• Tidak ada hasil yang ditemukan

Artikel: McArthur (1996)

dilakukan adalah menganalisa fakta mengenai hubungan antara nilai di masyarakat dengan nilai akuntansi, dan pengelompokan negara berdasarkan pengaruh budaya dan praktik akuntansi.

3.2 Artikel: McArthur (1996)

An Investigation into the influence of cultural factors in the international lobbying of the international accounting standards committee: the case of E32,

Comparability of Financial Statements John B. MacArthure

University of North Florida

Pendahuluan

Riset ini meneliti pengaruh faktor budaya dalam komentar yang disampaikan perusahaan sesuai dengan exposure draft 32, Comparability of Financial Statement (E32) yang dikeluarkan oleh International Accounting Standards Committee (IASC). Proposal dalam E32 terdiri dari 12 International Accounting Standards sehingga perlu dilihat oleh perusahaan multi nasional memiliki pengaruh yang far reaching. Topik yang tercakup dalam E32 adalah: inventory valuation dan presentation, unusual dan prior period items serta perubahan kebijakan akuntansi, aktivitas Research and Development, construction contract, property plant and equipment, leases, revenue recognition, retirement dan employee benefit, perubahan dalam

31 foreign exchange rates, business combination, capitalization biaya pinjaman dan terakhir investasi.

Latar belakang

Penulisan ini melaporkan hasil penelitian Gray, S.J. 1988. "Towards a Theory of Cultural Influences on the Development of Accounting Systems Internationally," Abacus, 24(1): 1-15. Gray berhipotesis bahwa adanya hubungan antara nilai-nilai akuntansi dengan nilai-nilai sosial sebagaimana diidentifikasi oleh Hofstede. Hubungan tersebut dapat digambarkan dengan tabel sebagai berikut:

Societal Values Managerial/ Work Related Values

Accounting Values Accounting Practice

Individualism vs Collectivism Professionalism Authority Large vs Small Power Distance Uniformity Application Strong vs Weak Uncertainty

Avoidance

Conservatism Measurement

Masculinity vs Femininity Secrecy disclosure

Isi dari E32 dianalisis untuk menguji hipotesis nilai kultur yang diidentifikasi oleh Hofstede dan nilai sub kultur akuntansi yang disarankan oleh Gray. Penelitian ini menggunakan data aktual dan studi kuesioner serta analisis konseptual yang menggali pertanyaan kultural. Kultur merupakan hal yang tidak terlihat dan tidak disadari, diperparah dengan adanya level atau lapisan kultur yang berbeda di dalam dan antar lapisan sosial seprti kultur nasional, kultur profesi dan kultur organisasi. Namun demikian kebanyakan sub-kultur di dalam masyarakat memiliki kesamaan dengan subkultur lain sehingga masih melihat pihak lain sebagai anggota masyarakat. Studi ini menggunakan beberapa pendekatan untuk mengevaluasi pengaruh kultur nasional dan bermacam-macam sub kultur di dalam masyarakat terhadap akuntansi.

Pada level nasional penelitian Riah-Belkoui dan Picur menggunakan pendekatan kuesioner dimana hasil risetnya menunjukkan pengaruh signifikan kultur nasional terhadap persepsi konsep akuntansi pada dua atau tiga persepsi.Cohen, Pant dan Sharp meneliti pengaruh perbedaan kultur internasional terhadap persepsi etika auditor atas klien tertentu.

Pada tingkat subkultur Thomas mengembangkan kerangka konseptual untuk meneliti pengaruh kultur organisasi pada pemilihan metode akuntansi dengan metode kuesioner. Lima dari tujuh kasus hasil kuesioner menunjukkan konsistensi

32 dengan hipotesis bahwa subkultur profesi akuntansi berpengaruh signifikan terhadap pemilihan praktik akuntansi, sedangkan menurut Ho dan Chang kultur profesional atau organisasi mendominasi kultur nasional dan atas isi dari komentas yang dikirimkan kepada IASC.

Tang berpendapat bahwa harmonisasi standar akuntansi adalah suatu proses politik diantara bermacam-macam kepentingan kelompok dengan pengaruh unsur utama sosial, ekonomi dan kultur yang mendominasi pemilihan kebijakan akuntansi. Fenomena kultur dan faktor ekonomi terlihat terjalin bersama sebagaimana dikatakan Bloom dan Naciri bahwa lingkungan ekonomi, politik dan sosial menjadi komponen budaya dan tradisi suatu negara. Ray dan Gupta menemukan bahwa variable kultur berupa uncertainty avoidance dan professional accounting sebagai faktor lingkungan yang menentukan jumlah yang diinvestasikan untuk mengurangi transaction cost. Demikian pula Fechner dan Kilgore menyarankan adanya keterkaitan antara variabel ekonomi dan kultur dalam menentukan praktik akuntansi sebagaimana gambar di bawah ini:

Fechner dan Kilgore berpendapat bahwa faktor lingkungan (economic dan

cultural) menjadi moderating variables dan bukan intervening variables terhadap

accounting practice yang dianut. Contoh pemilihan FIFO lebih diutamakan untuk menurunkan pembayaran pajak dan bukan karena prinsip conservatism yang dianut. Di dalam riset pasar modal pengaruh keberagaman prktik akuntansi, Choi dan Levich

EkkkEconomic FactorsECONOMIC FACTORS Macro Economics Micro Economics kACCOUNTING PRACTICE Measurement Application Disclosure Authority ACCOUNTING SUBCULTURE Uniformity Professionalism Conservatism Secrecy CULTURAL FACTORS Uncertainty Avoidance Power Distance Individualism Masculinity ACCOUNTING PRACTICE Measurement Aplication Disclosure Authority ECONOMIC FACTORS Macro Economic Micro Economic

33 menyatakan faktor-faktor yang memengaruhi harmonisasi akuntansi adalah makroekonomi nasional, pajak, peraturan dan perbedaan kultur.

Metodologi

Penelitian dengan menggunakan content analysis memungkinkan peneliti melihat subyek yang dirasa penting, dengan metode ini kewajiban atas interpretasi bahasa berada pada peneliti dan bukan pada subyek seperti pada metode kuesioner. Pengertian content analysisi adalah: Content analysis has been defined as a systematic, replicable technique for compressing many words of text into fewer content categories based on explicit rules of coding, atau any technique for making inferences by objectively and systematically identifying specified characteristics of messages (text, drawing, videotape, dll). Dengan metodologi content analysis ini corporate comment letters terhadap E32 dibaca untuk mengidentifikasi pernyataan yang terkait dengan kultur sebagaimana Hofstede dan accounting subculture sebagaimana Gray. Komentar yang terkait dengan economic consequences juga dicatat karena secara alami memengaruhi komentar tersebut.

Comment letters disimpan dalam floppydisk untuk memudahkan analisis misalnya mencari kata-kata tertentu dengan software pengolah kata. Komentar perusahaan yang dianalisis terdiri dari 47 perusahaan yang terdiri dari sembilan negara dengan komposisi: Australia (12), Canada (6), Perancis (3), Germany (1), Netherland (1), Netherland dan UK (2), South Africa (1), Switzerland (4), UK (7) dan USA (10). Jumlah 47 komentar ini terlihat kecil namun response yang rendah atas international exposure draft adalah hal yang biasa (Chandler), hal ini mungkin karena IASC tidak memiliki daya tekan atas penerapan standar, mungkin dapat dibantu dengan International Organization of Security Commission (IOSC).

Hipotesis

Hipotesis dibagi menjadi dua bagian yaitu cultural values sebagaimana Hofstede dan

accounting subculture oleh Gray.

Dokumen terkait