Chapter 5. Vithimut atau Bhumi
4. Arupa-Bhumi
Arupa-bbumi ada empat yaitu;
1. Akasanancayatana-bhumi – Kerajaan Ruang yang tak terbatas. 2. Vinnanancayatana – bhumi – Kerajaan Kesadaran yang tak
terbatas.
3. Akincannayatana-bhumi – Kerajaan Kekosongan.
4. N’evasanna-n’asannayatana-bhumi – Kerajaan bukanPencerapan bukan juga Bukan Pencerapan.
Dihitung semua Alam2 secara terpisah, kita dapatkan 4 Alam apaya, 7 Alam kamasuggati, 16 Alam Rupa dan 4 Alam Arupa, jadi semua ada 31 Alam.
Keadaan dari Bhumi-Bhumi
1. Kerajaan Manusia, Kerajaan Binatang, Kerajaan Peta dan Kerajaan Asura berada di atas Permukaan Bumi. Kerajaan2 itu tidak di pisahkan, tapi Mahluk2 bergerak berkeliling dalam Dunia mereka sendiri.
2. Niraya melambangkan beberapa Keadaan yang sengsara dimana Mahluk2 menebus untuk Kamma buruk mereka. Mereka bukanlah Neraka2 yang kekal. Melewati kamma buruk, Mahluk2 mungkin di Lahirkan Kembali dalam Keadaan yang baik sebagai Hasil dari Perbuatan2 Baik mereka di masa lampau.
Ada 8 Niraya Besar atau Neraka yang berada di bawah Permukaan Bumi. Nama2 mereka menurut Jarak dari Permukaan Bumi, adalah; Sanjiva, Kalasutta, Sanghata, Roruva, Maharoruva, Tapana, Mahatapana dan Avici.
(Pembaca bisa melihat Peta-Bhumi yang di lampirkan di belakang Buku ini. Peta itu juga menyebutkan Jarak diantara Alam2 dalam Yojana yang kira-kira 8 mile).
Setiap Niraya Besar mempunyai Bentuk dari Satu Segi Empat. Pada setiap Tepi dari Segi Empat lagi ada Empat Niraya Kecil, yaitu, Rawa2 Kotoran, Lapangan dari Debu panas, Hutan dan Pohon2 berduri dan Sungai panas dengan Tonggak2.
Maka ada 16 Niraya Kecil pada Empat Sisi dari Satu Niraya Besar dan 128 Niraya Kecil untuk 8 Niraya Besar.
3. Enam alam Dewa Kenikmatan Indera (Alam2-deva) bertempat di atas Tanah dan meninggi ke Angkasa
i. Catumaharajika – Kerajaan Dewa yang paling rendah dimana Empat Penjaga Dewa bertempat tinggal bersama Pengikut2 mereka. Beberapa Mahluk lebih rendah dari Alam ini mempunyai Tempat tinggal mereka di atas Bumi. ii. Tavatimsa – Kerajaan dari 33 Dewa dan Pengikut2 mereka.
Sakka, Raja para Dewa, bertempat tinggal dalam Alam Dewa ini.
iii. Yama – Kerajaan dari Dewa2 Yama iv. Tusita – Surga Kesenangan
v. Nimmanarati – Surga para Dewa yang bergembira dalam Ciptaan2 mereka.
vi. Paranimmita-vasavati - Surga para Dewa yang membawa Barang2 diciptakan oleh yang lain2 di bawah Kekuasaan mereka.
Enam alam Dewa ini adalah tempat tinggal sementara yang di berkahi dimana Mahluk2 hidup dengan bahagia menikmati Kenikmatan2 Indera sebagai Hasil dari Kamma-kamma Baik mereka.
Yang lebih tinggi dari Alam2 Kenikmatan ini adalah Kerajaan Brahma dimana Mahluk2 senang dalam Berkah Jhana di dapat oleh Rupavacara dan Arupavacara-kusala-kamma mereka.
4. Enam belas Alam Materi Halus (Rupa – Bhumi) Keadaannya jauh lebih tinggi dari pada 6 Alam Yang di berkahi Kenikmatan Indera.
i. 3 Alam Jhana Pertama adalah:
Brahma-parisajja - Kerajaan dari Rombongan Brahma. Brahma-purohita - Kerajaan dari Menteri2 Brahma. Maha- brahma - Kerajaan dari Brahma Agung.
ii. 3 Alam Jhana Kedua adalah:
Parittabha - Surga dari Kilauan terbatas Appamanabha - Surga dari Kilauan tidak terbatas Abhassara - Surga dari Dewa2 yang bersinar. iii. 3 Alam Jhana Ketiga adalah:
Paritta-subha - Surga dari Dewa2 dengan sinar lemah Appamana-subha - Surga dari Dewa2 dengan sinar tak
terbatas.
Subha-kinha - Surga dari Dewa2 dengan sinar Penuh yang tetap.
Iv .7 Alam Jhana Ke-empat adalah:
Vihapphala - Surga dari Dewa2 dengan Berkah Besar.
Asanna-satta - Surga dari Dewa2 dengan hanya Rupa tanpa Nama
Suddhavasa - Surga dari Tempat Tinggal murni – hanya para Anagami Dan Arahat di temui dalam Tempat ini. Suddhavasa terdiri dari 5 Alam:
Aviha - Surga yang bertahan lama Atappa - Surga yang tenang. Sudassa - Surga yang indah
Sudassi - Surga yang berpandangan bersih. Akanittha - Surga yang paling tinggi.
5. Empat Alam Non Materi (Arupa-bhumi). Keadaannya tinggi di atas Alam2 Materi Halus. Nama 4 Alam Arupa telah di sebutkan di atas.
Bhumi dan Orang.
Duabelas Tipe Orang (Puggala) telah di sebutkan tadi sebelum Kesimpulan dari Bab.IV. Sekarang kita akan menempatkan Orang2 ini di dalam berbagai Alam Keberadaan dimana mereka termasuk.
1. Didalam Tempat Kediaman Apaya hanya Orang duggati – ahetuka di temui.
2. Didalam Kerajaan Manusia dan Catumaharajika, Sebelas Tipe Orang dengan Pengecualian Orang duggati-ahetuka ada di sana. 3. Dalam Lima Alam yang di berkahi Kenikmatan Indera, sepuluh
Tipe Orang dengan Pengecualian Orang duggati-ahetuka dan Orang sugati-ahetuka ada di sana.
4. Dalam sepuluh Alam Rupa-Brahma dengan Pengecualian dari asanna-satta dan Lima Suddhavasa; satu Orang tihetuka-puthujjana dan Delapan Orang Ariya ada di sana.
5. Dalam Surga asannasatta, Hanya Satu Orang sugati-ahetuka yang di lahirkan hanya dengan jivita-rupa ada di sana.
6. Dalam Lima Surga Suddhavasa, Orang Anagami-phalattha, Orang Arahatta-maggattha dan Orang Arahatta-phalattha ada di sana. Anagami yang mencapai Jhana Ke-empat di dalam Kerajaan Manusia, di lahirkan disini setelah Keakhiran mereka dalam Kerajaan Manusia. Dalam Keadaan itu mereka mencapai Ke-Arahatan di dalam Surga Suddhavasa.
7. Dalam Empat Alam Arupa , Tujuh Orang Ariya (Dengan Pengecualian dari Orang Sotapatti-maggattha) dan Satu Orang tihetuka-puthujjana ada di sana. Sotapatti-magga tidak di capai dalam Alam ini. Orang2 Sotapanna yang mencapai Arupa-jhana dalam Kerajaan Manusia, mungkin di lahirkan dalam Alam Arupa dan mereka bisa mencapai magga dan phala yang lebih tinggi dalam Keadaan ini.
Empat Cara dari Kelahiran Kembali (Patisandhi-catukha).
1. Apaya-patisandhi (Kelahiran Kembali yang sengsara). Akusala-vipaka upekkha santirana ahetuka citta.
2. Kama-sugati patisandhi (Kelahiran Kembali yang diberkahi Kenikmatan Indera): a. Kama-sugati ahetuka patisandhi =
kusala-vipaka santirana ahetuka-citta. b.Kama sugati sahetuka patisandhi = 8 maha-vipaka citta.
3. Rupa-patisandhi (Kelahiran Kembali dalam Alam Rupa) - 5Rupavacara-vipaka citta + jivita-navaka kalapa rupa patisandhi. 4. Arupa-patisandhi (Kelahiran Kembali dalam Alam Arupa). – 4
Catatan:
a. Satu Apaya-patisandhi, Satu kama-sugati ahetuka-patisandhi dan 8 kamasugati sahetuka patisandhi, bersama menjadikan 10 kama-patisandhi.
b. Lima Rupavacara-vipaka citta dan Jivita-navaka-kalapa-rupa-patisandhi, bersama menjadikan 6 Rupa-patisandhi.
c. Sepuluh patisandhi, 6 Rupa patisandhi dan 4 Arupa patisandhi, bersama menjadikan 20 Tipe Patisandhi (Kelahiran Kembali).
Jumlah patisandhi lebih Satu dari jumlah Kesadaran Kelahiran Kembali, sebab ada Satu Rupa-patisandhi.
Orang dan Patisandhi.
1. Empat Penghuni Apaya dalam Alam2 Niraya, Tiracchana, Peta, Asura, di lahirkan dengan Akusala-vipaka upekkha santirana ahetuka citta. Citta ini adalah Hasil dari Kamma Tidak bermoral. Ia menjadi Penghubung kembali (Kesadaran Kelahiran Kembali) pada Saat turun ke dalam Keadaan Sengsara. Kemudian ia tergelincir ke dalam Kelanjutan-Kehidupan (Bhavanga) dan akhirnya ia menjadi Kesadaran-Kematian dan di putuskan.
2. Dalam Kerajaan Manusia dan Kerajaan Catumaharajika, Mahluk2 yang cacat seperti mereka yang buta, tuli, dungu, terkebelakang, atau cacat karena Kelahiran, dan Dewa Tanah yang rendah (deva) di lahirkan dengan kusala-vipaka upekkha santirana ahetuka citta.
3. Di dalam semua Tujuh Alam yang diberkahi Kenikmatan Indera, Manusia2 Normal dan Dewa2 di lahirkan dengan salah satu dari Delapan Mahavipaka citta. Maka itu Hasil dari Delapan Perbuatan Besar sebagai Penghubung kembali (Kesadaran2 Kelahiran Kembali), Kelanjutan Kehidupan dan Kesadaran Kematian di mana saja di dalam Dunia-Indera yang di berkahi. Diantara Manusia2 dan Dewa2 , Orang2 dvi-hetuka di lahirkan dengan Empat Mahavipaka nanavipayutta citta, sedangkan Orang2 ti-hetuka di lahirkan dengan Empat Mahavipaka nana sampayutta citta.
4. Diantara para Rupa-Brahma;
i. Brahma dari 3 Alam Jhana Pertama di lahirkan dengan rupavacara Jhana Pertama vipaka citta.
ii. Brahma dari 3 Alam Jhana Kedua di lahirkan baik dengan rupavacara Jhana Kedua vipaka citta atau juga dengan rupavacara citta Jhana Ketiga.
iii. Brahma dari 3 Alam Jhana Ketiga di lahirkan dengan rupavacara citta Jhana Ke-empat.
iv. Brahma dari alam Jhana ke Empat, dengan Kekecualian dari Brahmas asannasatta, di lahirkan dengan rupavacara citta Jhana Ke-lima dan,
v. Asannasatta Brahma dilahirkan dengan jivita-navaka-kalapa-rupa.
5. Akasanancayatana-brahma di lahirkan dengan akasananca-yatana-vipaka citta.
Vinnanancayatana-brahma di lahirkan dengan Vinnananca-yatana-vipaka citta.
Akincannayatana-brahma di lahirkan dengan akincannayatana-vipaka citta, dan
N’evasanna-n’asannayatana-brahma di lahirkan dengan n’evasann-n’asannayatana-vipaka citta.
Metode Penamaan dari Alam2 Rupa.
Alasan bagi beberapa Ketidak sepahaman dari Nama2 Alam2 Rupa dan Kesadaran Kelahiran Kembali dari para Brahma adalah karena ada Dua Cara untuk menghitung Rupa-Jhana.
Bagi Orang2 dengan Kebijaksanaan yang lambat, setelah mencapai rupavacara jhana-Pertama, mereka harus menghilangkan Faktor2 Jhana Satu per Satu dalam Perjalananannya ke Jhana yang lebih tinggi. Maka bagi Orang dengan Tipe ini, Ada Lima rupavacara jhana.
Bagi Orang2 dengan Kebijaksanaan yang cepat, setelah mencapai Jhana Pertama, mereka menghilangkan Vitakka dan Vicara bersamaan dalam Perjalanannya ke Jhana Kedua. Maka itu Jhana Kedua mereka, sama dengan Jhana Ketiga dari Orang2 dengan Kebijaksanaan yang lambat, dan Jhana Ke-empat mereka, sama dengan Jhana Ke-lima dari Orang2 yang Kebijaksanaannya lambat.
Begitulah, hanya ada Empat rupavacara Jhana bagi Orang2 yang Kebijaksanaannya cepat.
Didalam Praktek, sebagaimana yang di amati di International Buddha Sasana Centres (Pa-auk Meditatioan Centre) hampir semua Orang menghapuskan Vitakka dan Vicara bersamaan. Disini Metode
Penghitungan rupavacara jhana ke-atas sampai Tingkat Ke-empat lebih Umum, dan akibatnya, Alam2 Jhana di namakan menurut Metode ini.
Di dalam Bhumi Chart (Yakni Chart No. 5.1 dilampirkan di belakang Buku ini), Kesadaran Kelahiran Kembali di jelaskan menurut Metode Lima rupavacara-jhana sedangkan Alam2 Rupa di jelaskan menurut Metode Empat rupavacara-jhana.
Dua Metode Penghitungan rupavacara jhana,bersama dengan Nama2 dari Alam2 Rupa di gambarkan dalam Tabel 5.1
Empat Cara dari Mengandung.
1. Andaya-patisandhi - Dikandung dalam Telur bercangkang. 2. Jalabuja-patisandhi - Dikandung dalam Rahim.
3. Sansedaja-patisandhi - Dikandung dalam Lubang, atau Satu Batang Pohon, dalam Buah2an, dalam Bunga, dalam Paya2, dalam Air yang menggenang, dalam Mayat dan Mayat yang membusuk, dsb.. seperti Lalat dan Nyamuk.
4. Opapatika-patisandhi - Kelahiran Kembali dalam Bentuk dari Seorang yang dewasa sekitar 16 tahun seperti melompat keluar tidak tahu dari mana.
Catatan: Andaya-patisandhi dan jalabuja-patisandhi juga secara bersamaan di kenal sebagai gabbhaseyaka-patisandhi.
Penerapan:
1. Orang2 menderita dalam Niraya di lahirkan hanya dengan Cara