ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA 1 PENGERTIAN
A. ARUS KAS KELUAR AKTIVITAS OPERASI 1 Belanja Pegawa
Belanja Pegawai merupakan kompensasi terhadap pegawai baik dalam bentuk uang atau barang, yang harus dibayarkan kepada pegawai pemerintah (di dalam negeri dan di luar negeri) sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan selama periode akuntansi,kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal. Belanja Pegawai pada TA 2015 adalah sebesar Rp281.157.456.160.788. Dengan demikian, Belanja Pegawai pada TA 2015 mengalami kenaikanRp37.437.832.154.366 atau 15,36 persen dibandingkan TA 2014. 2. Belanja Barang
Belanja Barang pada TA 2015 adalah sebesar Rp233.315.553.846.047 yang merupakan pengeluaran Pemerintah dalam rangka pengadaan/pembelian barang dan jasa guna mendukung kegiatan operasional kantor, pemeliharaan, perjalanan dinas dan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan/dijual kepada masyarakat. Dengan demikian, Belanja Barang TA 2015 ini lebih besar Rp58.171.078.445.889 atau 33,21 persen dibandingkan TA 2014.
3. Belanja Pembayaran Bunga Utang
Belanja Pembayaran Bunga Utang pada TA 2015 sebesar Rp156.009.750.393.000 merupakan pembayaran yang dilakukan atas kewajiban penggunaan pokok utang (outstanding principal), baik utang dalam negeri maupun utang luar negeri yang dihitung berdasarkan posisi pinjaman, dan pembayaran denda berupa imbalan bunga. Belanja Pembayaran Bunga Utang mengalami kenaikan Rp22.568.061.797.224 atau 16,91 persen dari Belanja Pembayaran Bunga Utang TA 2014 sebesar Rp133.441.688.595.776. Rincian Belanja Pembayaran Bunga Utang
tersebut terdiri dariPembayaran Bunga atas Utang Dalam Negeri (DN) dan Luar Negeri (LN) masing-masing sebesar Rp141.904.468.100.868 dan Rp14.105.282.292.132.
4. Belanja Subsidi
Belanja Subsidi pada TA 2015 sebesar Rp185.971.113.912.629 merupakan belanja negara yang diberikan kepada perusahaan/lembaga yang memproduksi, menjual, mengekspor atau mengimpor barang dan jasa, yang memenuhi hajat hidup orang banyak, sehingga harga jual terjangkau oleh masyarakat. Dengan demikian, Belanja Subsidi TA 2015 ini lebih kecil Rp205.991.400.375.473 atau 52,55 persen dari TA 2014
5. Belanja Bantuan sosial
Belanja Bantuan Sosial pada TA 2015 sebesar Rp97.089.109.626.790 merupakan transfer uang atau barang yang diberikan kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial, Dengan demikian, Belanja Bantuan Sosial TA 2015 ini lebih kecil Rp731.781.091.457 atau 0,75 persen dari TA 2014.
6. Belanja Hibah
Belanja Hibah merupakan transfer uang atau barang oleh Pemerintah Pusat kepada negara lain, organisasi internasional, dan pemerintah daerah yang sifatnya tidak wajib. Pada TA 2015 terdapat belanja hibah sebesar Rp4.261.657.004.693, sehingga Belanja hibah TA 2015 lebih besar Rp3.354.147.450.478 atau 369,60 persen dari TA 2014.
7. Belanja lain-lain
Belanja lain-lain adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam, bencana sosial dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah. Belanja Lain-lain pada TA 2015 adalah sebesar Rp10.051.920.659.507. Dengan demikian, Belanja Lain- lain TA 2015 mengalami penurunan sebesar Rp1.600.599.021.185 atau 13,74 persen dari TA 2014.
8. Transfer DBH SDA
Transfer Bagi Hasil Sumber Daya Alam (SDA) merupakan penyaluran oleh Pemerintah Pusat kepada pemerintah daerah atasbagi hasil penerimaan sumber daya alam yang merupakan bagian pendapatan pemerintah daerah.
Transfer Bagi Hasil SDAdalam TA 2015 adalah sebesar Rp42.282.020.869.480, Dengan demikian, Transfer Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam TA 2015 lebih kecil Rp19.719.296.806.028 atau 31,80 persen dari TA 2014.
9. Transfer DBH Pajak
Transfer Dana Bagi Hasil Pajak merupakan penyaluran oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah Atas bagi hasil penerimaan pajak yang merupakan bagian pendapatan pemerintah daerah. Transfer Bagi Hasil Pajak pada TA 2015 adalah sebesar Rp33.013.401.801.250, Dengan demikian, Bagi Hasil Pajak TA 2015 lebih kecil Rp6.702.540.384.087 atau 16,88 persen dari TA 2014
10. Transfer DBH Cukai
Transfer Dana Bagi Hasil Cukai merupakan penyaluran oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah atas bagi hasil penerimaan cukai yang merupakan bagian pendapatan Pemerintah Daerah. Transfer Dana Bagi Hasil Cukai pada TA 2015 adalah sebesar Rp2.757.955.596.350, sedangkan pada TA 2014 sebesar Rp2.221.698.394.926. Dengan demikian, Transfer Dana Bagi Hasil Cukai TA 2015 lebih besar Rp536.257.201.424 atau24,14 persen dibandingkan TA 2014. 11. Transfer DAU
Transfer Dana Alokasi Umum merupakan penyaluran oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah yang digunakan untuk membiayai kebutuhan provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Transfer Dana Alokasi Umum pada TA 2015 sebesar Rp352.887.848.528.000, jumlah tersebut lebih besar Rp11.668.522.877.000 atau 3,42 persen dari TA 2014 sebesar Rp341.219.325.651.000.
12. Transfer DAK
Transfer Dana Alokasi Khusus adalah alokasi dari APBN kepada provinsi/kabupaten/kota tertentu dengan tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemerintah daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. Transfer Dana Alokasi Khusus pada TA 2015 sebesar Rp54.877.236.951.650, jumlah tersebut lebih besar Rp22.982.766.217.150 atau 72,06 persen dari TA 2014 sebesar Rp31.894.470.734.500.
13. Transfer DAOK
Dana Otonomi Khusus adalah dana yang dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan otonomi khusus suatu daerah. Penggunaan Dana Otonomi Khusus ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi
Khusus Bagi Provinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang OtonomiKhusus Bagi Provinsi Papua. Transfer Dana Otonomi Khusus pada TA 2015 sebesar Rp17.115.513.942.000, jumlah tersebut lebih besar Rp966.740.914.000 atau 5,99 persen dari TA 2014 sebesar Rp16.148.773.028.000
14. Transfer lainnya dan Dana Desa
Dana yang dialokasikan untuk membantu daerah dalam melaksanakan kebijakan Pemerintah Pusat. Transfer Lainnya dan Dana Desa pada TA 2015 adalah sebesar Rp119.657.926.877.918, lebih besar Rp39.575.553.388.668 atau 49,42persen dari TA 2014
15. Transfer Dana Keistimewaan DIY
Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah dana yang berasal dari bagian anggaran BUN yang dialokasikan mendanai kewenangan DIY dan merupakan belanja transfer pada Belanja Transfer Lainnya. Transfer Dana Keistimewaan DIY pada TA 2015adalah sebesar Rp547.450.000.000, lebih besar Rp128.350.225.550 atau 30,63 persen dari TA 2014 sebesar Rp419.099.774.450. B. ARUS KAS KELUAR AKTIVITAS PENDANAAN
1. Belanja Modal
Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja modal pada TA 2015 adalah sebesar Rp215.519.285.896.214. Belanja Modal pada TA 2015 lebih besar Rp68.766.272.560.843 atau 46,86 persen dari TA 2014.
2. Pengeluaran dana bergulir
Pengeluaran Dana Bergulir dalam TA 2015 adalah sebesar Rp5.356.300.000.000, lebih besar Rp1.856.300.000.000 atau 53,04 persen dari TA 2014 sebesar Rp3.500.000.000.000.
3. Penyertaan modal negara
Pengeluaran Penyertaan Modal Negara (PMN)/Dana Investasi Pemerintah merupakan penyertaan modal Pemerintah Pusat dalam rangka pendirian, pengembangan, dan peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Negara/Daerah atau Badan Hukum lainnya yang dimiliki Negara/Daerah, PMN/Dana Investasi Pemerintah. Pernyertaan Modal Negara dalam TA 2015 adalah sebesar
Rp71.933.393.896.858. Dengan demikian, Penyertaan Modal Negara TA 2015 lebih besar Rp65.556.812.191.852 atau 1.028,09 persen dariTA 2014
4. Penyertaan modal negara lainnya
Pengeluaran Penyertaan Modal Negara Lainnya merupakan penyertaan modal Pemerintah Pusat dalam rangka Pembiayaan untuk Modal Awal Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara. Pernyertaan Modal Negara Lainnya dalam TA 2015 adalah sebesar Rp1.500.000.000.000, sedang pada TA 2014 tidak terdapat transaksi tersebut.
C. ARUS KAS KELUAR AKTIVITAS PEMBIAYAAN