DAFTAR SINGKATAN
3.3 Aspek Input Pelaksanaan Program Kegiatan Pelatihan Kerja di PPKD Jakarta Timur
Aspek input meliputi sumber daya untuk mencapai tujuan program. Aspek input memiliki peran yang penting untuk pelaksanaan pelatihan kerja, terdiri dari beberapa komponen meliputi, panduan pelaksanaan, program pelatihan, manajemen lembaga pelatihan, peserta dan fasilitas pelatihan. Oleh karena itu, aspek input akan berfokus pada komponen-komponen berikut.
3.3.1 Panduan Pelaksanaan
Pedoman pelaksanaan sebagai input dijadikan sebagai perangkat pengaturan yang dijadikan sebagai pedoman pelatihan kerja oleh lembaga pelatihan. Selain itu, pedoman pelaksanaan juga bertujuan untuk menciptakan kesamaan pemahaman antara lembaga pelatihan dengan stakeholder. Pedoman pelaksaan dibuat oleh
stakeholder dan lembaga pelatihan dengan tujuan untuk mewujudkan tujuan pelatihan
kerja. Pedoman tersebut terdiri dari visi misi, kebijakan pemerintah, terkait rangkaian kegiatan pelatihan, fungsi dan tugas kelembagaan, serta model pelatihan dan peralatan pelatihan.
Pertama, visi misi PPKD Jakarta Timur yang di rumuskan oleh lembga pelatihan. Visi misi tersebut berperan sebagai pedoman pelaksanaan karena
merupakan bentuk tertulis dari tujuan lembaga pelatihan dan mempetegas seperangkat nilai yang dijadikan sebagai patokan dalam pelaksanan pelatihan kerja di lembaga pelatihan. Kedua, kebijakan pemerintah terkait dengan pelaksanaan pelatihan kerja dan perangkat peraturan kelembagaan yang menjadi dasar hukum PPKD Jakarta Timur. Didalamnya diatur berbagai bentuk kegiatan pengelolaan lembaga pelatihan dan pengaturan tugas dan fungsi pada struktur organisasi PPKD Jakarta Timur sampai pada persyaratan peserta pelatihan, terdiri dari:
a. Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan; b. Undang-Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara; c. Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
d. Undang-Undang nomor 29 tahun 2007 tentang Pemeritah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia;
e. Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 tahun 2004 tentang Ketenagakerjaan;
f. Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah; g. Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta nomor 119 tahun 2009 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
h. Peraturan Gubernur (pergub) Provinsi DKI Jakarta nomor 25 tahun 2015 tentang Pelatihan Kerja; dan
i. Peraturan Gubernur (pergub) Provinsi DKI Jakarta nomor 33 tahun 2015 yang kemudian diperbaharui menjadi Peraturan Gubernur (pergub) Provinsi DKI Jakart nomor 341 tahun 2016 tentang tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pelatihan Kerja Daerah.114
Selain adanya seperangkat peraturan mengenai tata kelola organisasi, kebijakan pemerintah juga mengatur jenis pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh lembaga pelatihan. Berkaitan dengan hal tersebut, pelatihan kerja yang dijalankan oleh PPKD Jakarta Timur merupakan pelatihan berbasis kompetensi. Artinya, pelatihan menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kompetensi kerja sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Dalam pelaksanaannya, PBK oleh PPKD Jakarta Timur diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
114
(permenakertrans) RI nomor 11 tahun 2013 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional di Daerah dan nomor 8 tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Selain itu, pada pemaparan sebelumnya mengenai hasil akhir dari pelatihan, Kepala PPKD Jakarta Timur mengungkapkan peraturan lain sebagai unjuk kerja dalam hasil pelatihan berupa target pemasaran, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta.
Ketiga, peraturan terkait materi, bahan dan peralatan pelatihan. Pada Bab II telah disampaikan bahwa pelatihan keterampilan dilaksanakan berdasarkan Sistem Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dengan standar pelatihan meliputi kurikulum, silabus, modul pelatihan, dan lembar kerja (job sheet). Selain itu, hal tersebut juga diatur melalui Keputusan Direktorat Jenderal Pembinaan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI nomor 185/LATTAS/XII/2013 tentang Pedoman Penyusunan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi, dan nomor 181/LATTAS/XII/2013 tentang Pedoman Penyusunan Modul Pelatihan Berbasis Kompetensi.
3.3.2 Program Pelatihan di PPKD Jakarta Timur
Kompomen input berikutnya ialah program pelatihan dimana penilaian berupa tersedianya tujuan program pelatihan yang jelas, unit kompetensi kerja dan instruktur pelatihan. PPKD Jakarta Timur memiliki lima belas bentuk program pelatihan. Pemaparan mengenai program pelatihan akan difokuskan pada tujuan pelatihan, persyaratam khusus, instruktur, dan jenis unit kompetensi pelatihan. Program pelatihan di PPKD Jakarta Timur merupakan pelatihan non-jenjang Berikut akan
digambarkan skema bentuk program pelatihan yang akan dibagi menjadi tiga sektor ekonomi, yaitu industri, jasa dan bahasa.
Skema III.3
Bentuk Program Kegiatan Pelatihan Kerja di PPKD Jakarta Timur
Sumber : Diolah Berdasarkan Data Primer (2017) 1. Program Pelatihan Otomotif Roda Dua
Program pelatihan Otomotif Roda Dua memiliki sasaran atau tujuan dimana setelah selesai mengikuti pelatihan peserta kompeten melakukan pekerjaan atau servis sesuai dengan standar spesifikasi yang di keluarkan oleh industri sepeda motor. Keterampilan tersebut diharapkan dapat diaplikasikan oleh lulusan baik dalam bekerja di industri sepeda motor, bengkel umum atau resmi maupun berwirausaha atau membuka bengkel sendiri.
“Program pelatihan otomotif roda dau atau biasa kita nyebutnya sepeda motor ya itu tujuannya adalah untuk melakukan pegembangan keterampilan berkaitan dengan sepeda motor atau kendaraan roda dua, baik dari injeksi, perawatan dan servis motor. Jadi tidak sampai merakit atau membuat, tapi pada yang tadi saya sebutkan ya. Sehingga setelah lulus,
Bentuk Program Kegiatan Pelatihan Kerja di PPKD
Jakarta Timur
INDUSTRI :
Otomotif Roda Dua
Otomotif Roda Empat
Teknik Komputer
Teknik Elektronika
Teknik Pendingin
Teknik Mekanik
Juru Las SMAW 3G
BAHASA : Bahasa Inggris Bahasa Jepang JASA : Operator Komputer Desain Grafis Tata Busana Tata Boga Tata Graha Tata Rias
peserta bisa bekerja di industri, bengkel umum atau resmi, atau kalo mereka punya modal mereka bisa berwirausaha.”115
Kejuruan ini merupakan salah satu dari kejuruan pelatihan MTU, kejuruan ini memiliki tiga instruktur pelatihan, yaitu Pak Safri, Pak Eko dan Pak Agus. Salah satu persyaratan yang diterapkan untuk bisa mengikuti program pelatihan ini ialah tes buta warna, sementara selebihnya ialah hasil penilaian seleksi pelatihan. Program pelatihan Otomotif Roda Dua memiliki 19 unit kompetensi sebagai berikut:
Tabel III.3
Kode Unit dan Unit Kompetensi Program Pelatihan Otomotif Roda Dua
Kode Unit Unit Kompetensi
OTO.SM01.001.01 Mengikuti prosedur keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan OTO.SM.01.002.01 Membaca dan memahami gambar teknik
OTO.SM.01.003.01 Menggunakan dan memelihara peralatan dan perlengkapan ditempat kerja
OTO.SM.01.006.01 Menggunakan dan memelihara alat ukur
OTO.SM.02.001.01 Memeliharaan engine berikut komponen-komponenya OTO.SM.02.006.01 Memelihara sistem bahan bakar
OTO.SM02.007.01 Memperbaiki dan melakukanoverhaul komponen sistem bahan bakar bensin
OTO.SM02.004.01 Memelihara sistem pendingin berikut komponen-komponennya OTO.SM.02.010.01 Memelihara unit kopling manual dan otomotis
OTO.SM02.008.01 Melakukan overhaul engine dan menilai komponen-komponennya, memeriksa toleransi serta melakukan prosedur pengujian yang sesuai OTO.SM.03.001.01 Memelihara transmisi otomatis
OTO.SM.02.014.01 Memelihara sistem rem OTO.SM.02.024.01 Memelihara rantai / chain
OTO.SM02.022.01 Melepas, memasang, dan menyetel roda OTO.SM.02.017.01 Memeriksa sistem kemudi
OTO.SM.02.026.01 Menguji, memelihara dan mengganti battery OTO.SM.02.033.01 Memperbaiki sistem pengapian
OTO.SM.02.032.01 Memasang, menguji, dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring OTO.SM03.004.01 Memelihara dan memperbaiki sistem manajemen engine
Sumber : Buku program pelatihan berbasis kompetensi otomotif roda dua PPKD Jakarta Timur (2017)
115