BAB III METODOLOGI
3.9 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Menurut Suharsimi Arikunto (2002:111) teknik pengambilan sampel harus dilakukan
sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat berfungsi sebagai contoh atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya.
Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non-probability. Penggunaan non-probability sampling, pengetahuan, kepercayaan dan pengalaman seseorang seringkali dijadikan pertimbangan untuk menentukan anggota populasi yang akan dipilih sebagai sampel. Metode teknik non-probability sampling yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan memilih satuan sampling atas dasar pertimbangan sekelompok tertentu.
Untuk memperoleh sampel yang representatif digunakan langkah-langkah penelitian sebagai berikut:
1. Menentukan ukuran sampel dari besarnya populasi yaitu sebagian dari pengguna atau pembeli smartphone Xiaomi di ITC Roxy Mas.
2. Menentukan karakteristik pengguna atau pembeli smartphone Xiaomi.
3.10 Metode Analisis Data
Metode analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatid, ada beberapa dalam menganalisisnya:
1. Mengolah setiap jawaban dari setiap kuesioner yang telah disebarkan dengan memberi skor pada masing-masig pertanyaan.
2. Memberi nilai pada kuesioner yang telah disebarkan kepada responden
Pernyataan positif atau mendukung diberi nilai. Setiap pernyataan diberikan 5 jawaban yang berbeda. Untuk mempermudah perhitungan, maka masing-masing kuesioner diberikan bobot sebagai berikut:
Tabel 3.3: Alternatif Jawaban Responden
Alternatif Jawaban Nilai Positif Sangat Tidak Setuju 1
Tidak Setuju 2
Cukup setuju 3
Setuju 4
Sangat Setuju 5
3.11 Alat Analisis Data
Penelitian ini menggunakan metode analisis data dengan menggunakan software SmartPLS versi 2.0.m. PLS (Partial Least Square) merupakan analisis persamaan struktural (SEM) berbasis varian yang secara simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran sekaligus pengujian model struktural.
Model pengukuran digunakan untuk uji validitas dan reabilitas, sedangkan model struktural digunakan untuk uji kausalitas (pengujian hipotesis dengan model prediksi). Lebih lanjut, Ghozali (2006) menjelaskan bahwa PLS adalah metode analisis yang bersifat soft modeling karena tidak mengasumsikan data harus dengan pengukuran skala tertentu, yang berarti jumlah sampel <100 .
Terdapat beberapa alasan yang menjadi penyebab digunakan PLS dalam suatu penelitian (Gozhali, 2006). Dalam penelitian ini alasan-alasan tersebut yaitu:
1. PLS (Partial Least Square) merupakan metode analisis data yang didasarkan asumsi sampel tidak harus besar, yaitu jumlah sampel kurang dari 100 bisa dilakukan analisis, dan residual distribution.
2. PLS (Partial Least Square) dapat digunakan untuk menganalisis teori yang masih dikatakan lemah, karena PLS (Partial Least Square) dapat digunakan untuk prediksi.
3. PLS (Partial Least Square) memungkinkan algoritma dengan menggunakan analisis series ordinary least square (OLS) sehingga diperoleh efisiensi perhitungan algoritma (Ghozali, 2006).
4. Pada pendekatan PLS diasumsikan bahwa semua ukuran variance dapat digunakan untuk menjelaskan.
3.11.1 Uji instrumen
Uji instrumen menggunakan teknik one shot measure, yaitu teknik uji coba instrumen penelitian dengan penyebaran kuesioner 1 kali saja (Ghozali, 2001: 129).
3.11.2 Uji Validitas
Sebelum melakukan pengolahan data, terlebih dahulu data yang dikumpulkan melalui kuesioner diuji melalui pengujian data yaitu uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas digunakan untuk mengukur sah
atau valid tidaknya suatu kuesioner (Ghozali, 2005). Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Uji validitas dilakukan dengan membandingkan antara nilai r hitung dengan r tabel. Jika nilai r hitung lebih besar daripada r tabel dan bernilai positif, maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2005).
Uji validitas dilakukan dengan tujuan validitas pengukuran, yaitu ketepatan variabel pengukur dimana df = (N-2), df = (100 - 2) = 98 dengan tingkat signifikansi untuk uji dua arah sebesar 0.1 hal ini berarti nilai r = 0.16 yang dianggap sebagai nilai validitasnya.
Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur untuk mengukur apa yang ingin diukur. Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Valid atau tidaknya suatu instrumen dapat diketahui dengan membandingkan indeks korelasi r product moment Pearson dengan level signifikansi 10%. Bila signifikansi hasil korelasi lebih kecil dari 0,01 maka dinyatakan valid dan sebaliknya apabila signifikansi hasil korelasi lebih besar dari 0,01 maka dinyatakan tidak valid.
3.11.3 Uji Reliabilitas
Menurut Ghozali (2006:41) reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau
konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Pengukuran reliabilitas yang dilakukan pada penlitian ini adalah One Shot atau pengukuran sekali saja. Dalam hal ini pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Suatu konstruk atau variabel dinyatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.60.
Teknik yang digunakan untuk mengukur tingkat reliabilitas adalah Cronbach Alpha, dengan cara membandingkan nilai Alpha dengan standarnya, dengan ketentuan jika:
1. Nilai Cronbach Alpha 0,00 s.d. 0,20, berarti kurang reliabel 2. Nilai Cronbach Alpha 0,21 s.d. 0,40, berarti agak reliabel 3. Nilai Cronbach Alpha 0,42 s.d. 0,60, berarti cukup reliabel 4. Nilai Cronbach Alpha 0,61 s.d. 0,80, berarti reliabel
5. Nilai Cronbach Alpha 0,81 s.d. 1,00, berarti sangat reliabel
80 4.1 Gambaran Umum Xiaomi
Xiaomi adalah perusahaan mobile internet yang berdedikasi untuk menciptakan pengalaman pengguna dari segala aspek. Didirikan pada tahun 2010, perusahaan ini dengan cepat telah menjadi salah satu perusahaan teknologi terkemuka di Cina. Pendiri serta CEO Xiaomi adalah Lei Jun, yang merupakan orang terkaya ke-23 di Tiongkok menurut Forbes. Perusahaan ini kini bernilai lebih dari 10 miliar USD Perusahaan ini kini bernilai lebih dari 10 miliar USD dan memiliki lebih dari 3000 karyawan.
Xiaomi didirikan oleh delapan mitra pada tanggal 6 Juni 2010. Pada tahap pertama pendanaan inverstor institusi, termasuk Temasek Holdings, perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, perusahaan pendanaan modal dari China IDG Modal dan Qiming Venture Partners, serta perusahaan pengembang prosesor Qualcomm.
Nama Xiaomi berasal dari Bahasa Mandarin, yaitu beras kecil. Pada tahun 2011, CEO Lei Jun mengatakan bahwa ada makna yang lebih besar dari nama Xiaomi. Dia menghubungkan "Xiao" sebagai konsep Buddha yang berarti sebutir beras dari Buddha adalah sama besarnya seperti gunung", dan mengatakan bahwa Xiaomi ingin bekerja dari hal-hal yang kecil, bukan memulai dari hal-hal yang
besar.Sementara tulisan "MI" pada logo merupakan singkatan dari Mobile Internet.
Singkatan ini juga memiliki arti lain, salah satunya adalah Mission Impossible karena setelah mendirikan Xiaomi, terdapat banyak hambatan yang terlihat mustahil untuk dihadapi pada saat itu. CEO Lei Jun mengatakan bahwa nama adalah tentang revolusi dan mampu membawa inovasi ke daerah baru
4.2 Karakteristik Responden
Responden dalam pnelitian ini adalah pengguna atau pembeli smartphone Xioami di ITC Roxy. Penulis mengambil sebanyak 100 orang yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Terdapat 2 karakteristik responden yang dimasukkan dalam penelitian, yaitu berdasarkan jenis kelamin, jumlah pengeluaran rutin per bulan, dan lama penggunaan produk. Untuk memperjelas karakteristik responden yang dimaksud, maka disajikan tabel mengenai responden seperti dijelaskan berikut ini:
a. Jenis Kelamin
Tabel 4.1 Presentase Jenis Kelamin Responden
Jenis Kelamin Frekuensi (orang) Persentase (%)
Laki-laki 99 99%
Perempuan 1 1%
Jumlah 100 100%
Berdasarkan tabel 4.1 yakni deskripsi profil responden yang berdasarkan jenis kelamin, menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki sebesar 91 responden atau 91% dan yang berjenis kelamin perempuan sebesar 1 responden atau 1%.
b. Usia
Peneli menentukan sendiri range umur, yaitu 10 tahun yang dimulai pada usia 17 tahun.
Tabel 4.2 Presentase Usia Responden
Usia Frekuensi (orang) Persentase (%)
<17 5 5 %
18-28 76 76 %
29-39 15 15 %
40-50 3 3 %
>50 1 1 %
Jumlah 100 100 %
Berdasarkan tabel 4.1 yakni deskripsi profil responden yang berdasarkan usia, menunjukkan bahwa responden yang berumur dibawah 17 tahun berjumlah 5 orang atau 5% dari seluruh responden, responden yang berumur antara 18-28 tahun berjumlah 76 orang atau 76% dari seluruh responden, responden yang berumur antara 28-39 tahun berjumlah 15 orang
atau 15% dari seluruh responden, responden yang berumur antara 30-40 tahun berjumlah 3 orang atau 3% dari seluruh responden dan responden yang berumur diatas 50 tahun berjumlah 1 orang atau 1% dari seluruh responden. Dalam hal ini bisa disimpulkan, pengguna atau pembeli smartphone Xioami lebih banyak pada rentan usia 18-28 tahun.
4.3 Penentuan Range
Survey ini menggunakan skala Likert dengan skor tertinggi di tiap pertanyaannya adalah 5 dan skor terendah adalah 1. Dengan jumlah responden sebanyak 100 orang, maka:
1. Skor tertinggi : 100 x 5 = 500 2. Skor terendah : 100 x 1 = 100
Sehingga range untuk hasil survey = 500−100
5 = 80 Range skor:
1. 100 – 180 = Sangat Rendah 2. 181 – 260 = Rendah
3. 261 – 340 = Cukup Tinggi 4. 341 – 420 = Tinggi
5. 421 – 500 = Sangat Tinggi
4.3 Deskripsi Variabel -Variabel Independen dan Dependen 4.4.1 Variabel Independen Ekuitas Merek (X1)
Pada penelitian ini variabel independen yang pertama yaitu Ekuitas Merek. Ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan, Aaker (2007:339)
Untuk melihat tanggapan responden terhadap variabel ekuitas merek yang terbagi atas empat dimensi, yakni Kesadaran Merek (X11), Persepsi Kualitas (X12), Asosiasi Merek (X13), dan Loyalitas Merek (X14), maka akan diuraikan sebagai berikut:
4.4.1.1 Deskripsi Dimensi Kesadaran Merek (X11)
Pada dimensi yang pertama yaitu Kesadaran Merek (X11).
Menurut Aaker dalam Simamora (2001:74), kesadaran merek untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu. Terdapat empat indikator penyataan yang akan menguraikan kesadaran merek, yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.3 : Deskripsi Dimensi Kesadaran Merek
PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML
Smartphone Xiaomi
Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 385 yang menggambarkan bahwa para responden dalam mengenali smartphone Xiaomi dengan hanya melihat dari model varian / tipenya adalah tinggi.
2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 371 yang menggambarkan bahwa para responden berpendapat bahwa smartphone Xiaomi sudah dikenal dikalangan umum adalah tinggi.
3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 329 yang menggambarkan bahwa para responden mengenali smartphone Xiaomi karena populer adalah cukup tinggi.
4. Pada indikator keempat, jumlah skor adalah 445 yang menggambarkan bahwa para responden dalam mengenali smartphone Xiaomi dengan hanya melihat dari logo “Mi” adalah sangat tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi kesadaran merek adalah pada indikator keempat yaitu logo bahwa para responden dalam mengenali smartphone Xiaomi dengan hanya melihat dari logo “Mi”. Sedangkan indikator yang sedikit memengaruhi dimensi kesadaran merek adalah. Indikator ketiga yang menggambarkan bahwa para responden mengenali smartphone Xiaomi karena populer.
4.4.1.2 Deskripsi Persepsi Kualitas (X12)
Persepsi kualitas juga merupakan persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan (Durianto, 2001:96).
Pada dimensi yang kedua yaitu Persepsi Kualitas (X12), terdapat empat indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:
Tabel 4.4 : Deskripsi Dimensi Persepsi Kualitas
Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 426 yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi mempunyai kinerja yang memuaskan adalah sangat tinggi.
2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 433 yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi mudah untuk dioperasikan atau digunakan adalah sangat tinggi.
3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 426 yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi mempunyai banyak fitur adalah sangat tinggi.
4. Pada indikator keempat, jumlah skor adalah 433 yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi adalah handphone yang berkualitas adalah sangat tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi persepsi merek adalah pada indikator kedua dan indikator keempat yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi mudah untuk dioperasikan atau digunakan dan merupakan handphone yang berkualitas adalah sangat tinggi. Sedangkan bahwa indikator yang paling kecil adalah indikator kesatu dan ketiga yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi mempunyai kinerja yang memuaskan dan mempunyai banyak fitur.
4.4.1.3 Deskripsi Asosiasi Merek (X13)
Menurut David A.Aaker (1997), asosiasi merek adalah segala hal yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah merek (dalam Humdiana, 2005:47).
Pada dimensi yang pertama yaitu Asosiasi Merek (X13), terdapat lima indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:
Tabel 4.5: Deskripsi Dimensi Asosiasi Merek
PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML
Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 425 yang menggambarkan pendapat bahwa smartphone Xiaomi sessuai dengan gaya hidup para responden adalah sangat tinggi.
2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 473 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa smartphone Xiaomi termasuk produk yang ekonomis (terjangkau) adalah sangat tinggi.
3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 444 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa smartphone Xiaomi mempunyai antarmuka MIUI yang menarik adalah sangat tinggi.
4. Pada indikator keempat, jumlah skor adalah 328 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa smartphone Xiaomi mempunyai desain yang berbeda dengan ponsel lain adalah cukup tinggi.
5. Pada indikator kelima, jumlah skor adalah 391 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa smartphone Xiaomi mempunyai kredibelitas yang baik adalah tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi asosiasi merek adalah pada indikator kedua yang menggambarkan bahwa smartphone Xiaomi termasuk produk yang ekonomis (terjangkau). Sedangkan bahwa indikator yang paling kecil adalah indikator kesatu smartphone Xiaomi sessuai dengan gaya hidup para responden.
4.4.1.4 Deskripsi Loyalitas Merek (X14)
Sumarwan (2003:325) loyalitas merek adalah sikap positif seorang konsumen terhadap suatu merek dan konsumen memiliki keinginan yang kuat untuk membeli merek yang sama pada saat sekarang maupun masa yang akan datang.
Pada dimensi yang pertama yaitu Loyalitas Merek (X14), terdapat empat indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:
Tabel 4.6 : Deskripsi Dimensi Loyalitas Merek
PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML Xiaomi ketika ada versi yang baru
Sangat setuju 53 5 265
Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 431 yang menggambarkan pendapat bahwa para responden akan merekomendasikan smartphone merek Xiaomi kepada orang lain adalah sangat tinggi.
2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 384 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka mengutamakan membeli smartphone merek Xiaomi adalah tinggi.
3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 313 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka akan membeli smartphone merek Xiaomi ketika ada versi yang baru adalah cukup tinggi.
4. Pada indikator keempat, jumlah skor adalah 442 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka merasa puas menggunakan smartphone Xiaomi adalah sangat tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi loyalitas merek adalah pada indikator keempat yang menggambarkan bahwa para responden merasa puas menggunakan smartphone Xiaomi. Sedangkan bahwa indikator yang paling kecil adalah indikator kesatu smartphone Xiaomi sessuai dengan gaya hidup para responden. Sedangkan indikator yang paling kecil pengaruhnya adalah indikator ketiga, yang menggambarkan pendapat para responden bahwa
mereka akan membeli smartphone merek Xiaomi ketika ada versi yang baru.
4.4.2 Variabel Independen Bauran Pemasaran (X2)
Fandy Tjiptono (2012:10), bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Bauran pemasaran merupakan seperangkat variabel pemasaran yang dikuasai oleh perusahaan dan digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan (Djaslim Saladin, 2005:5).
Pada penelitian ini variabel independen yang kedua yaitu Bauran Pemasaran (X2), untuk melihat tanggapan responden terhadap variabel Bauran Pemasaran yang terbagi atas empat dimensi, yakni Produk (X21), Harga (X22), Promosi (X23), dan Tempat (X24) akan diuraikan sebagai berikut:
4.4.2.1 Deskripsi Dimensi Produk (X21)
Tjiptono (1997:95) menyatakan bahwa secara konseptual, produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemahaman kebutuhan dan keinginan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar.
Pada dimensi yang pertama yaitu Produk (X14), terdapat empat indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:
Tabel 4.7: Deskripsi Dimensi Produk
PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML
Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 391 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa desain smartphone merek Xiaomi menarik adalah tinggi.
2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 422 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa spesifikasi hardware (perangkat keras) smartphone Xiaomi berkualitas adalah sangat tinggi.
3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 426 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa kinerja smartphone merek Xiaomi bisa diandalkan adalah sangat tinggi.
4. Pada indikator keempat, jumlah skor adalah 376 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa kemasan kardus smarphone Xiaomi sangat kokoh adalah tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi produk adalah pada indikator ketiga yang menggambarkan bahwa kinerja smartphone merek Xiaomi bisa diandalkan.
Sedangkan bahwa indikator yang paling kecil adalah indikator keempat, kemasan kardus smarphone Xiaomi sangat kokoh.
4.4.2.2 Deskripsi Dimensi Harga (X22)
Swastha (2000:147) mengemukakan bahwa harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah produk atau jasa. Pada dimensi yang kedua yaitu Harga (X22), terdapat tiga indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:
Tabel 4.8 : Deskripsi Dimensi Harga
PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML
Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 452 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa harga smartphone merek Xiaomi bersaing dengan smartphone lain adalah sangat tinggi.
2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 442 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa harga smartphone merek Xiaomi sebanding dengan kualitasnya adalah sangat tinggi.
3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 414 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa harga smartphone merek Xiaomi dapat dijangkau oleh semua kalangan adalah tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi harga adalah pada indikator kesatu yang menggambarkan bahwa harga smartphone merek Xiaomi bersaing dengan smartphone lain. Sedangkan indikator yang paling kecil adalah indikator ketiga yang menjelaskan harga smartphone merek Xiaomi dapat dijangkau oleh semua kalangan.
4.4.2.3 Deskripsi Dimensi Promosi (X23)
Evans dan Berman (1995:40) mengartikan promosi adalah setiap bentuk dari komunikasi yang digunakan untuk menginformasikan, membujuk, dan atau mengingatkan orang - orang tentang produk suatu organisasi atau perorangan, jasa, citra, ide-ide, keterlibatan dalam kelompok atau pengaruh yang kuat dalam masyarakat.
Pada dimensi yang ketiga yaitu Promosi (X23), terdapat tiga indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:
Tabel 4.9 : Deskripsi Dimensi Promosi
PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML
smartphone merek
Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 389 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa konsumen dapat mengetahui informasi tentang smartphone Xiaomi diberbagai media adalah tinggi.
2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 389 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa informasi yang ditemukan terkait smartphone merek Xiaomi sudah lengkap adalah tinggi.
3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 409 yang menggambarkan pendapat para responden informasi yang ditemukan terkait smartphone merek Xiaomi menarik untuk diamati adalah tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa ketiga indikator dapat berpengaruh tinggi terhadap dimensi promosi, tetapi yang lebih berpengaruh adalah indikator ketiga yang menggambarkan pendapat para responden informasi yang ditemukan terkait smartphone merek Xiaomi menarik untuk diamati.
4.4.2.4 Deskripsi Dimensi Tempat (X24)
Lupiyoadi (2001:61), tempat dalam pelayanan merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian barang atau jasa kepada konsumen dan di mana lokasi yang strategis
Pada dimensi yang keempat yaitu Tempat (X24), terdapat empat indikator penyataan yang akan diuraikan sebagai berikut:
Tabel 4.10: Deskripsi Dimensi Tempat
PERNYATAAN KRITERIA FREK. BOBOT SKOR JML
Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 345 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka dapat membeli smartphone Xiaomi di wilayah terdekat adalah tinggi.
2. Pada indikator kedua, jumlah skor adalah 337 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka dapat menjangkau distributor smartphone Xiaomi dengan berbagai trasnportasi umum adalah cukup tinggi.
3. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 299 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa lokasi distributor smartphone Xiaomi tersebar sehingga mudah dijangkau adalah cukup tinggi.
4. Pada indikator ketiga, jumlah skor adalah 304 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa smartphone Xiaomi selalu tersedia pada semua distributor ponsel adalah cukup tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa indikator yang paling besar yang memengaruhi dimensi tempat adalah pada indikator kesatu yang menggambarkan bahwa bahwa mereka dapat membeli smartphone Xiaomi di wilayah terdekat. Sedangkan indikator yang paling kecil adalah indikator ketiga yang menjelaskan lokasi distributor smartphone Xiaomi tersebar sehingga mudah dijangkau.
4.4.3 Variabel Dependen Keputusan Membeli (Y)
Peter dan Olson (1999:162) menyatakan bahwa inti dari pengambilan keputusan konsumen adalah proses pengitegrasian yang
megkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya.
Pada penelitian ini variabel dependen yaitu Keputusan Membeli, untuk melihat tanggapan responden terhadap variabel Keputusan Membeli yang terbagi atas empat dimensi, yakni Kemantapan pada sebuah produk (Y1), Kebiasaan dalam membeli produk (Y2), Memberikan rekomendasi kepada orang lain (Y3), dan Melakukan pembelian ulang (Y4) akan diuraikan sebagai berikut:
Tabel 4.11: Deskripsi Dimensi keputusan Membeli
PERNYATAAN KRITERIA JUMLAH BOBOT SKOR JML Saya memantapkan
Dari data tabel diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 413 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka memantapkan diri smartphone
1. Pada indikator pertama, jumlah skor adalah 413 yang menggambarkan pendapat para responden bahwa mereka memantapkan diri smartphone