• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI – ARSITEKTUR SISTEM

6.4. Tata Kelola Layanan e-Government

Tata kelola Layanan e-Government pada pemerintahan Kab./kota telah diatur pada Panduan Umum Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional tahun 2007 oleh Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Republik Indonesia serta Dewan TIK Nasional (Detiknas) agar pengelolaan TIK di Indonesia secara keseluruhan dapat terstruktur dan terintegrasi agar pelayanan publik yang transparan, akuntabel, efisien, dan efektif dapat tercapai.

Tata kelola TIK pada institusi pemerintah perlu didasari oleh lima prinsip dasar yaitu Server

Proxy Server Firewall Web Server

Backup Server Mail Server Firewall Database Server Dinas A Dinas B Dinas C Dinas D Dinas E Lemtek C Lemtek B Lemtek A Lemtek D Lemtek E Kecamata n

2. Penetapan kepemimpinan dan tanggung jawab TIK yang jelas di level internal institusi dan nasional

3. Pengembangan dan/atau akuisisi TIK secara valid

4. Memastikan operasi TIK berjalan dnegna baik, kapanpun dibutuhkan

5. Memastikan terjadinya perbaikan berkesinambungan dengan memperhatikan faktor manajemen perubahan organisasi dan sumber daya manusia.

Berdasarkan kelima prinsip dasar tersebut, dimodelkan suatu tata kelola TIK Nasional sesuai seperti yang tertera pada Panduan TIK Nasional. Model tersebut digambarkan pada Gambar 0-6 Model Tata Kelola TIK.

Gambar 0-6 Model Tata Kelola TIK

Model terdiri dari struktur dan peran tata kelola serta proses tata kelola TIK pada institusi pemerintahan. Struktur dan peran tata kelola menggambarkan struktur tata kelola TIK pada suatu institusi pemerintahan, entitas atau individu yang menempati setiap posisi pada struktur serta peran dan tanggung jawab masing-masing entitas pada struktur tersebut. Proses tata kelola menggambarkan suatu siklus hidup tata

kelola mulai dari penentuan kebiakan umum, pelaksanaan, sampai dengan evaluasi yang hasilnya akan menjadi dasar penentuan kebijakan di periode berikutnya.

6.4.1. Struktur dan Peran Tata Kelola

Struktur dan peran tata kelola yang disarankan pada Panduan Tata Kelola TIK Nasional 2007 diilustrasikan pada Gambar 0-7 Struktur Organisasi Tata Kelola TIK.

Gambar 0-7 Struktur Organisasi Tata Kelola TIK

Peran serta tanggung jawab entitas pada struktur tata kelola TIK yang disarankan pada Kabupaten Subang adalah sebagai berikut.

1. Bupati

Bupati sebagai eksekutif institusi memiliki tanggung jawab atas seluruh implementasi TIK di institusinya atau dalam hal ini pada Kabupaten Subang. Bupati juga bertanggung jawab untuk memberikan arahan strategis serta evaluasi keseluruhan pelaksanaan TIK di Kabupaten Subang.

kepentingan seluruh satuan kerja. Selain itu, komite TIK juga bertugas untuk mensinergiskan rencana belanja dan investasi satuan kerja yang telah dilakukan oleh SKPD agar tidak terjadi redundansi inisiatif TIK. Secara umum, komite TIK bertanggung jawab untuk melaksanakan proses penentuan kebijakan umum dan perencanaan strategis pada proses tata kelola TIK Kabupaten Subang. Karena fungsinya yang bersifat strategis dan menyeluruh, Komite TIK perlu terdiri dari perwakilan eksekutif Dinas Komunikasi dan Informatika serta perwakilan eksekutif SKPD-SKPD yang ada di Kabupaten Subang.

3. CIO TIK

Peran CIO TIK yang dipenuhi oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Subang memiliki tanggung jawab untuk melakukan koordinasi perencanaan dan pelaksanaan inisiatif TIK serta melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan implementasi TIK di Kabupaten Subang.

4. Tim Pengembang

Tim pengembang bertanggung jawab untuk mengembangkan aplikasi/sistem yang dibutuhkan sesuai dengan rencana implementasi TIK. TIM pengembang sistem dapat merupakan bagian dari SDM salah satu SKPD Kabupaten Subang maupun merupakan rekanan/kontraktor Pemerintah Kabupaten Subang. Tim Pengembang dapat berada di bawah pengawasan SKPD terkait maupun di bawah pengawasan Dinas Kominfo bergantung pada kepemilikan sistem/aplikasi yang akan dibangun.

5. SKPD Kabupaten Subang

Seluruh SKPD Kabupaten Subang termasuk Dinas Kominfo memiliki tanggung jawab untuk menyatakan kebutuhan, serta merencanakan dan melaksanakan investasi dan pembelanjaan untuk IT sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, SKPD perlu melaksanakan seluruh rencana yang telah diidentifikasikan sebelumnya serta menggunakan fasilitas TIK sesuai dengan aturan dan petunjuk yang berlaku.

Untuk fasilitas-fasilitas TIK yang perlu digunakan oleh seluruh SKPD di Kabupaten Subang, Diskominfo juga bertanggung jawab untuk menyediakan dan mengalokasikan sumber daya untuk pengadaan fasilitas TIK.

6. Diskominfo

Selain sebagai salah satu SKPD pelaksana implementasi TIK, Dinas komunikasi dan informatika bertanggung jawab untuk memelihara fasilitas TIK yang ada pada Pemerintah Kabupaten Subang.

6.4.2. Proses Tata Kelola

Proses tata kelola pada institusi pemerintah yang disarankan terdiri dari tujuh proses yang saling berkaitan. Proses-proses tersebut adalah sebagai berikut.

1. Penentuan kebijakan umum

Kebijakan umum merupakan pernyataan yang akan menjadi arahan dan batasan setiap prosese tata kelola. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh proses tata kelola.

2. Perencanaan strategis

Perencanaan Sistem merupakan proses yang ditujukan untuk menetapkan visi, arsitektur TIK dalam hubungannya dengan kebutuhan organisasi dan rencana realisasi atas implementasi visi dan arsitektur TIK tersebut. Rencana TIK yang telah disusun akan menjadi referensi bersama bagi seluruh satuan kerja dalam sebuah institusi atau referensi bersama beberapa institusi yang ingin mensinergiskan inisiatif TIK-nya.

3. Manajemen belanja/investasi

Manajemen Belanja/Investasi TIK merupakan proses pengelolaan anggaran untuk keperluan belanja/investasi TIK, sesuai dengan mekanisme proyek inisiatif TIK yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Portotolio Proyek Inisiatif TIK dan Roadmap Implementasi. Realisasi belanja/investasi ini dilakukan melalui mekanisme penganggaran tahunan.

Realisasi sistem TIK merupakan proses yang ditujukan untuk mengimplementasikan perencanaan TIK, mulai dari pemilihan sistem TIK sampai dengan evaluasi pasca implementasi.

5. Operasional sistem

Operasi sistem merupakan proses penyampaian layanan TIK, sebagai bagian dari dukungannya kepada proses bisnis manajemen, kepada pihak-pihak yang membutuhkan sesuai spesifikasi minimal yang telah ditentukan sebelumnya.

6. Pemeliharaan sistem

Pemeliharaan sistem merupakan proses untuk memastikan bahwa seluruh sumber daya TIK dapat berfungsi sebagaimana mestinya dalam durasi waktu siklus hidup yang seharusnya, dalam rangka mendukung operasi sistem secara optimal.

7. Monitoring dan evaluasi

Untuk memastikan adanya perbaikan berkesinambungan (continuous improvement), mekanisme monitoring & evaluasi akan memberikan umpan balik atas seluruh proses tata kelola. Panduan umum monitoring dan evaluasi memberikan arahan tentang objek dan mekanisme monitoring dan evaluasi. Lingkup serta indikator keberhasilan masing-masing proses dapat dilihat pada Panduan Tata Kelola TIK Nasional.

BAB VII – ROADMAP PEMBANGUNAN DAN

Dokumen terkait