Rencana Penatalaksanaan Tujuan
a) Mencegah penumpukan sputum b) Melancarkan jalan nafas
c) Latihan penguatan otot pernafasan Prinsip Terapi
Positioning, mengeluarkan sputum, dan Deep inpirasi breathing Edukasi
Ajari orang tua untuk memposisikan anak miring kanan dan kiri dan untuk deep insipirasi breathing dilkukan dengan cara anak untuk minum air putih dan mencium aroma
Kriteria Rujukan : dokter Prognosis
Dapat sembuh apabila menjalankan terapi dan dibantu dengan obat. Sarana dan Prasarana
1) Sarana : bed, bantal, nebulizher, suction, dan aroma pewangi 2) Prasarana : Ruang fisioterapi
Penegakkan Diagnosa
Adanya gangguan saat bernafas karena adanya peradangan pada paru-paru sehingga menggangg aktivitas klien.
N. Asma Definisi
Menurut Global initiatif for asthma (GINA) tahun 2015, Asma adalah penyakit kronis yang umum dan berpotensi serius yang menjadi beban substansial pada pasien, keluarga mereka dan masyarakat. Menyebabkan gejala pernapasan, pembatasan kegiatan, dan serangan yang kadang-kadang memerlukan perawatan kesehatan yang mendesak dan mungkin berakibat fatal. Asma menyebabkan gejala seperti mengi, sesak napas, sesak dada dan batuk yang bervariasi dari waktu ke waktu di kejadiannya, frekuensi dan intensitas. (On, Global, & For, 2015)
Anamnesis
1) Sering merasakan sesak nafas.
2) Sesak yang dirasakan saat bangun tidur dan menjelang pagi hari. 3) Sesak disertai dengan adanya batuk serta bunyi nafas mengi. 4) Sesak yang dirasakan sering terjadi atau kambuh terus.
27 5) Sesak kambuh saat merasakan kedinginan. 6) Kakek dan ayahnya sakit seperti ini. Pemeriksaan Fisik dan Penunjang 1) Pemeriksaan Penunjang: Rongent 2) Pemeriksaan Objektif:
Pernafasan cepat dan dangkal.Respirasi rate (RR) menunjukkan hasil 28x/menit. Saat pemeriksaan Ekspansi Thorax selisihnya adalah 2cm.
Penegakan Diagnosa 1) ProblematikaFisioterapi
a) Body structure & body function
Adanya inflamasi kronik pada saluran pernafasan b) Activity limitation:
Tidak dapat bernafas dengan lancar c) Participation Restriction:
Terganggunya aktivitas belajar 2) Diagnose Fisioterapi:
Adanya inflamasi kronik pada saluran pernafasan sehingga tidak dapat bernafas dengan lancar serta mengganggu aktivitas belajar
Rencana Penatalaksanaan
1) Tujuan : Mempelancar jalannya nafas 2) Prinsip Terapi : Mengurangi sesak nafas
3) Edukasi :Latihan Purse Lip Breathing (PLB) ataumembuang nafas panjang dengan bibir mencucu
4) Kriteria Rujukan : Dari Dokter Prognosis:
Diketahui bahwa penderita asma ini segera menangani serangannya, maka prognosanya adalah sembuh.
Sarana dan Prasarana 1) Prasarana:
Ruang Fisioterapi yang didesain seperti ruangan bermain dimana dalam ruangan tersebut terdapat banyaknya mainan untuk anak-anak
2) Sarana : a) Nebulizer b) Matras c) Bantal
28 O. Bronchitis
Definisi
Bronkitis adalah penyakit yang ditandai oleh inflamasi pada bronkus. Bronkitis merupakan infeksi akut pada saluran pernafasan paru (tracea dan broncus) yang disebabkan infeksi virus atau bakteri. Bronkitis berhubungan dengan respiratori atas. Ketika ada reaksi peradangan di saluran napas, area tersebut akan tampak kemerahan, sembab/ membengkak, serta memproduksi lendir yang agak banyak. Jadi, gejala bronkitis adalah batuk yang disertai produksi sputum yang banyak.
Anamnesis
a) Keluhan Utama : Ny.A mengatakan keluhan utama pada An.A adalah batuk disertai dengan pilek.
b) Keluhan Penyerta : Gejala awal yang dirasakan An.A panas selama 2 hari di rumah. An.A merasakan sakit tenggorokan saat batuk, susah mengeluarkan dahak, kadang-kadang sesak napas.
c) Riwayat Penyakit Dahulu : An.A merupakan anak ketiga, lahir dengan jenis persalinan caesar.
d) Riwayat Penyakit Sekarang : Dua hari lalu, An.A merasakan panas yang agak tinggi disertai dengan batuk, lalu An.A diberikan paracetamol dan obat batuk oleh ibunya. Setelah 2 hari panasnya belum turun ditambah dengan dahak yang suit dikeluarkan, lalu dibawa ke dokter anak untuk berobat.Oleh dokter untuk melakukan terapi dan kemudian An.A dirujuk ke fisioterapi.
Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan Penunjang a) Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan mikrobiologis, spesimen usap tenggorok, sekresi nasofaring, biasan bronkus atau sputum, darah, aspirasi trakea, fungsi pleuraatau aspirasi paru.
b) Pemeriksaan Rontgen Thorax AP
Hari / Tanggal : Senin 23/09/2014 Jam : 09.40 PM
X – Foto Thorax AP Cor : CTR < 55 %
Bentuk dan konfigurasi normal
Pulmo : Corakan vaskuler meningkat dan kasar
tak tampak infiltrat densitas abnormal Trakea tampak di midline, tak menyempit Hilus tampak melebar dan kasar
29 efusi
Penegakkan Diagnosis
1) Body Structure: ganguan pada bronus, saluran pernafasan di paru paru dan gangguan otot respirasi paru
2) Body Function: Gangguan fungsi respirasi, gangguan ekspirasi paru akibat obstruksi, gangguan batuk disertai kesulitan mengeluarkan sputum
3) Activity Limitation: Tidak nyaman saat tidur, kesulitan untuk toileting mandiri 4) Partisipation Restriction: Tidak bisa bermain bersama teman teman dan keluarga 5) Diagnosa berdasarkan ICF :
Adanya gangguan tidak nyaman saat tidur, kesulitan untuk toileting mandiri akibat gangguan ekspirasi paru, gangguan batuk disertai kesulitan mengeluarkan sputum pada bronkus, saluran pernafasan di paru sehingga pasien tidak bisa bermain bersama teman teman dan keluarga.
Rencana Penatalaksanaan
1) Tujuan : Mengurangi sputum di rongga paru, mengurangi batuk 2) Prinsip terapi : Memeprbaiki pola pernafasan
3) Edukasi : Mengajarkan pola pernafasan seperti Pulse Lips Breathing, mengajarkan reflek batuk kepada anak untuk mengeluarkan sputum
4) Kriteria rujukan: Rehabilitasi Medik (fisioterapi) Prognosis
1) Sembuh
Bila anak tidak mengalami komplikasi bronkitis, maka umumnya baik. Bila anak sering terpapar asap rokok (pasif atau aktif) dapat terjadi bronkitis kronik kelak kedepannya.
Sarana dan Prasarana
1) Sarana : menggunakan modalitas SWD dan Nebulizer
2) Prasarana : ruangan kamar praktek yang bersih bebas debu dengan suhu udara di ruangan tidak terlalu dingin.
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM SARJANA FISIOTERAPI DAN PROFESI FISIOTERAPI
Jalan PB. Sudirman, Denpasar 80232 Bali, Telepon (0361) 222510, Fax. (0361) 246656Laman : www.unud.ac.id, E-mail : [email protected]
30
FORM PENILAIAN SIKAP (AFEKTIF DAN PRAKTEK PROFESIONAL)
HARI/TANGGAL :__________________________STASE :__________________________TEMPAT :__________________________ EVALUASI AFEKTIF
No NIM Nama Mahasiswa
Nilai
Nilai Total Tanggung
Jawab Disiplin Kerjasama Kejujuran Prakarsa Sopan Santun
1
2
3
4
5
EVALUASI PRAKTIK PROFESIONAL No NIM Nama Mahasiswa Nilai Nilai Total Keamanan Prilaku Profesional Akuntabilitas Komunikasi Kompetensi Budaya Pengembangan Profesional 1 2 3 4 5
Kriteria penilaian: Penilai,
1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = cukup 4 = baik