• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arti dan Nilai Keselamatan dari Kebangkitan

Pasal I. YESUS DAN ISRAEL

PASAL 1 KRISTUS TURUN KE DUNIA ORANG MATI

III. Arti dan Nilai Keselamatan dari Kebangkitan

651 "Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu" (1 Kor 15:17). Kebangkitan terutama mensahkan apa yang telah dilakukan atau diajarkan Kristus. Semua kebenaran, juga yang tidak dapat dimengerti ol eh pikiran manusia, mendapat pembenarannya setelah Kristus, oleh kebangkitan-Nya, memberikan bukti terhadap otoritas ilahi-Nya yang definitif yang telah dijanjikan.

652 Dalam kebangkitan Kristus terpenuhilah janji-janji Perjanjian Lama dan janji yang Yesus sendiri berikan selama hidup-Nya di dunia. Ungkapan "sesuai dengan Kitab Suci" (1 Kor 15:3) menunjukkan bahwa dengan kebangkitan Kristus terpenuhilah ramalan-ramalan ini.

653 Kebangkitan-Nya menegaskan ke-Allah-an Yesus. Ia telah mengatakan: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia" (Yoh 8:28). Kebangkitan Orang yang tersalib itu, menerangkan bahwa Ia dengan sesungguhnya "AKU ADA", Putera Allah, malahan Allah sendiri. Rasul Paulus dapat menjelaskan kepada orang Yahudi: "Janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Kulah Engkau. Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini" (Kis 13:32 33). Kebangkitan Kristus berhubungan erat dengan penjelmaan Putera Allah menjadi manusia. Sesuai dengan rencana Allah yang abadi, Ia merupakan pemenuhannya.

654 Rahasia Paska mempunyai dua sisi: Dengan kematian-Nya Kristus membebaskan kita dari dosa; dengan kebangkitan-Nya Ia membuka pintu masuk menuju kehidupan baru. Hidup baru ini pada tempat pertama adalah pembenaran, yang menempatkan kita kembali dalam rahmat Allah, "supaya seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati ... demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru" (Rm 6:4). Pembenaran terletak dalam kemenangan atas kematian yang disebabkan oleh dosa dan dalam keikutsertaan dalam rahmat. Ia melaksanakan penerimaan menjadi anak Allah, karena orang-orang menjadi saudara-saudara Kristus. Yesus sendiri, sesudah kebangkitan-Nya, menyapa murid murid-Nya dengan perkataan saudara: "Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara Ku... " (Mat '18: 10; Yoh 20:17). Kita adalah saudara saudari-Nya bukan atas

dasar kodrat kita, melainkan oleh anugerah rahmat, karena hidup sebagai anak angkat ini benar-benar menyertakan kita dalam kehidupan Putera-Nya yang tunggal, hidup yang nyata sepenuhnya dalam kebangkitan-Nya.

655 Akhirnya kebangkitan Kristus - dan Kristus yang telah bangkit itu sendiri -adalah sebab dan dasar utama kebangkitan kita yang akan datang: "Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung ... Karena sama seperti semua orang mati dalam persek utuan dengan Adam, demikianlah semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus" (1 Kor 15:20-22). Selama menantikan pemenuhan ini, Kristus yang telah bangkit hidup dalam hati umat beriman. Dalam Kristus yang telah bangkit, umat Kristen mengecap "karunia-karunia dunia yang akan datang" (Ibr 6:5) dan hidupnya dilindungi Kristus di dalam Allah', "supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka" (2 Kor 5:15).

TEKS-TEKS SINGKAT

656 Iman akan kebangkitan menyangkut satu kejadian, yang dinyatakan oleh murid-murid yang benar-benar telah melihat Kristus yang bangkit, sebagai peristiwa historis. Sebagai jalan masuk kodrat manusia Kristus ke dalam kemuliaan Allah, ia juga sekaligus bersifat transenden atas cara yang penuh rahasia.

657 Makam kosong dan kain-kain yang terletak di tanah menjelaskan bahwa tubuh Kristus dibebaskan oleh kekuasaan Allah dari ikatan-ikatan kematian dan kehancuran. Gejala-gejala ini mempersiapkan para murid untuk pertemuan dengan "Yang bangkit".

658 Kristus, "Anak sulung dari antara orang mati " (Kol 1:18), adalah penyebab kebangkitan kita sendiri sejak sekarang oleh pembenaran jiwa kita dan kelak oleh karena Ia akan menghidupkan tubuh kita.

ARTIKEL 6 YESUS "YANG NAIK KE SURGA, DUDUK DI SISI KANAN ALLAH BAPA YANG MAHAKUASA"

659 "Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah" (Mrk 16:19). Tubuh Kristus telah dimuliakan pada saat kebangkitan, seperti dibuktikan oleh sifat-sifat baru dan adikodrati, yang dimiliki tubuh-Nya mulai sekarang dan seterusnya. Tetapi selama empat puluh hari, di mana Ia dengan ramah makan dan minum bersama murid-murid-Nya dan mengajarkan mereka mengenai Kerajaan Allah, kemuliaan-Nya masih terselubung dalam sosok tubuh seorang manusia biasa. Penampakan Kristus lantas berakhir dengan masuknya kodrat manusiawi-Nya secara definitif ke dalam kemuliaan ilahi, yang dilambangkan oleh awan dan langit. Di sana Yesus duduk di sebelah kanan Allah. Sebagai kekecualian - dan hanya satu kali - Ia menunjukkan Diri dalam suatu penampakan terakhir kepada Paulus - seperti kepada anak yang "lahir cacat" (1 Kor 15:8) - dan menjadikan dia Rasul.

660 Bahwa kemuliaan dari Dia Yang Telah Bangkit dalam waktu antara ini terselubung, dapat didengar dari perkataan-Nya yang penuh rahasia kepada Maria dari Magdala: "Saya belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu" (Yoh 20:17). Ini menunjukkan bahwa kemuliaan Kristus yang bangkit, belum bersinar dengan jelas seperti kemuliaan Kristus yang ditinggikan di sebelah kanan Bapa. Peristiwa kenaika n ke surga yang sekaligus historis dan transenden merupakan peralihan.

661 Langkah terakhir pemuliaan ini berhubungan erat dengan yang pertama, artinya dengan turun-Nya dari surga dalam penjelmaan-Nya menjadi manusia. Dan hanya Dia "yang datang dari Bapa", dapat "kembali kepada Bapa": Kristus. "Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain daripada Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia" (Yoh 3:13). Diserahkan kepada kekuatan kodratinya, kodrat manus iawi tidak dapat masuk ke dalam "rumah Bapa" (Yoh 14:2); ke dalam kehidupan dan kebahagiaan Allah. Hanya Kristus dapat membuka pintu ini untuk manusia: "la memberi harapan kepada anggota-anggota tubuh-Nya, supaya mengikuti Dia ke sana, ke mana Ia mendahului mereka sebagai orang pertama" (MR, Prefasi Kenaikan Tuhan).

662 "Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku" (Yoh 12:32). Ditinggikan pada salib berarti pula ditinggikan waktu kenaikan ke surga dan peninggian pada salib sekaligus memaklumkan kenaikan ke surga itu. Itulah permulaannya. Yesus Kristus, Imam tunggal perjanjian baru dan abadi, "bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia ... tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita" (Ibr 9:24). Dalam surga Kristus melaksanakan imamat-Nya secara terus-menerus. "Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara mereka" (Ibr 7:25). Sebagai "imam besar untuk hal-hal baik yang akan datang" (Ibr 9:11), Ia adalah pusat dan selebran utama liturgi yang menghormati Bapa di surga'.

663 Sekarang Kristus duduk di sisi kanan Bapa: "Dengan ungkapan `di sisi kanan Bapa' kita mengerti kemuliaan dan kehormatan Allah, di mana Putera Allah yang sehakikat dengan Bapa, hidup sejak kekal dan di mana Ia sekarang, setelah dalam waktu terakhir Ia menjadi daging, juga duduk secara badani, karena daging-Nya turut dimuliakan" (Yohanes dari Damaskus, f. o. 4,2).

664 Duduk di sebelah kanan Bapa berarti awal kekuasaan Mesias. Penglihatan nabi Daniel dipenuhi: "Kepada-Nya diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kekuasaan sebagai raja. Segala bangsa, suku bangsa, dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya kekal dan tidak akan lenyap. Kerajaan-Nya tidak akan musnah" (Dan 7:14). Sejak saat ini para Rasul menjadi saksi-saksi "kekuasaan-Kerajaan-Nya", yang "tidak akan berakhir" (Syahadat Nisea-Konstantinopel).

TEKS-TEKS SINGKAT

665 Kenaikan Kristus ke surga menggambarkan langkah masuk yang definitif dari kodrat manusiawi Yesus ke dalam kemuliaan Allah di surga, dari mana la akan datang kembali, tetapi untuk sementara tersembunyi bagi pandangan manusia.

666 Yesus Kristus, Kepala Gereja, mendahului kita masuk ke dalam Kerajaan kemuliaan Bapa, supaya kita semua sebagai anggota -anggota Tubuh-Nya dapat hidup dalam harapan, sekali juga akan bersama Dia untuk selama lamanya.

667 Karena Yesus Kristus sudah masuk ke dalam tempat kudus di surga sekali untuk selamanya, maka la tanpa henti hentinya meminta sebagai Pengantara, yang senantiasa mencurahkan Roh Kudus ke atas kita.

ARTIKEL 7 "DARI SITU IA AKAN DATANG, MENGADILI ORANG HIDUP DAN MATI" I. Ia akan Datang Kembali dalam Kemuliaan ...

Kristus sudah Memerintah melalui Gereja...

668 "Kristus telah wafat dan hidup kembali, supaya la menjadi Tuhan, baik atas orang orang mati, maupun atas orang-orang hidup" (Rm 14:9). Kenaikan Kristus ke surga berarti bahwa la sekarang dalam kodrat manusiawi Nya ikut serta dalam kekuasaan dan wewenang Allah. Yesus Kristus adalah Tuhan: Ia mempunyai segala 450 kuasa di surga dan di bumi. la "jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan" dan Bapa "meletakkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus" (Ef 1:20 22). Kristus adalah Tuhan semesta alaml dan sejarah. Dalam Dia sejarah manusia, malahan selurah ciptaan sekah lagi "dipersatukan" di bawah satu kepala (Ef 1:10), dan secara transenden disempurnakan.

669 Sebagai Tuhan, Kristus adalah juga Kepala Gereja, yang adalah Tubuh Nya2. 792 Walaupun la telah diangkat dan dimuliakan di da lam surga, karena Ia telah menyelesaikan perutusan Nya secara penuh, namun Ia tinggal di dunia dalam Gereja loss Nya. Penebusan adalah sumber otoritas yang Kristus jalankan dalam Gereja Nya berkat Roh Kudus'. "Gereja, atau Kerajaan Kristus yang sudah Nadir dalam misteri" 541 adalah "benih dan awal Kerajaan Nya di dunia ini" (LG 3; 5).

670 Sejak kenaikan ke surga, rencana Allah mulai dipenuhi. Kita sudah hidup dalam "waktu terakhir" (1 Yoh 2:18)°. "Jadi sudah tibalah bagi kita akhir zaman (lih. 1 Kor 10:11). Pembaharuan dunia telah ditetapkan, tak dapat dibatalkan, dan secara nyata mulai terlaksana di dunia ini. Sebab sejak di dunia ini Gereja ditandai kesucian yang sesungguhnya meskipun tidak sempurna" (LG 48). Sudah sekarang Kerajaan Kristus menunjukkan kehadirannya melalui tanda-tanda ajaibi, yang mengiring pewartaannya oleh Gereja.

... Sampai Segala Sesuatu Ditaklukkan kepada-Nya

671 Kerajaan Kristus sudah ada dalam Gereja, namun belum diselesaikan oleh kedatangan Raja di bumi "dengan segala kekuasaan dan kemuliaan" (Luk 21:27)'. Ia masih diserang oleh kekuatan-kekuatan jahat°, walaupun mereka sebenarnya sudah dikalahkan oleh Paska Kristus. Sampai segala sesuatu ditaklukkan kepadaNyas, "sampai nanti terwujudkan langit baru dan bumi baru, yang diwamai keadilan, Gereja yang tenga h mengembara, dalam Sakramen-sakramen serta lembagalembaganya yang termasuk zaman ini, mengemban citra zaman sekarang yang akan lalu. Gereja berada di tengah alam tercipta, yang hingga kini berkeluh-kesah dan menanggung sakit bersalin, serta merindukan saat anak-anak Allah dinyatakan" (LG 48). Oleh karena itu orang Kristen berdoa, terutama dalam perayaan Ekaristib, supaya kedatangan kembali Kristus' dipercepat, denga n berseru: "Datanglah Tuhan" (1 Kor 16:22; Why 22:17.20).

672 Sebelum kenaikan-Nya ke surga, Kristus mengatakan bahwa waktunya belum tiba untuk mendirikan dengan mulia Kerajaan mesianis yang dinanti-nantikan Israel'. Kerajaan ini menurut para nabi9, harus menghadirkan kekuasaan keadilan, cinta kasih dan kedamaian yang defi nitif untuk semua orang. Waktu yang sekarang ini, sesuai dengan perkataan Tuhan, adalah waktu Roh dan waktu untuk memberi kesaksiani°, tetapi juga waktu "kemalangan" (1 Kor 7:26) dan waktu ujian oleh yang jahat", yang juga mengganggu Gereja sendiri" dan membuka perjuangan hari-hari terakhir". Itulah juga waktu untuk bertabah dan berjaga-jaga.

Kedatangan Kristus yang Mulia sebagai Harapan untuk Israel

673 Sejak kenaikan ke surga, terbayanglah kedatangan Kristus dalam kemuliaan", hanya saja kita "tidak tahu masa dan waktu, yang d itetapkan Bapa sendiri menurut kekuasaan-Nya" (Kis 1:7)1. Kedatangan eskatologis ini dapat terjadi setiap saat, meskipun ia dan ujian di waktu terakhir, yang harus mendahului kedatangan itu', masih "ditahan".

674 Kedatangan Mesias yang dimuliakan pada setiap saat sejarah bergantung dari hal ini, bahwa Ia diakui oleh "seluruh Israel" (Rm 11:26)5, karena sebagian dari Israel "telah menjadi tegar" (Rm 11:25), sehingga mereka "tidak mempercayai" Yesus (Rm 11:20). Petrus mengatakan itu kepada orang Yahudi di Yerusalem: "Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diperuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di surga sampai waktu pemulihan segal a sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dulu" (Kis 3:19-21). Dan Paulus mengatakan yang sama seperti itu: "Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain daripada hidup dari antara orang mati" (Rm 11:15). Masuknya ` jumlah genap" orang Yahudi (Rm 11:12) ke dalam Kerajaan mesianis langsung sesudah "jumlah yang penuh bangsa-bangsa lain" (Rm 11:25)6 akan memberi kemungkinan kepada bangsa-bangsa Israel, untuk melaksanakan "kepenuhan Kristus" (Ef 4:13), di mana "Allah menjadi semua untuk semua" (1 Kor 15:28).

Ujian Akhir bagi Gereja

675 Sebelum kedatangan Kristus, Gereja harus mengalami ujian terakhir yang akan menggoyahkan iman banyak orang'. Penghambatan, ya ng menyertai penziarahannya di atas bumi, akan menyingkapkan "misteri kejahatan". Sati khayalan religius yang bohong memberi kepada manusia satu penyelesaian semu untuk masalahmasalahnya sambil menyesatkan mereka dari kebenaran. Kebohongan religius yang paling buruk datang dari Anti-Kristus, artinya dari mesianisme palsu, di mana manusia memuliakan diri sendiri sebagai pengganti Allah dan mesias -Nya yang telah datang dalam daging.

676 Kebohongan yang ditujukan kepada Kristus ini selalu muncul di dunia, apabila orang mengkhayalkan bahwa dalam sejarahnya mereka sudah memenuhi harapan mesianis, yang hanya dapat mencapai tujuannya sesudah sejarah melalui pengadilan eskatologis. Gereja telah menolak pemalsuan Kerajaan yang akan datang', juga dalam bentuknya yang halus, yang dinamakan "Inilenarisme", tetapi terutama bentuk politis dari mesianisme sekular yang secara mendalam bersifat salah2.

677 Gereja dapat masuk ke dalam kemuliaan Kerajaan, hanya melalui Paska terakhir ini, di mana is akan mengikuti Tuhannya dalam ke matian dan kebangkitan-Nya'. Kerajaan itu tidak akan terwujud dalam kemajuan yang terus-menerus oleh kemenangan historis Gereja', tetapi oleh kemenangan Allah dalam perjuangan akhir melawan yang jahats. Dalam kemenangan ini pengantin Kristus akan turun dari surgab. Sesudah kegu ncangan kosmis yang terakhir dunia ini yang akan lenyap', maka dalam bentuk pengadilan terakhir akan terjadi kemenangan Allah atas pemberontakan si jahat.

II. ... untuk Mengadili Orang Hidup dan Mati

678 Seperti para nabi dan Yohanes Pembaptis, Yesus pun mengumumkan pengadilan pada hari terakhir dalam khotbah-Nya. Di sana akan disingkapkan tingkah laku dan isi hati yang paling rahasia dari setiap orang". Lalu ketidakpercayaan orang berdosa, yang tela h menolak rahmat yang ditawarkan Allah, akan diadilil. Sikap terhadap sesama akan menunjukkan, apakah orang menerima atau menolak rahmat dan cinta Allah". Yesus akan mengatakan: "Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku" (Mat 25:40).

679 Kristus adalah Tuhan kehidupan anadi. Sebagai Penebus dunia, Kristus mempunyai hak penuh untuk mengadili pekerjaan dan hati man usia secara definitif. Ia telah "mendapatkan" hak ini oleh kematian-Nya di salib. Karena itu, Bapa "menyerahkan seluruh pengadilan kepada putera-Nya" (Yoh 5:22)`5. Akan tetapi, Putera tidak datang untuk mengadili, tetapi untuk menyelamatkanlb dan untuk memberikan kehidupan yang ada pads-Nyal'. Barang siapa menolak rahmat dalam kehidupan ini, telah mengadili dirinya sendiril8: Setiap orang menerima ganjaran atau menderita kerugian sesuai dengan pekerjaannyal9; is malahan dapat mengadili dirinya sendiri untuk keabadian, kalau is tidak mau tahu tentang cinta.

TEKS-TEKS SINGKAT

680 Kristus Tuhan sekarang ini sudah memerintah melalui Gereja, tetapi segala sesuatu di dunia ini belum ditaklukkan kepada-Nya. Kerajaan Kristus baru akan menang sesudah serangan terakhir kekuatan-kekuatan jahat.

681 Pada hari pengadilan, pada hari kiamat, Kristus akan datang dalam kemuliaan-Nya, untuk menentukan kemenangan kebaikan secara dejinitif atas kejahatan, yang dalam perjalanan sejarah hidup berdampingan bagaikan gandum dan rumput di ladang yang sama.

682 Kalau Ia datang pada akhir zaman untuk mengadili orang hidup dan orang mati, Kristus yang dimuliakan akan menyingkapkan isi hati yang terdalam dan akan membalas setiap manusia sesuai dengan pekerjaannya, tergantung pada, apakah Ia menerima rahmat Tuhan atau menolaknya.

BAGIAN I PENGAKUAN IMAN

SEKSI II

PENGAKUAN IMAN KRISTEN

BAB III