BAB II GAMBARAN UMUM ASIH TOUR & TRAVEL SURAKARTA
C. Arti Logo Asih Tour
Asih Tour & Travel Surakarta mempunyai logo yang bergambarkan segitiga dengan burung garuda ditengahnya. Keduanya mempunyai arti tersendiri, yaitu :
1. Segitiga
Segitiga melambangkan tumpeng yang mengerucut keatas yang berarti menuju kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Burung Garuda
Burung garuda yang terbang sambil mengepakkan sayapnya memberi arti bahwa perjalanan itu banyak menggunakan transportasi udara atau pesawat. Dan Asih Tour siap melayani kemanapun keinginan wisatawan.
Poin 1 dan 2 dirangkai dalam satu gambar atau logo dengan maksud agar perusahaan dapat selalu menjulang tinggi keatas dan selalu berpegang pada Tuhan. Sehingga mampu memberikan pelayanan yang terbaik pada setiap pelanggannya (Sumber : wawancara, Djuritno Yudo Hadinagoro, 2012).
D. Visi Dan Misi Asih Tour & Travel Surakarta 1. Visi Asih Tour & Travel Surakarta
commit to user
Memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan agar mereka dapat mempercayakan kegiatan perjalanan mereka kepada Asih Tour & Travel. 2. Misi Asih Tour & Travel Surakarta
a. Meningkatkan kesejahteraan pariwisata di Kota Solo dan sekitarnya.
b. Mengembangkan kepariwisataan kota Solo melalui usaha Tour yang dapat mendorong pengembangan komponen kepariwisataan yang ada di Indonesia.
c. Memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar melalui kegiatan kepariwisataan
(Sumber : wawancara, Djuritno Yudo Hadinagoro, 2012).
E. Struktur Organisasi
Struktur organisasi di Asih Tour terdiri dari divisi-divisi yang tiap divisi bertanggung jawab langsung kepada Direktur perusahaan. Asih Tour & Travel Surakarta mempunyai struktur organisasi yang simple dan minimalis sehingga para karyawan merangkap beberapa tugas. Hal ini memudahkan pengaturan dan pengontrolan setiap divisi. Adapun struktur organisasi tersebut adalah :
Tour Staff Marketing Ticketing Staff
Divisi produksi
Driver and Kurir
Document Direktur
( Sumber, wawancara Pimpinan Asih Tour & Travel Surakarta. 2012 )
1. Pimpinan/Direktur
Bertugas mengkoordinasi semua tugas kepada setiap divisi, manajemen kegiatan pengorganisasian, perencanaan pengaturan sistem kerja dan penguasaan serta menentukan kebijaksanaan terhadap segala sesuatu yang ada dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.
2. Public Relation and Office Organizer
Bertugas berhubungan dengan konsumen di kantor, menangani semua pekerjaan kantor, mencatat semua pemasukan dan pengeluaran keuangan perusahaan selama beroperasi, membuat laporan administrasi tiap akhir tahun yang akan dilaporkan kepada direktur perusahaan untuk pertimbangan perencanaan kerja dab target perusahaan di tahun mendatang.
3. Divisi marketing
Bertugas meningkatkan dan mengoptimalkan pemasaran produk-produk perusahaan serta berusaha menarik konsumen sebanyak-banyaknya untuk membeli produk yang ditawarkan perusahaan.
4. Divisi ticketing
commit to user
Bertugas membuat produk yaitu paket wisata yang menarik dan merancang semua fasilitas dan harga agar dapat menarik konsumen sebanyak-banyaknya, seperti paket Solo City Tour, Bali Tour, Night Safari In Solo, dll
6. Driver and kurir
Bertugas mengantar tiket dan admistrasi TIKI.
F. Produk Yang Ditawarkan Asih Tour & Travel Surakarta 1. Paket Wisata
Kegiatan yang dilakukan Asih Tour & Travel disini adalah membuat, menjual dan menyelenggarakan paket wisata. Paket wisata merupakan kumpulan perencanaan perjalanan wisata (tour itinerary) dan bagaimana caranya menonjolkan obyek wisata yang akan dijual agar calon wisatawan tertarik dengan paket tersebut. Ada 2 jenis paket yang ditawarkan, yaitu paket wisata simple dengan maksud paket wisata yang perjalanan singkat dan tidak perlu menginap.
Dan paket wisata complicated dengan maksud perjalanan wisata yang membutuhkan waktu lama sehingga harus menginap di kota tersebut. Tidak semua orang dapat membuat paket wisata dengan baik, diperlukan pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman di bidang perencanaan wisata
(tour planning). Dalam hal membuat paket wisata, setiap Biro Perjalanan akan menggunakan cara yang berbeda pula dari segi urutan acara maupun harga pokok tersebut.
Berikut paket-paket wisata yang telah dibuat dan dijual di Asih Tour antara lain :
Paket wisata liburan Paket wisata religi Paket wisata pedesaan Paket wisata bulan madu Paket wisata belanja Paket wisata kuliner 2. Tiket Pesawat
Asih Tour juga bekerja sama dengan airlines yang ada di Indonesia dan luar negeri untuk melayani pemesanan tiket pesawat baik rute dalam negeri maupun luar negeri. Meskipun ada beberapa tiket pesawat yang masih mengambil di Biro Perjalanan lain, namun hal itu tidak mengganggu para konsumen yang ingin memesan tiket tersebut. Adapun tiket pesawat yang dijual antara lain :
Lion Air Sriwijaya Air Garuda Indonesia Trigana Silk air Air Asia
commit to user
4. Voucher hotel
Asih Tour juga bekerja sama dengan pihak hotel baik di Solo maupun di daerah lain memberikan pelayanan voucher hotel agar para konsumen yang ingin menginap di hotel bisa lebih mudah dan mendapat harga yang lebih murah daripada datang langsung ke hotel tersebut.
Adapun hotel di Solo yang bekerja sama dengan Asih Tour adalah Hotel Lor In, Hotel Sahid Jaya, Kusuma Sahid Prince Hotel, Hotel Sunant, Hotel Novotel, Hotel Baron Indah, Hotel Ibiss, Fave Hotel, Lampion Hotel, Hotel Agass, Hotel Paragon, Hotel Best Western, dan hotel-hotel bintang 3 lainnya yang ada di kota Solo. Selain itu hotel- hotel yang ada di luar kota Solo adalah Hotel Sahid Group, Hotel Horison, Hotel Ina Garuda, dan beberapa hotel yang ada di Singapura, Malaysia, dan Bangkok.
5. Pelayanan travel
Asih Tour & Travel bekerja sama dengan beberapa perusahaan travel yang ada di kota Solo. Hal ini dilakukan untuk membantu konsumen yang membeli tiket pesawat di Asih Tour namun mereka harus berangkat dari bandara kota lain.
6. Pelayanan pengiriman paket barang domesik
Asih Tour & Travel mempunyai nilai lebih dari Biro perjalanan lain karena memiliki jasa pelayanan pengiriman barang. Dalam hal ini Asih Tour bekerja sama dengan TIKI Surakarta. Dengan adanya pelayanan pengiriman barang ini, maka Asih Tour dapat lebih mudah untuk memasarkan produk-produknya kepada masyarakat.
Untuk mewujudkan hal tersebut diatas, setiap karyawan dalam menangani dan memberikan pelayanan kepada tamu / pelanggan harus berperilaku :
a. Berpikir terbuka, sopan, dan siap membantu b. Berpenampilan baik di muka umum
c. Dapat menempatkan diri di tempat pelanggan
d. Menyadari bahwa kepedulian terhadap pelanggan sangat penting bagi kemajuan perusahaan
e. Berusaha memenuhi segala janji yang sudah disampaikan kepada tamu/pelanggan.
commit to user
BAB III
SISTEM MANAJEMEN DAN STRATEGI PEMASARAN
DI ASIH TOUR & TRAVEL SURAKARTA
A. Sistem Manajemen di Asih Tour & Travel Surakarta
Setiap perusahaan di dalam mencapai tujuan yang telah dicanangkan/ditetapkan sebelumnya, akan berhasil bila perusahaan tersebut mampu membuat suatu perencanaan, mampu untuk mengorganisir, memberikan pengarahan-pengarahan kerja, mengkoordinir dalam usaha untuk melaksanakan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya, serta perusahaan tersebut mampu pula untuk melakukan pengawasan dalam pelaksanaan kerja. Dan itu semua hanya bisa dikerjakan oleh perusahaan yang memiliki sebuah sistem manajemen yang baik dan sehat.Pada bab inilah akan dibahas serta dijabarkan tentang sistem manajemen di Asih Tour & Travel Surakarta.
Asih Tour & Travel memberlakukan sistem manajemen tradisional atau biasa disebut dengan sistem kekeluargaan. Sistem kekeluargaan yang dimaksud adalah mengajak karyawan menghadapi kondisi yang sedang terjadi dalam perusahaan tanpa adanya hal-hal yang disembunyikan. Sebagai contoh apabila Asih Tour & Travel sedang mengalami penurunan pemasukan, maka pimpinan akan memberitahukan kepada semua karyawan bahwa pemasukan sedang mengalami penurunan dan mengakibatkan gaji akan dipotong sementara sampai kondisi kembali normal. Pemimpin meminta toleransi kepada karyawannya dan
berjanji akan mengganti bila kondisi telah normal kembali, dan mungkin akan memberikan bonus bila terjadi peningkatan pemasukan. Dan tidak hanya itu, pemimpin akan memberitahukan semua hal yang terjadi pada perusahaan tersebut secara terbuka dan jujur.
Djuritno selaku pimpinan Asih Tour & Travel Surakarta memberlakukan sistem ini mulai dari awal berdirinya perusahaan hingga sekarang. Dan semuanya berjalan dengan baik hanya saja dalam bidang pembagian kerja masih terlihat buruk sehingga karyawan merangkap beberapa pekerjaan sekaligus dan administrasi yang seharusnya ada menjadi tidak ada karena keterbatasan karyawan yang ada dan kurangnya kesadaran akan pentingnya administrasi pembukuan.
Asih Tour & Travel Surakarta pada dasarnya mengikuti setiap kaidah-kaidah yang ada dalam sebuah sistem manajemen, yakni unsur-unsur atau kegiatan yang harus dilakukan dalam sistem manajemen, yang antara lain adalah : 1. Planning atau perencanaan
Asih Tour & Travel Surakarta mempunyai sebuah perencanaan untuk mengembangkan perusahaannya. Namun perencanaan tersebut tidak dibuat secara tertulis namun hanya dibicarakan pada karyawan dan langsung dikerjakan. Tidak ada pembuatan rencana dalam jangka lama karena hal ini dianggap kurang tepat bagi sebuah Biro Perjalanan atau perusahaan yang kecil. Hal ini mengakibatkan tidak ada rencana pasti untuk meningkatkan dan mengembangkan Asih Tour & Travel, bagi Djuritno mempertahankan yang ada jauh lebih sulit daripada membuat hal baru yang dirasa kurang mampu untuk dilakukan pada saat ini.
commit to user
2. Organizing atau struktur Organisasi
Organizing sanagt diperlukan dalam sebuah perusahaan baik itu kecil, menengah maupun besar. Asih Tour & Travel mempunyai sebuah struktur organisasi yang didalamnya terdapat direksi,pimpinan,dan staff atau karyawan dengan pembagian tugasnya masing-masing. Hanya saja strutur organisasi tersebut belum dibuat dalam bagan, namun hanya ditulis biasa dalam sebuah data perusahaan. Struktur Organisasi Asih Tour & Travel dibuat untuk formalitas dan pada praktek sehari-hari karyawan termasuk pimpinan melakukan beberapa tugas sekaligus (Sumber : Wawancara, Pimpinan Asih Tour & Travel Surakarta)
Hal tersebut mungkin biasa dan tidak mengganggu selama kondisi memungkinkan itu dilakukan. Namun tanpa disadari kebiasaan tersebut sangat mengganggu dan dapat terjadi penumpukan pekerjaan sehingga karyawan/staff pun menjadi tidak fokus pada pekerjaan utamanya. Dan tugas yang seharusnya dikerjakan menjadi tidak dikerjakan, yang mungkin itu adalah tugas penting yang harus dilaksanakan. Ini terlihat dari administrasi pembukuan yang tidak ada. 3. Actuating atau tindakan
Tindakan yang dilakukan Asih Tour & Travel Surakarta dalam memasarkan produk dan mengembangkan usahanya terlihat masih sangat kurang. Hal ini diakui oleh Djuritno sebab beliau lebih memilih mempertahankan kualitas dan ciri khas yang sudah ada daripada membuat hal baru yang mungkin bisa menurunkan minat konsumennya. dan sehubungan dengan rencana jangka
panjang yang tidak buat, maka tindakan yang dilakukan oleh pimpinan adalah memberikan tugas kepada karyawannya yang antara lain adalah :
a. Pimpinan bertugas mengkoordinasi setiap karyawan untuk melakukan tugas nya masing-masing dan sekaligus merangkap sebagai Public Relation, staff produksi paket tour dan juga sekaligus marketing di Asih Tour & Travel.
b. Staff Ticketing bertugas melayani reservasi dan pembuatan e-tiket pesawat Garuda Airlines, Sriwijaya Airlines, Lion Air, Silk Air, Air Asia, Singapure Airlines, pemesanan jasa travel yang biasanya menuju ke Surabaya, melayani reservasi hotel Agass, KSPH, Sahid Jaya Hotel, Lorr in, Novotel, Ibiss, Sunant Hotel dan hotel-hotel yang ada di Indonesia sesuai keinginan tamu, menerima pembuatan dokumen perjalanan seperti paspor dan visa, sebagai receptionist. c. Staff Tiki bertugas melayani konsumen yang ingin melakukan
pengiriman barang lewat Tiki, membuat pembukuan Tiki, mengantar barang kiriman ke Tiki Pusat Solo, mengantar tiket pesawat, sebagai driver atau supir.
4. Controlling atau pengawasan
Pengawasan dilakukan oleh pimpinan Asih Tour & Travel setiap saat karena pimpinan selalu berada dikantor dan ikut melayani konsumen yang datang. Sehingga bila terjadi kesalahan atau ketidakpuasan konsumen yang datang dapat langsung ditangani oleh pimpinan. Dan evaluasi juga dilakukan setiap hari jika
commit to user
Sistem manajemen diatas mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dapat dilihat secara keseluruhan dalam kelemahan sistem ini adalah kurangnya karyawan sehingga mengakibatkan perangkapan tugas pada setiap divisi. Sedangkan untuk kelebihannya adalah dapat menghemat gaji karyawan karena jumlah karyawan yang dipekerjakan sedikit. Namun sistem ini harus segera diperbaiki demi perkembangan Asih Tour & Travel Surakarta.
B. Sistem dan Proses Pemasaran di Asih Tour & Travel Surakarta Asih Tour & Travel Surakarta menggunakan beberapa sistem dan proses pemasaran yang diantaranya :
1. Sistem Marketing Directmail
Sistem Marketing ini diartikan bahwa staff marketing melakukan pemasaran paket wisata dan produk lainnya dengan melalui media elektonik atau internet. Sebelum mengirimkan produk tersebut ke internet. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan membuat paket wisata yang singkat, padat, jelas, dan menarik yang tentunya dengan harga yang sesuai target sasaran yang dituju.
Adapun materi yang yang disiapkan untuk menarik minat calon konsumen membeli paket wisata tersebut adalah itinerary/jadwal kunjungan tour, fasilitas yang akan di dapat selama tour berlangsung, harga paket wisata, dan sedikit penjelasan tentang objek-objek wisata yang akan dikunjungi selama tour. Semua materi tersebut telah dibuat sedemikian menarik dengan
kata-kata yang dapat membuat calon konsumen penasaran dengan paket wisata tersebut.
Hal itu merupakan salah satu keunggulan dari saff marketing Asih Tour & Travel. Tidak hanya itu, staff marketing Asih Tour & Travel juga membuat paket wisata yang berbeda dengan biro perjalanan lain. Setelah proses produksi pembuatan paket wisata selesai, maka staff akan langsung mengirim paket wisata tersebut ke email perusahaan, email sekolah, blog pariwisata, dan ke situs jejaring social yang ada.
(Sumber : Wawancara, Djuritno Yudo Hadinagoro).
Hal ini dianggap jauh lebih efektif dan tidak terlalu menguras banyak pengeluaran dan waktu. Karena kegiatan tersebut dapat dilakukan di dalam kantor dengan cara duduk di depan komputer yang telah dilengkapi dengan internet aktif, kemudian membuka situs internet, blog dan alamat email yang dituju. Dan semua akan terkirim dengan otomatis dengan mengklik satu tombol yaitu “ENTER”.
2. Sistem Marketing melalui pasar wisata
Selain dengan menggunakan media, pemasaran dapat dilakukan dengan cara aktif mengikuti event-event pariwisata atau bisa disebut dengan pasar wisata. Dalam hal ini pasar wisata mempunyai macam-macam pasar wisata diantaranya adalah Table Tob, Travel Mart, Bursa Pariwisata, Travel Exchange (Travex).
commit to user
1998 yang pada awalnya bernama Borobudur Travel Mart hingga sekarang berubah menjadi Bengawan Travel Mart dan akan berubah nama lagi menjadi Bengawan Solo Travel Mart. Hal ini dianggap cukup efektif dan murah. Karena biasanya kegiatan itu gratis dan para staff marketing tinggal datang ke venue dengan membawa materi promosi kemudian kegiatan promosi pun berlangsung antar pelaku industry pariwisata dan calon konsumen secara tertib dan aman.
Dalam kegiatan tersebut Staff Marketing Asih Tour & Travel dapat langsung bertatap muka dengan calon konsumen maupun pelaku pariwisata lainnya. Kegiatan ini hampir 70% berhasil menarik calon konsumen. Atau paling tidak telah terjadi komunikasi dan saling tukar identitas perusahaan agar dapat terjadi kerjasama di lain waktu.
Staff marketing melakukan presentasi dengan pelaku pariwisata lainnya dan calon konsumen. Presentasi tersebut berisi tentang produk paket-paket wisata yang dibuat oleh Asih Tour & Travel dengan menyampaikan komponen-komponen paket wisata, mulai dari itinerary/ program selama tour berlangsung, fasilitas yang akan didapat apabila membeli paket wisata, gambaran-gambaran singkat tentang obyek-obyek wisata yang akan dikunjungi pada saat tour, dan yang terpenting adalah infomasi tentang harga paket wisata itu sendiri (Sumber : Wawancara, Djuritno Yudo Hadinagoro).
Apabila calon konsumen menawar harga, maka staff marketing akan memberikan suatu negosiasi dengan catatan harga tersebut masih layak untuk dijual dan tidak merugikan Asih Tour & Travel. Hal ini biasa disebut dengan
Lobbying. Lobbying biasa dilakukan setelah kegiatan pasar wisata berakhir, karena keterbatasan waktu yang diberikan oleh panitia.
Kegiatan Lobbying ini akan sangat membantu penjualan produk paket wisata yang ditawarkan. Sebab lobbying ini berisi tentang negosiasi antar staff marketing dengan calon konsumen untuk menentukan harga dan fasilitas yang akan diteri oleh kedua belah pihak bila terjadi kesepakatan. Lobbying ini harus bisa dilakukan oleh staff marketing perusahaan apapun karena di situasi inilah produk berhasil dijual atau tidak. Dan staff marketing Asih Tour & Travel telah menguasainya dengan baik
3. Sistem Marketing Total Maketing
Total Marketing yang dimaksud adalah staff lain yang juga ikut membantu proses pemasaran paket wisata. Hal ini biasa dilakukan di Asih Tour & Travel oleh staff ticketing dan driver/kurir. Biasanya mereka melakukan itu secara tidak sengaja, pada saat mereka menangani konsumen yang datang ke kantor maupun melalui telepon. Kebetulan kantor Asih Tour & Travel juga menyediakan jasa pengiriman barang, maka konsumen yang tadinya hanya ingin mengirimkan barang setelah diberi informasi bahwa di Asih Tour & Travel juga bisa melayani pembuatan paket wisata baik untuk perorangan maupun group. Sehingga konsumen merasa terkesan dan tertarik untuk mencari informasi lebih dalam dan calon konsumen tersebut mungkin akan kembali lagi untuk membeli paket wisata tersebut.
commit to user
produk paket wisatanya kepada calon pembeli secara langsung. Kegiatan ini diperlukan keterampilan yang luar biasa, karena disituasi ini staff marketing harus bisa meyakinkan calon konsumen sehingga calon konsumen mau membeli dan menggunakan jasa dari Asih Tour & Travel.
Staff marketing yang dimiliki oleh Asih Tour & Travel adalah staff marketing yang telah professional dan sudah berpengalaman selama puluhan tahun dalam bidang pemasaran. Jadi tidak terlalu sulit bagi staff marketing tersebut untuk meyakinkan calon konsumen membeli produk paket wisata dan memakai jasa Asih Tour & Travel dalam kegiatan pariwisata maupun perjalanan lainnya (Sumber : Wawancara, Djuritno Yudo Hadinagoro).
Dari ketiga sistem marketing diatas merupakan beberapa sistem marketing yang ada di sistem marketing umum yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Terdapat kelemahan dan kelebihan dari masing-masing sistem marketing yang dilakukan yaitu :
1. Sistem Marketing dengan cara Direct mail
- Kelebihan : mudah dilakukan, singkat dalam penyampaian, langsung ke konsumen yang dibidik, praktis, murah, tidak banyak menguras waktu.
- Kelemahan : hanya sebatas dibaca oleh konsumen dan tidak ditanggapi langsung, kurang jelas maksud penawaran, terkendala pada jaringan operator.
- Kelebihan : tidak memerlukan biaya banyak karena biasanya gratis dari pihak penyelenggara, langsung bertemu dengan calon konsumen, bisa langsung melakukan penawaran dan lobbying harga.
- Kelemahan : keterbatasan waktu pertemuan dengan calon konsumen. 3. Sistem Marketing Total Marketing
- Kelebihan : langsung dapat menawarkan produk jasa lain yang ada dan mungkin dibutuhkan konsumen yang datang, tidak memerlukan biaya sama sekali, dapat menjalin komunikasi yang baik dengan konsumen.
- Kelemahan : produk yang ditawarkan belum terlalu diminati oleh konsumen, efek yang ditimbulkan cukup lama.
Dari ketiga Sistem Marketing diatas yang paling efektif dalam menarik konsumen adalah dengan cara Total Marketing. Meskipun efek marketing tersebut lama, namun konsumen selalu datang dan membeli produk yang ditawarkan sebelumnya. Hal ini terjadi karena konsumen berfikir terlebih dahulu dan belum membutuhkan produk tersebut. Dan semua itu tergantung oleh staff marketing yang melakukan dan kepandaian staff marketing dalam mempengaruhi calon konsumennya.
Jumlah konsumen Asih Tour & Travel Surakarta hampir 70% berasal dari luar kota Solo, yaitu dari Boyolali, Sragen, Klaten, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Madiun, Jogjakarta, Jakarta, Surabaya, Medan, Balik papan, lampung, Padang, Batam, Papua. Biasanya konsumen yang membeli tiket
commit to user
para perantau yang berada di luar pulau jawa. Sedangkan untuk konsumen yang membeli paket wisata dan reservasi hotel juga banyak yang dari luar kota dan biasanya adalah instansi dan perusahaan. Dan untuk pengiriman barang mayoritas berasal dari kalangan masyarakat luas dan dari wilayah Solo.
Dari semua sistem yang telah dijabarkan diatas, berikut bentuk-bentuk paket wisata yang telah dibuat oleh Asih Tour & Travel.
2 DAYS 1 NIGHT CITY TOUR
DAY I SOLO CITY TOUR ( B, L, D )
06.00 - 08.00 Rombongan sarapan di hotel.
07.30 – 08.00 Bis datang dan bersiap di depan lobby hotel.
08.00 Rombongan berangkat menuju ke Kraton Kasunanan. 08.00 – 08.30 Perjalanan menuju ke Kraton Kasunanan.
08.30 – 10.00 Rombongan tiba di Kraton Kasunanan dan langsung berkeliling dengan di pandu oleh guide yang ada disana. 10.00 – 10.30 Rombongan meninggalkan Kraton Kasunanan dan
beralih menuju ke PGS & BTC.
10.30 – 12.30 Rombongan tiba di PGS & BTC dan langsung segera berkeliling unntuk berbelanja batik dan berbagai macam aksesoris.
12.30 – 13.30 Puas berbelanja,Rombongan langsung akan di bawa menuju ke Karanganyar untuk menikmati keindahan Candi Cetho,di perjalanan Rombongan diberi lunch box. 13.30 – 14.30 Rombongan tiba di Karangpandan untuk berganti bis
kecil karena bis besar sulit naik ke kawasan Candi Cetho.Setelah sampai Rombongan dapat segera berkeliling dengan di pandu oleh Guide.
14.30 – 14.40 Rombongan menuju ke Candi Sukuh
14.15 – 14.25 Rombongan tiba di Candi Sukuh,dan dapat langsung