BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
4.1 Setting Penelitian
4.3.5 Hasil Temuan Penelitian
4.3.5.1.2 Aspek Yang Mempengaruhi Keberhasilan Wirausaha
Subjek tidak mengalami kendala finansial dalam awal atau proses mendirikan usaha. Karena sebelum subjek keluar dari pekerjaannya, subjek telah merencanakan masa depannya dengan rutin menabungkan gaji yang didapatnya setiap bulan dengan nominal minimal Rp 2.000.000; setiap bulannya.
Nek hambatan koyo modal, insyaalloh mboten Mbak. Hambatan awal pas pados pegawai, golek pegawai sing iso cocok karo visi misi ne awak dewe ki angel lho Mbak In...(AI a-W19: 180611)
(Kalau hambatan seperti modal, insyaallah tidak ada Mbak. Hambatan awal itu ya waktu mencari pegawai, mencari pegawai yang sesuai visi misi kita itu susah lho Mbak In.
...Ann ketrucut ngomong karo bojone yen pendak wulan iso nabung gajine minimal 2 juta... (AI a-W7: 190611)
(...Ann keceplosan bicara ke suaminya kalau setiap bulan bisa nabung sebagian gajinya minimal 2 juta.)
Ketika keluar dari pekerjaannya, subjek mendapat modal awal usaha dari suaminya Masalah keuangan usaha muncul ketika subjek ingin memperluas usahanya, keuntungan yang dimiliki dari berbagai macam usaha dirasa kurang untuk menutupi kebutuhan untuk memperluas usaha kulinernya, sehingga subjek dan suami memutuskan untuk menambah modal dengan bantuan pembiayaan dari Bank Syariah Mandiri.
Kalau dulu modal usaha di rumah aku yang modalin. Gila aja Mbak aku suruh dia keluar kerja tapi gak dimodalin, iso dibeleh morotuoku Mbak
(bisa disembelih mertuaku Mbak- ind). Dasarnya kan mertuaku sudah punya warung Mbak jadi apa-apa awalnya yang mernahke (memberitahu-ind) ya mertuaku nek kami ada lera-lerune (kekurangannya- ind). Tapi sekarang kan sudah makin besar jadi ambil tambahan modal dapet dari Bank syariah Mandiri. (AI c-W8: 190611)
Untuk usaha event organizer, subjek bekerjasama dengan Ibu Dhani, modal untuk keperluan dalam penyelenggaraan event sepenuhnya menggunakan modal uang dari ibu Dhani. Subjek hanya membantu mengelola, sedangkan keuntungan yang diperoleh dibagi berdua subjek dengan Ibu Dhani..
Alhamdulillah semua masih dari saya Mbak. Teman-teman membantu saya sepenuhnya dalam menjalankan usaha ini… (AI b-W11: 300911)
Dalam perijinan usaha, subjek tidak mendapatkan kesulitan yang berarti karena subjek sering menitipkan masalah kepengurusan perijinan usaha dan iklan usaha pada orang yang bekerja pada instansi yang terkait sehingga tidak merepotkan dan menghabiskan banyak waktu untuk mengurusi masalah perijinan usaha sendiri..
Nek masalah ijin ora kabeh ngurus dewe Mbak, ono sing dititipin orang dinas, kaya bikin SIUP sama HO karena gak bisa sehari jadi, kalau NPWP sama pajak kita urus sendiri tekno iso sedino rampung.(AI a-W15: 190611) (Kalau masalah perijinan tidak semua diurus sendiri Mbak, ada yang dititipkan orang dinas, seperti membuat SIUP dan HO karena tidak bisa sehari jadi, kalau NPWP dan pajak kita mengurus sendiri karena bisa sehari selesai.)
Kalau ijin PiRT nya, ijin gangguan dan lain-lainnya aku sendiri yang urus Mbak, dulu pake calo tapi ternyata lambreta(lama) sekali jadi sekarang aku urus sendiri... (AI a-W15: 190611)
Ijin usaha digunakan subjek untuk meyakinkan kepada pelanggan atau calon mitra usaha mengenai legalitas usaha kuliner yang dikelola subjek. Terkadang legalitas usaha ini juga kurang dapat dirasakan manfaatnya oleh subjek karena yang urgendiperlukan subjek dan mitra dalam bekerjasama adalah standar uji kelayakan bahan pangan dari Badan POM dan standar halal dari MUI.
Mengenai tempat usaha yang dipergunakan subjek sepenuhnya adalah aset milik pribadi subjek dan keluarga, sehingga subjek tidak mengeluarkan biaya rutin untuk menyewa tempat usaha.
Neg warunge alhamdulillah kabeh nggone kulo sedanten, dadi mboten enten sing nyewo panggonan. Minimarket ngajengan niku gih lemah kulo, sing bangun nggih Ann dewe, terus warung niki kan omahe Ann, lha gandeng latare jembar tur pinggir dalan kan cocok nek tak deg i warung, opo meneh latare parkir jembar, strategis Mbak.(AI a-W20: 180611)
(Kalau warungnya Alhamdulillah semua punya saya sendiri, jadi tidak ada yang sewa tempat. Minimarket didepan rumah itu juga tanahnya punya saya, tapi yang bangun Ann sendiri, kemudian warung ini kan rumahnya Ann sendiri, karena halamannya masih luas dan letaknya dipinggir jalan raya, cocok kalau dibangunkan warung makan apalagi halaman untuk parkirnya luas jadi strategis sekali Mbak.)
Pemilihan tempat usaha yang strategis juga berpengaruh pada banyaknya omset yang diperoleh subjek setiap harinya. Usaha kelontong dan rumah makan subjek merupakan jenis usaha rutin yang banyak orang butuhkan setiap harinya. Subjek memiliki beberapa kelebihan dari ruang usahanya antara lain terletak dipinggir jalan raya utama penghubung Kabupaten Sleman dan Kulonprogo. Tempat usaha subjek dekat dengan jalan akses utama masuk beberapa perumahan dan dekat dengan tempat tinggal subjek merupakan keputusan tepat yang diambil ketika memulai usaha karena subjek bisa menghemat pengeluaran rutin untuk menyewa tempat. Karena tempat usaha milik sendiri maka modal usaha dapat dimaksimalkan untuk loading barang dan menjalankan usaha.
Subjek selalu berusaha menyelesaikan tugasnya dengan baik dan tepat waktu. Subjek mampu melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu atau multi tasking karena kegiatan kerjanya terjadwal, teratur dan dikerjakan dengan ikhlas, penuh perjuangan dan tanggung jawab serta kerja keras akan membuat seseorang
bekerja dengan senang hati dan lebih bersemangat dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Klo saya sih memaknainya sebagai hasil perjuangan, kerja keras, gak cuma hasil pemikiran. Kalo hasil pemikiran pasti cuma mikir aja tapi gak ada aksinya, tapi kalo berjuang itu kita pasti mikir gimana caranya kita memulai, step by step pasti secara sadar kita tahu mau ngapain aja. Takaran sukses tiap orang beda sih Mbak. Sukses itu ada yang memaknainya kalo punya banyak duit. Kalo bisa punya rumah usaha sendiri, punya kendaraan lebih dari satu, banyak mbak takaran sukses orang. (A-W5: 240611)
Semangat kerja subjek yang lincah dan cekatan mampu memberikan pencerahan dan menginspirasi orang lain di sekitarnya, karena dalam melaksanakan semua aktivitas subjek selalu membawa keceriaan pada sekitarnya dan tidak pernah mengeluh walau sedang mengalami kesulitan.