• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASET LAIN-LAIN OTHER ASSETS

Dalam dokumen LK SMI Q1 2016 Final Released (Halaman 81-99)

4 CRITICAL ACCOUNTING JUDGEMENTS AND SIGNIFICANT ACCOUNTING ESTIMATES

19. ASET LAIN-LAIN OTHER ASSETS

31 Maret / 31 Desember / March 31, December 31,

2016 2015

(Unaudited) (Audited)

Uang muka pembelian tanah 213.715.849 224.143.602 Advance for purchase of land

Aset reklamasi tambang 40.749.485 59.943.061 Reclamation asset

Piutang jangka panjang 20.236.667 42.591.128 Long-term receivables

Jaminan 18.835.883 18.295.152 Security deposits

Uang muka sewa 6.325.528 - Advances rental

Lainnya 52.910.493 15.135.614 Others

Jumlah 352.773.905 360.108.557 Total

Uang muka pembelian tanah adalah pembelian tanah oleh entitas anak (KIG) seluas 2.723.316 meter persegi yang berlokasi di Tuban, Gresik dan Rembang dengan tujuan untuk dijual di masa yang akan datang.

Advance for purchase of land consists of purchase of 2,723,316 square meter land by subsidiary (KIG) located in Tuban, Gresik and Rembang which are intended to be sold in the future.

20. PINJAMAN 20. BORROWINGS

a. Jangka pendek a. Short-term

31 Maret / 31 Desember / March 31, December 31,

2016 2015

(Unaudited) (Audited)

Rupiah Rupiah

Pihak ketiga: Third parties:

Indonesia Eximbank 130.098.763 134.704.585 Indonesia Eximbank

Jumlah 130.098.763 134.704.585 Subtotal

Pihak berelasi: Related parties:

PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia

(Persero) Tbk 600.000 - (Persero) Tbk

Jumlah 600.000 - Subtotal

Jumlah 130.698.763 134.704.585 Total

Dong Vietnam Vietnamese Dong

Pihak berelasi: Related parties:

Sapa Vietnam JSC 3.758.356 3.898.983 Sapa Vietnam JSC

Jumlah 3.758.356 3.898.983 Subtotal

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

1. Perseroan 1. The Company

Pada 17 April 2012, Perseroan menandatangani perjanjian pemberian

fasilitas pembukaan Letter of Credit (LC)

dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan maksimum fasilitas sebesar USD25.000.000. Berdasarkan surat persetujuan perubahan perjanjian tanggal 23 April 2014, fasilitas ini diperpanjang sampai dengan tanggal 16 April 2017. Perseroan dikenakan bunga sebagaimana yang diatur di dalam perjanjian.

On April 17, 2012, the Company entered into an agreement for supply and management for Letter of Credit (LC) with PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk for a maximum facility of USD25,000,000. On April 23, 2014, the facilities have been

extended up to April 16, 2017. The

Company is charged an interest as stipulated in the agreement.

Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, nilai LC yang telah diterbitkan dan masih berjalan berdasarkan fasilitas ini adalah masing-masing EURNihil, dan EUR1.438.114. Tidak terdapat fasilitas LC yang telah jatuh tempo dan masih belum dibayar pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015.

As at March 31, 2016 and December 31, 2015, the outstanding LC amounts under this facility were EURNil, and EUR1,438,114, respectively. There are no amounts under this facility which are due and unpaid as of March 31, 2016 and December 31, 2015.

Fasilitas ini mensyaratkan Perseroan untuk memelihara rasio keuangan tertentu dan kewajiban untuk melapor antara lain jika adanya perubahan modal dan susunan pengurus, melakukan investasi saham baru, memperoleh fasilitas kredit dan/atau pinjaman dari pihak lain dan melakukan pembayaran dividen. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, Perseroan telah memenuhi semua rasio keuangan yang dipersyaratkan.

These facilities require the Company to maintain certain financial ratios and require the Company to report the changes in share capital and management structure, any new investment in shares, new loan facility and/or borrowing and dividends payment. As of March 31, 2016 and December 31, 2015, the Company is in compliance with all of the financial covenants.

Pada tanggal 17 April 2012, Perseroan menandatangani perjanjian fasilitas valuta asing dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan nilai

fasilitas maksimum sebesar setara

USD10.000.000. Fasilitas memiliki jangka waktu sampai dengan 16 April 2013 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 16 April 2017. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, fasilitas ini belum digunakan.

On April 17, 2012, the Company entered into a forex line facility agreement PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk for a maximum facility amount of USD10,000,000. The facility is due on April 16, 2013 and has been extended up to April 16, 2017. As of March 31, 2016 and December 31, 2015, the Company did not use this facility.

2. PT Semen Padang (SP) 2. PT Semen Padang (SP) Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit

No. 2012-130/KMK pada tanggal 28 Agustus 2012, entitas anak SP, PT Sepatim Batamtama, memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan jumlah plafond maksimum sebesar Rp4.600.000 dengan tingkat bunga 14,25% per tahun. Fasilitas tersebut diberikan selama jangka waktu 12 bulan. Fasilitas ini terakhir kali diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 26 Agustus 2015. Fasilitas perjanjian bank ini secara fidusia dijamin dengan persediaan semen dan suku cadang, piutang usaha dengan kriteria umur dibawah 60 hari, deposito, tanah, bangungan, kendaraan, mesin serta

tagihan atas pengerjaan cooper sludge.

Pada tahun 2015, seluruh pinjaman tersebut telah dilunasi.

Based on the Letter of Credit Agreement for working capital No. 2012-130/KMK on August 28, 2012, a subsidiary of SP, PT Sepatim Batamtama, obtained working capital loan from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) with maximum facility of Rp4,600,000 with an interest rate of 14.25% p.a. This facility is granted for 12 months and was recently extended to August 26, 2015. These securities are secured by the fiduciary of cement and sparepart inventories, accounts receivable with age below 60 days, deposit, land, building, vehicle, machine and bill for the working cooper sludge. In 2015, all outstanding loan has been settled.

Pada 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, pinjaman jangka pendek dari fasilitas ini masing-masing sebesar RpNihil dan RpNihil.

As of March 31, 2016 and December 31, 2015, total outstanding short-term borrowing from this facility amounted to RpNil and RpNil, respectively.

Pada tahun 2007, SP menandatangani perjanjian fasilitas pembukaan LC dan fasilitas transaksi valuta asing dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Fasilitas ini telah beberapa kali diperpanjang dengan perpanjangan terakhir sampai dengan tanggal 16 April 2017 dengan nilai maksimal fasilitas masing-masing sebesar USD30.000.000 dan USD5.000.000. Fasilitas ini dijamin secara fidusia dengan barang, bahan baku, bahan pembantu dan suku cadang yang diimpor/dibeli dengan fasilitas ini.

In 2007, SP entered into an agreement for LC and foreign exchange line facilities with PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. The facilities had been extended several times and most recently have been extended up to April 16, 2017 and currently has maximum facilities of USD30,000,000 and USD5,000,000, respectively. These facilities are secured by the fiduciary transfer of goods, raw materials, supporting materials and spare parts imported/purchased utilizing these facilities.

Atas setiap pembukaan LC, SP diwajibkan untuk menyetor margin deposit sebesar 10% dari nilai nominal LC yang diterbitkan (Catatan 5).

SP is required to make margin deposits of 10% of the nominal amounts of LCs issued under such facilities (Note 5).

Fasilitas ini mensyaratkan SP untuk memelihara rasio keuangan tertentu dan kewajiban melapor apabila terjadi perubahan susunan Direksi dan Komisaris, dan modal dan susunan pemegang saham, dan melakukan pembayaran dividen, fasilitas kredit dan/atau pinjaman dari pihak lain. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, SP telah memenuhi semua rasio keuangan yang dipersyaratkan.

These facilities require SP to maintain certain financial ratios and to report changes in the Boards of Directors and Commissioners, share capital and shareholders, and payments of dividends, and credit facilities and/or loans obtained from other parties. As of March 31, 2016 and December 31, 2015, SP is in compliance with all of the financial covenants.

Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, nilai LC yang telah diterbitkan dan masih berjalan berdasarkan fasilitas ini adalah masing-masing EUR2.492.126, USD1.425.080 dan EUR2.571.626, USD5.641.880. Tidak terdapat fasilitas LC yang telah jatuh tempo dan belum dibayar pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015.

As at March 31, 2016 and December 31, 2015, the outstanding LC amounts under this facility were EUR2,492,126, USD1,425,080 and EUR2,571,626, USD5,641,880. There are no amounts under this facility which are due and unpaid as of March 31, 2016 and December 31, 2015.

Pada tahun 2015, sesuai dengan akta notaris M.Kholid Artha S.H., No.56 tanggal 10 Desember 2014 perihal perjanjian kredit lokal dan akta notaris No.57 tanggal 10 Desember 2014 perihal perjanjian penerbitan Bank Garansi, BSA mengalihkan fasilitas kredit dan bank garansi dari BCA kepada Bank Negara Indonesia Tbk. Jangka waktu fasilitas kredit lokal dan bank garansi adalah sampai dengan 16 April 2017.

In 2015, based on notarial deed M.Kholid Artha S.H., No.56 dated December 10, 2014 regarding with local credit agreement and notarial deed No.57 dated December 10, 2014 regarding with bank guarantee issuance agreement, BSA transferred credit local facility and bank guarantee from BCA to Bank Negara Indonesia Tbk. Credit period for local credit facility and bank guarantee is until April 16, 2017.

Indonesia Eximbank Indonesia Eximbank

Pada tanggal 3 Desember 2014, SPB menandatangi perjanjian pembiayaan untuk fasilitas Kredit Modal Kerja Ekspor I, Fasilitas Kredit Modal Kerja II dan fasiltas jaminan dengan Indonesia Eximbank dengan maksimum fasilitas masing-masing sebesar Rp5.000.000, Rp257.500.000 dan Rp2.500.000. Fasilitas ini dijamin secara fidusia dengan persediaan, piutang dagang dan aset tetap. Jangka waktu fasilitas 12 bulan. Tingkat bunga yang dikenakan untuk fasilitas kredit modal kerja Ekspor I dan II adalah 10,25% p.a dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia Eximbank, sedangkan untuk fasilitas jaminan, imbal jasa penjaminan adalah sebesar 0,65%-1,5%.

On December 3, 2014, SPB entered into financing agreement for export capital work facility I, export capital work facility II and guarantee facility with Indonesia Eximbank with maximum facilities amounting to Rp5,000,000, Rp257,500,000 and Rp2,500,000, respectively. These facilities were secured by the fiduciary inventories, trade accounts receivable and fixed assets. The term of these facilities are for 12 months. The interest rate for capital work facility I and export capital work facility II are 10.25% and can be changed any time based on information from Indonesia Eximbank, while for guarantee facility, the guarantee fee is ranging 0.65%- 1.5%.

Fasilitas ini telah diperpanjang dengan perpanjangan terakhir sampai dengan tanggal 2 Desember 2016 dengan tingkat bunga sebesar 10,00% p.a. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, saldo fasilitas ini masing-masing sebesar Rp130.098.763 dan Rp134.704.585.

The facilities had been extended up to December 2, 2016, with an interest rate of 10.00% p.a. As of March 31, 2016 and December 31, 2015 the total outstanding facility amounting to Rp130,098,763 and Rp134,704,585, respectively.

Pada tanggal 4 Desember 2015 SPB memperoleh fasilitas pembiayaan non revolving berupa fasilitas KIE yang tujuan penggunaannya untuk pembelian Batching Plant, Truck Mixer dan Loader dengan limit kredit sebesar Rp84.800.000. Jangka Waktu atas fasilitas tersebut 60 bulan dari penandatanganan perjanjian kredit dengan tingkat suku bunga 10,25%. Pinjaman tersebut dijamin dengan aset tetap SPB dengan total jaminan sebesar Rp106.000.000. Pada tanggal 31 Maret 2016, fasilitas ini belum digunakan.

On December 4, 2015, SPB obtained non- revolving financing facility in the form of KIE facilities which are intended for acquisition of Batching Plant, Truck Mixer and Loader with a credit limit of Rp84,800,000. The period of this facility is 60 months from the signing of the loan agreement with an interest rate of 10.25%. This loan was secured by several fixed assets of SPB with total amount of Rp106,000,000. As of of March 31, 2016, this facility has not been used.

Fasilitas ini mensyaratkan SPB untuk memelihara rasio keuangan tertentu berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit dan persyaratan lain yang diatur di dalam perjanjian. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, salah satu rasio keuangan tidak terpenuhi dan sesuai dengan perjanjian kredit SPB telah memberitahukan kepada Bank.

These facilities require SPB to maintain certain financial ratios based on audited financial information and other terms as stipulated in the agreement. As of March 31, 2016 and December 31, 2015, one of the financial ratio was not met and as indicated in loan agreement, SPB has notified the Bank.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

1. Perseroan 1. The Company

Fasilitas Non-Cash Loan Non-Cash Loan Facility

Pada tanggal 31 Oktober 2001, Perseroan

menandatangani perjanjian fasilitas non-

cash loan (NCL) dalam bentuk letter of credit

(LC) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan nilai fasilitas maksimum sebesar

setara USD50.000.000 dan sub limit fasilitas

trust receipt (TR) sebesar setara USD25.000.000. Fasilitas ini dijamin secara fidusia dengan barang yang diimpor/dibeli dengan menggunakan fasilitas ini dan/atau bank garansi yang dimiliki Perseroan. Fasilitas ini telah beberapa kali diperpanjang dengan perpanjangan terakhir sampai dengan tanggal 27 Juni 2016. Tingkat bunga yang dikenakan untuk fasilitas LC dan TR adalah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Bank.

On October 31, 2001, the Company entered into a non-cash loan (NCL) facilities agreement in the form of a letter of credit (LC) facility with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk for a maximum equivalent amount of USD50,000,000 and a sub limit trust receipts (TR) facility of equivalent USD25,000,000. These facilities were secured by the fiduciary transfer of the imported/purchased goods acquired using these facilities and/or bank guarantees of the Company. The facilities have been extended several times and most recently have been extended up to June 27, 2016. The interest rate for LC and TR facilities are in accordance with the rate applied in the Bank.

Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, nilai LC yang telah diterbitkan dan masih berjalan berdasarkan fasilitas ini adalah masing-masing sebesar

USD369.655, EUR3.626.466, JPY965.184.000 dan USD4.345.727,

EUR4.805.248, JPY1.215.720.000. Tidak terdapat fasilitas LC yang telah jatuh tempo dan belum dibayar pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015.

As at 31 Maret 2016 and December 31, 2015, the outstanding LC amounts under this facility were USD369,655, EUR3,626,466, JPY965,184,000 and USD4,345,727, EUR4,805,248, JPY1,215,720,000, respectively. There are

no amounts under this facility which are due and unpaid as of March 31, 2016 and December 31, 2015.

Fasilitas ini mensyaratkan Perseroan untuk memelihara rasio keuangan tertentu dan kewajiban untuk melapor antara lain jika Perseroan mengumumkan atau membayar dividen, memberikan pinjaman kepada ketiga, menggadaikan sahamnya, mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaannya kepada pihak lain. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, Perseroan telah memenuhi semua rasio keuangan yang dipersyaratkan.

These facilities require the Company to maintain certain financial ratios and require the Company to report, among others, when the Company declares or pays dividends, provides loans to third parties, pledges its shares, grants guarantees or pledges its assets to any other parties. As of March 31, 2016 and December 31, 2015, the Company is in compliance with all of the financial covenants.

Fasilitas Modal Kerja Working Capital Facility Pada tanggal 2 Agustus 2012, Perseroan

mendapat fasilitas Standby Loan dari

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp1.000.000.000. Berdasarkan adendum keempat tanggal 28 Juni 2015, tingkat bunga yang berlaku adalah sebesar 10,75% per tahun dengan metode

reference rate berdasarkan Published RateTime Deposit (PRTD) Bank Mandiri untuk 3 bulan. Suku Bunga akan direviu setiap 3 bulan. Fasilitas ini telah diperpanjang sampai dengan tanggal 27 Juni 2016.

On August 2, 2012, the Company obtained Standby Loan facility from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk of Rp1,000,000,000. Based on the fourth amendment dated June 28, 2015 the interest rate is 10.75% per annum with reference rate method based on Published Rate Time Deposit (PRTD) of Bank Mandiri for 3 months. The interest rate will be reviewed every 3 months. This facility has been extended up to June 27, 2016.

Fasilitas ini mensyaratkan Perseroan untuk memelihara rasio keuangan tertentu. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, Perseroan telah memenuhi semua rasio keuangan yang dipersyaratkan.

These facilities require the Company to maintain certain financial ratios. As of March 31, 2016 and December 31, 2015, the Company is in compliance with all of the financial covenants.

Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, Perseroan belum menggunakan fasilitas ini.

As of March 31, 2016 and December 31, 2015, the Company did not use this facility.

Fasilitas Transaksi Treasury Treasury Line Facility

Pada tanggal 21 Juni 2010, Perseroan menandatangani perjanjian jasa pelayanan

transaksi treasury dengan PT Bank Mandiri

(Persero) Tbk. Perjanjian ini telah diadendum terakhir pada tanggal 28 Juni 2015. Berdasarkan adendum kelima, fasilitas ini digunakan untuk melakukan penjualan dan pembelian valuta asing dalam rangka pembelanjaan modal rutin dan kegiatan operasional lainnya. Nilai fasilitas sebesar USD50.000.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Juni 2016. Fasilitas ini dijamin dengan agunan

yang digunakan untuk fasilitas Non Cash

Loan, Kredit Modal Kerja dan cross

collateral dan cross default dengan agunan fasilitas lainnya. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, fasilitas ini belum digunakan.

On June 21, 2010, the Company entered into a treasury line agreement with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. This agreement has been amended most recently on June 28, 2015. Based on fifth amendment, the facility is used for selling and buying foreign currency for daily capital expenditure and operational activities. The maximum facility is USD50,000,000 which is due to expire on June 27, 2016. This facility is secured by the collateral for Non Cash Loan, Working Capital facilities and cross collateral and cross default with other facilities. As of March 31, 2016 and December 31, 2015, the Company did not use this facility.

2. PT Semen Padang (SP) 2. PT Semen Padang (SP)

Fasilitas Non-Cash Loan Non-Cash Loan Facility

Pada tanggal 5 September 2012, SP

menandatangani perjanjian fasilitas non-

cash loan dengan PT Bank Mandiri

(Persero) Tbk dengan nilai letter of credit

maksimum sebesar Rp150.000.000 dengan

sub limit trust receipt sebesar

Rp75.000.000, fasilitas treasury line dan

bills purchase line digunakan masing- masing maksimum sebesar USD10.000.000 dan USD2.200.000 Fasilitas ini dijamin secara fidusia dengan piutang usaha, aset tetap berupa tanah

SHGB No. 24 atas nama SP beserta

bangunan, prasarana, mesin pabrik dan peralatan diatasnya. Fasilitas ini terakhir kali diperpanjang kembali hingga tanggal 27 Juni 2016.

On September 5, 2012, SP entered into non-cash loan facilities agreement with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk for a letter of credit facility of Rp150,000,000 with sub limit trust receipts of Rp75,000,000, treasury line and bills purchase line facilities with maximum credit USD10,000,000 and USD2,200,000 respectively. These facilities are secured by fiduciary with accounts receivable, fixed assets such as land SHGB No. 24 on behalf of SP and its buildings, infrastructure, plant machinery and equipment thereon. These facilities were most recently extended until June 27, 2016.

Fasilitas ini mensyaratkan SP untuk memelihara rasio keuangan tertentu dan kewajiban melapor apabila terjadi perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, dan modal dan susunan pemegang saham dan melakukan pembayaran dividen, fasilitias kredit dan/atau pinjaman dari pihak lain. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, SP telah memenuhi rasio keuangan yang disaratkan dalam perjanjian.

These facilities require SP to maintain certain financial ratios and require the SP to report changes in the Boards of Directors and Commissioners, share capital and shareholders, and payments of dividends and credit facilities and/or loans obtained from other parties. As of March 31, 2016 and December 31, 2015, SP has fulfilled all the required ratios as stated in the agreement.

Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, nilai LC yang telah diterbitkan dan masih berjalan berdasarkan fasilitas ini sebesar USDNihil dan USDNihil. Tidak terdapat fasilitas LC yang telah jatuh tempo dan belum dibayar pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015.

As of March 31, 2016 and December 31, 2015, the outstanding LC amount under this facility was USDNil and USDNil, respectively. There are no amounts under this facility which are due and unpaid as of March 31, 2016 and December 31 2015.

3. PT Semen Tonasa (ST) 3. PT Semen Tonasa (ST)

Fasilitas Non-Cash Loan Non-Cash Loan Facility

Pada tanggal 23 Juni 2015, ST menandatangani adendum ketiga belas

dari perjanjian fasilitas non-cash loan

dalam bentuk letter of credit (LC) impor,

SKBDN (Sight/Usance/UPAS) dan Bank

Garansi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan nilai fasilitas maksimal sebesar

USD15.000.000 dengan sub limit supply

chain financial sebesar USD3.500.000. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 27 Juni 2016 dan dijamin secara fidusia dengan barang-barang yang dibeli/diimpor dan hipotik tanah di Pangkep. Tujuan dari fasilitas ini adalah untuk pembiayaan dalam rangka pembelian bahan baku, bahan pembantu, bahan bakar dan suku cadang.

On June 23, 2015, ST signed the thirteenth addendum to the non-cash loan facilities in the form of import letters of credit (LC), Domestic LC (SKBDN- sight/usance/UPAS) and bank guarantee agreement with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk involving a maximum facility of USD15,000,000 with a sub limit supply chain financial facility of USD3,500,000, respectively. The facilities are due to expire on June 27, 2016 and are secured by the fiduciary transfer of the purchased/imported goods and a mortgage over land rights located in Pangkep. The purpose of this facility is to finance for the purchase of raw materials, supporting materials, fuel and spare parts. Fasilitas yang masih belum digunakan

pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 sebesar USD10.096.000.

As of March 31, 2016 and December 31, 2015, total unused facility amounted to USD10,096,000.

Fasilitas Transaksi Treasury Treasury Line Facility

Pada tanggal 23 Juni 2015, ST menandatangani adendum ke lima perjanjian jasa pelayanan transaksi

treasury dengan PT Bank Mandiri (Persero)

Dalam dokumen LK SMI Q1 2016 Final Released (Halaman 81-99)

Dokumen terkait