• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.5 Asesmen Portofolio

Asesmen dalam kaitannya dengan pembelajaran (Setiwani, 2010), merupakan suatu proses yang diketahui dan apa yang dikerjakan oleh siswa. Pengumpulan informasi tentang belajar siswa dapat dilakukan dengan cara melakukan tes, mengobervasi siswa ketika mereka sedang belajar, mewawancarai siswa atau memeriksa produk siswa. Setiwani (2010) juga menambahkan maksud dari asesmen adalah: (a) melacak kemajuan siswa (keeping track); (b) mengecek ketercapaian (checking up); (c) mendeteksi kesalahan (finding out); dan (d) menyimpulkan (summing up). Adapun jenis-jenis asesmen berbasis kompetensi yang dapat digunakan dalam pembelajaran meliputi asesmen portofolio, kinerja, esai, proyek, dan evaluasi diri (Direktorat Pembinaan SMA, 2010:92).

Portofolio berasal dari bahasa Inggris “portfolio” yang artinya dokumen atau surat-surat penting (Fajar, 2005:47). Dapat juga diartikan sebagai kumpulan kertas- kertas berharga dari suatu pekerjaan tertentu. Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang peserta didik, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh peserta didik bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum (Direktorat Pembinaan SMA, 2010:94).

Fajar (2005:90) menyatakan portofolio sebagai asesmen diartikan sebagai kumpulan fakta/bukti dan dokumen yang berupa tugas-tugas yang terorganisir secara

sistematis dari seseorang (siswa) secara individual dalam proses pembelajaran. Portofolio bukan objek, melainkan perantara penilaian oleh siswa dan guru yang menggambarkan aktivitas dan proses yaitu mendorong siswa untuk berdialog, merencanakan tujuan, bekerjasama, membandingkan, memilih, membuat keputusan dan juga menguatkan argumentasi yang tepat. Portofolio sebagai suatu proses sosial paedagogis adalah pengalaman belajar yang terpadu dan dialami siswa sebagai suatu kesatuan (collection of learning experience) yang terdapat dalampikiran peserta didik bail yang berwujud pengetahuan, keterampilan, maupun nilai dan sikap (Firman, 2004 dalam Hasnunidah, 2010). Berdasarkan uraian portofolio penilaian memiliki karakteristik sebagai berikut (Fajar, 2005:91).

a. Komprehensif

Asesmen portofolio menggunakan teknik asesmen formal dan informal, yakni tidak hanya pada produk (hasil) tetapi juga proses pembelajaran yang meliputi aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan kebahasaaan.

b. Terencana dan sistematis

Asesmen portofolio direncanakan dengan matang sebelum melaksanakannya; anggota tim portofolio menyusun aturan portofolio, tujuan portofolio, isi portofolio, jadwal pengumpulan data dan kinerja pembelajaran.

c. Informatif

Asesmen portofolio memberikan informasi yang bermakna bagi guru, pembelajar, dan orang tua, sehingga dapat digunakan sebagai umpan balik bagi guru dan siswa dalam mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan.

d. Terpola

Terpola yang dimaksudkan adalah sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, meliputi tujuan untuk menilai diri sendiri, tujuan pembelajaran, dan tujuan penilai kegiatan pembelajaran.

e. Autentik

Informasi yang terkumpul berdasarkan tugas-tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa. Hasil karya siswa yang berisi kemajuan dan penyelesaian tugas-tugas tersebut dilakukan secara kontinyu dalam usaha mencapai kompetensi pembelajaran.

Wyatt dan Looper (2002 dalam Bastiti, 2012:25) menyebutkan, berdasarkan tujuannya sebuah portofolio dapat berupa developmental portfolio, bestwork portfolio, dan showcase portfolio. Namun sebagai instrumen penilaian, portofolio

difokuskan pada dokumen tentang kerja siswa yang produktif, yaitu ‘bukti’ tentang

apa yang dapat dilakukan oleh siswa, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan (dijawab atau dipecahkan) oleh siswa. Menurut Depdiknas (2004:2-4) dalam buku pedoman portofolio, portofolio siswa untuk penilaian merupakan kumpulan produksi siswa yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa dapat berupa: hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa, yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis; gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan; analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan; deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, dalam mata pelajaran yang bersangkutan; laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antar matapelajaran; penyelesaian soal-soal terbuka; hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya; laporan kerja kelompok; hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video, alat rekam audio, atau komputer; dan laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran. Langkah-langkah penggunaan portofolio untuk penilaian adalah sebagai berikut (Direktorat Pembinaan SMA, 2010).

a. Menentukan maksud atau fokus portofolio

Maksud atau fokus portofolio adalah sasaran belajar atau tujuan kurikuler yang hendak dinilai ketercapaiannya dan fokus portofolio hanya pada karya terbaik atau pertumbuhan (perkembangan) belajar, atau keduanya.

b. Menentukan aspek isi yang dinilai

Aspek isi yang dinilai menyangkut aspek utama yang akan dinilai dari portofolio yang meliputi: pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

c. Menentukan bentuk, susunan, atau organisasi portofolio

Bentuk, susunan, atau organisasi portofolio menjelaskan jenis isi karya cipta siswa ataukah catatan laporan kegiatan siswa yang harus ada untuk mendapat nilai dan daftar isi portofolio atau garis besar isi portofolio yang harus terdapat dalam portofolio.

d. Menentukan penggunaan portofolio

Mengatur tentang kaitan antara portofolio dan pembelajaran sehari-hari, pembobotan nilai portofolio dan komponen penilaian lain, dalam rangka penentuan nilai akhir semester (penentuan nilai rapor).

e. Menentukan cara menilai portofolio

Mengatur tentang penggunaan rubrik dalam penskoran portofolio, penilaian portofolio akan dikerjakan oleh guru sendiri, ataukah oleh guru bersama siswa yang bersangkutan.

f. Menentukan bentuk atau penggunaan rubrik

Kriteria standar penilaian atau rubrik harus senantiasa disusun untuk memudahkan proses penilaian dan menjaga obyektifitas dalam pengambilan keputusan. Dalam penyusunan rubrik guru dapat memfokuskan diri pada kinerja kunci yang menunjukkan kemampuan siswa. Dengan demikian rubrik yang dibuatnya dapat lebih sederhana.

Fajar (2005:98) menyatakan asesmen portofolio memiliki keunggulan sebagai berikut: dapat menutupi kekurangan proses pembelajaran, yakni dalam mengembangkan keterampilan dan kecakapan individu; mendorong adanya kolaborasi (komunikasi dan hubungan) antar siswa dan antara siswa dan guru; melibatkan siswa melakukan penilaian diri sendiri (self-evaluation) refleksi, dan pemikiran kritis sehingga siswa tremotivasi untuk belajar lebih baik dari yang sudah mereka lakukan; memungkinkan guru untuk mengakses kemampuan siswa

membuat/menyusun laporan, menulis, dan menghasilkan berbagai tugas akademik. Selain itu, berdasarkan jenis karya siswa yang digunakan sebagai bahan penilaian, asesmen portofolio adalah suatu asesmen yang komprehensif karena dapat mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor secara bersama-sama.

Disamping memiliki beberapa keunggulan, asesmen portofolio juga mempunyai kelemahan. Adapun kelemahan atau kesulitan penggunaan portofolio menurut Fajar (2005:99) antara lain: membutuhkan waktu yang relatif lama; asesmen portofolio melibatkan banyak komponen sebagai alat penilaian yang berarti menuntut perhatian guru yang lebih bila dibandingkan evaluasi jenis lainnya; memerlukan biaya yang cukup besar; dan memerlukan jaringan komunikasi yang erat antara siswa, guru sekolah, dan keluarga.

Dokumen terkait