• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Motivator

Dalam dokumen BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 33-40)

72

Kepala sekolah di sekolah SMP Negeri 9 Ambon sebagai seorang motivator, yaitu melihat lingkungan kerja yang kondusif, penambahan wawasan tentang pembelajaran dan mendorong guru untuk selalu

berpartisipasi dalam penyelenggaraan program

pendidikan. Kepala sekolah SMP Negeri 9 Ambon sebagai motivator memiliki strategi yang tepat untuk

memotivasi para tenaga kependidikan. Dalam

melakukan berbagai tugas dan fungsinya, budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotivasi untuk menunjukkan kinerjanya

secara unggul, yang disertai usaha untuk

meningkatkan kompetensinya. Peningkatan sarana dan prasarana yang nyaman sangat di perlukan oleh setiap

lembaga pendidikan. Hal ini ditujukan agar

pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Program inilah yang telah dilaksanakan kepala sekolah SMP Negeri 9 Ambon tentunya agar tujuan pembelajaran dapat berjalan dengan baik sehingga menghasilkan prestasi yang baik bagi siswanya. Penghargaan yang diberikan kepala sekolah kepada guru yang berprestasi merupakan program yang dilaksanakan kepala sekolah SMP Negeri 9 Ambon, hal ini bertujuan untuk menghargai usaha yang diberikan guru dalam memberikan bimbingan kepada siswa di sekolah dan sebagai motivasi bagi guru untuk selalu

73

meningkatkan kinerjanya sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah, dalam meningkatkan kedisplinan kerja guru. Peningkatan kedisiplinan kerja yang dilakukan kepala sekolah terhadap guru-guru bertujuan agar efektifitas dan produktifitas sekolah dapat meningkatkan lebih baik lagi, sehingga menunjukkan bahwa kepala sekolah SMP Negeri 9 Ambon sering mengutamakan disiplin kerja tenaga. Dalam menunjukkan bahwa kepala sekolah setiap aktivitas yang dilakukan membawa kondisi kerja yang kondusif agar seluruh para guru merasa dihargai, karena dengan kondisi kerja yang kondusif yang diharapkan akan tercapai proses belajar dengan baik di sekolah. Memotivasi kepada guru dengan melengkapi fasilitas pembelajaran agar dapat mengembangkan kemampuan pribadinya secara optimal dalam upaya peningkatan profesionalisme guru. Motivasi yang diberikan oleh kepala sekolah SMP Negeri 9 Ambon melalui berbagai cara seperti memberikan masukan

kepada guru untuk selalu meningkatkan

kompetensinya dengan meningkkatkan sarana

pembelajaran hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik di sekolah. 4.3.4 Aspek Inovator

74

Seorang inovator memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, memberikan teladan kepala seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model-model pembelajaran yang inovatif kemudian.

Dalam menerapkan prinsip-prinsip kewirausaan

dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru, maka kepala sekolah seyogyanya dapat menciptakan

pembaharuan, keunggulan komparatif, serta

memanfaatkan berbagai peluang. Kepala sekolah dengan sikap kewirauhasaan yang kuat akan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya.

Kepala sekolah SMP Negeri 9 Ambon sebagai inovator baik dalam menjaga hubungan kekeluargaan dengan

guru dan karyawan di sekolah. Hubungan

kekeluargaan dalam suatu organisasi sangat

diperlukan, hal inilah yang dilakukan kepala sekolah SMP Negeri 9 Ambon untuk menjaga kualitas dari tenaga pendidik. Tidak hanya kepada tenaga pendidik, tetapi dilakukan juga kepada karyawan. Kepala sekolah juga menjaga hubungan kekeluargaan tersebut agar tercipta pendidikan yang bermutu pada sekolah tersebut. Menjadi contoh teladan dan panutan bagi guru di SMP Negeri 9 Ambon. Hal ini menunjukkan

75

bahwa kepala sekolah SMP Negeri 9 Ambon dalam bersikap sangat hati-hati. Kepala sekolah sebagai seorang pemimpin akan dijadikan panutan bagi bawahanya dalam bersikap. Dengan sikap demikian maka kepala sekolah akan disegani dan berwibawa sehingga guru akan lebih meningkatkan tanggung jawab sebagai seorang guru, dalam mengembangkan model pembelajan yang inovatif. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat maka berani melakukan perubahan-perubahan di sekolah yaitu

perubahan yang berhubungan dengan proses

pembelajaran siswa serta kompetensi guru. 4.2.5 Aspek Manajer

Seorang manajer, yang pada hakekatnya terdapat suatu proses merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memimpin, dan mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan telah berjalan dengan baik.

Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah

melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan

pengembangan profesi para guru. kepala sekolah seyogyanya dapat memfasiltasi dan memberikan

76

kesempatan yang luas kepada para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik yang dilaksanakan di sekolah. Dalam menetapkan beberapa guru pada bidang studi tertentu. Dengan adanya beberapa guru pada bidang studi tertentu diharapkan akan lebih memudahkan guru untuk memberikan pengarahan kepada siswa dan mudah untuk mengawasi kemampuan pemahaman siswa pada pembelajaran. Kerja sama harus diutamakan prinsip yang diterapkan kepala sekolah SMP Negeri 9 Ambon dalam menjalankan peran sebagai pemimpin. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru di sekolah. Kerja sama yang terjalin baik antara kepala sekolah dan guru akan berdampak pada

kemajuan kualitas dan mutu di sekolah.

Memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada di sekolah dalam mencapai visi misinya. Memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah dilakukan oleh kepala sekolah SMP Negeri 9 Ambon dalam upaya untuk mengembangkan kualitas pendidikan di sekolah. Guru merupakan sumber daya yang paling utama dalam dunia pendidikan untuk itu kepala sekolah berusaha mengembangkan profesionalisme tenaga pendidik di sekolahnya.

77

Data pada Tabel 4.32 terlihat bahwa kepala sekolah SMP Negeri 9 Ambon sebagai manajer cukup dalam mengikutsertakan guru dalam pelatihan dan seminar pendidikan. Kepala sekolah sangat sering melakukan hal ini bertujuan utama ialah untuk menambah wawasan pengetahuan guru dan meningkatkan profesionalisme guru-guru di sekolah.

4.3.6 Aspek Edukator

Peran kepala sekolah sebagai edukator meliputi pembinaan mental, pembinaan moral dan pembinaan fisik bagi tenaga kependidikan. Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Melaksanakan pembinaan konseling kepada guru. Tujuan pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam rangka untuk

membantu mengetahui dan memecahkan

permasalahan yang sedang dihadapi oleh guru dan memberikan para guru untuk menyampaikan semua yang diperlukan oleh guru dalam hal pelaksanaan pembelajaran. Kemudian untuk meningkatkan program

sekolah dengan pengayaan dan perbaikan

pembelajaran (remedial teaching). Sebagai bentuk usaha kepala sekolah untuk meningkatkan hasil

78

mengembangkan program sekolah melalui kegiatan pengayaan dan perbaikan pembelajaran, hal ini dilakukan agar pemahaman perserta didik terhadap pelajaran dapat diperbaiki dan hasil prestasi yang dimiliki peserta didiknya dapat memuaskan. Dalam menggerakkan dan meningkatkan tim evaluasi hasil belajar peserta didik. Hal ini merupakan kelemahan yang tedapat dalam aspek edukator. Sehingga perlu ada evaluasi untuk mengetahuinya. Usaha yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk menggerakkan dan meningkatkan tim evaluasi belajar peserta didik bertujuan n untuk mengontrol hasil belajar siswa agar kedepan hasil prestasi siswa dapat menjadi baik dan dilakukan perbaikan pelaksanaan pembelajaran.

Dalam dokumen BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN (Halaman 33-40)

Dokumen terkait