• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

3.4. Pengumpulan Data

3.4.1. Aspek Biologi Beberapa Jenis Ikan

Biologi ikan yang akan diamati adalah jenis ikan yang dominan, bernilai ekonomis penting di waduk Pondok antara lain ikan nila (Oreochromis niloticus), Tawes (Barbodesgonionotus), dan Red devil (Amphilopus sp) dan dari waduk Widas antara lain ikan Belida (Notopterus notopterus), Nila (Oreochromis niloticus), Tawes (Barbodesgonionotus), wader (Rasbora sp), dan gabus (Channa striata) dan ikan-ikan lainnya. Aspek biologi beberapa jenis ikan diamati pada sampel yang dikumpulkan dari hasil tangkapan nelayan dengan menggunakan berbagai alat tangkap. Pengumpulan specimen ikan dilakukan pada saat survei dan pengumpulan oleh enumerator (untuk data tiap bulan). Sampel ikan dicatat nama lokal, waktu penangkapan, ukuran panjang dan berat. Pada waktu peneliti survey sampel ikan dibedah untuk dilihat TKG, dan diambil sampel saluran pencernaan lalu diawetkan dalam formalin 4 %, dan gonad diawetkan dalam larutan gilson, kemudian dibawa kelaboratorium untuk dianalisa lebih lanjut. Metoda dan analisis yang akan digunakan tertera dalam uraian berikut dan Tabel 1.

Tabel 3.1. Metode Analisis Biologi

Data / Parameter Metoda Penyajian/Analisa

-TKG -IKG -Fekunditas

- Nikolsky; Tester dan Takata dalam Effendi (2002)

-Volumetri (Effendie, 2002)

-Tabulasi data -Grafik/Histogram

-Hubungan Panjang

Berat Carlander (1969) dalamEffendie (2002)

-Grafik

-Food habits -Index of Preponderance Natarajan dan Jhingran (1961) in Effendie (1979).

-Frekuensi kejadian (untuk ukuran kecil/benih)

-Tabulasi data -Grafik/Histogram

Analisa Data Aspek Biologi Ikan a. TKG

Tabel 3.2. Penentuan tingkat kematangan gonad dengan metode Nikolsky dalam Effendie (2002)

I Ovari seperti benang, panjang sampai ke depan tubuh, warna jernih dan

permukaan licin

Testes seperti benang, lebih pendek, ujungnya dirongga tubuh, warna jernih

II Ukuran lebih besar, pewarnaan gelap kekuningan, telur belum terlihat jelas

Ukuran testes lebih besar, pewarnaan putih susu, bentuk lebih jelas dari TKG I

III Ovari berwarna kuning, secara

morfologi telur sudah kelihatan butirnya dengan mata.

Permukaan testes nampak bergerigi, warna makin putih, dalam keadaan Diawetkan mudah putus.

IV Ovari makin besar, telur berwarna kuning, mudah dipisahkan, butir minyak tak nampak, mengisi ½ - 2/3 rongga tubuh, usus terdesak bagian rongga Tubuh.

Seperti TKG III tampak lebih jelas Testes makin pejal, dan rongga tubuh mulai penuh, warna putih susu

V Ovari berkerut, dinding tebal, butir telur sisa terdapat didekat pelepasan

Testes bagian belakang kempis dan bagian dekat pelepasan masih terisi.

Ukuran pertama kali matang gonad (M) diduga dengan cara Spearman-Karber (Udupa, 1986) dengan persamaan sebagai berikut:

m = (Xk + X/2) – (X, ∑pi)... (1) Kisaran ukuran panjang diduga dengan persamaan:

Antilog (m lebih kurang 1,96 √(var(m))...(2) Dimana :

M = Ukuran pertama kali matang gonad (antilog dari m), m = log panjang ikan pada kematangan gonad yang pertama

Xk = Log nilai tengah kelas panjang pada ikan 100 % matang gonad X = Pertambahan log panjang nilai tengah kelas

Pi = ri/ni = perbandingan jumlah ikan yang matang gonad pada tiap kelas panjang ri = jumlah ikan yang matang gonad pada kelas ke-i

ni = jumlah contao ikan pada kelas ke i qi = 1 – pi

b. IKG

Untuk menghitung Indeks Kematangan Gonad (IKG) mengacu kepada Effendie (1992) dengan Rumus :

Bg

IKG =_________ x 100 % Bi

Keterangan:

IKG = Indeks kematangan gonad Bg = Berat gonad (gram) Bi = Berat ikan (gram) c. Fekunditas

Pengamatan fekunditas dan diameter telur ditentukan dari contoh ikan dengan TKG IV. Metode perhitungan Fekunditas total dihitung berdasarkan metoda grafimetrik (Effendie, 1992) yaitu seluruh gonad yang berisi telur dikeringkan udara dahulu. Tentukan terlebih dahulu berat kering udara seluruh gonadnya, demikian pula sebagian dari telur yang akan ditimbang beratnya. Dengan menggunakan rumus

F = ( G / g ) n Keterangan:

F = jumlah total telur dalam gonad (fekunditas) G = bobot gonad tiap satu ekor ikan

g = bobot sebagian gonad (sampel) satu ekor ikan n = jumlah telur dari sampel gonad

d. Hubungan Panjang bobot

Hubungan bobot tubuh dengan panjang (total) ditentukan berdasarkan rumus Carlender dalamEffendie (1979) yaitu :

W = aL

b

Keterangan: W = berat ikan (gr) L = panjang ikan (mm) a dan b = konstanta regresi

Penentuan nilai b dilakukan dengan uji t, dimana ada usaha untuk melakukan penolakan atau penerimaan hipotesa yang dibuat. Hipotesanya adalah sbb :

Ho : b = 3 H1 : b ≠ 3

T hitung dihitung menggunakan rumus sbb : T hit = 1 2 1 S

Faktor kondisi dihitung dengan menggunakan persamaan ponderal indeks untuk pertumbuhan isometrik (b = 3 ) dengan rumus (Effendie, 1979) :

5 3

x10

L

W

K

Keterangan : K = faktor kondisi

W= berat rata rata ikan (gr) L = panjang rata rata ikan (mm)

Sedangkan jika pertumbuhan tersebut bersifat alometrik (b≠3) maka faktor kondisi dapat dihitung dengan rumus (Effendie, 1979) :

n

cL

W

Kn

Keterangan :

Kn= faktor kondisi nisbi W= berat rata rata (gr) c = a

e. Kebiasaan makan

Untuk mengetahui kebiasan makan maka dilakukan analisis isi lambung ikan dengan menghitung Index of Preponderance yang merupakan gabungan dari metode frekunsi kejadian dengan metode volumetrik dengan perumusan sebagai berikut (Effendi, 1979):

Metode Frekuensi Kejadian

Tiap-tiap isi pencernaan ikan dicatat masing-masing organisme yang terdapat sebagai bahan makanannya, demikian juga alat pencernaan yang sama sekali kosong harus dicatat pula. Jadi seluruh contoh yang diteliti dibagi menjadi dua golongan yaitu yang berisi dan yang kosong. Masing-masing organisme yang terdapat di dalam sejumlah alat pencernaan yang berisi dinyatakan keadaannya dalam persen dari seluruh alat pencernaan yang diteliti namun tidak meliputi alat pencernaan yang tidak berisi. Dengan demikian kita dapat melihat frekuensi kejadian suatu organisme yang dimakan oleh ikan contoh yang diperiksa itu dalam persen.

Metode Volumetrik

Di dalam menerapkan metoda ini ukur dahulu volume makanan ikan itu. Kemudian makanan tadi dikeringkan dengan kering udara yaitu dengan menaruh makanan ikan di atas kertas saring supaya airnya terserap ke luar untuk selama lima menit. Pisahkan masing-masing organisme yang dapat dipisahkan dan ukurlah volumenya dalam keadaan kering udara. Apabila terdapat makanan yang tak dapat ditentukan golongannya, masukkan saja ke dalam golongan yang tak dapat ditentukan. Volume makanan ikan yang didapat dinyatakan dalam persen volume dari seluruh volume makanan seekor ikan.

Vi x Oi

IP = --- x 100 ∑Vi x Oi

Keterangan :

Vi = persentase volume satu macam makanan

Oi = persentase frekuensi kejadian satu macam makanan ∑Vi x Oi = Jumlah Vi x Oi dari semua macam makanan IP= Index of preponderance

f. Sex Ratio

Nisbah kelamin dihitung dengan cara membandingkan jumlah ikan jantan dan betina yang diperoleh sesuai dengan Haryani, (1998), adalah sebagai berikut :

Rasio kelamin = J/B

Dimana : J = Jumlah ikan jantan (ekor), dan B = Jumlah ikan betina (ekor)

Penentuan seimbang atau tidaknya nisbah kelamin jantan dan betina dilakukan dengan uji Chi-square (Walpole, 1993).

Dokumen terkait