BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
4.1 Pembahasan
4.1.1. PT Astra Agro Lestari Tbk
Perhitungan X1 (Dalam Jutaan Rupiah) Tahun Aktiva
Lancar
Kewajiban
Lancar Modal Kerja
Total Aktiva X1 2011 1.857.025 1.467.569 389.456 10.204.495 0,038165142 2012 1.780.395 2.600.540 -820.145 12.419.820 -0,066035176 2013 1.691.694 3.759.265 -2.067.571 14.964.431 -0,138165694 2014 2.403.615 4.110.955 -1.707.340 18.559.354 -0,091993504 2015 2.814.123 3.522.133 -708.010 21.512.371 -0,032911760
72
Tabel 6
Perhitungan X2 (Dalam Jutaan Rupiah) Tahun Laba Ditahan Total Aktiva X2
2011 7.268.639 10.204.495 0,712297767 2012 8.158.203 12.419.820 0,656869665 2013 9.019.251 14.964.431 0,602712592 2014 10.544.828 18.559.354 0,568167836 2015 10.413.840 21.512.371 0,484086110
Sumber: Hasil Analisis
Tabel 7
Perhitungan X3 (Dalam Jutaan Rupiah)
Tahun EBIT Total Aktiva X3
2011 3.332.932 10.204.495 0,326614105 2012 3.524.839 12.419.820 0,283807575 2013 2.598.613 14.964.431 0,173652643 2014 3.681.837 18.559.354 0,198381743 2015 1.175.513 21.512.371 0,054643582
Sumber: Hasil Analisis
Tabel 8
Perhitungan X4 (Dalam Jutaan Rupiah) Tahun Jumlah Lembar
Saham Harga Saham Perlembar MVE Total Hutang X4 2011 1.575 21.700 34.177.500 1.778.337 19,21879824 2012 1.575 19.700 31.027.500 3.054.409 10,1582663 2013 1.575 25.100 39.532.500 4.701.077 8,409243244 2014 1.575 24.250 38.193.750 6.725.576 5,67888163 2015 1.575 15.850 24.963.750 9.813.584 2,543795417
Sumber: Hasil Analisis
Tabel 9
Perhitungan X5 (Dalam Jutaan Rupiah)
Tahun Penjualan Total Aktiva X5
2011 10.772.582 10.204.495 1,055670271 2012 11.564.319 12.419.820 0,931118084 2013 12.674.999 14.964.431 0,847008416 2014 16.305.831 18.559.354 0,878577509
2015 13.059.216 21.512.371 0,607056098 Sumber: Hasil Analisis
Setelah hasil dari perhitungan rasio diketahui seluruhnya, maka langkah selanjutnya adalah dengan memasukkan rasio-rasio keuangan kedalam model Altman (Z-Score), sehingga dapat diperoleh suatu nilai yang menunjukkan seberapa besar tingkat kesehatan keuangan dari perusahaan. Berikut adalah perhitungan nilai Z-Score untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaan PT. Astra Agro Lestari Tbk selama tahun 2011 – 2015.
Tabel 10
Perhitungan Nilai Z-Score pada PT. Astra Agro Lestari Tbk
Tahun Nilai X1 sampai X5 Nilai
Z-Score Indikasi 2011 1,2 (0,038165142) + 1,4 (0,712297767) + 3,3 (0,326614105) + 0,6 (19,21879824) + 1,0 (1,055670271) 14,7078 Sehat 2012 1,2 (-0,066035176) + 1,4 (0,656869665) + 3,3 (0,283807575) + 0,6 (10,1582663) + 1,0 (0,931118084) 8,8030 Sehat 2013 1,2 (-0,138165694) + 1,4 (0,602712592) + 3,3 (0,173652643) + 0,6 (8,409243244) + 1,0 (0,847008416) 7,1436 Sehat 2014 1,2 (-0,091993504) + 1,4 (0,568167836) + 3,3 (0,198381743) + 0,6 (5,67888163) + 1,0 (0,878577509) 5,6256 Sehat 2015 1,2 (-0,032911760) + 1,4 (0,484086110) + 3,3 (0,054643582) + 0,6 (2,543795417) + 1,0 (0,607056098) 2,9519 Abu-abu
Sumber: Hasil Analisis
Dengan menggunakan analisis model Z-Score dapat diketahui bahwa kondisi keuangan PT. Astra Agro Lestari Tbk untuk periode 2011 – 2015 terus mengalami penurunan setiap tahunnya, sehingga untuk dapat dinyatakan sebagai perusahaan yang sehat yaitu > 2,99 masih jauh pencapaiannya.
74
Berdasarkan nilai standar Z-Score yang telah ditetapkan oleh Altman bahwa nilai Z-Score lebih dari 2,99 dapat dinyatakan perusahaan sehat sehingga perusahaan tidak mengalami masalah dengan kondisi keuangan. Jika nilai Z diantara 1,81 – 2,99 maka perusahaan berada dalam kondisi ketidakpastian (Gray Area), sedangkan jika nilai Z di bawah 1,81 maka perusahaan dinyatakan perusahaan yang tidak sehat sehingga perusahaan harus segera melakukan perbaikan baik manajemen maupun struktur kelola keuangan. Ini dapat dibuktikan dengan melihat perhitungan nilai Z- Score PT. Astra Agro Lestari Tbk tahun 2011 – 2015 adalah sebagai berikut:
Tingkat kesehatan keuangan PT. Astra Agro Lestari Tbk periode 2011 sampai 2014 berpeluang besar dinyatakan sehat walaupun perusahaan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun dengan masing-masing nilai Z sebesar 14,7078, 8,8030, 7,1436, dan 5,6256. Dan tahun 2015 perusahaan termasuk dalam kategori Gray Area dengan nilai Z sebesar 2,9519. Hal ini menandakan bahwa perusahaan memiliki permasalahan keuangan dan manajemen setiap tahunnya.
Pada tahun 2011 terjadi peningkatan keuangan yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh seluruh nilai variabel X1 sampai X5 yang tinggi daripada tahun lainnya. Pada variabel X1 yaitu modal kerja terhadap total aktiva bernilai positif, artinya kemampuan perusahaan untuk menghasilkan modal kerja dari keseluruhan
aktivanya dapat dikatakan baik karena nilai tersebut bernilai positif dan perusahaan dikategorikan likuid karena perusahaan dapat memenuhi kewajiban lancarnya dengan nilai modal kerja sebesar Rp 389.456,- (dalam jutaan) dan nilai variabel X1 (modal kerja terhadap total aktiva) sebesar 0,0382. Pada variabel X2 yaitu laba ditahan terhadap total aktiva nilainya sebesar 0,7123, angka ini lebih besar dari tahun-tahun selanjutnya. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba ditahan dari total aktiva adalah baik. Selanjutnya, tingginya nilai pada variabel X3 yaitu EBIT terhadap total aktiva sebesar 0,3266. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sebelum pembayaran bunga dan pajak adalah baik sehingga efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber dayanya juga baik.
Pada variabel X4, tingginya nilai pasar ekuitas terhadap nilai buku hutang pada tahun 2011 sebesar 19,2188. Hal ini dapat diartikan bahwa perusahaan dalam memenuhi kewajiban dari nilai pasar ekuitasnya masih bisa ditangani karena nilai X4 bernilai positif. Dan pada variabel X5, tingginya nilai penjualan perusahaan terhadap total aktiva sebesar 1,0557. Tingginya nilai ini terjadi karena nilai penjualan perusahaan yang tinggi daripada total aktiva sehingga perusahaan dapat dikatakan berhasil dalam meningkatkan penjualan pada tahun 2011.
76
Tetapi pada tahun 2012 terjadi penurunan keuangan yang cukup tinggi dengan selisih nilai Z yaitu sebesar 5,9048. Pengaruh terbesar adalah menurunnya variabel X1 dan X4. Variabel X1 yaitu modal kerja terhadap total aktiva yang bernilai negatif, artinya kemampuan perusahaan untuk menghasilkan modal kerja dari keseluruhan aktivanya dapat dikatakan kurang baik karena nilai tersebut tidak bernilai positif dan perusahaan dikategorikan tidak likuid karena perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban lancarnya dengan nilai modal kerja sebesar Rp -820.145,- (dalam jutaan) dengan nilai X1 (modal kerja terhadap total aktiva) sebesar -0,066. Selain itu karena menurunnya nilai pasar ekuitas terhadap total hutang dengan besarnya nilai X4 sebesar 10,1583. Hal ini dapat diartikan bahwa perusahaan dalam memenuhi kewajiban dari nilai pasar ekuitasnya masih belum bisa ditangani karena meningkatnya total hutang.
Tahun 2013 dan 2014 nilai Z perusahaan terus mengalami penurunan dengan masing-masing nilai sebesar 7,1436 dan 5,6256. Penurunan nilai Z perusahaan tahun 2013 disebabkan oleh menurunnya salah satunya variabel yaitu X1 (modal kerja terhadap total aktiva) yang bernilai negatif, artinya kemampuan perusahaan untuk menghasilkan modal kerja dari keseluruhan aktivanya dapat dikatakan kurang baik karena nilai tersebut tidak positif dan perusahaan dikategorikan tidak likuid karena perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban lancarnya dengan nilai modal kerja
sebesar Rp -2.067.751,- (dalam jutaan) dan nilai variabel X1 (modal kerja terhadap total aktiva) sebesar -0,1382. Sedangkan penurunan nilai Z perusahaan tahun 2014 disebabkan oleh menurunnya salah satunya variabel yaitu X2 (laba ditahan terhadap total aktiva) sebesar 0,5682. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba ditahan dari total aktiva adalah kurang baik baik.
Sedangkan tahun 2015 perusahaan mengalami perubahan status menjadi abu-abu (gray area) dikarenakan menurunnya seluruh variabel X1 sampai X5 dengan nilai Z sebesar 2,9519. Salah satu penurunan nilai Z perusahaan yaitu variabel X3 (EBIT terhadap total aktiva) dikarenakan nilai EBIT hanya sebesar RP 1.175.513 (dalam jutaan) dengan nilai Z sebesar 0,0546. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sebelum pembayaran bunga dan pajak adalah rendah sehingga efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber dayanya juga kurang baik. Selain itu, menurunnnya nilai Z perusahaan dikarenakan menurunnya variabel X5 yaitu tingkat penjualan terhadap total aktiva yang hanya sebesar Rp 13.059.216,- (dalam jutaan) dari tahun sebelumnya pada tahun 2014 dengan besarnya nilai penjualan sebesar Rp 16.305.831,- (dalam jutaan). Penurunan ini terjadi karena nilai penjualan yang menurun dari tahun sebelumnya sedangkan total aktivanya mengalami kenaikan sehingga perusahaan dapat dikatakan tidak cukup berhasil dalam
78
meningkatkan penjualan pada tahun 2015 dengan nilai Z sebesar 0,6071.
Dari pembahasan yang telah disajikan diatas, penulis mengambil kesimpulan bahwa PT. Astra Agro Lestari Tbk tahun 2011 sampai 2014 adalah perusahaan dinyatakan sehat dengan nilai Z di atas 2,99. Sedangkan tahun 2015 perusahaan termasuk dalam kategori Gray Area karena nilai Z diantara 1,81 dan 2,99.
4.1.2 PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk