V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3 Aspek Ekologi Pengelolaan Repong Damar
Struktur tegakan horizontal merupakan istilah untuk menggambarkan sebaran jenis pohon dengan dimensi diameter pohon dalam suatu kawasan. Pengetahuan stuktur tegakan memberikan informasi dinamika populasi jenis kelompok baik dari semai, pancang, tiang maupun pohon. Struktur horizontal didefinisikan sebagai banyaknya pohon per satuan luas pada setiap kelas diameternya. Struktur horizontal terkait dengan kerapatan, frekuensi dan dominansi jenis tanaman.
Dengan menggunakan rumus Soerianegara dan Indrawan (1980), penjumlahan ketiga komponen tersebut akan dapat menggambarkan keadaan kuantitatif vegetasi hutan masing-masing jenis yang terdapat di dalam hutan yang dinyatakan dalam bentuk Indeks Nilai Penting (INP). Penguasaan areal oleh jenis tanaman tertentu dilakukan dengan menghitung INP, jenis yang mempunyai INP tertinggi adalah jenis yang menguasai areal tertentu.
Kerapatan jenis yaitu banyaknya individu suatu jenis dalam suatu luasan pengamatan. Besarnya nilai kerapatan suatu jenis tanaman terhadap jenis yang lain dapat dilihat dari kerapatan relatifnya.
Frekuensi suatu jenis menunjukan penyebaran pada suatu areal. Pengetahuan tentang jumlah dan distribusi atau frekuensi dari permudaan jenis-jenis pohon yang penting dapat dijadikan dasar dalam menduga komposisi dan volume tegakan pada masa yang akan datang (Soerianegara dan Indrawan 2002). Nilai frekuensi dipengaruhi oleh nilai kerapatan, jika tinggi nilainya maka kerapatannya juga tinggi asalkan jenis tanaman tersebut tidak mengelompok.
Nilai dominansi suatu jenis tanaman merupakan perbandingan proyeksi tajuk tanaman tersebut terhadap areal tertentu dan bisa dihitung dengan menggunakan luas bidang dasar setinggi dada dan besarnya nilai dominansi suatu jenis terhadap nilai dominansi jenis tanaman yang lain merupakan dominansi relatif (Soerianegara dan Indrawan 1980). Dominansi suatu jenis dapat digunakan untuk mengetahui jenis-jenis yang paling berperan dalam suatu komunitas di suatu area.
Berdasarkan hasil pengamatan dan pencatatan jenis, tinggi dan diameter pada tanaman penyusun komponen Repong Damar dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut.
5.3.1.1 Semai
Semai adalah tumbuhan yang memiliki tinggi maksimal 1,5 m. Hasil penelitian di Repong Damar ditemukan ada 7 jenis tanaman disajikan pada Tabel 10.
Tabel 10. Indeks Nilai Penting (INP) tingkat semai masing-masing jenis di Repong Damar Desa Penengahan (2.000 m3)
No Nama jenis K KR (%) F FR (%) INP (%)
1 Pulai (Alstonia scholaris L R. Br) 50 5 0,2 6,25 11,25
2 Kayu Afrika (Maesopsis eminii) 250 25 0,6 18,75 43,75
3 Damar (S. javanica) 300 30 0,8 25 55
4 Laban (Vitex pubescens Vahl) 50 5 0,2 6,25 11,25
5 Petai (Parkia speciosa Hassk) 150 15 0,6 18,75 33,75
6 Kayu Manis (Cynamomus Spp) 50 5 0,2 6,25 11,25
7 Sungkai (Peronema canescens) 150 15 0,6 18,75 33,75
Jumlah 1000 100 3,2 100 200
Keterangan: K : Kerapatan, KR: Kerapatan Relatif, F: Frekuensi, FR: Frekuensi Relatif, D: Dominansi, DR: Dominansi Relatif, INP: Indeks Nilai Penting
Berdasarkan Tabel 10 di atas dapat diketahui bahwa Damar (S. javanica) merupakan jenis semai yang memiliki Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi Relatif (FR) dan Indeks Nilai Penting (INP) yang tertinggi yaitu masing-masing sebesar 30%, 25%, dan 55%. Hal ini menunjukkan bahwa Damar merupakan jenis tanaman yang mendominasi atau menguasai ruang di dalam komunitas tersebut. Hal ini disebabkan karena jenis tersebut mempunyai kesesuaian tempat tumbuh yang baik serta mempunyai daya tahan hidup yang baik pula jika dibandingkan dengan jenis lain yang ada dalam komunitas tersebut.
5.3.1.2 Pancang
Pancang adalah tumbuhan yang memiliki tinggi lebih dari 1,5 m dan diameter 2-10 cm. Hasil penelitian di Repong Damar ditemukan ada 7 jenis tanaman yang termasuk dalam kategori pancang disajikan pada Tabel 11.
Tabel 11. Indeks Nilai Penting (INP) tingkat pancang masing-masing jenis di Repong Damar Desa Penengahan (2.000 m3)
No Nama jenis K KR
(%)
F FR (%) INP
(%)
1 Damar (S. javanica) 120 24 0,8 22,22 46,22
2 Mangga (Mangifera indica L) 40 8 0,4 11,11 19,11
3 Petai (P. speciosa) 160 32 1 27,78 59,78
4 Sungkai (P. canescens) 60 12 0,6 16,67 28,67
5 Rambutan (Nephelium lappaceum) 20 4 0,2 5,56 9,56
6 Kayu Afrika (M. eminii) 60 12 0,4 11,11 23,11
7 Durian (Durio zibethinus) 40 8 0,2 5,56 13,56
Jumlah 500 100 3,6 100 200
Keterangan: K : Kerapatan, KR: Kerapatan Relatif, F: Frekuensi, FR: Frekuensi Relatif, D: Dominansi, DR: Dominansi Relatif, INP: Indeks Nilai Penting
Berdasarkan Tabel 11 di atas dapat diketahui bahwa tanaman Petai (P. speciosa) memiliki nilai Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi Relatif (FR) dan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yang memiliki nilai masing-masing 32%, 27,78% dan 59,78%. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman Petai merupakan jenis tanaman yang paling dominan pada tingkat pancang.
5.3.1.3 Tiang
Tiang adalah tumbuhan yang memiliki diameter antara 10-20 cm. Hasil penelitian di Repong Damar ditemukan ada 12 jenis tanaman yang termasuk ke dalam kelompok tiang disajikan pada Tabel 12.
Tabel 12. Indeks Nilai Penting (INP) tingkat tiang masing-masing jenis di Repong Damar Desa Penengahan (2.000 m3)
No Nama Jenis K KR (%) F FR (%) D DR (%) INP (%) 1 Jengkol (Pithecellobium jiringa Prain) 10 3,85 0,20 4,76 0,13 2,86 11,47 2 Jambu air (Eugenia aquea Burm. F) 10 3,85 0,20 4,76 0,14 3,15 11,76
3 Petai (P. speciosa) 30 11,54 0,60 14,29 0,75 16,83 42,65
4 Damar (S. javanica) 60 23,08 1 23,81 1,10 24,68 71,56
5 Rambutan (N. lappaceum) 70 26,92 0,60 14,29 1,04 23,29 64,50
6 Mangga (M. indica) 20 7,69 0,40 9,52 0,25 5,57 22,79
7 Pulai (A. scholaris) 10 3,85 0,20 4,76 0,17 3,78 12,39
8 Durian (D. zibethinus) 10 3,85 0,20 4,76 0,27 6,02 14,62
9 Jambu bol (Eugenia mallacensis L) 10 3,85 0,20 4,76 0,13 2,86 11,47
10 Laban (V. pubescens) 10 3,85 0,20 4,76 0,20 4,47 13,08
11 Salam (Eguania polyantha Miq) 10 3,85 0,20 4,76 0,19 4,29 12,90 12 Duku (Lansium domesticum Corr) 10 3,85 0,20 4,76 0,10 2,19 10,80
Jumlah 260 100 4.2 100 4.45 100 300
Keterangan: K : Kerapatan, KR: Kerapatan Relatif, F: Frekuensi, FR: Frekuensi Relatif, D: Dominansi, DR: Dominansi Relatif, INP: Indeks Nilai Penting
Berdasarkan Tabel 12 di atas diketahui bahwa jenis Damar (S. javanica) merupakan tanaman yang memiliki nilai Frekuensi Relatif (FR), Dominansi Relatif (DR), dan Indeks Nilai Penting (INP) yang tertinggi dibandingkan dengan jenis tanaman yang lainnya yaitu masing-masing sebesar 23,81%, 24,68% dan 71,56%. Hal ini menunjukkan bahwa Damar merupakan tanaman yang sering dijumpai disetiap petak ukur dan menguasai dalam komunitas tersebut dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Besar kecilnya dominansi suatu jenis tergantung besarnya luas bidang dasar (lbds) setinggi dada. Dominansi relatif merupakan penguasaan jenis pohon terhadap jenis pohon lainnya dalam komunitas sehingga populasi jenis lain relatif akan berkurang dalam jumlah dan daya hidupnya.
Tanaman Rambutan (N. lappaceum) memiliki nilai Kerapatan Relatif (KR) yang tertinggi dibandingkan dengan jenis tanaman yang lainnya yaitu sebesar 26,92%. Hal ini menunjukkan bahwa Rambutan merupakan tanaman yang memiliki jumlah yang banyak dibandingkan tanaman yang lainnya.
5.3.1.4 Pohon
Pohon adalah suatu tanaman yang memiliki diameter lebih dari 20 cm. Hasil penelitian di Repong Damar ditemukan ada 8 jenis tanaman yang termasuk ke dalam kelompok pohon disajikan pada Tabel 13.
Tabel 13. Indeks Nilai Penting (INP) tingkat pohon masing-masing jenis di Repong Damar Desa Penengahan (2.000 m3)
No Nama Jenis K KR (%) F FR (%) D DR (%) INP (%)
1 Pulai (A. scholaris) 35 29,17 0,60 16,67 3,23 25,26 71,10
2 Damar (S. javanica) 25 20,83 1 27,78 4,73 36,96 85,58
3 Duku (L. domesticum) 15 12,50 0,60 16,67 1,27 9,96 39,13
4 Rambutan (N. lappaceum) 10 8,33 0,20 5,56 0,46 3,60 17,48
5 Petai (P. speciosa) 10 8,33 0,40 11,11 1,48 11,60 31,04
6 Manggis (Garsinia mangostana) 5 4,17 0,20 5,56 0,46 3,56 13,29
7 Durian (D. zibethinus) 5 4,17 0,20 5,56 0,32 2,52 12,24
8 Sungkai (P. canescens) 15 12,50 0,40 11,11 0,84 6,54 30,15
Jumlah 120 100 3,6 100 12,79 100 300
Keterangan: K : Kerapatan, KR: Kerapatan Relatif, F: Frekuensi, FR: Frekuensi Relatif, D: Dominansi, DR: Dominansi Relatif, INP: Indeks Nilai Penting
Berdasarkan Tabel 13 di atas diketahui bahwa jenis Damar (S. javanica) merupakan tanaman yang memiliki nilai Frekuensi Relatif (FR), Dominansi Relatif (DR), dan Indeks Nilai Penting (INP) yang tertinggi dibandingkan dengan jenis tanaman yang lainnya yaitu masing-masing sebesar 27,78%, 36,96% dan 85,58%. Pada penelitian Duryat (2006) yang dilaksanakan di Pesisir Krui (Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Tengah, dan Pesisir Selatan) menghasilkan INP tertinggi tingkat pohon juga pada jenis Damar yaitu mencapai 165,051%. Hal ini menunjukkan bahwa Damar merupakan jenis yang mendominasi dibandingkan dengan tanaman yang lainnya.
Menurut Indriyanto (2008), besarnya INP suatu jenis memperlihatkan peranan suatu jenis dalam komunitas. Suatu jenis yang memiliki nilai INP lebih besar dibandingkan dengan jenis lainnya menandakan bahwa suatu jenis pada komunitas tersebut dikatakan mendominasi atau menguasai ruang di dalam komunitas tersebut. Hal ini disebabkan jenis tersebut mempunyai kesesuaian tempat tumbuh yang baik serta mempunyai daya tahan hidup yang baik pula jika dibandingkan dengan jenis lain yang ada dalam komunitas tersebut. Selain itu
dominansi dari suatu spesies menggambarkan survival suatu jenis dalam suatu komunitas. Jenis-jenis yang selalu dominan pada tiap tingkatan vegetasi relatif dapat dikatakan memiliki daya survival yang tinggi.
INP damar menunjukkan kecendrungan menurun dari fase pohon ke semai, namun permudaan alami damar di Pesisir Krui Tengah cukup baik. Hal ini ditunjukkan oleh kerapatan jenis damar yang cendrung meningkat dari fase pohon (20,83%) ke fase semai (30%). Penurunan INP damar dari fase pohon ke fase semai berkaitan dengan keberadaan jenis campuran. Semakin rendah fase pertumbuhan, maka akan semakin beragam dan semakin banyak jumlah dan jenis tumbuhan campurannya. Semakin tinggi nilai INP suatu jenis, berarti semakin besar dominansi jenis tersebut pada tempat tumbuhnya.
Berdasarkan Tabel 10-13 beberapa jenis tanaman Jengkol (P. jiringa), Jambu air (E. aquea), Jambu bol (E. mallacensis), Salam (E. polyantha), Duku (L. domesticum), Manggis (G. Mangostana ) mengalami persaingan sehingga permudaan alaminya terganggu. Hal ini disebabkan oleh terjadinya persaingan antara individu jenis tanaman baik antarspesies yang sama maupun antarspesies berbeda yang disebabkan kebutuhan yang sama misalnya dalam hal hara mineral, tanah, air, cahaya dan ruang tumbuh (Indriyanto, 2008).
Jenis tanaman Pulai (A. scholaris), Damar (S. javanica), Laban (V. pubescens), Petai (P. speciosa), Sungkai (P. canescens), Mangga (M. indica), Rambutan (N. lappaceum), Durian (D. zibethinus) mampu hidup bersaing dengan jenis tanaman-tanaman lain. Hal ini disebabkan karena jenis tanaman tersebut memiliki pertumbuhan yang kuat, dan menjadi spesies yang dominan atau lebih berkuasa dibandingkan jenis lainnya. Menurut Indriyanto (2008) bahwa pohon- pohon yang tinggi akan menjadi pohon pemenang dan menguasai pohon-pohon lain yang lebih rendah.