• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Desain

Dalam dokumen Kerja Praktek Bamboo Media dalam Pembuat (Halaman 33-45)

Dalam membuat suatu perancangan diperlukan aspek-aspek desain seperti ilustrasi, tipografi dan warna.. Adapun penjelasan dari aspek-aspek tersebut antara lain:

3.5.1 Illustrasi

Ilustrasi secara harafiah berarti gambar yang dipergunakan untuk menerangkan atau mengisi sesuatu. Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik sketsa, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk. Tujuan ilustrasi adalah untuk menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan, puisi, atau informasi tertulis lainnya. Diharapkan dengan bantuan visual, tulisan tersebut lebih mudah dicerna.

Teknik membuat ilustrasi yang kemudian merupakan bagian dari grafis desain tidak dapat dipisahkan dari teknik reproduksi yang berkembang waktu itu. Teknik pertama yang dikenal dengan nama woodcut alias membuat cukilan atau relief pada sebuah papan kayu kemudian dicap pada kertas atau kain. Ilustrasi berfungsi untuk:

2) Merangsang mint pembaca terhadap keseluruhan pesan. 3) Memberikan eksplanasi atas pernyataan.

4) Menonjolkan keistimewaan daripada produk 5) Memenangkan persaingan.

6) Menciptakan suasana khas. 7) Dramatisasi pesan.

8) Menonjolkan suatu merk atau semboyan dan mendukung judul iklan.

Gambar 3.2 Contoh penerapan illustrasi pada game Clash of Clans Dalam perkembangannya, ilustrasi sangat diperlukan baik dalam dunia penerbitan buku-buku, majalah, surat kabar, reklame, dan sebagainya. Ilustrasi dapat berupa gambar, foto, maupun grafis lainnya. Gambar merupakan penjelasan yang dapat menerjemahkan isi iklan secara menyeluruh, mampu menarik perhatian sekaligus menangkap pandangan secara sepintas. Sebab karya yang bermutu akan muncul dari hubungan baik antara ide, gaya penyajian, teknik, dan bahan.

3.5.2 Tipografi

Tipografi merupakan seni huruf yang erat hubungannya dengan teks. Menurut Suyanto (2009:43-46), meliputi: pemilihan huruf,

penentuan ukuran yang tepat, bagaimana teks dapat diputus, spasi jarak dan bagaimana teks dapat dengan mudah dibaca.

Berdasarkan sejarah perkembangannya, huruf dapat digolongkan menjadi tujuh gaya atau style,yaitu :

1. Huruf klasik (Classical Typefaces)

Huruf yang memiliki kait (serif) lengkung ini juga disebut Old Style Roman. Bentuknya cukup menarik dan sampai sekarang masih banyak digunakan untuk teks karena memiliki kemudahan baca (readability) cukup tinggi.

Gambar 3.3 Font Garamond 2. Huruf Transisi (Transitional)

Huruf transisi mempunyai kesamaan dengan huruf Old Style Roman, hanya berbeda pada ujung kaitnya yang runcing dan memiliki sedikit perbedaan tebal-tipis pada tubuh huruf (garis vertical tebal).

Gambar 3.4 Font Century 3. Huruf Modern Roman

Huruf modern roman ini sudah jarang digunakan untuk teks karena ketebalan tubuh huruf sangat kontras, bagian yang vertical tebal, garis-garis horizontal dan serifnya sangat tipis sehingga untuk teks berukuran kecil agak sulit dibaca dan bahkan sering tidak terbaca.

Gambar 3.5 Font Bodoni MT 4. Huruf Sans Serif

Jenis huruf sans serif sudah dipakai sejak awal tahun 1800. Disebut sans serif karena tidak memiliki serif / kait / kaki. Salah satu ciri huruf ini adalah memiliki bagian-bagian tubuh yang sama tebalnya.

Gambar 3.6 Font Arial 5. Huruf Berkait Balok (Egyptian Slab Serif)

Huruf Egyptian memiliki kait berbentuk balok yang ketebalannya hamper sama dengan tubuh huruf sehingga terkesan elegan, jantan, dan kaku.

Gambar 3.7 Font Cooper Black 6. Huruf Tulis (Script)

Jenis huruf ini berasal dari tulisan tangan (hand-writing), sangat sulit dibaca dan melelahkan jika dipakai untuk teks yang panjang.

Gambar 3.8 Font Brush Script MT 7. Huruf Hiasan (Decoration)

Huruf dekoratif bukan termasuk huruf teks sehingga sangat tidak tepat jika digunakan untuk teks panjang. Huruf ini lebih cocok dipakai untuk satu kata atau judul yang pendek.

Gambar 3.9 Font Curlz MT

Gambar 3.10 Contoh penerapan tipografi pada game Get Rich 3.5.3 Warna

Nugroho (2008:36), memaparkan bahwa warna memiliki banyak kegunaan selain dapat mengubah rasa, bisa juga mempengaruhi cara pandang, menutupi ketidaksempurnaan, dan bisa membangun suasana nyaman untuk semua orang. Menurut ilmu fisika, warna adalah sifat cahaya yang bergantung dari panjang gelombang yang dipantulkan oleh suatu benda, warna utama yang ditimbulkan adalah merah, kuning,

biru. Menurut ilmu bahan, warna adalah sembarang zat/pigmen tertentu yang memberikan warna pada benda-benda di sekitar kita. Pigmen warna dapat dihasilkan secara alami dan dibuat dari bahan kimia yang disebut dengan warna sintesis. Sedangkan warna terbagi menjadi beberapa bagian:

1) Warna Primer ( Primary Colour )

Warna primer adalah warna pokok, dimana warna ini tidak dapat dibentuk dari warna lain. Warna yang termasuk warna primer adalah Biru (Cyan), Merah (Magenta) dan Kuning (Yellow). 2) Warna Sekunder ( Secondary Colour )

Warna sekunder adalah warna kedua dimana warna ini terjadi karena pencampuran dua warna primer. Warna tersebut diantaranya; Jingga/Orange (Merah dan Kuning), Ungu/Violet (Merah dan Biru), Hijau (Kuning dan Biru). Tiga warna primer dan tiga warna sekunder ini sering disebut dengan enam warna standar. 3) Warna Tersier ( Tertiary Colour )

Adalah warna ketiga hasil pencampuran dari warna primer dan sekunder.

4) Warna Komplementer ( Complementary Colour )

Adalah warna-warna yang letaknya berlawanan pada lingkaran warna. Contohnya warna merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan orange. Jenis warna ini juga sering disebut dengan warna kontras.

Gambar 3.11 Lingkaran Warna Berikut adalah psikologi dari masing-masing warna:

1) Biru

Banyak orang beranggapan bahwa biru adalah warna yang dapat memberikan inspirasi, juga memberikan ketenangan dan pilihan paling tepat untuk area yang membutuhkan konsentrasi atau suasana meditasi, untuk alasan ini banyak rumah sakit pada tembok kamar operasi menggunakan warna biru.

Makna positif: kebenaran, kontemplatif, damai, intelegensi tinggi, mediatif, tenang, menyejukkan.

Makna negatif: emosional, egosentris, racun 2) Hijau

Warna hijau adalah warna yang langsung mengasosiasikan akan pemandangan alam. Hijau muda yang cerah mengandung banyak kuning akan berkesan segar, ringan, dan menyenangkan. Sedangkan hijau tua yang mengandung banyak biru berkesan sejuk cencerung dingin. Hijau tua ini juga identik dengan keberuntungan dan kesejahteraan.

Makna positif: sensitive, stabil, forma, toleran, harmonis, keberuntungan, alami, sehat, menyegarkan.

Makna negatif: pahit, Agresi, tidak berpengalaman, cemburu, kemalangan, kedinginan, sakit, ketamakan, penyakit, rasa benci, racun,

3) Kuning

Kuning warna yang identik dengan kemegahan dan teriknya matahari. Warna ini merupakan sebuah warna yang cocok dipakai untuk penjualan atau dalam pameran karena lebih menarik mata dibandingkan dengan warna lain.

Makna positif: segar, cepat, jujur, adil, tajam, cerdas, terang, kehangatan.

Makna negative: sinis, kritis, murah/tidak eksklusif. 4) Hitam

Hitam dapat menggambarkan keheningan, kematangan berpikir dan kedalaman akal yang menghasilkan karya, terutama karya- karya yang bernilai seni.bagi para penggemar mode, warna hitam adalah warna yang abadi, selalu terlihat moderen dan gaya.

Makna positif: kuat, kreativitas, magis, idealis, focus, keabadian, keanggunan, elegan.

Makna negatif: terlalu kuat, superior, merusak, menekan. 5) Ungu

Ungu adalah warna yang mewah dan kompleks, lebih disukai oleh tipe yang sangat kreatif dan eksentrik. Ungu merupakan warna yang unik karena karakternya berubah-ubah begitu drastis tergantung intensitas yang dimilikinya. Warna ungu tua dengan intensitas penuh berkarakter misterius, mistis, dalam dan angkuh. Sebaliknya wana ungu muda pastel justru memiliki karakter yang lembut, ringan dan menyenangkan.

Makna positif: asrtistik, personal, mistis, spiritual, agung, keindahan.

Makna negative: angkuh, sombong, diktaktor. 6) Jingga

Jinggaa merupakan warna pling hangat karena memiliki energi dua warna: merah yang panas dan kuning yang hangat lembut. Warna ini menebarkan energi, menghangatkan hati, sekaligus memancarkan keceriaan. Dari sisi psikologi, jingga merupakan lambang persahabatan, warna ini dapat memecahkan kekakuan dan menciptakan rasa akrab.

Makna positif: muda, kreatif, keakraban, dinamis, persahabatan, optimis.

Makna negatif: dominant, arogan. 7) Merah

Merah banyak digunakan sebagai lambang keberanian, kekuatan, sensualitas dan bahaya. Merah sangat ekspredif dan dinamis dalam merepresentasikan cinta dan kehidupan.

Makna positif: hidup, cerah, pemimpin, gairah, kuat, penuh energi. Makna negatif: panas, bahaya, emosi yang meledak, agresif, brutal. 8) Netral

Warna-warna netral dilihat sebagai warna “aman” dan sopan. Warna ini tidak akan membuat sebuah produk terlihat kuna karena warna ini selalu trendy. Ada beberapa warna yang dapat dikategorikan sebagai warna netral: abu-abu, krem, beigi (cokelat keabu-abuan), cokelat, hitam dan putih.

9) Putih

Putih adalah warna yang melambangkan kesucian. Secara psikologis, putih melambangkan kejujuran, ketulusan dan keikhlasan. Warna ini juga mengasosiasikan terhadap rasa bersih. Makna positif: jujur, bersih, polos, higienis, murni.

Makna negatif: monoton, kaku. 3.6 Aspek Teknik Tata Letak/Layout

Untuk menghasilkan desain yang berkualitas diperlukan berbagai pertimbangan dalam mengorganisasikan elemen-elemen grafis sesuai dengan prinsip atau aspek disain. Dimana lebih lanjut aspek- aspek desain itu adalah:

3.6.1 Keseimbangan

Keseimbangan adalah kesamaan distribusi dalam bobot. Bila dua benda

dengan berat sama diletakan pada jarak yang sama terhadap suatu sumbu khayal, maka objek yang ada pada kedua belah sisi dari garis maya tampak seolah olah berbobot sama. Prinsip kesemimbangan dibagi menjadi tiga, yaitu:

1) Keseimbangan simetris: sama dalam ukuran, bentuk, bangun, dan letak dari bagian-bagian atau objek-objek yang akan disusun di sebelah kiri dan kanan garis sumbu khayal.

2) Keseimbangan Asimetris: Apabila garis, bentuk, bangun atau masa yang tidak sama dalam ukuran, isi atau volume, diletakan

sedemikian rupa sehingga tidak mengikuti aturan keseimbangan simetris.

3) Keseimbangan Horizontal: keseimbangan antara bidang bagian atas dan bidang bagian bawah diperoleh dengan penggunaan keseimbangan horizontal.

Gambar 3.12 Contoh penerapan keseimbangan pada game My Virtual Pet

3.6.2 Proporsi

Proporsi ialah perbandingan antara satu bagian dari suatu obyek atau komposisi terhadap bagian yang lain atau terhadap keseluruhan obyek atau komposisi. Ada kemiripan pengertian dengan skala, hanya saja unsur proporsi tidak berdiri sendiri, melainkan selalu dikaitkan dengan ukuran obyek lain yang telah diketahui sebelumnya.

Media komunikasi visual adalah media untuk menyampaikan suatu pesan atau maksud yang ingin disampaikan (menginformasikan), tentunya media yang akan dirancang tidak akan lepas dari beberapa unsur desain yang mendukung.

Gambar 3.13 Contoh penerapan proporsi pada game Adventure Town 3.6.3 Irama/Ritme

Di dalam desain grafis, ritme merupakan pola yang diciptakan dengan mengulang atau membuat variasi elemen dengan pertimbangan yang diberikan terhadap ruang yang ada di antaranya dan dengan membangun perasaan berpindah dari satu elemen ke elemen lainnya. Pengulangan (mengulangi unsur serupa dalam cara yang konsisten) dan variasi (perubahan dalam bentuk, ukuran, posisi atau elemen) adalah kunci untuk visual ritme.

3.6.4 Kesatuan

Bagaimana mengorganisasikan seluruh elemen dalam suatu tampilan desain. Untuk mencapai kesatuan tersebut, desainer harus mengerti tentang garis bentuk, warna, tekstur, kontras nilai, format, keseimbangan, titik fokus dan ritme.

3.6.5 Kontras

Kontras digunakan untuk menggambarkan tentang kecerahan dan kegelapan sebuah elemen visual. Kontras memberikan citra dan persepsi secara rinci. Perbedaan kontras akan memberikan efek yang berbeda baik visual maupun emosional.

Halaman ini sengaja dikosongkan

BAB IV

ANALISA DAN PERANCANGAN

Dalam dokumen Kerja Praktek Bamboo Media dalam Pembuat (Halaman 33-45)

Dokumen terkait