala ke dalam. Kepada pengguna, kemampuan yang tersedia untuk pengadaan terkadang muncul secara tak terbatas dan dapat dicapai.

(32)

2.2.1.5 Mekanisme Akses Cloud Computing

Mekanisme akses ke cloud computing "mungkin" dapat dijalankan secara beraneka ragam mulai dari akses standar LAN maupun intranet dengan sedikit aplikasi agen atau klien, sampai kepada akses ekstranet dan internet melalui browser yang terhubung ke sebuah portal aplikasi dari penyedia layanan cloud computing. Protokol aplikasi yang digunakan pun dapat beragam, tetapi hal ini tidaklah terlalu signifikan bila dilihat dari sisi pengguna akhir (baca : transparan), dimana pengguna akhir cukup mengetahui bagaimana cara mengakses dan mempergunakan jasa layanan yang terdapat pada Cloud computing.

2.2.1.6 Perangkat Lunak Cloud Computing

Belakangan ini dikembangkan sebuah bentuk nyata (atau setidaknya sebuah common platform / bentuk umum) dari konsep Cloud computing agar dapat diimplementasikan secara umum dan lebih luas, seperti contoh berikut :

• Ubuntu Enterprise Cloud (UEC) • Proxmox

• OpenStack • OpenNebula • Eucalyptus

Engine utama dalam cloud computing sebetulnya adalah aplikasi virtualisasi di sisi server, seperti :

(33)

• KVM • QEMU • Xen

2.2.1.7 Arsitektur Cloud Computing

Amazon Web Services adalah salah satu pemain utama yang memberikan layanan IAAS. Mereka mempunyai dua (2) layanan yang sangat populer - Elastic Compute Cloud (EC2) dan Simple Storage Service (S3). Layanan ini tersedia melalui layanan interface Web. Pelanggan dapat menggunakan EC2 dan S3 API untuk berkomunikasi dengan layanan ini. Kepopuleran API ini di dorong oleh berbagai produk Cloud yang memberikan dukungan kepada mereka juga.

Eucalyptus (Hurwitz , J. , Bloor, R. , Kaufman, M. & Halper, F. 1999. Cloud Computing for Dummies . Berkeley: McCutchan Publishing Co,pp 103)

Eucalyptus adalah software yang tersedia di bawah GPL yang dapat menolong untuk membuat dan mengatur private Cloud maupun Public Cloud. Eucalyptus menjadi sangat populer dan tampaknya telah menjadi salah satu kunci platform cloud open source. Karena Eucalyptus memungkinkan layanan tersedia melalui API yang compatible dengan layanan EC2 / S3, tool client di tulis

(34)

untuk Amazon Web Services (AWS) dapat digunakan menggunakan Eucalyptus.

Di masa yang akan datang tampaknya Ubuntu akan menggunakan openstack dan tidak akan menggunakan lagi Eucalyptus untuk Cloud-nya.

Ubuntu Enterprise Cloud (UEC)

Ubuntu Enterprise Cloud (UEC) adalah sebuah tumpukan aplikasi dari Canonical yang termasuk dalam Ubuntu Server. UEC menggunakan Eucalyptus bersama sejumlah software open source lainnya. UEC membuat instalasi dan konfigurasi cloud menjadi sangat mudah. Canonical juga memberikan dukungan teknis komersial untuk UEC.

Komponen dari Cloud Berbasis Eucalyptus (UEC) : Node controller (NC)

Sebuah node UEC adalah sebuah server dengan prosesor yang mempunyai kemampuan Virtualization Technology (VT) yang sudah di aktifkan yang mampu untuk menjalankan hypervisor seperti KVM. UEC akan secara automatis menginstalsi KVM jika pengguna memilih untuk menginstalasi node UEC. Virtual Machine (VM) yang dijalankan pada hypervisor dan di kontrol oleh UEC biasanya di sebut sebagai instance. Selain KVM, Eucalyptus juga mendukung hypervisor lain seperti Xen. Akan tetapi

(35)

Canonical lebih memilih KVM sebagai hypervisor untuk UEC.

Node controller yang di jalankan di setiap node akan mengatur siklus kehidupan dari instance yang berjalan di node. Di satu sisi, NC berinteraksi dengan sistem operasi dan hypervisor yang jalan di node. Di sisi lain, NC akan berinteraksi dengan CC.

NC akan menanyakan sistem operasi yang jalan di node untuk mengetahui sumber daya fisik yang digunakan node, seperti, jumlah core, besar memory, ketersediaan disk dan juga mengecek status dari VM instance yang berjalan di node dan memberikan informasi tersebut ke CC. Fungsi: 1. Mengumpulkan data yang terkait dengan ketersediaan dan penggunaan sumber daya di node dan melaporkan ke CC.

2. Manajemen siklus kehidupan dari instance. Cluster Controller (CC)

CC memanage satu atau lebih Node Controller (NC) dan menjalankan / memanaje instance pada NC. CC juga memanage networking untuk instance yang jalan di Node sesuai dengan permintaan mode jaringan dari Eucalyptus. CC berkomunikasi dengan CLC di satu sisi dan banyak NC di sisi lain. Fungsi:

(36)

1. Menerima permintaan dari CLC untuk menjalankan instance.

2. Memutuskan NC yang mana yang digunakan untuk menjalankan instance tersebut.

3. Mengatur virtual network untuk instance.

4. Mengumpulkan informasi tentang NC yang terdaftar dan melaporkannya ke CLC.

Walrus Storage Controller (WS3)

WS3 memberikan layanan penyimpanan yang sederhana tapi persistent menggunakan API REST dan SOAP yang kompatibel dengan API S3.

Fungsi:

1. Menyimpan machine image (sistem operasi untuk instance).

2. Menyimpan snapshot

3. Menyimpan dan memberikan layanan file menggunakan API S3.

WS3 dapat dilihat sebagai sebuah sistem penyimpanan file yang sederhana.

Storage Controller (SC)

SC menyediakan tempat penyimpanan (storage) block dimana instance akan melihatnya sebagai harddisk. Layanan ini mirip dengan layanan Elastic Block Storage (EBS) dari AWS.

(37)

Fungsi:

1. Pembuatan dari device EBS

2. Memberikan layanan block storage melalui protokol AoE atau iSCSI ke instance

3. Memungkinkan pembuatan snapshot untuk volume. Cloud Controller (CLC)

Cloud Controller (CLC) adalah front end dari seluruh infrastruktur cloud. CLC memberikan antar muka layanan web yang komplian dengan EC2 / S3 ke klien di satu sisi. Di sisi lain, CLC berinteraksi dengan seluruh komponen infrastruktur Eucalyptus. CLC memberikan antar muka web ke user untuk melakukan manajemen beberapa aspek dari infratruktur UEC.

Fungsi:

1. Memonitor ketersediaan sumber dari di berbagai komponen infrastruktur cloud, termasuk hypervisor pada node yang digunakan untuk melakukan manajemen instance dan cluster controller untuk melakukukan manajemen pada node hypervisor.

2. Arbitrasi Sumber Daya - menentukan cluster mana yang akan digunakan untuk bertanggung jawab sebuah instance. 3. Memonitor instance yang sedang berjalan.

(38)

Pendek kata, CLC mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang ketersediaan dan penggunaan sumber daya di cloud maupun status cloud.

Ubuntu menyederhanakan kompleksitas cloud computing. Cloud dapat dibuat untuk dapat diintegrasikan dengan Amazon EC2 atau membuat private cloud dengan hardware sendiri. Edisi Server Ubuntu menolong kita untuk membuat dan mengontrol ke dua-nya.

Sepertinya target Eucalyptus membuat sistem seperti Amazon EC2, Eucalyptus sendiri menggunakan Libvirt. Kelebihannya di clustering dan kompatibel dengan Amazon EC2.

Kalau tidak perlu clustering naga-naganya virsh dan virt-manager masih lebih ringan dan mudah, sama - sama bisa kontrol Xen dan Qemu/KVM, pada akhirnya semua tergantung kebutuhan yang ada juga.

Kenapa Ubuntu?

Ubuntu adalah langkah tercepat untuk membuat reliable cloud untuk usaha anda. Ubuntu adalah satu - satunya distribusi Linux yang menyertakan semua komponen yang anda butuhkan untuk membuat cloud secara langsung.

(39)

2.2.2 Private Cloud (Hurwitz , J. , Bloor, R. , Kaufman, M. & Halper, F. 1999. Cloud Computing for Dummies . Berkeley: McCutchan Publishing Co,pp 87-94)

Private cloud adalah cloud yang pribadi, digunakan oleh intern suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan organisasi, dan dengan adanya private cloud maka memiliki kontrol dan kewenangan akan menjadi lebih besar dibanding dengan public cloud. Karena private cloud ini biasanya diterapkan oleh suatu perusahaan / organisasi untuk intern di dalam perusahaan saja.

Mengapa memilih private cloud?

1. Jika bisnis kita adalah tergantung pada data dan aplikasi. Maka kontrol dan keamanan adalah hal yang terpenting.

2. Jika bisnis kita adalah bagian sebuah industri yang memerlukan keamanan yang ketat dan data adalah sebuah privasi, maka private cloud dapat memenuhinya.

3. Jika bisnis kita cukup besar dan membutuhkan skala ekonomi yang membutuhkan generasi lanjutan dari cloud data centre yang efektif dan efisien.

(40)

2.2.2.1 Kelebihan Private Cloud

Gambar 2.20 Kelebihan Private Cloud dibanding dengan Public Cloud

Private cloud memberikan kita kemampuan dari cloud computing menggunakan infrastruktur IT yang kita miliki. Sehingga kita akan memperoleh keuntungan cloud computing di belakang keamanan dari firewall kita. Menjalankan beban dan langsung jalan. Mengembangkan dan mengecilkan kapasitas komputasi menyesuaikan dengan aplikasi yang kita butuhkan.

1. Mudah diatur sesuai kebutuhan

Semua platform baik disisi infrastruktur dan aplikasi bisa ditentukan dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Karena dengan menggunakan private cloud ini, perusahaan lah

(41)

yang membangun semua infrastruktur tersebut untuk kebutuhannya sendiri

2. Keamanan atau security

Isu inilah yang menjadi hal utama bagi perusahaan yang ingin mengadopsi teknologi cloud computing, saat ini masih banyak perusahaan-perusahaan besar yang enggan menerapkan cloud computing karena masih sangsi dari sisi keamanan data itu sendiri, namun dengan diberikannya opsi untuk memilih teknologi private cloud, perusahaan tak perlu cemas lagi, ya karena private cloud ini semua kontrol ada disisi perusahaan.

Dengan private cloud semua data yang di store dalam server tidak di share dengan data lain di luar kepentingan perusahaan, karena infrastruktur tersebut merupakan milik perusahaan sendiri, beda dengan Public cloud, dimana data yang kita taruh disitu di campur dengan data-data orang lain atau perusahaan lainnya.

3. Lentur dan Mudah Dikembangkan

Dengan memanfaatkan Cloud computing, bisnis kita dapat memanfaatkan TI sesuai kebutuhan.

Tanpa layanan cloud computing, ke empat skenario ini akan membutuhkan perencanaan TI yang sangat tidak efisien, karena investasi TI harus dilakukan sesuai kapasitas tertinggi, walaupun mungkin hanya terjadi di saat-saat tertentu. Hal ini

(42)

dilakukan untuk mencegah terjadi kegagalan layanan pada saat “peak time” tersebut.

Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah dikembangkan (elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan pada saat dibutuhkan, dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.

4. Fokus pada Bisnis, bukan TI

Dengan menggunakan Cloud computing, kita dapat fokus pada bisnis utama perusahaan, dan bukan berkecimpung di dalam pengelolaan TI. Hal ini dapat dilakukan karena pengelolaan TI dilakukan oleh penyedia layanan, dan bukan oleh kita sendiri. Misalnya, melakukan patching, security update, upgrade hardware, upgrade software, maintenance, dan lain-lain.

Apabila kita memiliki tim TI, maka tim tersebut dapat fokus pada layanan TI yang spesifik untuk bisnis kita, sedangkan hal-hal umum sudah ditangani oleh penyedia layanan.

2.2.2.2 Kekurangan Private Cloud 1. Investasi yang sangat mahal

Investasi untuk membangun private cloud ini sangat mahal, perusahaan harus menyediakan ruangan data centernya, server, platform aplikasi, dan yang lainnya, di

(43)

samping itu, semua pengelolaan atau maintenance juga perusahaan sendiri yang mengurus, hal ini tentu juga akan menambah resource SDM untuk mengelola semua itu. Bedanya dengan Public cloud, di mana semua infrastruktur dan teknologi di dalamnya sudah di atur oleh perusahaan penyedia layanan cloud computing yang memang fokus disitu, sehingga secara kualitas tentu saja sudah dijamin.

2. Membutuhkan koneksi internet yang stabil

3. Internet absolut dibutuhkan dalam menerapkan private cloud ini, karena tanpa koneksi internet yang stabil maka hasil kinerja dari private cloud ini akan terganggu.

2.2.3 Karakteristik Private Cloud

Beberapa karakteristik private cloud :

1. TI di dalam perusahaan punya kapasitas lebih untuk melakukan pengaturan sampai pada perubahan pada private cloud sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 2. Pengaturan yang otomatis sehingga dapat membuat

tagihan bisnis sesuai dengan servis yang telah dipakai (fleksibel).

3. Menciptakan lingkungan yang teratur. 4. Penggunaan sumber daya akan maksimal

(44)

2.3 Kajian Pustaka

Ajith Singh. N dan M. Hemalatha dalam jurnal volume 2 no. 2 tahun 2012 halaman 97 – 101 telah melakukan penelitian dengan judul Cloud Computing for Academic Environment di mana isinya secara singkat adalah sebagai berikut :

Cloud computing adalah model komputasi yang menciptakan kenyamanan, dan memudahkan akses ke jaringan perangkat keras (memori, tempat penyimpanan, jaringan, server, aplikasi, file) melalui internet , yang dapat cepat diaplikasikan untuk mempermudah manajemen. Singkatnya cloud computing adalah kumpulan perangkat keras, perangkat lunak, dan sumber daya lain yang dapat dengan mudah diakses melalui internet dan dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu permintaan dari pengguna. Poin penting dari cloud computing adalah on demand, skalabilitas, perangkat dan media independesi, perawatan yang lebih mudah karena tidak perlu install langsung ke komputer pengguna, cloud computing harus elastis dan skalabilitas, mudah diadaptasikan.

Rabi Prasad Padhy, Manas Ranjan Patra dalam jurnal volume 2 no. 2 tahun 2013 telah melakukan penelitian dengan judul Architecture & Design of Affordable and Highly Available Enterprise Cloud Service di mana memberikan penjelasan singkat bahwa :

Cloud computing adalah cara untuk menambah kapasitas atau menambah kemampuan dengan cepat tanpa investasi tambahan dalam infrastruktur , lisensi software tambahan, ataupun pelatihan pegawai baru. Perusahaan harus menyadari dan mengimplementasikan model cloud computing agar dapat bersaing pada persaingan bisnis saat ini.

Dengan adanya penyebaran aplikasi perusahaan pada public cloud maka perusahaan dapat mengurangi investasi pada infrastruktur TI baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak. Layanan cloud ini pun menarik karena berskala dinamis,

(45)

privasi, dan berkemampuan untuk mengatasi lingkungan yang heterogen. Daripada menghabiskan waktu untuk mengatur server, mengkonfigurasi router, lebih baik kita berinvestasi layanan cloud selama 24 jam dalam 7 hari dengan dukungan dan layanan yang terjangkau. Ini menjadi bahan pertimbangan yang penting di mana perusahaan setidaknya memiliki 2 layanan cloud yang dapat memperingan pekerjaan dan manajemen yang minimalis.

Gambar

Gambar 2.5  Topologi Pohon (Tree)
Gambar 2.8    Tampilan fisik Cisco Hub
Gambar 2.9  Simbol switch dalam desain jaringan
Gambar 2.12  Tampilan fisik Cisco Router
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dan Hasil penelitian secara simultan menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan variabel kecakapan manajerial, rasio leverage , dan ukuran perusahaan

Dengan demikian pendidikan seks adalah upaya orangtua dan pendidik lainnya untuk membiasakan perilaku positif yang berkaitan dengan seks, seperti memposisikan peran anak laki-

:::: keadaan bangunan, yang setelah diserahterimakan oleh penyedia kepada PPK dan terlebih dahulu diperiksa serta diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan,

Struktur alur atau superstruktur teks tradisi lisan ju- ga memiliki tiga elemen seperti disebutkan di atas, tetapi pesan dari setiap elemen itu bervariasi sesuai dengan

Gangguan Imunitas, gangguan pernafasan, peredaran darah, keseimbangan cairan dan elektrolit yang dapat mengganggu kesejahteraan bayi bahkan dapat menimbulkan kematian

Tes ini terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka dan deretan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumya. Yang diukur dalam tes ini adalah

•  Abortus  Abortus septik: abortus septik: abortus yang disertai yang disertai penyebaran penyebaran infeksi infeksi pada pada peredaran peredaran darah

Doctrine of Equivalents , 40 IDEA 123 (2000) (Originally presented by Judge Michel at a ceremony honoring him as the 1999 Jefferson Medal recipient, at the New Jersey