• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Pelayanan Umum

Dalam dokumen RKPD Kota Pontianak TA 2016 (Halaman 40-48)

A.

Urusan Pendidikan

Tujuan utama dari penyelenggaraan pendidikan di Kota Pontianak adalah

menciptakan

sumber

daya

manusia

yang

berpengetahuan

dan

berketerampilan yang siap berkompetisi dalam pasar tenaga kerja. Untuk

menuju ke arah pembangunan pendidikan di Kota Pontianak adalah

menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik, membuka akses

seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengecap pendidikan, peningkatan

profesionalisme dan pengetahuan pengajar serta mengembangkan substansi

pembelajaran sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja.

Sampai dengan tahun 2014 Kota Pontianak memiliki sekolah Negeri maupun

sekolah Swasta sebanyak 116 TKA/RA, 191 SD/MI/SDLB, 107

SMP/MTS/SMPLB, dan 95 SMA/MA/SMALB/SMK.

Tabel 2.13

Banyaknya Sekolah di Kota Pontianak Sampai Dengan Tahun 2014

Kecamatan

Sekolah

TK

RA

SD

MI

SDLB

SMP

MTS

SMPLB

SMA

MA

SMALB

SMK

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

Pontianak

Selatan

Negeri

1

15

7

-

-

4

1

3

Swasta

18

13

8

2

-

7

2

4

Pontianak

Timur

Negeri

-

22

-

4

-

-

2

-

1

Swasta

9

2

5

5

2

-

2

1

2

Pontianak

Barat

Negeri

1

-

19

1

5

-

-

1

1

3

Swasta

17

4

3

7

9

8

-

6

3

4

Pontianak

Utara

Negeri

1

-

31

-

5

-

-

1

-

3

Swasta

10

5

6

10

10

8

-

6

3

3

Pontianak

Kota

Negeri

-

-

18

1

4

2

-

2

-

1

Swasta

32

3

13

3

11

6

-

7

6

5

Pontianak

Tenggara

Negeri

-

8

1

-

1

-

-

-

-

-

-

Swasta

15

10

1

2

6

2

2

7

1

2

2

JUMLAH

Negeri

3

-

113

3

-

26

2

-

10

2

-

10

Swasta

101

12

47

26

2

49

28

2

35

16

2

20

Kegiatan Pembangunan yang dilaksanakan pada tahun 2014 diantaranya

adalah :

a)

Pembangunan Gedung SMA N 1 Pontianak (Multi Years)

b)

Pembangunan Gedung SMA N 3 Pontianak

c)

Pembangunan Gedung SMP N 10 Pontianak

d)

Pembangunan Gedung SMP N 14 Pontianak

e)

Pembangunan Gedung SMP N 17 Pontianak

f)

Pembangunan Gedung SMP N 24 Pontianak

g)

Pembangunan Gedung SMP N 25 Pontianak

h)

Pembangunan Gedung SDN 56 Pontianak Barat

i)

Peninggian Halaman Sekolah

j)

Pembangunan Pagar

k)

Pembangunan WC

l)

Peresmian Lapangan Futsal SMA N 5 Pontianak

m)

Peresmian Laboratorium SMA N 10 Pontianak

n)

Peresmian Science Center Kota Pontianak

o)

Peresmian Gedung Autis Center Kota Pontianak

B.

Urusan Kesehatan

Beberapa upaya yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Pontianak dalam

pengembangan upaya kesehatan diantaranya Puskesmas di wilayah kerja

Kota

Pontianak

dalam

meningkatkan

mutu

pelayanan

melalui

pengembangan Puskesmas Rawat Inap. Puskesmas Unggulan merupakan

Puskesmas yang memiliki pelayanan pengembangan yang disesuaikan

dengan kondisi spesifik daerah dan kebutuhan masyarakat setempat.

Adapun Puskesmas Unggulan tersebut diantaranya :

a)

Puskesmas Alianyang dengan pengembangan pelayanan dan perawatan

persalinan serta pengobatan pada sore hari;

b)

Puskesmas Siantan Hilir dengan pengembangan pelayanan UGD 24 jam,

rawat inap dan perawatan persalinan;

c)

Puskesmas Kampung Bali dengan pengembangan pelayanan gigi;

d)

Puskesmas Karya Mulya dengan pengembangan pelayanan dan

perawatan persalinan;

e)

Puskesmas Kom Yos Sudarso degan pengembangan pelayanan VCT HIV-

AIDS;

f)

Puskesmas Saigon dengan pengembangan palayananperawatan gizi

buruk (TFC); dan

g)

Puskesmas Kampung Dalam dengan pengembangan pelayanan dan

perawatan persalinan.

Sampai dengan tahun 2014 jumlah Ketersediaan Fasilitas Kesehatan di Kota

Pontianak dapat diuraikan sebagai berikut :

a)

Rumah Sakit Umum berjumlah 9 unit;

b)

Rumah Sakit Khusus berjumlah 4 unit;

c)

Puskesmas Rawat Inap berjumlah 4 unit;

d)

Puskesmas Non Rawat Inap berjumlah 19 unit;

e)

Puskesmas Pembantu berjumlah 11 unit;

f)

Balai Pengobatan/Klinik berjumlah 18 unit;

g)

Praktik Dokter Perorangan berjumlah 297 unit;

h)

Apotek berjumlah 107 unit; dan

i)

Toko Obat berjumlah 85 unit.

Sedangkan ketersediaan Posyandu di Kota Pontianak sampai dengan tahun

2014 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.14

Ketersediaan Posyandu di Kota Pontianak Tahun 2014

Kecamatan

Posyandu

Ketersediaan

Posyandu

Posyandu

Aktif

Pratama Madya Purnama

Mandiri Jumlah

%

Jumlah

%

Pontianak Kota

1

24

15

5

45

17

45

17

Pontianak Barat

1

30

16

3

50

19

50

19

Pontianak Selatan

11

14

4

2

31

11

31

11

Pontianak Tenggara

-

7

9

-

16

6

16

6

Pontianak Utara

10

44

18

1

73

27

73

27

Pontianak Timur

12

23

17

1

53

20

53

20

JUMLAH

35

142

79

12

268

100

268

100

C.

Urusan Lingkungan Hidup

Data kualitas udara diperoleh melalui kegiatan pemantauan kualitas ambient

dilakukan dalam upaya memperoleh data kualitas udara ambient Kota

Pontianak bulanan dengan 5 parameter yaitu PM 10, Ozon, NO2, CO, SO2.

Selain itu dilakukan juga kaliberasi peralatan Fix Station dan pengadaan suku

cadang AQMS dan pengambilan uji petik emisi kendaraan bermotor.

Pemerintah Kota Pontianak telah memiliki Gedung Laboratorium

Lingkungan untuk uji emisi dilapangan, Instalasi Pengelolaan Air Limbah

(IPAL), Laboratorium Lingkungan seluas 10 m3 dan pengadaan mobil

Laboratorium Lingkungan serta sarana dan prasarana pemantauan kualitas

air, sehingga memudahkan dalam melakukan pengkajian/ analisis beban

pencemaran/ tingkat kerusakan kualitas lingkungan hidup berdasarkan hasil

pemantauan kualitas air dan pemantauan kualitas udara ambient.

Sarana TPA yang dimiliki Kota Pontianak saat ini seluas 26,6 hektar dengan

model pengolah berupa open dumping serta sebagian kecil dengan cara

control landfill. Kedepannya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang 18

Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah bahwa model pengelolaan sampah

di TPA diharuskan menggunakan metode sanitary landfill. Hal ini tentu saja

membutuhkan dukungan sarana dan pendanaan yang lebih banyak lagi

mengingat metode pengolahan sampah ini memerlukan penanganan khusus

secara intensif.

D.

Urusan Pekerjaan Umum

Penyelenggaraan urusan pekerjaan umum di Kota Pontianak adalah

menyangkut pembangunan di bidang sumber daya air dan kebinamargaan

yang mana disesuaikan dengan pembagian fungsi dan kewenangan di

lingkungan Pemerintah Kota Pontianak. Di bidang sumber daya air dilakukan

pengelolaan sungai dan saluran drainase kota dalam rangka pengendalian

genangan dan banjir. Sedangkan di bidang bina marga dilakukan pengelolaan

jalan dan jembatan yang masuk dalam kategori jalan kota (SK Walikota

Pontianak).

Konsentrasi pengelolaan jalan tahun 2014 masih diarahkan untuk

meningkatkan volume jalan-jalan strategis untuk mengurangi kepadatan lalu

lintas. Juga masih dilakukan peningkatan jalan-jalan kota dengan cara

betonisasi. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi semakin tingginya muka air

genangan yang berdampak pada kerusakan aspal jalan. Pembangunan jalan

baru tahun 2014 masih diarahkan pada kawasan utara Pontianak untuk

meransang pertumbuhan sehingga terjadi pemerataan pertumbuhan

wilayah.

E.

Urusan Cipta Karya dan Perumahan

Guna mendorong perkembangan kawasan potensial, sesuai dengan

Permendagri Nomor 29 Tahun 2008 tentang Pengembangan Kawasan

Strategis Cepat Tumbuh di daerah, di dalam RTRW telah ditetapkan

kawasan-kawasan strategis berdasarkan potensi-potensi daerah yang

dimiliki oleh masing-masing kawasan. Kawasan strategis cepat tumbuh

adalah merupakan bagian kawsan strategis yang telah berkembang atau

potensial untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan sumber daya

dan geografis yang dapat menggerakkan ekonomi wilayah sekitarnya.

Kawasan ini berupa kawasan pelabuhan dan kawasan perdagangan pusat

kota.

F.

Urusan Penanaman Modal

Kota Pontianak masih memerlukan dukungan penanaman modal baik

penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing dalam rangka

mengoptimalkan potensi perekonomian daerah. Untuk menjalankan urusan

ini, Badan Pelayanan Perijinnan Terpadu bertindak sebagai fasilitator dalam

meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan prinsip-prinsip

pelayanan yang sederhana, jelas, pasti, aman, terbuka, efisien dan ekonomis,

adil serta tepat waktu. Prinsip-prinsip tersebut diharapkan dapat mendorong

terciptanya suasana yang kondusif di kalangan masyarakat, sehingga dapat

menumbuhkan

simpati

masyarakat

untuk

berperan

aktif

dalam

penyelenggaraan pembangunan Kota Pontianak.

Tabel 2.15

Target dan Realisasi Pajak Daerah Tahun 2011 Sampai Dengan 2014

Target/realisai

2011

2012

2013

2014

Target

104.409.000,00 157.421.000,00 179.200.000,00 215.311.922,00

Realisasi

117.806.409,73 162.782.495,22 180.464.023,81 204.584.361,33

Capaian (%)

112,83

103,41

100,71

95,02

Gambar 2.4

Kontribusi Per Jenis Pajak Terhadap Pendapatan Pajak Daerah

Kota Pontianak Tahun 2014

Pajak Hotel; 8,07

Pajak Restoran;

17,03

Pajak Hiburan;

4,96

Pajak Reklame;

4,79

PPJU; 23,52

PSB Walet; 0,02

Pajak Parkir; 1,29

PBB P2; 8,98

BPHTB; 31,35

G.

Urusan Ketenagakerjaan

Persentase angkatan kerja di Kota Pontianak pada tahun 2014 adalah

59,47% sedangkan 40,53% termasuk bukan angkatan kerja. Ini beraarti di

Kota Pontianak ada potensi 59,47% penduduk usia kerja yang sudah atau

perlu dikaryakan. Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka Kota Pontianak

tahun 2014 adalah 7,05, ini berarti terdapat 7% dari penduduk usia kerja

yang menganggur.

Beberapa indikator ketenagakerjaan Kota Pontianak dapat dilihat pada tabel

berikut:

Tabel 2.16

Indikator Ketenagakerjaan Kota Pontianak Tahun 2014

Uraian

Nilai (%)

Angkatan Kerja

59,47

Bukan Angkatan Kerja

40,53

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)

59,47

Tingkat Penganguran Terbuka

7,05

Gambar 2.5

Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha di Kota

Pontianak Tahun 2014

Upah Minimum Kota (UMK) di Kota Pontianak selalu mengalami kenaikan

dari tahun ketahun. Pada tahun 2014, UMK yang ditetapkan untuk Kota

Pontianak adalah Rp. 1.450.000,- atau naik sebesar Rp. 285.000,-

dibandingkan dengan tahun 2013. UMK ini merupakan suatu standar

minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk

memberikan upah kepada pegawainya.

Pertanian, Perkeb

unan, Kehutanan,

Perburuan, dan

Perikanan

6%

Industri

9%

Perdagangan, Ru

mah makan, dan

jasa akomodasi

32%

Jasa

Kemasyarakatan

sosial dan

perorangan

25%

lainnya

28%

Tabel 2.17

Ketentuan Upah Minimum Yang Berlaku di Kota Pontianak

Tahun 2009-2015 (Rupiah)

Tahun

UMK

(1)

(2)

2008

720.000

2009

785.000

2010

845.000

2011

895.000

2012

995.000

2013

1.165.000

2014

1.425.000

2015

1.625.000

H.

Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

Pengembangan perekonomian Kota Pontianak tidak terlepas dari peranan

Industri Kecil dan Menengah atau Industri Rumah Tangga (IKM/IRT).

Pembinaan dan pelatihan IKM/IRT merupakan salah satu upaya

pengembangan potensi unggulan daerah yang mampu meningkatkan

kualitas

kemampuan

IKM/IRT

dan

nilai

tambah

serta

menumbuhkembangkan IKM/IRT potensial dengan memanfaatkan sumber

daya lokal guna memenuhi kebutuhan pasar lokal, regional maupun global.

Grafik 2.6

Pelayanan Pembinaan Industri Tahun 2011 Sampai Dengan 2014

2011

2012

2013

2014

2015

Jumlah Industri

1876

1972

2023

2072

2072

Jumlah IKM/IRT yang dibina

100

125

600

568

448

1876

1972

2023

2072

2072

100

125

600

568

448

0

500

1000

1500

2000

2500

In

d

u

str

i

(Un

it)

Sama hal nya dengan IKM/IRT, pengembangan perekonomian Kota

Pontianak juga tidak terlepas dari peranan Koperasi dan UKM yang

diharapkan menjadi soko guru perekonomian, mengingat lebih mudah

pengelolaannya dan usahanya dari anggota untuk anggota sehingga lebih

mudah untuk berhubungan. Dengan kenyataan tersebut maka komitmen

Pemerintah Kota Pontianak untuk mengembangkan koperasi dan UKM akan

ditingkatkan pada masa mendatang. Berikut perkembangan koperasi dan

UKM di Kota Pontianak.

Grafik 2.7

Jumlah Koperasi per Kecamatan Tahun 2010 Sampai Dengan 2015

0

100

200

300

400

500

600

700

800

Koperasi di

Kota

Pontianak

Pontianak

Barat

Pontianak

Selatan

Pontianak

Utara

Pontianak

Timur

Pontianak

Kota

Pontianak

Tenggara

2010

770

126

219

73

52

266

34

2011

780

130

223

74

52

264

37

2012

790

132

226

74

52

269

37

2013

797

134

228

74

53

270

38

2014

799

132

197

73

57

254

86

2015

520

80

147

36

32

182

43

Ju

m

lah

Unit

2.2

Evaluasi Capaian Kinerja Sampai Tahun Berjalan

Dalam dokumen RKPD Kota Pontianak TA 2016 (Halaman 40-48)

Dokumen terkait