• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian dan Pengembangan

Dalam dokumen 257278894 Manajemen Mentoring id. pdf (Halaman 30-48)

Gambar 6.1 Pelaksanaan mentoring dengan menggunakan teknologi komputer

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan

QS. Al ’Alaq 96:1

Penelitian & pengembangan merupakan salah satu bagian penting pula dalam mentoring

karena beberapa alasan:

1.

Budaya atau tren remaja yang terus berubah. Dalam dawah kita diharapkan

menyampaikan nilai-nilai universal Islam dengan bahasa mereka. Begitu pun bagi

remaja, mereka punya bahasanya sendiri, tren kelompok, model/idola, dan lain-

lain.

2.

Perubahan sikap/budaya konsumen (remaja) menyebabkan pula perubahan

strategi pemasaran nilai-nilai Islam yang efektif. Mentoring sangat memerlukan

perubahan-perubahan yang mengikuti zaman. Up do date istilah lainnya. Up to

date maksudnya sesuai dengan selera konsumen dan mampu mengubah selera itu

sesuai dengan perkembangan kebutuhan selanjutnya.

3.

Memasarkan tidak sekedar berusaha memenuhi kebutuhan konsumen, tapi juga

termasuk dalam menciptakan kebutuhan lain konsumen. Hal ini penting karena

bila kita telah menguasai pasaran, maka yang dibutuhkan segera adalah apa yang

akan anda tawarkan untuk mencapai nilai-nilai baru yang mereka inginkan. Ingat

nilai baru disini bukan bid’ah, tapi nilai yang konsumen anggap baru. Di sini

dituntut bagi kita untuk mampu mengemas nilai-nilai Islam dalam bentuk yang

terlihat baru.

Jadi sebegitu pentingnya litbang sehingga dalam pelaksanaannya memerlukan amal jamai

yang baik. Di lapangan biasanya litbang dilaksanakan oleh setiap tim pengelola dengan

kadar kemampuan masing-masing. Pada kenyataannya tim pengelola hanya sanggup

melakukan cek dan ricek lalu memberikan asumsi yang akhirnya di dapat kesimpulan.

Tentu ini kesimpulan yang kurang akurat. Maka dalam pelaksanaan idealnya penelitian

dan pengembangan ini dilakukan oleh suatu lembaga profesional bekerjasama dengan tim

pengelola.

Studi Banding 1

LSM Yosen (ILNA Youth Center) adalah suatu lembaga yang peduli pengembangan

remaja di Bogor. Lembaga ini berbadan hukum di bawah Yayasan Pusat Pembelajaran

ILNA. Sejak berdiri tahun 2001, lembaga ini telah berkiprah dalam mendukung tim

pembina mentoring sekolah sampai sekarang. Divisi yang secara langsung mendukung

program mentoring adalah Divisi Senior Mentoring (SM) dan Junior Mentoring

(JuMent). Dua divisi ini mendukung kegiatan mentoring di sekolah-sekolah, dengan

spesialisasi tersendiri, yaitu Divisi SM mensuport kegiatan mentoring SMA dan yang

sederajat sedangkan JuMent mendukung kegiatan mentoring SMP dan yang sederajat.

Mereka berkoordinasi dengan tim pengelola mentoring sekolah dalam hal penyediaan

SDM, peningkatan kualitas mentor, kegiatan bersama mentoring, dan penelitian dan

pengembangan mentoring. Sudah lebih 24 sekolah di Kota Bogor yang bekerjasama

dengan dua divisi itu sampai 2010.

Latihan Bertindak

1.

Sudah adakah di kotamu lembaga yang peduli pada pengembangan remaja?

Berapa banyak yang dapat diajak kerjasama?

2.

Apa saja yang dapat dikerjasamakan dengan lembaga itu? Buat daftarnya!

Kisaran Penelitian & Pengembangan

Penelitian yang dilakukan pada prinsipnya adalah sesuai kebutuhan untuk menunjang

pengambilan keputusan. Oleh karena itu penelitian perlu dibuatkan design penelitian

berupa gambaran besar yang akan dicapai. Bila tingkat ma`rifat kita pada sesuatu itu

tinggi, maka biasanya ada suatu pola tertentu yang dapat dipakai dalam pengambilan

keputusan. Pola itu macam-macam untuk suatu kasus. Biasanya pola ini yang dipelajari,

yang akhirnya timbul pertanyaan bagaimana mendinamisasikan pola itu bagi keuntungan

da’wah sebesar-besarnya. Mendinamisasikan maksudnya bagaimana kemampuan kita

dalam mengendalikan faktor-faktor kunci dalam mencapai tujuan yang diharapkan,

seperti bila kita ingin mengendalikan mobil yang berjalan maka kendalikan faktor

utamanya, yaitu setir, pedal gas, kopling, gir dan remnya.

Studi Banding 2

Divisi JuMent, salah satu divisi LSM Yosen yang bergerak mensuport kegiatan

mentoring di tingkat SMP, dalam melakukan riset dan pengembangan mentoringnya

meminta secara langsung pada tim pengelola untuk memberikan data-data yang

diperlukan. Setiap akhir semester tim pengelola diharapkan membuat laporan pada divisi

ini dengan format di bawah ini. Laporan ini akan diolah selanjutnya oleh tim riset

JuMent.

Tuntunan Pembuatan

Laporan Pembinaan SMP (Untuk Pengelola)

(Mentoring / BTQ / IQRA / Tabligh)

Dibuat setiap semester sekali (6 bulan sekali)

Diserahkan dalam Format Printout (disarankan) atau dalam bentuk disket.

Hal yang dilaporkan meliputi :

Pendahuluan (Divariasikan Sendiri)

Kondisi sekolah secara

umum, yang meliputi : Nama Sekolah, Alamat

Lengkap + telp, Nama Kepala Sekolah, Nama Guru Agama Partner, Nama

Guru Agama yang lain, Nama Guru yang bisa jadi Partner (Semua Dilengkapi

Telp), dan Respon / Dukungan Sekolah terhadap kita.

Keadaan Umum / Evaluasi Umum Mentoring, yg tdd :

Sistem Mentoring, pilih salah satu (per kelas / per kelompok / tabligh /

dll)

Hari, waktu, dan tempat pelaksanaan mentoring (per kelas / kelompok) 

Dalam bentuk Tabel, misal :

Kelas / Kelompok

Hari

Waktu (Jam)

Tempat

1 A (putra)

Jum’at

10.00 – 11.00

Mushola Sekolah

1 B (putra)

Sabtu

09.00 – 10.30

Masjid dekat sekolah

2 C (putri)

Jum’at

12.00 – 13.30

Ruang Kelas 2 C

dst

Periode Mentoring Yang Dilaporkan (Misalkan : Periode Agustus 2004 s.d

Januari 2005)

Variasi Mentoring yang pernah dilakukan SECARA GENERAL (Acara

yang melibatkan sebagian besar siswa / kelompok, misalkan Rihlah,

Daurah, Training, Seminar Islami, dll)

Sistem Materi Yang Diberikan (secara general/kebijakan pengelola),

misalkan :

Mengikuti materi di Buku Mentoring versi 97/98

Mengikuti materi di Buku Mentoring SMPN Jilid 1

Mengikuti materi di Buku Mentoring SMPN Jilid 2

Mengikuti materi di Buku Super Mentoring Senior/Junior

Mengikuti materi Buatan SMPnya masing-masing (materi mandiri)

Mengikuti Keinginan Siswa

Tergantung Kondisi Siswa & Kondisi Umum yang UP 2 DATE

Tergantung Mentor

Variasi dari ……,…..,…..,…..,…,….,….., dan…..

Metode Belajar Qur’an secara umum (Tahsin, Iqra, Tilawah Bergilir,

Tilawah perwakilan, Variasi (dari ….. dan …..) atau tidak ada sama sekali

Jumlah Pertemuan (Interval atau Rata-rata), misalkan : Jumlah Pertemuan

Mentoring di SMP Negeri 24 Bogor adalah antara 8 – 11 pertemuan.

Nama Seluruh Mentor, PJ dan Pengelola yg terlibat (lebih baik dalam bentuk

DataBase), spt :

No

Nama

Lengkap

Telp/HP

Alamat

Lengkap

Studi

Peran

Keaktifan

(B/C/K)

1

M.

Ikhwan

333333

Jl.

Darmaga

No RT

RW

Jurusan

MNH

Fakultas

Kehutanan,

IPB

Pengelola

B

2

Ahmad

222222

……….

Kimia

MIPA IPB

PJ Kelas

1

K

3

Ruli

0818xx

Sosiologi UI

Mentor

Kelas 2 A

C

Kolom keaktifan diisi dengan obyektif menurut pengamatan Tim S

2

Kondisi Kelompok mentoring yang terbina (Jumlah Kelompok, jumlah

siswa per kelompok dan penilaian umum)

No

Kelompok

Jumlah Siswa

(rata-rata)

Kondisi Akhir

(B/C/K)

Keterangan

1

Kelas 1 A Putri

20

C

2

DKM Putra

30

B

3

Ekskul Bola

7

K

….

…..

…..

….

Total

10 Kelompok

300 orang

Kondisi Kelompok / Kelas Secara Khusus (Dibahas tiap angkatan atau jenis

binaan, misalkan Mentoring Kelas 1, Mentoring Kelas 2, Mentoring DKM, dll)

Peluang Untuk Kemajuan Mentoring (), sampaikan segala hal yang

selama ini atau nanti dapat sangat membantu menunjang kelancaran

mentoring, misalkan dukungan lebih dari guru (mentoring WAJIB),

dimasukkannya mentoring ke nilai raport, ada guru ikhwah, mentor – mentor

baru, dll

Masalah dan Kendala (), sampaikan semua masalah baik internal /

eksternal yang dapat menghambat kemajuan pembinaan di sekolah 

termasuk kompetitor “kawan” dan “lawan”

Solusi yang Pernah Dilakukan (Tindakan hasil kesepakatan syuro dan sudah

dicoba dilakukan)

Solusi yang Akan Coba Dilakukan (Belum dilakukan atau belum dievaluasi)

Masukan dari Guru atau Pihak Lain (Jika ada)

Rencana Satu Semester Ke Depan (ga apa-apa baru rencana juga, mudah2an

bisa jadi masukan (minimal info) untuk tim JuMen YoSen)

Info –Info Lain

Penutup

M. Ikhwan

Pengelola SMPN 24 Bogor

Lampiran (Berisi laporan Kehadiran Perkelas dengan Format sbb.)

Persentase Kehadiran Mentoring/BTQ

Siswa-Siswi SMP Negeri 24 Bogor

PUTRA / IKHWAN

Kelas 1-A

No

Nama

Lengkap

Januari

Februari

dst

Persentase

Kehadiran

Nilai

Mutu

1 8 15 22 3 10 17 22

1

Arief

V - V

v

-

v

-

L v - v -

50 %

B

2

Budi

- v

-

v

-

-

V

L

- v v v

50 %

B

3

Nunu

V v V

V v V

V

L v v v v

100 %

A

Dst

- v

-

-

- V

-

L

- - v -

25 %

C

v=hadir, L=Libur Sekolah

Kelas 1-B

Kelas 2-A

PUTRI / AKHWAT

dst

Ket : Kolom Nama Lengkap dan Persentase Kehadiran Wajib Diisi

Latihan Bertindak

Anda sebagai pengelola mentoring sudah mengkomunikasikan list yang anda buat dalam

bekerjasama dengan LSM yang peduli pada remaja? Apa hasilnya?

Litbang tim pengelola mentoring

Sebelumnya telah disebutkan bahwa tim pengelola mentoring dapat melakukan penelitian

dan pengembangannya sendiri, namun dengan cakupan yang masih dapat dilakukan.

Biasanya cakupannya meliputi satu institusi itu saja. Litbang yang dapat dilakukan hanya

sebatas untuk membantu pengambilan keputusan dan keefektifan kegiatan mentoring di

lapangan.

Studi Banding 3

Ada suatu tim pengelola mentoring SMA yang telah membuat pola umum mentoring

berdasarkan pengalaman mereka. Pola umum ini mereka buat untuk dijadikan pedoman

umum bagi pengelolaan mentoring di lapangan. Di bawah ini pola umum yang telah

mereka buat.

POLA UMUM PEMBINAAN

PENGENALAN PENINGKATAN PEMANTAPAN TAHAP PENGENALAN

⇒ Merupakan tahap penyebaran dan penyampaian ide Islam, pengenalan terhadap Islam secara baik, benar, jelas dan menyeluruh sehingga menciptakan kecintaan dan pemahaman tentang Islam

Media : Melalui Mentoring Islam

Waktu : 1 kali tiap pekan

Tema yang diprioritaskan untuk disampaikan adalah :

1. Pemahaman Islam : Aqidah Islam, Konsep Islam, Syahadah, Tarbiyah ruhiyah, dll.

2. Pengenalan Ukhuwah Islamiyah: makna dan hakekat Ukhuwah Islamiyah. 3. Problematika Umat :

Ghazwul fikri.

4. Urgensi Tarbiyah Islamiyah

Metode Pendekatan : ceramah dengan memperbanyak simulasi atau games.

TAHAP PENINGKATAN

⇒ Merupakan tahap

peningkatan pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam serta peningkatan

kemampuan organisasi agar siap mengemban da’wah

Media : Melalui Mentoring Islam

Waktu : 1 kali tiap pekan

Tema yang diprioritaskan untuk disampaikan adalah :

1. Konsep Ukhuwah Islamiyah : tahapan, praktek, amal jama’i, dll. 2. Pemahaman Da’wah :

makna, kewajiban, Daurusy-Syabab, dll. 3. Aqidah lanjutan : Wala

dan Baro’, Syahadah lanjutan, dll.

4. Keterampilan organisasi : membentuk kepanitiaan, rapat efektif, dll.

Metode pendekatan : ceramah dengan memperbanyak petunjuk praktis, rihlah dan study tour

TAHAP PEMANTAPAN

⇒ Merupakan tahap

peningkatan kualitas akal, pemikiran dan intelektualitas serta pengembangan

wawasan yang diarahkan kepada komitmen terhadap Islam dan persiapan menghadapi masa depan

Media : Melalui Mentoring Islam

Waktu : 1 kali tiap pekan

Tema yang diprioritaskan untuk disampaikan adalah :

1. Da’wah lanjutan : proyeksi masa depan, pengenalan da’wah di masyarakat dan di kampus,dll.

2. Pengembangan wawasan, motivasi, daya kritis, dll. 3. Keterampilan organisasi :

pengkonsepan program, pengambilan keputusan syuro, dll.

Metode pendekatan : ceramah dengan memperbanyak diskusi, studi kasus, bedah buku, dll.

Latihan Bertindak

Coba anda buat kisaran penelitian dan pengembangan yang perlu anda lakukan untuk

membantu pengambilan keputusan! Anda dapat mulai dari pertanyaan, apakah mentoring

yang telah dilakukan telah cukup memenuhi tujuan yang ditetapkan? Proses

mentoringnya, target pencapaiannya atau hal lain yang harus diperbaiki?

Metode-metode dalam mentoring

Mengapa kita tidak boleh merasa cukup dengan metode yang telah ada? Ada beberapa

alasan untuk menjawabnya.

1.

Adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ini

menyebabkan semakin luasnya cara belajar seseorang. Ini menuntut kita untuk

memperbanyak metode yang efektif. Metode itu alat. Semakin baik alatnya

semakin baik hasilnya.

2.

Perkembangan sosiologi dan intelektualitas masyarakat kita. Biasanya perbedaan

budaya dan intelektual menyebabkan perbedaan pula dalam metode

pendekatannya. Perubahan sosiologi dan perkembangan intelektualitas

menyebabkan perlunya kita memiliki bank metode yang dapat mengakses

masyarakat kita dengan nilai-nilai universal Islam.

3.

Arus globalisasi pun menjadi alasan agar kita terus menggali metode-metode

efektif, karena yang menjadi esensi globalisasi adalah keterbukaan akan

informasi. Banjir informasi memberi kita suatu pelajaran bagitu luasnya ilmu.

Tapi yang perlu diperhatikan di sini adalah di era globalisasi bukan sekedar

menuntut anda untuk tahu, tapi bagaimana kita bisa memanfaatkan informasi itu

dalam bentuk amal nyata. Ilmu tidak bermanfaat bila tidak dipraktekkan.

4.

Semakin canggihnya metode ke arah kerusakan. Metode kontradiktif yang

dikemas dalam bentuk rasa yang “manis” dan indah telah cukup berhasil dalam

menggerogoti moral bangsa ini. Saya heran metode yang kontradiktif saja dapat

menggaet manusia untuk menurutinya. Jalan yang diridhoi-Nya ini perlu kita

jelaskan dengan cara apa pun bahwa ini jalan yang lurus, lega dan jelas, seperti

jalan tol. Tidak ada yang sulit, yang ada hanya manusia itu sendiri yang

mempersulit dirinya.

5.

Terakhir ..tentu saja, konsep lama yang telah teruji tetap dipertahankan.

Metode Penyampaian Materi

Memahami metode penyampaian bermanfaat bagi kita untuk mampu menyampaikan

pesan yang diharapkan untuk diterima dengan jelas.

Dalam penentuan penggunaan metode yang baik tergantung dari pada :

-

Tujuannya

-

Kemampuan mentor dan pemimpin

-

Kemampuan orang yang belajar

-

Besarnya kelompok

-

Waktunya

-

Fasilitas yang ada

Di bawah ini beberapa metode yang dapat dipilih dalam menyampaikan materi, yang

sebenarnya masih ada metode-metode lain dalam penyampaian materi. Diantaranya

ceramah, diskusi kelompok, panel, panel forum, kelompok-studi kecil, role play, case

study, brainstorming, tim pendengar, debat, diskusi formil, simposium dan simposium

forum.

CERAMAH

Ceramah ialah pidato yang disampaikan oleh seorang pembicara di depan sekelompok

peserta.

Gunakan ceramah . . .

1.

Pada waktu memberi informasi

2.

Ketika orang yang belajar itu sudah mendapatkan motivasi

3.

Jika pembicara pandai menggunakan “gambar” kata-kata

4.

Jika kelompok terlalu besar untuk memakai metode yang lain

5.

Jika ingin menambah atau menekan apa yang sudah dipelajari

6.

Ketika mengulangi atau mengadakan pengantar pada suatu pelajaran atau aktivitas

7.

Jika siswa dapat memahami kata-kata yang digunakan

Keunggulan

Kekurangan

1.

Dapat dipakai pada orang dewasa

2.

Menghabiskan waktu dengan baik

3.

Dapat dipakai pada kelompok yang

besar

4.

Tidak melibatkan terlalu banyak

pembantu

5.

Dapat dipakai sebagai penambah bahan

yang sudah dibaca

6.

Dapat dipakai untuk mengulang atau

memberi pengantar pada pelajaran atau

aktivitas

1.

Menghalangi response dari orang yang

belajar

2.

Hanya sedikit pengajar yang dapat

menjadi pembicara yang baik

3.

Pembicara harus menguasai pokok

pembicaraannya

4.

Dapat menjadi kurang menarik

5.

Pembicara dapat memanfaatkan

pendengarnya

6.

Sulit untuk dipakai pada anak-anak

7.

Membatasi daya ingat

8.

Biasanya hanya satu indera yang

dipakai

9.

Pembiara tidak selalu dapat menilai

reaksi orang yang belajar

DISKUSI KELOMPOK

Diskusi Kelompok ialah percakapan yang direncanakan atau dipersiapkan diantara tiga

orang atau lebih tentang topik tertentu, dengan seorang pemimpin.

Gunakan diskusi kelompok . . .

1.

Pada waktu saling mengemukakan pendapat

2.

Untuk membuat problema itu menarik

3.

Untuk membantu peserta mengemukakan pendapatnya

4.

Untuk mengenal dan mengolah problema

5.

Untuk menciptakan suasana yang informil

6.

Untuk memperoleh pendapat dari orang-orang yang tidak suka berbicara

Keunggulan

Kekurangan

1.

Memberikan kemungkinan untuk saling

mengemukakan pendapat

2.

Merupakan pendekatan yang

1.

Tidak dapat dipakai pada kelompok

besar

demokratis

3.

Mendorong rasa kesatun

4.

Memperluas pandangan

5.

Menghayati kepemimpinan bersama-

sama

6.

Membantu mengembangkan

kepemimpinan

terbatas

3.

Diskusi mudah terjerumus

4.

Membutuhkan pemimpin yang terampil

5.

Mungkin dikuasai oleh orang-orang

yang suka berbicara

6.

Biasanya orang menghendaki

pendekatan yang lebih formail

PANEL

Panel ialah pembicaraan yang sudah direncanakan di depan peserta tentang sebuah topik.

Diperlukan tiga panelis atau lebih dan seorang pemimpin

Gunakan metode ini . . . .

1.

Pada waktu mengemukakan pendapat yang berbeda

2.

Jika ada panelis yang memenuhi syarat

3.

Jika pokok pembicaraan terlalu luas untuk didiskusikan dalam kelompok itu

4.

Jika dipandang lebih baik untuk mengajak peserta “melihat ke dalam” tetapi tidak

memberikan tanggapan secara verbal di dalam diskusi

5.

Ketika mempertimbangkan keuntungan dan kerugian suatu pemecahan masalah

6.

Jika panelis dan moderator bersedia untuk mempersiapkan diri

Keunggulan

Kekurangan

1.

Membangkitkan pikiran

2.

Mengemukakan pandangan yang

bereda-beda

3.

Mendapatkan hasil

4.

Mendorong analisa

5.

Memanfaatkan orang yang betul-betul

memenuhi syarat

1.

Mudah tersesat

2.

Memungkinkan panelis berbicara

terlalu banyak

3.

Tidak memungkinkan semua peserta

mengambil bagian

4.

Cenderung untuk menjadi serial pidato

pendek

5.

Memecahkan pendengar ketika mereka

setuju dengan panelis tertentu

6.

Membutuhkan waktu dan persiapan

yang cukup banyak

7.

Memerlukan seorang moderator yang

terampil

PANEL – FORUM

Panel-forum ialah panel yang disertai partisipasi peserta

Gunakan metode ini . . .

1.

Jika ingin menggabungkan penyajian isi dengan reaksi peserta

2.

Jika anggota kelompok diharapkan memberi reaksi pada diskusi itu

3.

Jika ada pendapat yang sulit dikuasai sehingga perlu dibahas sebelum diajukan secara

terbuka

4.

Jika waktunya cukup

6.

Jika ada penelis yang memenuhi syarat

7.

Jika mengajukan pandangan yang berbeda-beda

Keunggulan

Kekurangan

1.

Memungkinkan setiap anggota ambil

bagian

2.

Memungkinkan perputaran tanggung

jawab

3.

Memungkinkan peserta menyatakan

reaksinya

4.

Membuat peserta mendengar dengan

penuh perhatian

5.

Memungkinkan adanya tanggapan

terhadap pendapat panelis

6.

Ada hasilnya

7.

Mengemukakan pendapat yang

berbeda-beda

1.

Membutuhkan banyak waktu

2.

Memerlukan moderator yang trampil

3.

Mungkin terasa “terputus-putus”

4.

Memungkinkan panelis memberi pidato

dan bukan berbicara dengan peserta

5.

Mudah tersesat

6.

Mungkin peserta kurang dapat bertanya

dengan “betul”

7.

Memungkinkan orang yang suka biara

memakai waktu yang banyak

KELOMPOK - STUDI KECIL

Kolompok studi kecil (buzz group) adalah pemecahan kolompok yang lebih besar .

Kelompok kecil ini membahas tugas yang diberikan , dan biasanya melaporkan hasilnya

kepada kelompok besar.

Gunakan metode ini . . .

1.

Jika kelompok terlalu besar sehingga tidak memungkinkan setiap orang berpartisipasi

2.

Ketika mengolah beberapa segi pokok

3.

Jika ada anggota kelompok yang lamban dalam mengambil bagian

4.

Jika waktu terbatas

5.

Untuk mencciptakan suasana yang menyenangkan dalam kelompok

Keunggulan

Kekurangan

1.

Mendorong peserta yang mau-malu

2.

Menciptakan suasana yang

menyenangkan

3.

Memungkinkan pembagian tugas

kepemimpinan

4.

Menghemat waktu

5.

Memupuk kepemimpinan

6.

Memungkinkan pengumpulan pendapat

7.

Dapat dipakai bersama metode lainnya

8.

Memberi variasi

1.

Mungkin terjadi kelompok yang terdiri

dari orang-oragn yang tidak tahu apa-

apa

2.

Mungkin “berputar-putar”

3.

Mungkin ada pemimpin yang lemah

4.

Laporan mungkin tidak tersusun

dengan baik

5.

Perlu belajar sebelumnya bila ingin

menvapai hasil yang baik

6.

Mungkin terjadi klik-klik untuk

sementara

7.

Biasanya banyak makan waktu untuk

mempersiapkan

ROLE – PLAY

Role-Play ialah pemeranan sebuah situasi dalam hidup manusia dengan tanpa diadakan

latihan; dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk dipakai sebagai bahan analisa oleh

kelompok.

Gunakan metode ini . . .

1.

Jika peserta perlu mengetahui lebih banyak tentang pandangan yang berlawanan

2.

Jika peserta mempunyai kemampuan untuk memakainya

3.

Pada waktu membantu peserta “memahami” suatu masalah

4.

Jika ingin mencoba mengubah sikap

5.

Jika pengaruh emosi dapat membantu dalam penyajian masalah

6.

Di dalam pemecahan masalah

Keunggulan

Kekurangan

1.

Segera mendapat perhatian

2.

Dapat dipakai pada kelompok besar

maupun kecil

3.

Membantu anggota untuk menganalisa

situasi

4.

Menambah rasa percaya diri peserta

5.

Membantu anggota menyelami masalah

6.

Membantu anggota mendapat

pengalaman yang ada pada pikiran

orang lain

7.

Membangkitkan saat untuk pemecahan

masalah

1.

Mungkin masalahnya disatukan dengan

pemerannya

2.

Banyak yang tidak senang memerankan

sesuatu

3.

Membutuhkan pemimpin yang terlatih

4.

Terbatas pada beberapa situasi saja

5.

Ada kesulitan dalam memerankan

CASE – STUDY

Case-study ialah sekumpulan situasi masalah, termasuk detail-detail yang me-

mungkinkan kelompok menganalisa masalah itu. Permasalahan itu merupakan “bagian

dari hidup” yang mengundang diagnosis, dan pengobatan. Dapat disampaikan secara

lisan maupun tertulis, juga secara dramatis, atau dengan film, dapat juga berupa rekaman

Gunakan metode ini . . .

1.

Ketika menghubungkan masalah dengan situasi hidup

2.

Ketika menganalisa suatu masalah

3.

Jika anggota tidak mampu untuk role-play

4.

Untuk membantu anggota memahami masalah

5.

Jika mencari kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah

6.

Ketika menganalisa fakta yang ada tentang suatu masalah

Keunggulan

Kekurangan

1.

Dapat tertulis, lisan, difilmkan,

direkam, diperankan atau diceritakan

2.

Dapat ditugaskan sebelum diskusi

1.

Membutuhkan keterampilan untuk

“menuliskan “masalah

3.

Memungkinkan kesempatan yang sala

bagi anggota untuk mengusulkan

pemecahan

4.

Menciptakan suasana untuk pertukaran

pendapat

5.

Mengenai masalah yang menyangkut

hidup

6.

Memberi

pentingnya bagi anggota

3.

Memerlukan banyak waktu jika

dilakkukan secara mendalam

4.

Meskipun cukup datanya tetap

mungkin menimbulkan perdebatan

5.

Membutuhkan pemimpin yang terampil

BRAINSTORMING

Brainstorming ialah semacam cara pemecahan masalah dimana anggota mengusulkan

dengan cepat semua kemungkinan pemecahan yang terpikirkan. Tidak ada kritik.

Evaluasi atas pendapat-pendapat tadi dilakukan kemudian

Gunakan metode ini . . .

1.

Untuk membangkitkan pemikiran yang kreatif

2.

Untuk merangsang partisipasi

3.

Pada waktu mencari kemungkinan pemecahan masalah

4.

Berhubungan dengan metode lainnya

5.

Untuk membanghkitkan pendapat-pendapat baru

6.

Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dalam kelompok

Keunggulan

Kekurangan

1.

membangkkitkan pendatang baru

2.

merangsang semua anggota untuk

ambil bagian

3.

menghasilkan “reaksi rantai” dalam

pendapat

4.

tidak menyita banyak waktu

5.

dapat dipakai pada kelompok besar

maupun kecil

6.

tidak memerlukan pemimpin yang

terlalu hebat

7.

hanya sedikit peralatan yang diperlukan

1.

mudah terlepas dari kontrol

2.

harus dilanjutkan dengan evalusasi jika

diharapkan efektif

3.

mungkin sulit membuat anggota tahu

bahwa segala pendapat dapat diterima

4.

anggoota cenderung untuk mengadakan

evaluasi segera setelah satu pendapat

diajukan

TEAM PENDENGAR

Team pendengar regu yang dibentuk dengan membagi peserta menjadi beberapa regu

sebelum sesuatu penyajian. Setiap team diberi tugas mendengarkan dengan tugas khusus.

Laporan tentang tugas itu disampaikan setelah penyajian.

1.

Kalau ada pendapat tertentu yang mungkin luput dari perhatian.

2.

Kalau pelbagai segi masalah itu memerlukan penekanan.

3.

Jika kelompook itu benar.

4.

Untuk memberi tujuan pada diskusi.

5.

Untuk menyajikan informasi.

Keunggulan

Kekurangan

1.

Dapat dipakai pada kelompok besar

maupun kecil

2.

Menunjukkan beberapa ide sewcara

terpissah

3.

Memberi tujuan pada pendengar

4.

Menambah perhatian

5.

Membimbing umpan balik

6.

Membangkitkan daya tarik

7.

Memungkinkan semua anggota

mengambil bagian dengan cara

mendengarkan

8.

Memungkinkan diskusi tindak lanjut

9.

Mengurangi dominasi seorang atau

sekelompok orang

10.Memberi kesempatan pada pemimpin

untuk mempertimbangkan

keinginan/perhatian anggota

anggotanya

11.Memungkinkan “pengulangan” dengan

umpan balik

1.

Peserta hanya “mendengar” apa-apa

yang berhubungan dengan tugasnya

2.

Cenderung untuk mengurangi

keseluruhan pendapat

3.

Membatasi pertukaran pendapat

DEBAT

Debat ialah sebuah metode di mana pembicara dari pihak yang pro dan kontra

Dalam dokumen 257278894 Manajemen Mentoring id. pdf (Halaman 30-48)

Dokumen terkait