31 Maret/March 31, 2021
Saldo per Saldo per
1 April 2020/ 31 Maret 2021/
Balance as of Penambahan/ Pengurangan/ Balance as of
April 1, 2020 Additions Deductions March 31, 2021
Harga Perolehan: Cost:
Leasehold improvements and
Renovasi gedung dan furnitur 19.560.291.407 174.000.000 (12.305.640.114) 7.428.651.293 furniture
Peralatan kantor 4.581.556.503 - (2.605.049.305) 1.976.507.198 Office equipment
Peralatan komunikasi 5.473.402.775 972.103.900 (1.130.127.769) 5.315.378.906 Communications equipment
Perangkat lunak komputer 551.196.202 - (41.329.237) 509.866.965 Computer software
30.166.446.887 1.146.103.900 (16.082.146.425) 15.230.404.362
Akumulasi Penyusutan: Accumulated Depreciation:
Leasehold improvements and
Renovasi gedung dan furnitur 19.560.291.426 3.551.020 (12.305.640.104) 7.258.202.342 furniture
Peralatan kantor 3.593.179.425 320.937.089 (2.119.035.235) 1.795.081.279 Office equipment
Peralatan komunikasi 4.614.021.368 329.854.038 (1.130.127.769) 3.813.747.637 Communications equipment
Perangkat lunak komputer 551.195.994 - (41.329.137) 509.866.857 Computer software
28.318.688.213 654.342.147 (15.596.132.245) 13.376.898.115
Nilai Buku Neto 1.847.758.674 1.853.506.247 Net Book Value
31 Maret/March 31, 2020
Saldo per Saldo per
1 April 2019/ 31 Maret 2020/
Balance as of Penambahan/ Pengurangan/ Balance as of
April 1, 2019 Additions Deductions*) March 31, 2020
Harga Perolehan: Cost:
Leasehold improvements and
Renovasi gedung dan furnitur 20.256.082.363 94.860.000 (790.650.956) 19.560.291.407 furniture
Peralatan kantor 7.807.328.314 238.000.000 (3.463.771.811) 4.581.556.503 Office equipment
Peralatan komunikasi 13.801.094.456 - (8.327.691.681) 5.473.402.775 Communications equipment
Perangkat lunak komputer 6.243.629.816 - (5.692.433.614) 551.196.202 Computer software
48.108.134.949 332.860.000 (18.274.548.062) 30.166.446.887
Akumulasi Penyusutan: Accumulated Depreciation:
Leasehold improvements and
Renovasi gedung dan furnitur 19.962.836.683 388.105.699 (790.650.956) 19.560.291.426 furniture
Peralatan kantor 6.344.508.722 712.442.514 (3.463.771.811) 3.593.179.425 Office equipment
Peralatan komunikasi 11.735.693.314 1.206.019.735 (8.327.691.681) 4.614.021.368 Communications equipment
Perangkat lunak komputer 5.417.877.232 825.752.376 (5.692.433.614) 551.195.994 Computer software
43.460.915.951 3.132.320.324*) (18.274.548.062) 28.318.688.213
Nilai Buku Neto 4.647.218.998 1.847.758.674 Net Book Value
*) Biaya depresiasi dan penghapusan aset tetap termasuk beban terkait dengan perampingan lini usaha (Catatan 20)
*) Depreciation expense and disposal on fixed assets including cost related to business streamlining (Note 20)
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset tetap pada tanggal-tanggal 31 Maret 2021 dan 2020.
Management believes that there is no indication of impairment of fixed assets as of March 31, 2021 and 2020.
Aset tetap diasuransikan kepada pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp26.174.790.685 per tanggal 31 Maret 2021 (2020: Rp38.781.878.133). Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset-aset yang dipertanggungkan.
All fixed asset were insured with third party, which coverage value amounting to Rp26,174,790,685 as of March 31, 2021 (2020: Rp38,781,878,133).
Management believes that insurance coverage is adequate to cover possible losses on the assets insured.
Bonus dan tunjangan karyawan lainnya 2.973.048.574 1.822.397.933 Employee bonuses and other allowances
Jasa profesional 862.342.259 477.602.024 Professional fees
Pemeliharaan 16.073.200 - Maintenance
Renovasi kantor 3.077.996.448 - Office renovation
6.929.460.481 2.299.999.957
10. UTANG LAIN-LAIN 10. OTHER PAYABLES
31 Maret 2021/ 31 Maret 2020/
March 31, 2021 March 31, 2020
Pihak berelasi (Catatan 15) Related parties (Note 15)
Nomura Services India Private Limited 4.529.720 18.541.551 Nomura Services India Private Limited
Pihak ketiga 2.309.420.858 5.808.591.116 Third parties
2.313.950.578 5.827.132.667
Utang pada pihak berelasi terutama merupakan utang sehubungan dengan jasa dukungan terhadap aktivitas administrasi.
Payables to related parties mainly payable that represents payable regarding administrative support services.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2021 dan 2020, utang kepada pihak ketiga terutama merupakan estimasi biaya pembongkaran aset tetap dan biaya pemeliharaan sistem.
As of March 31, 2021 and 2020, payables to third parties mainly represent estimated cost of dismantling of fixed assets and system maintenance expenses.
11. PERPAJAKAN 11. TAXATION
a. Pajak dibayar dimuka a. Prepaid tax
31 Maret 2021/ 31 Maret 2020/
March 31, 2021 March 31, 2020
Lebih bayar pajak
penghasilan badan - Corporate income tax overpayment -
1 April 2019 - 31 Maret 2020 211.643.169 216.861.997 April 1, 2019 - March 31, 2020
b. Utang pajak b. Taxes payable
31 Maret 2021/ 31 Maret 2020/
March 31, 2021 March 31, 2020
Pajak pertambahan nilai 227.200.337 1.239.178.058 Value added tax
Pajak penghasilan karyawan -
Pasal 21 181.482.707 249.477.373 Employee income tax - Article 21
Pajak penghasilan - Pasal 23, 4(2), Withholding income tax - Articles 23, 4(2),
dan 26 6.942.538 10.267.417 and 26
415.625.582 1.498.922.848
11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)
c. Beban/(manfaat) pajak penghasilan badan c. Corporate income tax expense/(benefit)
Tahun yang Berakhir
pada Tanggal 31 Maret/
Year then ended March 31,
2021 2020
Kini Current
- tahun ini - - current year -
- tahun lalu 5.218.828 10.480.147 prior year -
Tangguhan - 7.694.516.290 Deferred
5.218.828 7.704.996.437
d. Rekonsiliasi antara (rugi)/laba sebelum pajak penghasilan badan sebagaimana dinyatakan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, rugi pajak, dan beban pajak kini adalah sebagai berikut:
d. Reconciliations between (loss)/income before corporate income tax as shown in the statements of profit or loss and other comprehensive income, tax loss, and current tax expense are as follows:
Tahun yang Berakhir
pada Tanggal 31 Maret/
Year Ended March 31,
2021 2020
(Rugi)/laba sebelum pajak (Loss)/income before corporate
penghasilan badan (29.424.791.381) 12.794.093.849 income tax
Pendapatan bunga yang Interest income subject to
dikenakan pajak penghasilan final withholding tax
final dengan tarif 20% (9.469.474.649) (15.231.888.562) at the rate of 20%
(38.894.266.030) (2.437.794.713)
Perbedaan temporer: Temporary differences:
Penyusutan (1.737.781.761) (1.437.641.845) Depreciation
Penyisihan untuk tunjangan Provision for other employee
karyawan lainnya 73.707.426 (878.819.161) allowances
Liabilitas imbalan kerja karyawan (3.446.996.840) (9.584.157.176) Provision for employee benefit
(5.111.071.175) (11.900.618.182 )
Perbedaan tetap: Permanent differences:
Beban yang tidak dapat
dikurangkan menurut pajak 1.471.599.374 4.904.780.260 Non-deductible expenses
Rugi pajak (42.533.737.831) (9.433.632.635) Tax loss
Beban pajak penghasilan badan Current corporate income tax expense kini sesuai tarif pajak standar - - at standard statutory rates
Dikurangi pembayaran pajak
penghasilan badan: Less corporate income tax payments:
Pasal 25 - 199.816.782 Article 25
Pasal 23 - 17.045.215 Article 23
Lebih bayar pajak Overpayment of
penghasilan badan - (216.861.997) corporate income tax
dinyatakan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, rugi pajak, dan beban pajak kini adalah sebagai berikut (lanjutan):
statements of profit or loss and other comprehensive income, tax loss, and current tax expense are as follows (continued):
Rugi pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2021, sebagaimana dinyatakan di atas merupakan dasar dalam pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) pajak penghasilan badan Perusahaan untuk tahun pajak 2020 yang mencakup periode 1 April 2020 - 31 Maret 2021.
The aforementioned tax loss for the year ended March 31, 2021 is the basis for lodgment of the Company’s annual Corporate Income Tax Return for fiscal year 2020 covering the period of April 1, 2020 - March 31, 2021.
Rugi pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2020, sebagaimana dinyatakan di atas, menunjukkan perbedaan sebesar Rp193.513.387 dengan SPT pajak penghasilan badan Perusahaan untuk tahun pajak 2019 yang mencakup periode 1 April 2019 - 31 Maret 2020.
The aforementioned tax loss for the year ended March 31, 2020 indicated a difference of Rp193,513,387 from the Company’s annual Corporate Income Tax Return for fiscal year 2019 covering the period from April 1, 2019 - March 31, 2020.
Pembayaran pajak penghasilan badan pasal 23 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2020, sebagaimana dinyatakan di atas, menunjukkan perbedaan sebesar Rp5.218.828 dengan SPT pajak penghasilan badan Perusahaan untuk tahun pajak 2019 yang mencakup periode 1 April 2019 - 31 Maret 2020.
Jumlah tersebut telah diakui di beban pajak kini
The aforementioned corporate income tax payment - article 23 for the year ended March 31, 2020 indicated a difference of Rp5,218,828 from the Company’s annual Corporate Income Tax Return for fiscal year 2019 covering the period from April 1, 2019 - March 31, 2020.
Such amount has been recognized in the current tax expense.
Pembayaran pajak penghasilan badan pasal 23 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2019, sebagaimana dinyatakan di atas, menunjukkan perbedaan sebesar Rp10.480.147 dengan SPT pajak penghasilan badan Perusahaan untuk tahun pajak 2018 yang mencakup periode 1 April 2018 - 31 Maret 2019.
Jumlah tersebut telah diakui di beban pajak kini.
The aforementioned corporate income tax payment - article 23 for the year ended March 31, 2019 indicated a difference of Rp10,480,147 from the Company’s annual Corporate Income Tax Return for fiscal year 2018 covering the period from April 1, 2018 - March 31, 2019.
Such amount has been recognized in the current tax expense.
11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)
d. Rekonsiliasi antara (rugi)/laba sebelum pajak penghasilan badan sebagaimana dinyatakan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, rugi pajak, dan beban pajak kini adalah sebagai berikut (lanjutan):
d. Reconciliations between (loss)/income before corporate income tax as shown in the statements of profit or loss and other comprehensive income, tax loss, and current tax expense are as follows (continued):
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan badan dengan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak penghasilan badan dan tarif yang berlaku adalah sebagai berikut:
The reconciliation between corporate income tax expense and the income before corporate income tax multiplied by the enacted tax rate is as follows:
Tahun yang Berakhir
pada Tanggal 31 Maret/
Year ended March 31,
2021 2020
(Rugi)/laba sebelum pajak (Loss)/income
penghasilan badan (29.424.791.381) 12.794.093.849 before corporate income tax
Pendapatan bunga yang Interest income subjected
dikenakan pajak final (9.469.474.649) (15.231.888.562) to final tax
(38.894.266.030) (2.437.794.713)
Tarif pajak yang berlaku 22% 25% Enacted tax rate
Manfaat pajak dengan Tax benefits based on the
tarif pajak yang berlaku (8.556.738.526) (609.448.679) prevailing tax rate
Beda tetap 323.751.862 1.226.195.066 Permanent differences
Aset pajak tangguhan
yang tidak diakui: Unrecognized deferred tax assets:
- tahun ini 8.232.986.664 (616.746.387) current year -
- tahun lalu - 7.694.516.290 prior year -
Koreksi lainnya 5.218.828 10.480.147 Other corrections
5.218.828 7.704.996.437
e. Aset pajak tangguhan e. Deferred tax assets
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2020/
Year ended March 31, 2020
Dikreditkan (dibebankan)
ke laba rugi Dikreditkan tahun berjalan/ ke ekuitas Credited tahun berjalan/
(charged) to Credited
31 Maret 2019/ profit or loss to equity 31 Maret 2020/
March 31, 2019 for the year for the year March 31, 2020
Aset tetap 1.384.467.916 (1.384.467.916) - - Fixed assets
Penyisihan untuk Provision for other employee
tunjangan karyawan lainnya 326.746.168 (326.746.168) - - allowances
Liabilitas imbalan kerja
karyawan 4.113.561.061 (5.983.302.206) 1.869.741.145 - Provision for employee benefits
5.824.775.145 (7.694.516.290) 1.869.741.145
Pemanfaatan aset pajak tangguhan oleh Perusahaan tergantung pada laba kena pajak pada masa yang akan datang dikurangi kelebihan pendapatan yang timbul dari pembalikan perbedaan temporer yang ada.
The utilization of deferred tax assets recognized by the Company is dependent upon future taxable income in excess of income arising from the reversal of existing taxable temporary differences.
Perusahaan tidak mengakui aset pajak tangguhan pada tanggal-tanggal 31 Maret 2021 dan 2020 karena terdapat ketidakpastian bahwa aset tersebut dapat dimanfaatkan di masa depan.
Pada tanggal 31 Maret 2021, akumulasi jumlah perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal masing-masing sebesar Rp6.615.512.223 dan Rp51.773.857.079 (31 Maret 2020: Rp11.726.583.398 dan Rp9.433.632.635).
The Company did not recognize deferred tax assets on March 31, 2021 and 2020 due to uncertainty of future economic benefits from those assets. As of March 31, 2021, the accumulated amount of deductible temporary difference and tax losses are Rp6,615,512,223 dan Rp51,773,857,079, respectively (March 31, 2020: Rp11,726,583,398 and Rp9,433,632,635).
f. Pemeriksaan pajak f. Tax assessments
Pajak Pertambahan Nilai tahun 2011
Sebagaimana diungkapkan dalam laporan keuangan tahun sebelumnya, pajak pertambahan nilai Perusahaan tahun 2011 telah diperiksa. Pada tanggal 18 November 2014, Perusahaan mengajukan permohonan gugatan atas keputusan DJP tanggal 21 Oktober 2014 tentang penghapusan sanksi administrasi atas surat tagihan pajak pertambahan nilai karena permohonan wajib pajak dan atas permohonan tersebut telah ditolak. Pada tanggal 19 November 2014, Perusahaan mengajukan banding kepada Pengadilan Pajak dan permohonan banding telah disetujui pada tanggal 27 Mei 2015.
Perusahaan telah memperoleh pengembalian dana atas sanksi administrasi tersebut pada Oktober 2015.
Value Added Tax for fiscal year 2011
As disclosed in prior years financial statements, the Company has been assessed for 2011 Value Added Tax. On November 18, 2014, the Company filed the tax lawsuit over the decision issued by the DGT dated October 21, 2014 for remission of administrative charges on value added tax collection letter because of tax payer’s request and the request has been declined. On November 19, 2014, the Company submitted an appeal to the Tax Court and the appeal has been approved on May 27, 2015.
The Company has received refund of the administrative charges in October 2015.
Pada Agustus dan Oktober 2017, Perusahaan menerima surat dari Mahkamah Agung tentang permintaan dari DJP atas Peninjauan Kembali keputusan banding. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, Peninjauan Kembali masih berlangsung. Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2021 dan 2020, tidak terdapat cadangan yang diakui pada laporan keuangan.
In August and October 2017, the Company received letter from the Supreme Court regarding the request from DGT for Judicial Review on the decision of appeal. Until the completion of the financial statements, the Judicial Review is still ongoing. As of March 31, 2021 and 2020, no provision is recognized in the financial statements.
Pada tanggal 5 Maret 2021, Perusahaan menerima surat pemberitahuan pemeriksaan lapangan untuk tahun pajak 2019 yang mencakup periode 1 April 2019 - 31 Maret 2020 dan sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan belum terdapat Surat Ketetapan Pajak.
On March 5, 2021, the Company received tax audit notice for fiscal year 2019 covering the period from April 1, 2019 - March 31, 2020 and up to the completion date of financial statements, there is no Tax Assessment Letter yet.
11. PERPAJAKAN (lanjutan) 11. TAXATION (continued)
g. Administrasi g. Administration
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung sendiri besarnya pajak yang terutang (self-assessment).
Under the taxation laws of Indonesia, the Company submits tax returns on the basis of self-assessment.
DJP dapat menetapkan dan mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal terutangnya pajak.
The DGT may assess or amend taxes within five years from the date the tax becomes due.
h. Perubahan Tarif Pajak Penghasilan Badan h. Changes on Corporate Income Tax Rate Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah
menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan seterusnya, serta pengurangan lebih lanjut tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak dalam negeri yang memenuhi persyaratan tertentu.
On March 31, 2020, the Government issued a Government Regulation in lieu of the Law of the Republic of Indonesia Number 1 Year 2020 which stipulates, among others, reduction to the tax rates for corporate income tax payers and permanent establishments entities from previously 25% to become 22% for fiscal years 2020 and 2021 and 20% starting fiscal year 2022 and onwards, and further reduction of 3%
for corporate income tax payers that fulfill certain criteria.
Tarif pajak yang baru tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk pengukuran aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan mulai sejak tanggal berlakunya peraturan tersebut yaitu 31 Maret 2020
The new tax rates will be used as reference to measure the current and deferred tax assets and liabilities starting from the enactment date of the new regulation on March 31, 2020.
12. LIABILITAS IMBALAN KERJA 12. PROVISION FOR EMPLOYEE BENEFITS