BAB VI – ARSITEKTUR SISTEM
6.3. Arsitektur Infrastruktur
Untuk mendukung keberjalanan layanan e-Government pada Kabupaten Subang, dirancang suatu arsitektur infrastruktur teknis yang secara global menunjukkan keterhubungan sesuai dengan Gambar 0-4 Keterhubungan Jaringan Kabupaten
Gambar 0-4 Keterhubungan Jaringan Kabupaten Subang
Kebutuhan infrastruktur teknis di Kabupaten Subang dibagi menjadi dua yaitu elemen publik dan pemerintah Kab. Subang. Elemen publik membutuhkan ketersediaan internet yang layak untuk sektor-sektor strategis, seperti sektor pendidikan, kesehatan, kawasan strategis, dll. Kebutuhan infrastruktur koneksi internet pada elemen publik dapat berupa Wide Area Network, Campus Area Network, Local Area Network, serta Wireless Network.
Sedangkan untuk kebutuhan infrastruktur untuk penyelenggaraan pemerintah Kab. Subang difokuskan pada kelima aspek berikut.
1. Pusat Data
Pusat Data adalah tempat yang aman untuk peralatan komputer (server), media penyimpanan (repositori) dan peralatan komunikasi serta jaringan yang dipergunakan untuk menyimpan, mendistribusikan dan memelihara data dalam sebuah organisasi. Dalam pembangunan Pusat Data (Data Center), perlu diperhatikan aspek-aspek sebagai berikut:
1. Komponen dasar ruangan komputer 2. Penentuan lokasi
4. Desain ruangan berbasis RLU (Rack Location Units) 5. Keamanan fisik dan logik
6. Struktur perkabelan dan perlabelan 7. Parameter operasional
Kemudian, yang termasuk komponen dasar sebuah pusat data: 1. Power Supply sesuai standar yang berlaku.
2. Cooling/pendingin dan HVAC sesuai standar yang berlaku. 3. Kekuatan penahan beban.
4. Bandwith yang mencukupi dan tersedia backbone ke Pusat Operator Jaringan.
5. Anggaran yang tersedia, baik untuk biaya modal maupun biaya operasi.
6. Kebutuhan ruang pendukung (mis: ruangan operator). Pusat Data yang digunakan, dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Pusat Data Primer, berlokasi di Data Center
2. Pusat Data Sekunder, berlokasi di tempat yang masih dalam pengawasan Pemerintah Kab. Subang
Pusat data yang perlu disediakan secara permanen adalah Pusat Data Primer, yang tidak bergantung kepada pihak yang menjadi pemenang lelang. Hal ini merupakan pertimbangan agar server-server utama yang digunakan oleh pemerintah daerah tidak perlu dikonfigurasi ulang setiap pergantian pemenang lelang.
2. Pusat Operasional Jaringan
Pusat Operasional jaringan adalah fasilitas penyedia data bagi organisasi atau perusahaan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada internal pemerintah daerah dan masyarakat.
Spesifikasi ruangan atau tempat yang dijadikan Pusat Operasional Jaringan (Network Operation Center) mirip dengan Pusat Data (Data Center). Perbedaan antara keduanya adalah perangkat yang terletak di dalamnya. Jika
ruangan ini pula koneksi internet dari seluruh tempat kerja dikelola dan dikendalikan.
Spesifikasi sebuah ruangan Pusat Operasional jaringan mirip dengan ruangan untuk Pusat Data. Berikut adalah aspek-aspek yang harus diperhatikan:
1. Komponen kebutuhan dasar ruangan komputer 2. Penentuan lokasi
3. Penentuan ukuran
4. Desain ruangan berbasis RLU (Rack Location Units) 5. Keamanan fisik dan logik
6. Struktur perkabelan 7. Parameter operasional.
3. Pusat Pemulihan Data (Data Recovery Center)
Dalam mengimplementasikan e-Government dari Masterplan ini, keberadaan Pusat Data sangat penting. Agar pusat data yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Subang dapat memberikan layanan secara optimal dan berkesinambungan termasuk ketika ada kondisi bencana, perlu dibangun Pusat Pemulihan Data (Data Recovery Center).
Pusat Pemulihan Data adalah suatu mekanisme pemulihan data dan sistem layanan e-Government pada saat terjadi bencana dengan waktu pemilihan yang seminimal mungkin sehingga layanan e-Government tetap dapat digunakan oleh pihak terkait dengan resiko yang minimal.
Dalam membangun suatu DRC (Data Recovery Center), ada dua kunci sukses (Critical Success Factor/CSF): RTO (Recovery Time Objective) dan RPO
(Recovery Point Objective). 4. Server
Standar server di Pemerintahan Kabupaten Subang yang perlu diperhatikan adalah:
1. Ukuran dan bentuk 2. Pilihan vendor
3. Processor 4. Sistem Operasi
5. Ukuran dan jenis RAM 6. Ukuran dan jenis hard disk 7. Interface
Setiap server harus memiliki logbook yang setidaknya berisi informasi yang digunakan.
Jenis-jenis server yang dioperasikan oleh Pemkab Subang: 1. Mail Server
2. Web Server 3. DNS Server 4. NMS Server
5. VoIP Server atau IP PBX 6. Proxy Server
7. FTP Server atau Repository Server 8. Digilib Server
9. Server Sistem Informasi 10. NGC Server
11. Komputasi 12. CCTV Server 13. AXP Server
Layanan yang bisa diberikan oleh server:
1. Co-location: SKPD dapat menitipkan server mereka di Pusat Data 2. Web Hosting: SKPD dapat meminta space untuk keperluan aplikasi,
khususnya web
3. Virtual Server: SKPD bisa mendapatkan server secara mandiri 5. Koneksi Internet
internet pada pemerintah daerah dibagi menjadi dua yaitu koneksi internet primer dan koneksi internet sekunder.
Agar koneksi internet dapat terjamin, direkomendasikan spesifikasi umum koneksi internet primer untuk Pemerintah Kab. Subang adalah sebagai berikut:
1. Penyedia jasa internet wajib menyediakan last mile kabel serat optik 2. Penyedia jasa internet wajib memiliki koneksi ke Gateway Internet
Internasinal menggunakan jaringan kabel serat optik dengan perbandingan (CIR) bandwith yang simetris 1:1 (upstream = downstream).
3. Penyedia jasa internet wajib memiliki backbone internet sendiri yang terhubung langsung dengan Gateway Internasional
4. Penyedia jasa internet memiliki peering internasional dengan penyedia jasa internet di luar negeri
Koneksi internet sekunder perlu disediakan untuk mem-back-up koneksi internet primer. Penyedia koneksi internet primer dan sekunder haruslah berbeda. Penyediaan koneksi internet sekunder diperlukan ketika dari pemerintah kabupaten mendapati kondisi dimana koneksi internet sudah kritis. Spesifikasi koneksi internet sekunder sama dengan koneksi internet primer, hanya besaran bandwith saja yang berbeda. Bandwith koneksi internet sekunder cukup 25%-2-% dibanding koneksi inrenet primer. Koneksi internet sekunder dialokasikan untuk kepentingan vital saja (dapat diatur dengan teknik routing).
Gambaran jaringan infrastruktur teknologi ideal pada pemerintah Kab. Subang dapat dilihat pada Gambar 0-5 Infrastruktur Teknologi pada Pemerintah Subang. Pada gambar dapat dilihat bahwa kondisi infrastruktur yang ideal adalah setiap perangkat pada seluruh SKPD tergabung pada satu jaringan yang terintegrasi dengan koneksi
yang cepat dan stabil serta dapat mengakses data pada data center yang juga terintegrasi pada satu jaringan.
Gambar 0-5 Infrastruktur Teknologi pada Pemerintah Kab. Subang