• Tidak ada hasil yang ditemukan

DUSUN JUMLAH

2.3. Aspek Pelayanan Umum 1. Pendidikan

Pelayanan umum pada sektor pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam menentukan tingkat kualitas sumberdaya manusia. Sumberdaya manusia yang diharapkan yaitu yang mampu melakukan inovasi, kreasi serta memiliki karakter dan budi pekerti. Uraian mengenai dampak dari implementasi penyelenggaraan pelayanan Bidang Pendidikan dapat dilihat pada tabel 2.3 berikut:

Tabel. 2.3

Indikator Pendidikan Kabupaten Kayong Utara Tahun 2011 - 2012

NO INDIKATOR SATUAN TAHUN

2011 2012

A PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) :

1. Lulusan TK Siswa 199

2. Jumlah Anak TK/PAUD melanjutkan ke

SD/MI Siswa 199

3. Jumlah ruang kelas TK:

- Baik % 40

- Rusak Ringan

- Rusak Berat % 6

B PROGRAM PENDIDIKAN DASAR :

1. Angka Melek Huruf (AMH) % 88,31 88,34

2. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Tahun 5,73 5,84

3. Angka Partisipasi Murni (APM) SD Sederajat % 92,03 93,37 4. Angka Partisipasi Kasar (APK) SD Sederajat % 106,68 109,90

5. Jumlah Siswa SD/MI Siswa 15.567 15.408

6. Kondisi Ruang Kelas SD/MI :

- Baik % 66 80,26

- Rusak Ringan % 24 12,56

- Rusak Berat % 10 7,18

16. Kualifikasi Pendidikan (S1) Tenaga Pengajar

Tingkat SMP % 73,84 74,11 C PROGRAM PENDIDIKAN MENENGAH :

1. Jumlah Siswa SMA/SMK/MA Siswa 3166 3494

9. Kondisi Ruang Kelas SMA/SMK :

- Baik % 95,45 98,02

- Rusak Ringan % 74,59 82,10

- Rusak Berat % 25,41 18,21

10. Rasio siswa/kelas Tk. SMA/SMK Siswa 27 27

11. Rasio kelas/ruang kelas Tk. SMA/SMK Kelas 0,99 1,02 12. Angka Melanjutkan Jenjang SMA + Paket C/

SMK/MA % 109,78 110,51

13. Angka Putus Sekolah SMA/SMK % 0,45 0,05

14. Angka Mengulang SMA/SMK % 0,1 0,05

15. Kualifikasi Pendidikan (S1) Tenaga Pengajar

Tingkat SMA/SMK % 90 93,75

Sumber : Dinas Pendidikan KKU, 2012

Secara umum penyelenggaraan pembangunan bidang pendidikan pada tahun anggaran 2012 secara berkesinambungan dapat dilaksanakan sesuai dengan program dan arah kebijakan yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut secara langsung berdampak pada kelancaran proses belajar mengajar, langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan melalui efisiensi penggunaan bantuan yang diterima baik yang bersumber dari APBD Kabupaten, Provinsi maupun APBN serta dengan mendorong peran masyarakat agar peduli terhadap kondisi sekolah.

2.3.2. Kesehatan

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat diantaranya melalui pembangunan di bidang kesehatan, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas fisik masyarakat yang ditandai dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Dengan demikian pembangunan di bidang kesehatan yang ditujukan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis, mudah dan merata. Melalui upaya tersebut diharapkan derajat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik.

Berbagai upaya sudah banyak dilakukan oleh pemerintah, diantaranya dengan menyediakan berbagai fasilitas kesehatan umum seperti Puskesmas, Puskesdes, Posyandu, Pondok Bersalin Desa, serta penyediaan fasilitas air bersih. Sudah sejauh mana keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan di Kabupaten Kayong Utara, dapat dilihat dari indikator Angka Harapan Hidup (AHH), derajat kesehatan penduduk Kabupaten Kayong Utara telah meningkat, hal ini ditandai dari meningkatnya angka harapan hidup dari 65,10 tahun pada tahun 2007 meningkat menjadi 66,00 tahun pada tahun 2012.

Faktor pelayanan kesehatan merupakan komponen yang penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat selain faktor lingkungan dan perilaku masyarakat. Seperti pemanfaatan pelayanan persalinan dengan tenaga medis profesional sangat penting untuk menjamin persalinan yang aman. Persalinan yang aman dapat dilakukan oleh dokter atau bidan. Pada tahun 2011 ini, persalinan dilakukan oleh tenaga medis proporsinya mencapai 71,89 persen, meningkat sebesar

7,15 persen jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2009 sebesar 64,74 persen.

Sedangkan persalinan yang dilakukan oleh tenaga non medis (dukun dan lainnya) masih ada, tercatat proporsinya mencapai 28,11 persen pada tahun 2011. Persalinan yang aman sangat penting dilakukan untuk mengurangi angka kematian bayi dan angka kematian ibu.

Peningkatkan kualitas fisik penduduk seyogyanya dilakukan secara dini, yaitu dengan memberikan perhatian pada status kesehatan anak. Salah satunya adalah dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada anaknya. Pada tahun 2011 bayi yang diberi ASI eksklusif yaitu mencapai 33,85 persen (697 bayi) dari sejumlah 2.059 bayi.

Lamanya (durasi) pemberian ASI terhadap balita juga cukup penting, semakin lama durasi pemberian ASI semakin baik bagi perkembangan fisik dan kesehatan balita tersebut.

Angka Kematian Bayi (AKB) Kabupaten Kayong Utara Per 1000 Kelahiran Hidup menunjukan kecenderungan naik dari tahun 2009 sebesar 11,59 menjadi sebesar 17,90 pada tahun 2012, dimana pengertiannya bahwa dari 1000 kelahiran bayi di Kabupaten kayong Utara pada tahun 2012 masih ada sekitar 17 bayi meninggal dunia.

Angka Kematian Bayi di Kabupaten Kayong Utara masih berada dibawah rata-rata nasional sebesar 24,00 Per 1000 Kelahiran Hidup dan dibawah rata-rata target MDG’s sebesar 23,00 Per 1000 Kelahiran Hidup.

Kebijakan pembangunan di bidang kesehatan di Kabupaten Kayong Utara tahun 2013-2018 masih tetap diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dengan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan dengan jangkauan pelayanan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kayong Utara.

2.3.3. Peruntukan Ruang

Kabupaten Kayong Utara saat ini telah mengusulkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kayong Utrara Tahun 2009-2029 dan masih menunggu hasil pembahasan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi. Tata Ruang

Wilayah merupakan dasar bagi pemanfaatan ruang yang berisi rencana pengembangan struktur ruang dan rencana pola pemanfaatan ruang yang hendak dicapai pada akhir tahun perencanaan. Struktur ruang dibentuk oleh sistem pusat kegiatan dan sistem jaringan prasarana yang mencakup sistem jaringan transportasi (darat, laut, udara), sistem jaringan energi dan kelistrikan, sistem jaringan telekomunikasi, dan sistem jaringan sumber daya air. Pola pemanfaatan ruang adalah gambaran alokasi ruang untuk berbagai jenis pemanfaatan lahan yang direncanakan.

Dalam mengatur tata ruang wilayah Kabupaten Kayong Utara yaitu dikendalikan–didorong–dibatasi-ditingkatkan. Yang dimaksud dengan dikendalikan perkembangannya adalah membatasi perkembangan kegiatan budidaya yang dapat meningkatkan terjadinya alih fungsi lahan kawasan lindung dan pertanian lahan basah beririgasi teknis yang dapat mengganggu keberlanjutan ekosistem wilayah, serta daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Didorong perkembangannya adalah memfasilitasi berkembangnya kegiatan budidaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tanpa mengabaikan fungsi lingkungan yang merupakan karakteristik khusus wilayah tersebut.

Sementara dibatasi perkembangannya adalah bahwa pengembangan perlu memperhatikan keseimbangan daya dukung lingkungan sesuai dengan kondisi dan karakteristik yang dimiliki. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah kerentanan terhadap risiko bencana alam seperti gangguan terhadap hulu DAS; serta dalam rangka menghindari alih fungsi lahan lindung dan lahan pertanian sawah produktif.

Terakhir adalah ditingkatkan perkembangannya adalah memberikan prioritas fasilitasi pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju cita-cita yang diinginkan, tanpa mengabaikan fungsi lingkungan yang harus dijaga di wilayah tersebut.

2.3.4. Transportasi

Peranan perhubungan laut dan sungai cukup dominan di Kabupaten Kayong Utara, terutama untuk menyalurkan produk pertanian, perikanan dan melayani kebutuhan masyarakat dalam menggerakan perekonomian di pedesaan. Berdasarkan data dari BPS Tahun 2011 jumlah kendaraan bermotor yang tercatat di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2011 sebanyak 3.205 unit terdiri dari kendaraan roda empat (140 unit), kendaraan roda dua (3.065 unit).

Sedangkan jumlah sarana angkutan sungai menurut jenisnya pada tahun 2011 di Kabupaten Kayong Utara terdiri dari, Kapal Motor (12 unit) longboat (11 unit), speedboat (16 unit) dan ferryboat (3 unit).

2.4. Aspek Daya Saing Daerah