IP Ikan Tawes Waduk Pondok
B. Faktor Kondisi
4.6. Parameter Dinamika Populasi Beberapa Jenis Ikan a). Parameter Populasi di Waduk Widas
Hasil analisis panjang total (length frequency data) ikan Tawes dan ikan Nila setiap bulan dengan bantuan program Elefan I didapatkan nilai panjang maksimal (L), percepatan pertumbuhan (K), mortalitas alami (M), mortalitas total (Z), mortalitas penangkapan (F), dan laju eksploitasi (E) seperti disajikan dalam Tabel 4.6.1.
Tabel 4.6.1. Beberapa parameter populasi ikan Tawes (Barbodes gonionotus), dan Nila (Oreochromis nilotica)di waduk Widas , Kabupaten Madiun, Jawa Timur
Jenis Ikan L∞ (cm) K M Z F E
Tawes(Barbodes gonionotus) 45 0,63 1,2061 4,780 3,5473 0,748
Nila(Oreochromis nilotica) 44,4 0,7 1,2970 7,555 6,2579 0,8
Terlihat dari Tabel 4.6.1. diatas mortalitas karena penangkapan ikan Tawes dan Nila di waduk Widas lebih besar daripada mortalitas alami dan laju penangkapan sudah over fishing, melebihi laju penangkapan optimum E = 0,5 (Gulland dalam Pauly, 1984).
1. Ikan Tawes (Barbodes gonionotus)
Panjang infinitive (L∞) = 45 cm, k = 0.63 .temperatur rata-rata 29.5oC. Mortalitas alami (M) = 1.2061, mortalitas karena aktivitas penangkapan ikan (F) = 3,574, mortalitas total (Z) = 4,780. Laju eksploitasi (E) = 0,748, t0 = -0,229679, Laju pertumbuhan Lt = 45 (1-e -0.63 (t+0,229679)
). Ukuran panjang (cm) ikan contoh yang didapatkan berkisar antara 8,0 – 36 cm. Jumlah sampel (n) yang diambil untuk dianalisis 860 ekor. Selama penelitian ukuran panjang diatas 30 cm didapatkan pada bulan Juli, Agustus, September dan Oktober. Gambar memperlihatkan sebaran ukuran panjang dan pertumbuhan ikan Tawes dalam tahun 2016.
Gambar 4.6.1. Sebaran frekuensi ukuran panjang dan pertumbuhan Ikan Tawes di waduk Widas, Madiun.
Dengan persamaan Von Bertalanffy didapatkan panjang infinity ikan Tawes (L∞) = 45 cm yang akan dicapai pada umur lebih dari 15 tahun dan kecepatan pertumbuhan (k) = 0,63. Namun pada umur 3 tahun ikan sudah mencapai ukuran maksimal hasil tangkapan.
Tabel 4.6.2. Umur (tahun) dan Panjang Total (cm) Ikan Tawes di Waduk Widas
Umur
(Tahun) Panjang (CM) (Tahun)Umur Panjang (CM)
0.5 7.2821 4 40.4498 1 17.5396 4.5 41.5043 1.5 24.951 5 42.2661 2 30.306 5.5 42.8166 2.5 34.1751 6 43.2143 3 36.9706 6.5 43.5017 3.5 38.9904 7.0 44.5267
Bila dihubungkan dengan pola pertumbuhan diatas (Gambar 4.6.1 dan Tabel 4.6.2), maka populasi terbesar ikan Tawes yang tertangkap menyebar dalam tiap kelas ukuran diduga berumur kurang dari 3 tahun. Ukuran terpanjang ikan Tawes yang tertangkap sebesar 36 cm diduga berumur 3 tahun hanya ditemukan 15 ekor dari total. Jika ukuran populasi tersebut dapat dianggap sebagai suatu yang bersifat umum, maka populasi ikan Tawes di perairan tersebut masih berada dalam kondisi masih wajar.
Namun jika dilihat dari laju penangkapan (E) = 0,748, maka laju penangkapan ikan Tawes sudah termasuk over fishing. Kegiatan penangkapan ikan Tawes tidak dapat ditingkatkan lagi. Populasi ikan tersebut sudah perlu diperhatikan supaya tidak terganggu perkembangbiakannya. Tingginya laju eksploitasi ikan Tawes di waduk Widas disebabkan ikan ini termasuk dominan, tergolong berukuran besar dan bernilai ekonomis penting sebagai ikan konsumsi. Hal ini menyebabkan mortalitas penangkapannya lebih besar dari mortalitas alami. Dengan paket program Elefan II di dapatkan nilai parameter mortalitas total (Z) = 4,780 (Gambar 4.6.3) dengan asumsi temperature di perairan waduk Widas rata rata 29,5 oC, mortalitas alami (M) = 1,2061. Mortalitas penangkapan (F) = 3,574.
Gambar 4.6.3. Grafik Mortalitas Total Ikan Tawes di Waduk Widas 2. Nila (Oreochromis nilotica)
Panjang infinitive L∞ = 44,4 cm, k = 0.7.temperatur rata-rata 29.5 oC. Mortalitas alami (M) = 1,29704, mortalitas karena aktivitas penangkapan ikan (F) = 6,25796, mortalitas total (Z) = 7,555. Laju eksploitasi (E) = 0,8. t0 = -0,20664. Laju pertumbuhan Lt = 44,4 (1-e -0.7 (t+0,20664)). Ukuran ikan contoh yang didapatkan berkisar antara 11,1-35 cm. Jumlah sampel (n) yang diambil untuk dianalisis 4452 ekor. Selama penelitian ukuran panjang diatas 30 cm didapatkan tersebar pada bulan Januari hingga September. Gambar 4.6.4. memperlihatkan sebaran ukuran panjang dan pertumbuhan ikan nila dalam tahun 2016.
Gambar 4.6.4. Sebaran frekuensi ukuran panjang dan pertumbuhan Ikan Nila di waduk Widas, Madiun
Dengan persamaan Von Bertalanffy diduga panjang maksimal ikan Nila (L∞) = 44,4 cm sudah mencapai umur lebih dari 6,5 tahun dan kecepatan pertumbuhan (k) = 0,7. Pola laju pertumbuhan ikan Nila tertera pada Gambar 4.6.5.
Gambar 4.6.5. Grafik Laju Pertumbuhan Ikan Nila di Waduk Widas
Tabel 4.6.3. Umur (tahun) dan Panjang Total (cm) Ikan Nila di Waduk Widas
Umur (tahun) Panjang (cm) Umur (tahun) Panjang (cm)
0.5 17.3255 4.5 42.7536 1 25.3209 5 43.2398 1.5 30.9552 5.5 43.5824 2 34.9256 6 43.8239 2.5 37.7235 6.5 44.0654 3 39.6952 7 44.3069 3.5 41.0845 7.5 44.5484 4 42.0636 8 44.7899
Bila dihubungkan dengan pola pertumbuhan diatas (Gambar 4.6.5 dan Tabel 4.6.3), populasi ikan menyebar dalam tiap kelas ukuran dan populasi terbesar ikan Nila yang sering tertangkap berukuran 25 cm dan diduga berumur kurang dari 1,5 tahun. Ukuran terpanjang ikan Nila yang tertangkap sebesar 35 cm diduga berumur 2 tahun dan ikan yang berukuran lebih besar atau diatas 30 cm hanya ditemukan 58 ekor dari total.
Gambar 4.6.6. Grafik Mortalitas Total Ikan Nila di Waduk Widas
Dengan paket program Elefan II di dapatkan nilai parameter mortalitas total (Z) = 7,555 dengan asumsi temperature di perairan waduk Widas rata rata 29,5 oC (Gambar 4.6.6). Mortalitas penangkapan (F = 6,25796) lebih besar daripada mortalitas alami (M=1,29704). Laju penangkapan (E) = 0,8 berarti laju penangkapan ikan Nila sudah tergolong lebih tangkap dari laju penangkapan optimum E=0,5 (Gulland dalam Pauly, 1984). Mortalitas penangkapan lebih besar dari mortalitas alami, dan laju tangkapan mencapai laju tangkapan optimum, namun populasinya di waduk masih dominan. Hal ini karena ikan Nila termasuk ikan yang mempunyai toleransi yang kuat beradaptasi terhadap perubahan kualitas lingkungan, dan mudah berkembang biak sepanjang waktu (Pullin, 1996).
b). Parameter Populasi di Waduk Pondok
Hasil analisis panjang total (length frequency data) ikan Tawes dan ikan Nila setiap bulan dengan bantuan program Elefan I didapatkan nilai panjang maksimal (L), percepatan pertumbuhan (K), mortalitas alami (M), mortalitas total (Z), mortalitas penangkapan (F), dan laju eksploitasi (E) seperti disajikan dalam Tabel 4.6.4.
Tabel 4.6.4. Beberapa parameter populasi ikan Tawes (Barbodes gonionotus), dan Nila (Oreochromis nilotica)di waduk Pondok , Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
Jenis Ikan L∞ (cm) K M Z F E
Tawes(Barbodes gonionotus) 29 0,55 1,25051 3,703 2,453 0,7
Nila(Oreochromis nilotica) 29,1 0,44 1,08540 4,141 3,0556 0,7
Terlihat dari Tabel 4.6.4 diatas mortalitas karena penangkapan ikan Tawes dan Nila di waduk Widas lebih besar daripada mortalitas alami dan laju penangkapan sudah over fishing, melebihi laju penangkapan optimum E = 0,5 (Gulland dalam Pauly, 1984).
1. Ikan Tawes (Barbodes gonionotus)
Panjang infinitive (L∞) = 29 cm, K = 0.55 .temperatur rata-rata 29.5oC. Mortalitas alami (M) = 1.25051, mortalitas karena aktivitas penangkapan ikan (F) = 2,453, mortalitas total (Z) = 3,703. Laju eksploitasi (E) = 0,7, t0 = -0,29844, Laju pertumbuhan Lt = 29 (1-e -0.55 (t+0,29844)
). Ukuran panjang (cm) ikan contoh yang didapatkan berkisar antara 2,0 – 28,5 cm. Jumlah sampel (n) yang diambil untuk dianalisis 2593 ekor. Ukuran terpanjang ikan Tawes yang tertangkap sebesar 28,5 cm diduga berumur 4,5 tahun dan ikan yang berukuran lebih besar 26 cm hanya ditemukan 2 ekor dari total. Gambar 4.6.7 dan Gambar 4.6.8 memperlihatkan sebaran ukuran panjang dan laju pertumbuhan ikan Tawes dalam tahun 2016.
Gambar 4.6.7. Sebaran frekuensi ukuran panjang dan pertumbuhan Ikan Tawes di waduk Pondok, Ngawi.
Dengan persamaan Von Bertalanffy didapatkan panjang maksimal ikan Tawes (L∞) = 29 cm pada umur lebih dari 7 tahun dan kecepatan pertumbuhan (K) = 0,55.
Gambar 4.6.8. Grafik Pertumbuhan Ikan Tawes di Waduk Pondok, Ngawi
Tabel 4.6.5. Umur (tahun) dan Panjang Total (cm) Ikan Tawes di Waduk Pondok Umur (Tahun) Panjang (CM) Umur (Tahun) Panjang (CM)
0.5 10.3069 4 26.2731 1 14.8012 4.5 26.9287 1.5 18.215 5 27.4267 2 20.808 5.5 27.805 2.5 22.7776 6 28.0923 3 24.2736 6.5 28.3105 3.5 25.41 7 28.4763
Bila dihubungkan dengan pola pertumbuhan diatas (Gambar 4.6.8 dan Tabel 4.6.5), maka populasi terbesar ikan Tawes yang tertangkap menyebar dalam tiap kelas ukuran diduga berumur kurang dari 2 tahun. Ukuran terpanjang ikan Tawes yang tertangkap sebesar 28,5 cm diduga berumur 3,5 tahun dan ikan yang berukuran lebih besar atau 28,5 cm hanya ditemukan 2 ekor dari total. Jika ukuran populasi tersebut dapat dianggap sebagai suatu yang bersifat umum, maka populasi ikan Tawes di perairan tersebut masih berada dalam kondisi masih wajar.
Namun jika dilihat dari laju penangkapan (E) = 0,7, maka laju penangkapan ikan Tawes sudah termasuk over fishing. Kegiatan penangkapan ikan Tawes tidak dapat ditingkatkan lagi. Populasi ikan tersebut sudah perlu diperhatikan supaya tidak terganggu perkembangbiakannya. Tingginya laju eksploitasi ikan Tawes di waduk Pondok disebabkan ikan ini termasuk dominan, berukuran besar dan bernilai ekonomis penting. Hal ini menyebabkan mortalitas penangkapannya lebih besar dari mortalitas alami. Dengan paket program Elefan II di dapatkan nilai parameter mortalitas total (Z) = 3,703 (Gambar 4.6.9 ) dengan asumsi temperature di perairan waduk Widas rata rata 29,5 oC, mortalitas alami (M) = 1,2505. Mortalitas penangkapan (F) = 2,453
Gambar 4.6.9. Grafik Mortalitas Total Ikan Tawes di Waduk Pondok
2. Nila (Oreochromis nilotica)
Panjang infinitive L∞ = 29,1 cm, k = 0.44.temperatur rata-rata 30 oC. Mortalitas alami (M) = 1,08540, mortalitas karena aktivitas penangkapan ikan (F) = 2,453, mortalitas total (Z) = 4,141. Laju eksploitasi (E) = 0,7. t0 = -0,375866. Laju pertumbuhan Lt = 29,1 (1-e -0,44 (t+0,375866)
). Ukuran ikan contoh yang didapatkan berkisar antara 2,0 – 24 cm. Jumlah sampel (n) yang diambil untuk dianalisis 2901 ekor. Selama penelitian ukuran panjang dibawah 26 cm didapatkan tersebar pada bulan Januari hingga September. Gambar 4.6.10 memperlihatkan sebaran ukuran panjang dan pertumbuhan ikan nila dalam tahun 2016.
Ukuran ikan Nila panjang diatas 20 cm diaapatkan pada bulan Agustus, September dan oktober sebanyak 38 ekor dari total. Gambar 4.6.10 memperlihatkan sebaran ukuran panjang dan pertumbuhan ikan Nila dalam tahun 2016.
Gambar 4.6.10. Sebaran frekuensi ukuran panjang dan pertumbuhan Ikan Nila di waduk Pondok, Ngawi.
Dengan persamaan Von Bertalanffy diduga panjang maksimal ikan Nila (L∞) = 29,1 cm sudah berumur lebih dari 10 tahun dan kecepatan pertumbuhan (K) = 0,44. Pola laju pertumbuhan ikan Nila tertera pada Gambar 4.6.11.
Tabel 4.6.6. Umur (tahun) dan Panjang Total (cm) Ikan Nila di Waduk Pondok
Umur (Tahun) Panjang (CM) Umur (Tahun) Panjang (CM)
0.5 9.3064 3.5 23.8124 1 13.2153 4 24.8566 1.5 16.3522 4.5 25.6946 2 18.8697 5 26.3671 2.5 20.89 5.5 26.9068 3 22.5113 6 27.3399
Bila dihubungkan dengan pola pertumbuhan diatas (Gambar 4.6.11 dan Tabel 4.6.6), populasi ikan menyebar dalam tiap kelas ukuran dan populasi terbesar ikan Nila yang sering tertangkap berukuran kurang dari 20 cm dan diduga berumur kurang dari 2 tahun.
Gambar 4.6.12. Grafik Mortalitas Total Ikan Nila di Waduk Pondok
Dengan paket program Elefan II di dapatkan nilai parameter mortalitas total (Z) = 4,141 dengan asumsi temperature di perairan waduk Pondok rata rata 30 oC (Gambar 4.6.12). Mortalitas penangkapan (F = 2,453) lebih besar daripada mortalitas alami (M=1,08540). Laju penangkapan (E) = 0,7 berarti laju penangkapan ikan Nila masih tergolong over fishing dari laju penangkapan optimum E=0,5 (Gulland dalam Pauly, 1984). Mortalitas
penangkapan lebih besar dari mortalitas alami, dan laju tangkapan mencapai laju tangkapan optimum, namun populasinya di waduk masih dominan. Hal ini karena ikan Nila termasuk ikan yang mempunyai toleransi yang kuat beradaptasi terhadap perubahan kualitas lingkungan, dan mudah berkembang biak sepanjang waktu (Pullin, 1996).
V. KESIMPULAN DAN SARAN.
5.1. Kesimpulan.Ikan Nila dapat memijah sepanjang tahun dengan fekunditas 1.740 butir. Puncak musim pemijahan ikan Tawes pada musim penghujan. Ikan Tawes matang gonad pada umur kurang lebih 8 bulan dengan ukuran panjang 20 cm berat 175 gram dengan fekunditas berkisar antara 25.980-86.916 butir. Pakan alami ikan Tawes 69 % berupa serasah dan 31 % berupa plankton. Pakan alami ikan Nila 28 % berupa serasah dan 72 % berupa plankton.
Biomass ikan di Waduk Pondok 257 kg/ha, sedangkan di Waduk Widas 166 kg/ha. Estimasi jumlah ikan yang dapat ditebar di waduk Widas yaitu Nila 43.907 ekor/tahun, Tawes 29.743 ekor/tahun, Wader 143.308 ekor/tahun. Sedangkan estimasi jumlah ikan yang dapat ditebar di waduk Pondok yaitu Nila 35.587 ekor/tahun, Tawes 17.793 ekor/tahun, Wader 80.071 ekor/tahun
Perairan waduk Widas dan pondok sudah dalam kondisi eutrofik dengan nilai TSI masing masing waduk adalah 63,2 dan 62,1. Daya dukung perairan waduk Pondok untuk budidaya ikan pada KJA adalah 196,5 ton ikan/th atu 130 petak KJA. Sedangkan jumlah KJA di Waduk Pondok sudah ada 126 petak KJA, sehingga sudah dapat dikatakan optimum tidak dapat ditambah lagi.
Nilai parameter pertumbuhan ikan Tawes di Waduk Widas L∞ (cm)= 45, K=0,63, M=1.2, Z = 4.78, F=5.5, E=0,75; Untuk ikan Nila di Waduk Widas L∞ (Cm)= 44.4, K=0,7, M=1.3, Z = 7,5, F=6.26, E=0,80. Sedangkan parameter pertumbuhan ikan Tawes di Waduk Pondok L∞ (Cm) =29, K=0,55, M=1.25, Z = 3.7, F=2.45, E=0,7; Untuk ikan Nila di Waduk Pondok L∞ (Cm) = 29 , K=0,44, M=1.08, Z = 4.14, F=3.05, E=0,7. Dari nilai yang telah didapat tersebut dapat dinyatakan bahwa pertumbuhan ikan Nila dan Tawes di Waduk Widas lebih cepat dan ukurannya lebih besar dari pada di Waduk Pondok. Laju penangkapan ikan di Waduk Widas dan Pondok sudah menunjukkan lebih tangkap (E> 0,5).
5.2. Saran.
Penebaran ikan di waduk sebaiknya adalah ikan asli seperti Tawes dan Wader. Untuk waduk Widas bila ditebar ikan Tawes sebaiknya untuk tahun pertama 29.740 ekor, sedangkan penebaran selanjutnya 35 % dari penebaran pertama yaitu 10.400 ekor/tahun. Untuk penebaran ikan Wader di Waduk Widas pada tahun pertama sebanyak 143.300 ekor, sedangkan untuk tahun selanjutnya 35 % dari penebaran pertama yaitu 50.150 ekor/tahun.
Untuk waduk Pondok bila ditebar ikan Tawes sebaiknya untuk tahun pertama 17.800 ekor, sedangkan penebaran selanjutnya 35 % dari penebaran pertama yaitu 6.230 ekor/tahun. Untuk penebaran ikan Wader di Waduk Pondok pada tahun pertama sebanyak 80.00 ekor, sedangkan untuk tahun selanjutnya 35 % dari penebaran pertama yaitu 28.000 ekor/tahun.
Jumlah KJA di Waduk Pondok sudah optimum sesuai dengan daya dukung perairan, sehinga tidak perlu ada penambahan KJA lagi.
Lampiran 1. Kualitas Air di Waduk Pondok
Tabel Kualitas Air Waduk Pondok Trip I bulan Februari 2016
LOKASI NO PARAMETER SATUAN NILAI
Waduk 1 Suhu 0C 29 Pondok 2 pH 8 STASIUN 3 Kedalaman m 1,2