• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEOR

3. Aspek-Aspek Kecerdasan Emosional

Menurut Goleman (2004: 62-63) aspek-aspek kecerdasan emosional

meliputi 5 aspek yaitu :

1) Kesadaran diri

Goleman (2005: 63) mendefinisikan kesadaran diri sebagai

kemampuan mengetahui apa yang dirasakan oleh diri sendiri pada suatu

saat, dan mengggunakan untuk memandu pengambilan keputusan diri

sendiri, memiliki tolak ukur yang realistis, atas kemampuan diri dan

kepercayaan diri yang kuat kesadaran diri meliputi kesadaran emosi,

penilaian diri, dan percaya diri.

Sementara itu menurut Mayer (Goleman,2004: 46-47) kesadaran

diri bukanlah perhatian yang larut dalam emosi, bereaksi secara

berlebihan dan melebih-lebihkan apa yang diserap. Kesadaran diri lebih

merupakan modus netral yang mempertahankan refleksi diri bahkan

berarti “waspada” baik terhadap suasana hati maupun pikiran kita tentang

suasana hati.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita ketahui bahwa kesadaran

diri merupakan kesadaran mengenal diri sendiri, mengenal kebebasan dan

kekuatan diri untuk memilih, adalah inti dari kebiasaan untuk menjadi

proaktif. Menjadi proaktif merupakan suatu yang lebih dari sekedar

menggambil inisiatif tetapi, menyadari bahwa manusia dapat

bertanggung jawab terhadap pilihan-pilihan tersebut dan berdasarkan

nilai-nilai prinsip, bukan berdasarkan suasana hati atau kondisi disekitar

saja.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian

kesadaran diri adalah bagaimana kita mengenal bagian diri kita yang

meliputi motivasi, pilihan serta kepribadian. Dan mengerti bagaimana

faktor ini mempengaruhi, penilaian, keputusan dan interasi dengan orang

lain.

2) Pengendalian diri

Pengaturan diri adalah kemampuan emosi sehingga berdampak

positif kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggup

menunda kenikmatan sebelum tercapainya suatu sasaran, mampu pulih

3) Motivasi

Motivasi diri adalah antusias, gairah dan daya juang untuk sukses

yang dilandasi dorongan hati yang kuat untuk mencapai cita-cita. Peran

motivasi positif dengan perasaan antusiasme, gairah dan keyakinan diri

dalam mencapai prestasi amat penting untuk tiap individu yang punya

semangat untuk sukses. Keuntungan atas kesuksesan seseorang

dimungkinkan oleh dorongan motivasi disamping kemampuan bawaan

yang dimilikinya.

4) Empati

Empati memberikan seseorang kemampuan memahami emosi dan

kebutuhan orang lain. Individu yang mempunyai kemampuan empati

dapat membaca arus emosi orang lain, menangkap tanda-tanda non-verbal

serta getaran suara orang lain.

5) Keterampilan sosial

Keterampilan sosial merupakan emosi yang baik ketika

berhubungan dengan orang lain dengan cermat membaca situasi dan

jaringan sosial, berinteraksi dengan lancar, menggunakan keterampilan-

keterampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin, bermusyawarah

dan menyelesaikan perselisihan, dan untuk berinteraksi dengan

lingkungan.

Semua emosi pada dasarnya, adalah dorongan untuk bertindak.

berangsur-angsur oleh evolusi. Setiap emosi memainkan peran khas,

sebagaimana dengan menggunakan metode-metode baru untuk memahami

tubuh dan otak, Daniel Golleman ( 2001: 8) menemukan lebih banyak

detail-detail fisiologi tentang bagaimana masing-masing emosi

mempersiapkan tubuh untuk jenis reaksi yang sangat berbeda:

a) Amarah : energi yang cukup kuat untuk bertindak dahsyat

b) Ketakutan : sirkuit-sirkuit di pusat-pusat emosi otak memicu

terproduksinya hormon-hormon yang membuat tubuh waspada,

membuatnya awas dalam bertindak, dan perhatian tertuju pada

ancaman yang dihadapi, agar reaksi yang muncul semakin baik.

c) Kebahagiaan : meningkatkan kegiatan dipusat otak yang

menghambat perasaan negatif dan meningkatkan energi yang

ada, dan menenangkan perasaan yang menimbulkan kerisauan.

Reaksi ini mengistirahatkan tubuh secara menyeluruh, dan juga

kesiapan dan antusiasme menghadapi tugas-tugas dan berjuang

mencapai sasaran-sasaran yang lebih besar.

d) Terkejut : respon yang diberikan sejumlah saraf karena

menerima rangsangan secara spontan.

Menurut Daniel Golleman (2001: 42-43) aspek kecerdasan

1. Kecerdasan pribadi

Kecerdasan ini menentukan bagaimana kita mengelola diri

sendiri, yang meliputi:

a. Kesadaran diri

Mengetahui kondisi diri sendiri, kesukaan, sumberdaya, dan

instuisi, seperti:

1) Kesadaran emosi: mengenali emosi diri sendiri dan

efeknya.

2) Penilaian diri secara teliti: mengetahui kekuatan dan

batas-batas diri sendiri.

3) Percaya diri: keyakinan tentang harga diri dan

kemampuan diri.

b. Pengaturan diri

Mengelola kondisi, implus, dan sumber daya diri sendiri

1) Kendali diri: mengelola emosi-emosi dan desak-desakan

hati yang merusak.

2) Sifat dapat dipercaya: memelihara norma kejujuran dan

integritas.

3) Kewaspadaan: bertanggung jawab atas kinerja pribadi

4) Adaptibilitas : keluwesan dalam menghadapi perubahan.

5) Inovasi : mudah menerima dan terbuka terhadap gagasan,

c. Motivasi

Kecendrungan emosi yang mengantar atau memudahkan

peralihan sasaran.

1) Dorongan prestasi : dorongan untuk menjadi lebih baik

atau memenuhi standar keberhasilan.

2) Komitmen : menyesuaikan diri dengan sasaran

kelompok atau perusahaan.

3) Inisiatif : kesiapan untuk memanfaatkan kesempatan.

4) Optimismen: kegigihan dalam memperjuangkan sasaran

kendati ada halangan dan kegagalan.

2. Kecerdasan sosial

Kecerdasan ini menentukan bagaimana kita menangani suatu

hubungan.

a. Empati

Kesadaran terhadap perasaan, kebutuhan, dan kepentingan

orang lain

1) Memahami orang lain : mengindra perasaan dan

perspektif orang lain, dan menunjukan minat aktif

terhadap kepentingan mereka.

2) Orientasi pelayanan : mengantisipasi, mengenali, dan

3) Mengembangkan orang lain: merasakan kebutuhan

perkembangan orang lain dan berusaha menumbuhkan

kemampuan mereka.

4) Mengatasi keragaman: menumbuhkan peluang melalui

pergaulan dengan bermacam-macam orang.

5) Kesadaran politis: mampu membaca arus-arus emosi

sebuah kelompok dan hubungannya dengan kekuasaan.

b. Keterampilan sosial

Kepintaran dalam mengubah tanggapan yang dikehendaki

pada orang lain.

1) Pengaruh memiliki taktik – taktik untuk melakukan

persuasi

2) Komunikasi: mengirimkan pesan yang jelas dan

meyakinkan.

3) Kepemimpinan: membangkitkan inspirasi dan memandu

kelompok dan orang lain.

4) Katalisator perubahan : memulai dan mengelola

perubahan.

5) Manajemen konflik : negoisasi dan pemecahan silang

pendapat.

6) Pengikat jaringan: menumbuhkan hubungan sebagai

7) Kolaborasi dan kooperasi: kerja sama dengan orang lain

demi tujuan bersama.

8) Kemampuan tim: menciptakan sinergi kelompok dalam

memperjuangkan tujuan bersama.

Menurut Cooper dan Sawaf (Casmini, 2007: 21-22) menyebutkan

empat aspek kecerdasan emosi, yaitu:

a. Kesadaran Emosi (Emotional Literacy), yang bertujuan membangun

rasa percaya diri pribadi melalui pengenalan emosi yang dialami dan

kejujuran terhadap emosi yang dirasakan. Kesadaran emosi yang baik

terhadap diri sendiri dan orang lain, sekaligus kemampuan untuk

mengelola emosi yang sudah dikenalnya, membuat seseorang dapat

menyalurkan energi emosinya ke reaksi yang tepat dan konstruktif.

b. Kebugaran emosi (emotional fitness), yang bertujuan mempertegas

antusiasme dan ketangguhan untuk menghadapi tantangan dan

perubahan. Hal ini mencakup kemampuan untuk mempercayai orang

lain serta mengelola konflik dan mengatasi kekecewaan dengan cara

yang paling konstruktif.

c. Kedalaman emosi (emotional depth) yaitu mencakup komitmen untuk

menyelaraskan hidup dan kerja dengan potensi serta bakat unik yang

dimiliki. Komitmen yang berupa rasa tanggung jawab ini, pada

gilirannya memiliki potensi untuk memperbesar pengaruh tanpa perlu

d. Alkimia emosi (emotional alchemy), yaitu kemampuan kreatif untuk

mengalir bersama masalah-masalah dan tekanan-tekanan tanpa larut di

dalamnya. Hal ini mencakup ketrampilan bersaing dengan lebih peka

terhadap kemungkinan solisi yang masih bersembunyi dan peluang

yang masih terbuka untuk mengevaluasi masa lalu, menghadapi masa

kini, dan mempertahankan masa depan.

Dari uraian-uraian diatas dapat disimpulan bahwa terdapat banyak

aspek-aspek kecerdasan emosional. Terdapat 5 aspek yang berpengaruh

yaitu terdiri dari :

a) Kesadaran diri

Sebagai kemampuan mengetahui apa yang dirasakan oleh diri

sendiri dalam suatu keadaan, dan dapat membantu dirinya untuk

mengambil keputusan. Membangun kepercayaan diri sendiri

yang meliputi kesadaran emosi, penilaian diri, dan percaya diri.

b) Pengendalian diri

Kemampuan emosi yang dapat mengendalikan diri, perasaan,

pikiran, dapat menunda keinginan. Memahami ketidak stabilan

emosi dan tekanan emosi.

c) Motivasi

Dorongan atau semangat dalam mencapai cita-cita dan prestasi.

Antusias dan gairah untuk semangat dan sukses.

Kemampuan memahami emosi dan peka terhadap masalah

orang lain. Kemampuan menangkap tanda non-verbal, dan

membaca arus emosi orang lain.

e) Keterampilah sosial

Keterampilan dalam berinteraksi dengan orang lain, serta

mengatasi atau masalah sosial dengan baik sehingga tercipta

hubungan yang serasi dan memuaskan.

Dari kesimpulan aspek-aspek tersebut dapat membantu

mengarahkan kemampuan seseorang dalam kecerdasan emosional. Dapat

diketahui bahwa kemampuan orang berbeda-beda dalam aspek-aspek

tersebut, beberapa orang barangkali amat terampil dalam menangani

pengendalian emosi diri nya, tetapi tidak terampil dalam keterampilan

sosial dalam berinteraksi dengan orang lain. Kekurangan-kekurangan

dalam keterampilan emosional dapat diperbaiki sampai ketingkat yang

lebih baik di mana masing-masing orang dapat menampilkan bentuk

kebiasaan dan respons dengan upaya yang tepat dan dapat dikembangkan.

Dokumen terkait