• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Finansial

Dalam dokumen 257278894 Manajemen Mentoring id. pdf (Halaman 70-72)

TETAP BUTUH DUKUNGAN FINANSIAL!

Katakanlah, “Aku tidak meminta imbalan apapun dari kamu dalam menyampaikan (risalah ) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.”

(QS. Al Furqan 25: 57)

Ungkapan yang rasanya tidak asing lagi: “Uang bukan segalanya, tapi segalanya (atau banyak hal) butuh uang (dukungan finansial)”. Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa dalam kegiatan mentoring pun kita membutuhkan dukungan finansial. Sahabat-sahabat Rasulullah SAW ada yang orang kaya dan kekayaannya dipergunakan di jalan Allah. Dukungan finansial mungkin dapat memberi dampak positif terhadap kegiatan mentoring, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Contoh paling mudah adalah untuk menggandakan buku materi membutuhkan dana yang tidak sedikit. Belum lagi jika sewaktu-waktu kita ingin mengadakan acara mentoring gabungan ke luar sekolah. Kita butuh dana untuk transportasi, acara, dan konsumsi. Pertanyaannya adalah, dari mana para mentor memperoleh dana tersebut? Ada beberapa kemungkinan, misalnya:

 Sumber dana dari forum mentor/alumni  Sumber dana dari sekolah

 Sumber dana dari uang sendiri  Sumber dana lain

Sumber Dana Forum Mentor/Alumni

Sumber dana dari forum mentor/alumni merupakan sumber dana yang cukup menyenangkan. Tinggal minta uang ke bendahara forum, kemudian diberikan! Ternyata … tidak semudah itu. Biasanya akan diteliti dulu tujuan uang yang akan diberikan. Apakah untuk kepentingan pribadi atau tidak? Bendahara pun biasanya meminta nota sebagai bukti penggunaan uang.

Sumber dana dari bendahara tentu memiliki keterbatasan. Bendahara harus mengatur dan membagi uang untuk berbagai kegiatan. Tentu saja pembagian tersebut harus dibuat seadil mungkin. Masih untung kalau mentoring kebagian dana operasional. Kalau tidak dapat, apa yang akan terjadi? Maka kita butuh dukungan sumber dana finansial lainnya

Sumber Dana Dari Sekolah

Sumber dana yang ini baru diperoleh bila pihak sekolah telah sepenuhnya mendukung kegiatan mentoring. Dengan adanya hubungan yang baik, tidak tertutup kemungkinan pemberian dana operasional mentoring dari sekolah. Dana tersebut dapat diperoleh tanpa ada pengajuan proposal apapun, atau dapat juga setelah kita mengajukan proposal ke pihak sekolah.

Dana yang diperoleh dari sekolah (kita berasumsi sekolah telah memberikannya) harus diserahkan kepada salah seorang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab masalah dana. Penganggung jawab tersebut bertindak selaku bendahara yang mengatur pemasukan dan pengeluaran keuangan. Ia juga harus membuat laporan keuangan yang jelas dan mudah dimengerti yang akan dilaporkan kepada pihak sekolah secara berkala. Dengan demikian sekolah akan mengetahui kemana perginya uang yang telah diberikan kepada mentor. Zaman sekarang, transparansi adalah hal yang sangat penting bukan? Kalau tidak transparan, nanti kita diperiksa oleh KPK! Ada yang mau? 

Sumber Dana Dari Uang Sendiri

Bicara tentang uang sendiri rasanya paling seru! Mengapa? Karena penggunaan uang yang paling terasa tentu uang sendiri. Tentu tidak salah, karena ada prinsip “Uang-uang kami berasal dari kantong- kantong kami (maksudnya untuk kegiatan dakwah)”. Tidak sepantasnya kita meminta-minta bukan? Akan lebih baik kalau setiap pihak yang terlibat dalam mentoring sekolah menjadi termotivasi untuk memiliki penghasilan sehingga kegiatan mentoringnya akan lancar.

Apakah ada hubungan antara memiliki uang sendiri dengan lancarnya kegiatan mentoring? Tentu ada! Misalnya dengan memiliki uang sendiri yang cukup, para mentor dapat pergi ke sekolah dengan leluasa, tidak lagi harus merepotkan orangtua. Lebih lagi, sekali-sekali (jangan sering-sering lho!) mentor dapat mentraktir peserta mentoring. Bakso misalnya. Tujuannya tentu untuk lebih menguatkan ukhuwah antar sesama.

Para mentor harus lebih rapih urusannya, dan mengelola keuangannya sebaik mungkin. Jangan boros, karena boros itu temannya setan. Jadi, para mentor, selamat mengelola keuangan masing-masing. Biarlah Allah yang membalasnya. Jika dicermati lebih lanjut, sumber dana terbesar yang terpakai adalah dana pribadi dibandingkan dua sumber dana sebelumnya. Sumber dana pribadi yang masih dapat diandalkan saat sumber dana lainnya tidak tersedia.

Sumber Dana Lain

Sumber dana selain yang telah disebutkan, dapat kita gali dari sponsor dan donatur. Dengan mengajukan sebagai bagian dari pengembangan kualitas siswa secara menyeluruh, kita ajukan proposalnya. Tapi biasanya program yang diusulkan tidak hanya mentoring, tetapi juga program lain seperti beasiswa, kakak asuh, pengembangan lifeskill, dan lain sebagainya.

Selain itu kita dapat mengembangkan unit usaha alumni, sebagai sumber dana lain. Unit usaha itu dapat berupa bimbingan belajar alumni, kursus bahasa & komputer, rental (komputer, vcd, & buku), training center, koperasi, lembaga keuangan syariah, toko buku & alat kantor, warung, bengkel, agen pulsa elektrik, asuransi syariah, dan lain sebagainya. Sesuaikan saja dengan kompetensi masing-masing alumni dan bagaimana mereka bersinergi dalam usaha itu. Jangan sampai masalah finansial membuat ukhuwah retak. Hindari hal itu dengan penerapan manajemen yang baik.

Setelah mengetahui sumber-sumber dana tersebut, yang mana yang harus kita pilih? Idealnya, tidak ada sumber dana yang dapat berdiri sendiri. Semuanya saling melengkapi. Saling melengkapi menjadikan sumber finansial yang kuat, dan dapat digunakan dengan lebih optimal.

Pengelolaan Sumber Dana

Dana yang kita miliki harus kita kelola dengan baik. Minimal memonitor keluar masuk keuangan adalah hal yang kita perhatikan. Selain masalah pembukuan keuangan. Bagaimana kita mendistribusikan penggunaan uang itulah yang harus benar-benar diawasi. Pengunaan dana harus efektif dan efisien. Bila diakhir tahun ajaran mentoring kita mendapatkan defisit anggaran atau kita ingin memiliki sisa dana di akhir proyek, maka kita perlu merancang ulang bagaimana alokasi dan penggunaan dana yang ada.

Pertama, kita harus mengalokasikan dana untuk kebutuhan yang jelas dalam mencapai sasaran proyek. Kedua, kita harus mampu mencari alternatif yang dapat mereduksi biaya (efisiensi) tanpa mengurangi kualitas atau standar kebutuhan yang ada.

Ketiga, jangan mudah tergiur dengan tawaran proyek penggalangan dana sebelum anda memahami dengan jelas seluk-beluknya termasuk keuntungan yang akan diperoleh.

Keempat, gunakan dalil pareto, yaitu 80% pengeluaran itu biasanya diakibatkan oleh 20% dari kegiatan yang dilakukan. Coba saja anda kalkulasi pengeluaran anda untuk apa saja. Lalu bandingkan secara persentase. Anda akan menemukan sekitar 2 dari 10 sumber pengeluaran (20%) sebagai sumber pengeluaran yang menelan 80% anggaran anda. Apa manfaatnya kita mengetahui hal ini? Dengan mengkonsentrasikan dua atau tiga sumber pengeluaran terbesar untuk anda tekan pembiayaannya dengan strategi tertentu, maka anda dapat menekan pengeluaran secara signifikan. Gunakanlah intelektual anda untuk memecahkan masalah biaya tinggi atas 20% sumber pengeluaran yang menelan 80% anggaran.

Pertanyaan Diskusi & Latihan

1. Bisakah kita mengelola keuangan dengan perencanaan baik dan menawarkannya ke calon sponsor dan donatur?

Gambar 10.1 Kepemimpinan dapat dilatih dengan menjadi seorang Trainer ( Reza M. Syarif sedang presentasi)

Dalam dokumen 257278894 Manajemen Mentoring id. pdf (Halaman 70-72)

Dokumen terkait