A.
Urusan Pendidikan
Tujuan utama dari penyelenggaraan pendidikan di Kota Pontianak adalah
menciptakan
sumber
daya
manusia
yang
berpengetahuan
dan
berketerampilan yang siap berkompetisi dalam pasar tenaga kerja. Untuk
menuju ke arah pembangunan pendidikan di Kota Pontianak adalah
menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik, membuka akses
seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengecap pendidikan, peningkatan
profesionalisme dan pengetahuan pengajar serta mengembangkan substansi
pembelajaran sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja.
Sampai dengan tahun 2014 Kota Pontianak memiliki sekolah Negeri maupun
sekolah Swasta sebanyak 116 TKA/RA, 191 SD/MI/SDLB, 107
SMP/MTS/SMPLB, dan 95 SMA/MA/SMALB/SMK.
Tabel 2.13
Banyaknya Sekolah di Kota Pontianak Sampai Dengan Tahun 2014
Kecamatan
Sekolah
TK
RA
SD
MI
SDLB
SMP
MTS
SMPLB
SMA
MA
SMALB
SMK
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
Pontianak
Selatan
Negeri
1
15
7
-
-
4
1
3
Swasta
18
13
8
2
-
7
2
4
Pontianak
Timur
Negeri
-
22
-
4
-
-
2
-
1
Swasta
9
2
5
5
2
-
2
1
2
Pontianak
Barat
Negeri
1
-
19
1
5
-
-
1
1
3
Swasta
17
4
3
7
9
8
-
6
3
4
Pontianak
Utara
Negeri
1
-
31
-
5
-
-
1
-
3
Swasta
10
5
6
10
10
8
-
6
3
3
Pontianak
Kota
Negeri
-
-
18
1
4
2
-
2
-
1
Swasta
32
3
13
3
11
6
-
7
6
5
Pontianak
Tenggara
Negeri
-
8
1
-
1
-
-
-
-
-
-
Swasta
15
10
1
2
6
2
2
7
1
2
2
JUMLAH
Negeri
3
-
113
3
-
26
2
-
10
2
-
10
Swasta
101
12
47
26
2
49
28
2
35
16
2
20
Kegiatan Pembangunan yang dilaksanakan pada tahun 2014 diantaranya
adalah :
a)
Pembangunan Gedung SMA N 1 Pontianak (Multi Years)
b)
Pembangunan Gedung SMA N 3 Pontianak
c)
Pembangunan Gedung SMP N 10 Pontianak
d)
Pembangunan Gedung SMP N 14 Pontianak
e)
Pembangunan Gedung SMP N 17 Pontianak
f)
Pembangunan Gedung SMP N 24 Pontianak
g)
Pembangunan Gedung SMP N 25 Pontianak
h)
Pembangunan Gedung SDN 56 Pontianak Barat
i)
Peninggian Halaman Sekolah
j)
Pembangunan Pagar
k)
Pembangunan WC
l)
Peresmian Lapangan Futsal SMA N 5 Pontianak
m)
Peresmian Laboratorium SMA N 10 Pontianak
n)
Peresmian Science Center Kota Pontianak
o)
Peresmian Gedung Autis Center Kota Pontianak
B.
Urusan Kesehatan
Beberapa upaya yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Pontianak dalam
pengembangan upaya kesehatan diantaranya Puskesmas di wilayah kerja
Kota
Pontianak
dalam
meningkatkan
mutu
pelayanan
melalui
pengembangan Puskesmas Rawat Inap. Puskesmas Unggulan merupakan
Puskesmas yang memiliki pelayanan pengembangan yang disesuaikan
dengan kondisi spesifik daerah dan kebutuhan masyarakat setempat.
Adapun Puskesmas Unggulan tersebut diantaranya :
a)
Puskesmas Alianyang dengan pengembangan pelayanan dan perawatan
persalinan serta pengobatan pada sore hari;
b)
Puskesmas Siantan Hilir dengan pengembangan pelayanan UGD 24 jam,
rawat inap dan perawatan persalinan;
c)
Puskesmas Kampung Bali dengan pengembangan pelayanan gigi;
d)
Puskesmas Karya Mulya dengan pengembangan pelayanan dan
perawatan persalinan;
e)
Puskesmas Kom Yos Sudarso degan pengembangan pelayanan VCT HIV-
AIDS;
f)
Puskesmas Saigon dengan pengembangan palayananperawatan gizi
buruk (TFC); dan
g)
Puskesmas Kampung Dalam dengan pengembangan pelayanan dan
perawatan persalinan.
Sampai dengan tahun 2014 jumlah Ketersediaan Fasilitas Kesehatan di Kota
Pontianak dapat diuraikan sebagai berikut :
a)
Rumah Sakit Umum berjumlah 9 unit;
b)
Rumah Sakit Khusus berjumlah 4 unit;
c)
Puskesmas Rawat Inap berjumlah 4 unit;
d)
Puskesmas Non Rawat Inap berjumlah 19 unit;
e)
Puskesmas Pembantu berjumlah 11 unit;
f)
Balai Pengobatan/Klinik berjumlah 18 unit;
g)
Praktik Dokter Perorangan berjumlah 297 unit;
h)
Apotek berjumlah 107 unit; dan
i)
Toko Obat berjumlah 85 unit.
Sedangkan ketersediaan Posyandu di Kota Pontianak sampai dengan tahun
2014 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.14
Ketersediaan Posyandu di Kota Pontianak Tahun 2014
Kecamatan
Posyandu
Ketersediaan
Posyandu
Posyandu
Aktif
Pratama Madya Purnama
Mandiri Jumlah
%
Jumlah
%
Pontianak Kota
1
24
15
5
45
17
45
17
Pontianak Barat
1
30
16
3
50
19
50
19
Pontianak Selatan
11
14
4
2
31
11
31
11
Pontianak Tenggara
-
7
9
-
16
6
16
6
Pontianak Utara
10
44
18
1
73
27
73
27
Pontianak Timur
12
23
17
1
53
20
53
20
JUMLAH
35
142
79
12
268
100
268
100
C.
Urusan Lingkungan Hidup
Data kualitas udara diperoleh melalui kegiatan pemantauan kualitas ambient
dilakukan dalam upaya memperoleh data kualitas udara ambient Kota
Pontianak bulanan dengan 5 parameter yaitu PM 10, Ozon, NO2, CO, SO2.
Selain itu dilakukan juga kaliberasi peralatan Fix Station dan pengadaan suku
cadang AQMS dan pengambilan uji petik emisi kendaraan bermotor.
Pemerintah Kota Pontianak telah memiliki Gedung Laboratorium
Lingkungan untuk uji emisi dilapangan, Instalasi Pengelolaan Air Limbah
(IPAL), Laboratorium Lingkungan seluas 10 m3 dan pengadaan mobil
Laboratorium Lingkungan serta sarana dan prasarana pemantauan kualitas
air, sehingga memudahkan dalam melakukan pengkajian/ analisis beban
pencemaran/ tingkat kerusakan kualitas lingkungan hidup berdasarkan hasil
pemantauan kualitas air dan pemantauan kualitas udara ambient.
Sarana TPA yang dimiliki Kota Pontianak saat ini seluas 26,6 hektar dengan
model pengolah berupa open dumping serta sebagian kecil dengan cara
control landfill. Kedepannya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang 18
Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah bahwa model pengelolaan sampah
di TPA diharuskan menggunakan metode sanitary landfill. Hal ini tentu saja
membutuhkan dukungan sarana dan pendanaan yang lebih banyak lagi
mengingat metode pengolahan sampah ini memerlukan penanganan khusus
secara intensif.
D.
Urusan Pekerjaan Umum
Penyelenggaraan urusan pekerjaan umum di Kota Pontianak adalah
menyangkut pembangunan di bidang sumber daya air dan kebinamargaan
yang mana disesuaikan dengan pembagian fungsi dan kewenangan di
lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Di bidang sumber daya air dilakukan
pengelolaan sungai dan saluran drainase kota dalam rangka pengendalian
genangan dan banjir. Sedangkan di bidang bina marga dilakukan pengelolaan
jalan dan jembatan yang masuk dalam kategori jalan kota (SK Walikota
Pontianak).
Konsentrasi pengelolaan jalan tahun 2014 masih diarahkan untuk
meningkatkan volume jalan-jalan strategis untuk mengurangi kepadatan lalu
lintas. Juga masih dilakukan peningkatan jalan-jalan kota dengan cara
betonisasi. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi semakin tingginya muka air
genangan yang berdampak pada kerusakan aspal jalan. Pembangunan jalan
baru tahun 2014 masih diarahkan pada kawasan utara Pontianak untuk
meransang pertumbuhan sehingga terjadi pemerataan pertumbuhan
wilayah.
E.
Urusan Cipta Karya dan Perumahan
Guna mendorong perkembangan kawasan potensial, sesuai dengan
Permendagri Nomor 29 Tahun 2008 tentang Pengembangan Kawasan
Strategis Cepat Tumbuh di daerah, di dalam RTRW telah ditetapkan
kawasan-kawasan strategis berdasarkan potensi-potensi daerah yang
dimiliki oleh masing-masing kawasan. Kawasan strategis cepat tumbuh
adalah merupakan bagian kawsan strategis yang telah berkembang atau
potensial untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan sumber daya
dan geografis yang dapat menggerakkan ekonomi wilayah sekitarnya.
Kawasan ini berupa kawasan pelabuhan dan kawasan perdagangan pusat
kota.
F.
Urusan Penanaman Modal
Kota Pontianak masih memerlukan dukungan penanaman modal baik
penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing dalam rangka
mengoptimalkan potensi perekonomian daerah. Untuk menjalankan urusan
ini, Badan Pelayanan Perijinnan Terpadu bertindak sebagai fasilitator dalam
meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan prinsip-prinsip
pelayanan yang sederhana, jelas, pasti, aman, terbuka, efisien dan ekonomis,
adil serta tepat waktu. Prinsip-prinsip tersebut diharapkan dapat mendorong
terciptanya suasana yang kondusif di kalangan masyarakat, sehingga dapat
menumbuhkan
simpati
masyarakat
untuk
berperan
aktif
dalam
penyelenggaraan pembangunan Kota Pontianak.
Tabel 2.15
Target dan Realisasi Pajak Daerah Tahun 2011 Sampai Dengan 2014
Target/realisai
2011
2012
2013
2014
Target
104.409.000,00 157.421.000,00 179.200.000,00 215.311.922,00
Realisasi
117.806.409,73 162.782.495,22 180.464.023,81 204.584.361,33
Capaian (%)
112,83
103,41
100,71
95,02
Gambar 2.4
Kontribusi Per Jenis Pajak Terhadap Pendapatan Pajak Daerah
Kota Pontianak Tahun 2014
Pajak Hotel; 8,07
Pajak Restoran;
17,03
Pajak Hiburan;
4,96
Pajak Reklame;
4,79
PPJU; 23,52
PSB Walet; 0,02
Pajak Parkir; 1,29
PBB P2; 8,98
BPHTB; 31,35
G.
Urusan Ketenagakerjaan
Persentase angkatan kerja di Kota Pontianak pada tahun 2014 adalah
59,47% sedangkan 40,53% termasuk bukan angkatan kerja. Ini beraarti di
Kota Pontianak ada potensi 59,47% penduduk usia kerja yang sudah atau
perlu dikaryakan. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka Kota Pontianak
tahun 2014 adalah 7,05, ini berarti terdapat 7% dari penduduk usia kerja
yang menganggur.
Beberapa indikator ketenagakerjaan Kota Pontianak dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 2.16
Indikator Ketenagakerjaan Kota Pontianak Tahun 2014
Uraian
Nilai (%)
Angkatan Kerja
59,47
Bukan Angkatan Kerja
40,53
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
59,47
Tingkat Penganguran Terbuka
7,05
Gambar 2.5
Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha di Kota
Pontianak Tahun 2014
Upah Minimum Kota (UMK) di Kota Pontianak selalu mengalami kenaikan
dari tahun ketahun. Pada tahun 2014, UMK yang ditetapkan untuk Kota
Pontianak adalah Rp. 1.450.000,- atau naik sebesar Rp. 285.000,-
dibandingkan dengan tahun 2013. UMK ini merupakan suatu standar
minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk
memberikan upah kepada pegawainya.
Pertanian, Perkeb
unan, Kehutanan,
Perburuan, dan
Perikanan
6%
Industri
9%
Perdagangan, Ru
mah makan, dan
jasa akomodasi
32%
Jasa
Kemasyarakatan
sosial dan
perorangan
25%
lainnya
28%
Tabel 2.17
Ketentuan Upah Minimum Yang Berlaku di Kota Pontianak
Tahun 2009-2015 (Rupiah)
Tahun
UMK
(1)
(2)
2008
720.000
2009
785.000
2010
845.000
2011
895.000
2012
995.000
2013
1.165.000
2014
1.425.000
2015
1.625.000
H.
Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
Pengembangan perekonomian Kota Pontianak tidak terlepas dari peranan
Industri Kecil dan Menengah atau Industri Rumah Tangga (IKM/IRT).
Pembinaan dan pelatihan IKM/IRT merupakan salah satu upaya
pengembangan potensi unggulan daerah yang mampu meningkatkan
kualitas
kemampuan
IKM/IRT
dan
nilai
tambah
serta
menumbuhkembangkan IKM/IRT potensial dengan memanfaatkan sumber
daya lokal guna memenuhi kebutuhan pasar lokal, regional maupun global.
Grafik 2.6
Pelayanan Pembinaan Industri Tahun 2011 Sampai Dengan 2014
2011
2012
2013
2014
2015
Jumlah Industri
1876
1972
2023
2072
2072
Jumlah IKM/IRT yang dibina
100
125
600
568
448
1876
1972
2023
2072
2072
100
125
600
568
448
0
500
1000
1500
2000
2500
In
d
u
str
i
(Un
it)
Sama hal nya dengan IKM/IRT, pengembangan perekonomian Kota
Pontianak juga tidak terlepas dari peranan Koperasi dan UKM yang
diharapkan menjadi soko guru perekonomian, mengingat lebih mudah
pengelolaannya dan usahanya dari anggota untuk anggota sehingga lebih
mudah untuk berhubungan. Dengan kenyataan tersebut maka komitmen
Pemerintah Kota Pontianak untuk mengembangkan koperasi dan UKM akan
ditingkatkan pada masa mendatang. Berikut perkembangan koperasi dan
UKM di Kota Pontianak.
Grafik 2.7
Jumlah Koperasi per Kecamatan Tahun 2010 Sampai Dengan 2015
0
100
200
300
400
500
600
700
800
Koperasi di
Kota
Pontianak
Pontianak
Barat
Pontianak
Selatan
Pontianak
Utara
Pontianak
Timur
Pontianak
Kota
Pontianak
Tenggara
2010
770
126
219
73
52
266
34
2011
780
130
223
74
52
264
37
2012
790
132
226
74
52
269
37
2013
797
134
228
74
53
270
38
2014
799
132
197
73
57
254
86
2015
520
80
147
36
32
182
43
Ju
m
lah
Unit
2.2
Evaluasi Capaian Kinerja Sampai Tahun Berjalan
Dalam dokumen
RKPD Kota Pontianak TA 2016
(Halaman 40-48)