• Tidak ada hasil yang ditemukan

J. ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL

1. Arus Tunai (Cash Flow)

Arus tunai (cash flow) pada usaha bengkel produksi alat pemerah susu sapi SOTE ini, dimulai pada tahun ke – nol. Pada tahun ke – nol usaha perbengkelan ini melakukan investasi berupa perlengkapan kantor, alat komunikasi, alat dan mesin produksi. Arus tunai pada tahun ke – nol seluruhnya merupakan arus keluar (outflow). Hal ini dikarenakan usaha perbengkelan ini belum berproduksi pada tahun ke – nol.

Dalam perhitungan cash flow ini ditetapkan umur proyek selama 15 tahun yang disesuaikan dengan umur ekonomis alat dan mesin produksi yang beragam pada 3 dan 5 tahun. Untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibutuhkan waktu yang cukup lama sehingga arus manfaat dan arus biaya dapat stabil. Selama umur proyek tersebut, diasumsikan arus manfaat (penghasilan) dan arus biaya (pengeluaran) bernilai tetap.

a. Arus Biaya (Outflow) 1) Biaya Investasi

Biaya investasi ini adalah sejumlah biaya yang harus dikeluarkan dalam rangka memulai suatu usaha. Pada usaha bengkel produksi alat pemerah susu sapi SOTE dilakukan investasi pada tahun ke – nol yaitu satu tahun sebelum usaha bengkel produksi ini berproduksi. Sesuai umur ekonomis dari

barang – barang yang di investasikan, usaha bengkel produksi ini akan tetap menanamkan investasinya untuk melengkapi kekurangan alat yang umur ekonomisnya telah habis.

Biaya investasi ini terdiri dari alat dan mesin produksi,

perlengkapan kantor dan alat komunikasi. Jumlah total investasi dari pembelian alat dan mesin produksi sebesar Rp 35 736 400, biaya untuk perlengkapan kantor sebesar Rp 720 000 dan biaya untuk alat komunikasi Rp 770 000. Total biaya investasi untuk membuat usaha bengkel produksi alat pemerah susu sapi semi otomatis tipe engkol ini adalah Rp 37 226 400. Rincian mengenai biaya investasi yang dibuat oleh usaha bengkel produksi alat pemerah susu sapi SOTE ini dapat dilihat pada Lampiran 13.

2) Biaya Operasional

Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan oleh pembuat usaha bengkel produksi alat pemerah susu sapi SOTE, setiap tahun selama usaha bengkel produksi ini beroperasi. a) Biaya Tetap

Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan setiap tahun yang besarnya tidak terpengaruh langsung dengan jumlah produk yang dihasilkan. Biaya yang termasuk biaya tetap adalah gaji karyawan, biaya pemeliharaan, biaya makan, biaya administrasi, biaya perlengkapan kamar mandi, sewa lokasi usaha dan biaya penyusutan. Rincian biaya tetap dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Biaya Tetap Usaha Bengkel Produksi Alat Pemerah Susu Sapi Semi Otomatis Tipe Engkol

*) Untuk Cash Flow tidak diperhitungkan dalam perhitungan

Biaya gaji karyawan yang terhitung sebagai biaya tetap adalah karyawan diluar proses produksi yaitu manajer produksi, bagian pemasaran sedangkan untuk gaji karyawan pada bagian produksi atau pengerjaan yaitu tukang las, potong, pasang dan uji fungsional termasuk kedalam biaya variabel. Biaya pemeliharaan meliputi pemeliharaan alat dan mesin produksi serta perlengkapan kantor. Lokasi tempat usaha disewa selama 15 tahun dengan harga RP 90 juta. Rincian biaya pemeliharaan dapat dilihat pada Tabel 7. Rincian biaya pembuatan usaha bengkel produksi alat pemerah susu sapi SOTE per unit dapat dilihat pada Lampiran 14.

Biaya Tetap J u m l a h Harga Satuan (Rp) Satuan Total per Bulan (Rp) Total per Tahun (Rp) 1. Pemeliharaan 929 410 2. Gaji Direktur 1 3 000 000 Orang 3 000 000 36 000 000 3. Gaji Karyawan 1 1 120 000 Orang 1 120 000 13 440 000 4. Biaya Makan 6 5 000 Orang 600 000 7 200 000 5. Biaya

Administrasi 200 000 2 400 000

6. Perlengkapan

Kamar Mandi 1 5 000 Paket 5 000 60 000 7. Sewa Lokasi

Usaha 500 000 6 000 000

8. Biaya

Penyusutan*) 5 292 630

Tabel 7. Biaya Pemeliharaan Asset Usaha Bengkel Produksi Alat Pemerah Susu Sapi SOTE

b) Biaya Tidak Tetap (Variabel)

Biaya tidak tetap adalah biaya yang selalu berubah selama proses produksi berlangsung yang besarnya berpengaruh langsung yaitu berbanding lurus oleh jumlah produk yang dihasilkan. Biaya yang termasuk biaya tidak tetap adalah bahan baku (material), biaya listrik, biaya telepon, dan biaya pengerjaan. Rincian biaya tidak tetap dapat dilihat pada Tabel 8. Pada bahan baku (material) terdapat jumlah kg elektroda yang dibutuhkan untuk satu unit produk, rinciannya dapat dilihat pada Lampiran 15.

Tabel 8. Biaya Variabel Usaha Bengkel Produksi Alat Pemerah Susu Sapi

Harga satu unit alat pemerah susu sapi SOTE ditentukan berdasarkan modal yang dikeluarkan untuk biaya operasional yaitu biaya tetap ditambah biaya variabel selama satu tahun dan jumlah total alat yang diproduksi selama satu tahun. Rincian perhitungan untuk menentukan

Uraian Nilai (Rp) % Biaya Pemeliharaan (Rp) 1. Mesin dan Alat – Alat 35 736 400 2.5 893 410 2. Perlengkapan Kantor 720 000 5.0 36 000

Total Biaya Pemeliharaan Rp 931 285

Biaya Variabel Jumlah Harga Satuan (Rp) Satuan Total per Bulan (Rp) Total per Tahun (Rp) 1. Bahan Baku (Material) 56 3 982 877 Paket - 223 041 112 2. Biaya Pengerjaan 4 1 300 000 Orang 5 200 000 62 400 000 3. Biaya Listrik 450 700 Kwh 315 000 3 780 000 4. Biaya Telepon - - - 150 000 1 800 000 Total Rp 293 001 133

harga alat dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Perhitungan untuk Menentukan Harga Alat per Unit

Biaya Tetap 71 322 040

Biaya Variabel 293 001 133

Total Biaya per Tahun 364 323 173

Jumlah Alat dalam Satu Tahun 56 Unit/Tahun Harga Modal Alat per Unit Total Biaya / Jumlah Alat

Dalam Satu Tahun 6 505 771 Harga Alat per Unit pada

Profit 10 %

Total Biaya / Jumlah Alat

dalam Satu Tahun x 110 % 7 159 348

Profit 5 % 325 288

Harga Alat per Unit pada Profit 5 %

Total Biaya / Jumlah Alat

dalam Satu Tahun x 105 % 6 831 059

Setelah melakukan perhitungan, modal satu unit alat adalah sebesar Rp 6 505 771. Dengan mengambil keuntungan sebesar 10 %, satu unit alat pemerah susu sapi SOTE dijual dengan harga Rp 7 159 348. Arus manfaat (penghasilan) yang didapatkan dari hasil akumulasi nilai sisa asset yang diasumsikan sebesar 10 % dari harga awal pembelian di akhir proyek. Perhitungan nilai sisa asset pada usaha perbengkelan alat pemerah susu sapi SOTE, dapat dilihat pada Lampiran 16.

b. Arus Manfaat (Inflow)

Pada usaha bengkel produksi alat pemerah susu sapi SOTE ini, arus manfaat (penghasilan) seluruhnya didapat dari hasil penjualan alat dan akumulasi nilai sisa asset dari harga awal di akhir proyek. Arus manfaat (penghasilan) yang didapatkan dari hasil penjualan alat diperoleh dengan mengalikan harga alat per unit dengan jumlah alat yang terjual. Dalam penentuan jumlah alat yang akan diproduksi perlu adanya perhitungan mengenai waktu produksi untuk satu unit produk. Setiap tahun usaha bengkel produksi ini berhasil memproduksi 86 unit. Sesuai dengan umur proyek yaitu 15 tahun maka jumlah total alat yang dapat diproduksi selama 15 tahun berjumlah 840 unit alat pemerah susu.

Dokumen terkait