Bab II Pengelolaan Kasus
2.4 Asuhan Keperawatan Kasus
FAKULTA 2.4.1 PENGKAJI BIODATA IDENTITAS P Nama Jenis Kelamin Umur Statur Perkaw Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Tanggal Masuk R No.Register Ruangan/Kam Golongan dara Tanggal pengka Tanggal opera Diagnosa Medi awatan Kasus AM DIII KEPERAWATAN TAS KEPERAWATAN USU AJIAN S PASIEN : Ny. S in : Perempuan : 34 tahun winan : Menikah : Islam : S1
: Pegawai Negri Sipil
: Jl. Letda Sujono Gg. Seram suk RS : 03 Juni 2014
: 928039
amar : Neonati (Kamar 504) arah : O
gkajian : 04 Juni 2014 rasi : 03 Juni 2014
I. KELUHAN UTAMA :
Ny. S mengeluh nyeri pada bagian abdomen, nyeri seperti disayat-sayat dengan skala nyeri 7 (diukur dengan skala nyeri numerik dengan rentang nyeri 0-10), nyeri tidak menyebar dan nyeri dirasakan pada saat bergerak.
II. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG
A. Provocative/palliative
1. Apa penyebabnya
Post operasi caesar hari ke-1 2. Hal-hal yang memperbaiki keadaan
Ny. S mengatakan hal yang memperbaiki keadaan adalah setelah minum obat penghilang nyeri dan disertai dengan istirahat.
B. Quantity/quality
1. Bagaimana dirasakan
Ny. S mengatakan nyeri seperti disayat-sayat pada bagian abdomen, dengan skala nyeri 7 (rentang nyeri 0-10).
2. Bagaimana dilihat
Pada saat wawancara Ny. S terlihat meringis menahan nyeri dilihat dari raut wajah pasien dan pasien terlihat lemah di atas tempat tidur.
C. Region
1. Dimana lokasinya
Di bagian abdomen, kuadran kanan bawah dan kuadran kiri bawah, regio inguinalis dextra (regio kanan bawah) dan regio inguinalis sinistra (regio kiri bawah).
2. Apakah menyebar
Klien mengatakan nyeri hanya pada bagian abdomen dan tidak menyebar.
D. Severity
Ny. S mengatakan keadaan yang sekarang mengganggu kebiasaannya, dengan skala nyeri 7 (rentang nyeri 0-10).
E. Time
Dirasakan pada saat bergerak.
III. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
A. Penyakit yang pernah dialami
Klien mengatakan tidak pernah menderita penyakit yang berat, hanya demam,pusing dan flu biasa saja.
B. Pengobatan/tindakan yang dilakukan
Ny. S mengatakan jika demam,pusing dan flu hanya beli obat di warung.
C. Pernah dirawat/dioperasi
Ny. S mengatakan tidak pernah dirawat maupun dioperasi.
D. Lama dirawat
Ny. S mengatakan tidak pernah dirawat di rumah sakit.
E. Alergi
Ny. S mengatakan tidak ada alergi terhadap obat, makanan, binatang maupun lingkungan.
F. Imunisasi
Ny. S mengatakan mendapatkan imunisasi lengkap.
IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU
A. Orang Tua
Orang tua Ny. S tidak ada mengalami penyakit yang berat.
B. Saudara Kandung
Saudara kandung Ny. S tidak ada mengalami penyakit yg berat.
C. Penyakit keturunan yang ada
Tidak ada penyakit keturunan dari keluarga Ny. S
D. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
Jika ada, hubungan keluarga : tidak ada Gejala : tidak ada
E. Anggota keluarga yang meninggal
Tidak ada anggota keluarga yang meninggal.
F. Penyebab meninggal
Tidak ada anggota keluarga yang meninggal.
V. RIWAYAT OBSTETRIK
G:0 P:1 A:0 HPHT: 10 September 2013 TTP: 02 Juni 2014
N o
Umur Komplikasi/Masalah Kondisi
Anak
Penolong
Kehamilan Persalinan Nifas
1. 34 Tidak ada masalah selama kehamilan
Persalinan Sectio Saecaria ibu tidak kuat menahankan sakit Masalah nyeri Kondisi anak baik. Apgar score 7 Dokter bedah, perawat anastesi,pe rawat pelaksana
VI. RIWAYAT KEADAAN PSIKOLOGI
A. Persepsi pasien tentang penyakitnya
Klien mengatakan keadaan sekarang adalah hal yang wajar
B. Konsep Diri
- Gambaran Diri : Pasien mengatakan sedikit terganggu dengan adanya luka SC, tapi pasien bisa menerima, pasien mengatakan aktivitas dibantu perawat dan keluarga.
- Ideal Diri : Pasien mengatakan akan merawat bayinya secara mandiri dan tetap memberikan ASI meskipun belum mengerti teknik menyusui dengan benar.
- Harga Diri : Pasien mengatakan senang dengan kelahiran anak pertama.
- Peran Diri : Pasien mengatakan selain menjadi istri dia juga menjadi seorang ibu.
- Identitas : Pasien merasa senang bahwa bayinya selamat
C. Keadaan Emosi
Keadaan emosi masih dapat terkontrol.
D. Hubungan Sosial
- Orang yang berarti :
Ny. S mengatakan orang yang berarti adalah keluarganya.
- Hubungan dengan keluarga :
Ny. S menjalin hubungan baik dengan keluarga. - Hubungan dengan orang lain :
Ny. S dapat berinteraksi dengan orang yang ada di sekitarnya. - Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Tidak ada hambatan dalam berhubungan, keluarga dan tetangga sering menjenguk pasien selama di rawat di rumah sakit.
E. Spiritual
- Nilai dan keyakinan
Ny. S memeluk agama Islam dan percaya dengan Tuhannya. - Kegiatan ibadah
Ny. S beribadah sesuai ketentuan agamanya, di Rumah Sakit Ny. S hanya berdoa saja.
VII. PEMERIKSAAN FISIK
A. Keadaan umum Kesadaran composmentis B. Tanda-tanda vital - Suhu tubuh : 36,5 C - Tekanan darah : 120/70 mmHg - Nadi : 86x/menit - Pernafasan : 24x/menit
- Skala nyeri : 7 (rentang nyeri 0-10)
- TB : 157 cm
- BB : 57 kg
C. Pemeriksaan Head to toe
Kepala dan rambut
- Bentuk : Bulat dan simetris
- Ubun-ubun : Keras
- Kulit kepala : Bersih
Rambut
- Penyebaran dan keadaan rambut : rambut bersih dan rapi
- Bau : tidak ada bau
- Warna kulit : hitam
Wajah
- Warna kulit : sawo matang
- Struktur wajah : lengkap
- Tampak meringis menahan nyeri Mata
- Kelengkapan dan kesimetrisan : lengkap dan simetris
- Palpebra : normal
- Konjungtiva dan sklera : konjungtiva tidak pucat dan skelra berwarna putih
- Pupil : normal, bentuk bulat, letak sentral, isokor ± 3mm
- Kornea dan iris : transparan, halus, bersih dan jernih
- Visus : pasien masih dapat membaca dalam
jaram +/- 3 meter
Hidung
- Tulang hidung dan posisi septum nasi : simetris dan tidak ada kelainan
- Lubang hidung : simetris
- Cuping hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung
Telinga
- Bentuk telinga : simetris antara kiri dan kanan - Ukuran telinga : normal, sama ukurannya antara kiri
dan kanan
- Lubang telinga : bersih, tidak ada kotoran - Ketajaman pendengaran : normal
Mulut dan faring
- Keadaan bibir : tidak kering - Keadaan gusi dan gigi : bersih
- Keadaan lidah : berwarna merah muda Leher
- Posisi trachea : normal, teraba pada kedua sisi - Thyroid : tidak teraba pembesaran thyroid
- Suara : normal dan jelas
- Kelenjar limfa : tidak ada pembesaran kelelenjar getah bening
- Vena jugularis : dapat teraba - Denyut nadi karotis : denyut nadi teraba Payudara
- Inspeksi :Simetris kiri dan kanan, putting susu menonjol
- Palpasi :Tidak ada massa dan nyeri tekan, terdapat colostrum saat putting susu dipencet
Pemeriksaan integument
- Kebersihan : kulit bersih
- Kehangatan : 36,50C
- Warna : sawo matang
- Turgor : kembali cepat < 2 detik
- Kelembaban : keadaan kulit lembab
- Kelainan pada kulit : tidak ada kelainan Pemeriksaan thoraks/dada
- Inspeksi thoraks (normal, burrel chest, funnel chest, pigeon chest, flail chest, kifos koliasis) : normal
- Pernafasan (frekuensi,irama) : frekuensi 24x/menit, irama vesikuler
- Tanda kesulitan bernafas : tidak ada kesulitan bernafas Pemeriksaan paru
- Palpasi getaran suara : getaran merata di paru-paru kanan dan kiri
- Perkusi : resonan
- Auskultasi (suara nafas, suara ucapan, suara tambahan): bronkovesikuler, suara nafas normal, tidak ada suara tambahan
Pemeriksaan jantung
- Inspeksi : warna kulit dada normal seperti warna kulit tubuh, tidak ada kebiruan atau pucat
- Palpasi : tidak teraba massa atau benjolan
- Perkusi : dullnes
Pemeriksaan abdomen
- Inspeksi : terdapat luka jahitan SC ± 13 cm secara horizontal di kuadran kanan atas dan kiri bawah, regio kanan bawah dan regio kiri bawah dan masih dibalut kassa.
- Auskultasi : frekuensi peristaltik usus : 5x/menit
- Palpasi (tanda nyeri tekan, benjolan, ascites, hepar, klien) : ada nyeri tekan, ada luka bekas insisi horizontal dan keadaan luka baik, luka masih di bungkus kassa.
- Perkusi (suara abdomen) : timpani Pemeriksaan kelamin dan daerah sekitarnya
- Genitalia (rambut pubis, lubang uretra) : tidak ada kelainan
- Anus dan perineum (lubang anus, kelainan pada anus, perineum): normal, terdapat lubang anus dan tidak ada kelainan
- Terdapat Lochea
Pemeriksaan musculoskeletal/ekstremitas (kesimetrisan, kekuatan otot, edema) :
- Ekstremitas atas
Tidak ada edema, tangan sebelah kanan terpasang infus RL 20 tetes/menit, jumlah jari lengkap
- Ekstremitas bawah
Tidak ada edema, jumlah jari kaki lengkap Fungsi motorik
- Fungsi motorik pasien hanya mampu menggerakkan sedikit ekstremitas atas dan ekstremitas bawah
Fungsi sensorik (identifikasi sentuhan, tes tajam tumpul, panas dingin, getaran) :
- Pasien dapat mengetahui area kulit yang diberi sentuhan, pasien mampu mengidentifikasi benda tajam dan tumpul, pasien mampu membedakan
rasa panas dan dingin, pasien mampu merasakan getaran yang diberi pada daerah wajah.
VIII. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI
I. Pola makan dan minum
- Frekuensi makan/hari : 3 kali / hari
- Nafsu/selera makan : pasien mengatakan selera makan seperti biasa
- Nyeri ulu hati : tidak ada nyeri ulu hati
- Alergi : tidak ada alergi makanan
- mual dan muntah : tidak ada mual dan muntah - Waktu pemberian makanan : 08.00 wib, 14.00 wib, 19.00 wib - Jumlah dan jenis makanan : nasi, sayur, lauk, buah
- Waktu pemberian cairan/minuman : pasien terpasang cairan infuse RL 20 tetes / menit, minum apabila haus.
- Masalah makan dan minum (kesulitan menelan, mengunyah) : Tidak ada kesulitan menelan
II. Perawatan diri/personal hygiene
- Kebersihan tubuh : pasien hanya dilap saja pada pagi hari oleh keluarga
- Kebersihan gigi dan mulut : bersih - Kebersihan kuku kaki dan tangan : bersih
III. Pola kegiatan/aktivitas
- Uraian aktivitas pasien untuk mandi, makan, eliminasi, ganti pakaian dilakukan secara sebahagian :
Pasien mandi 1x sehari, oral hygiene dilakukan pada pagi hari, pasien makan 3x sehari, ganti pakaian 1x sehari. Semua aktivitas pasien dibantu oleh perawat dan keluarga.
- Uraikan aktivitas ibadah pasien selama dirawat/sakit :
Pasien melakukan ibadah hanya berdoa saja selama dirawat di rumah sakit.
IV. Pola eliminasi
1. BAB
- Pola BAB : 1 kali / hari
- Karakter feses : berwarna kuning kecoklatan, konsitensi padat,bau khas feses
- Riwayat perdarahan : tidak ada perdarahan - BAB terakhir : tanggal 01 Juni 1014
- Diare : tidak ada diare
- Penggunaan laksatif : tidak ada penggunaan laksatif
2. BAK
- Pola BAK : 6-7 kali / hari
- Karakter urine : kuning terang, bau khas urin - Nyeri/rasa terbakar/kesulitan BAK : tidak ada kesulitan BAK - Riwayat penyakit ginjal/kandung kemih : tidak ada
- Penggunaan diuretik : tidak
2.4.2 ANALIASA DATA
No Data Etiologi Masalah
1. DS :
Klien mengatakan nyeri pada abdomennya skala nyeri 7 (rentang nyeri 0-10), terasa seperti di sayat-sayat.
P : kilen mengatakan nyeri bertambah jika bergerak dan berkurang bila minum obat dan disertai dengan istirahat
Q : nyeri seperti di sayat-sayat R : nyeri di area luka operasi
tidak menyebar kebagian lain S : skala nyeri 7 (rentang nyeri
0-10)
T : nyeri muncul saat bergerak
DO :
Terdapat luka jahitan secara horizontal di abdomen dengan panjang insisi ± 13 cm masih terbalut (hari pertama), pasien terlihat memegangi perutnya dan muka tampak meringis kesakitan ketika nyeri timbul. TD : 110/70 mmHg Nadi : 88 x/menit RR : 22 x/menit T : 36⁰C Sectio Caesaria Luka insisi Kerusakan jaringan kulit Nyeri Gangguan aman nyaman : Nyeri
2. DS:
Klien mengatakan tidak mampu memenuhi kebutuhan aktivitas dasar sehari-hari secara mandiri
DO :
• Tampak semua aktivitas klien dibantu oleh keluarga dan perawat
• Wajah tampak meringis • Skala nyeri 4 Sectio Caesaria Luka insisi Nyeri Hambatan mobilisasi fisik Hambatan mobilitas fisik
2.4.3 RUMUSAN MASALAH
Masalah Keperawatan
1. Gangguan aman nyaman: Nyeri berhubungan dengan luka insisi pada abdomen kuadran kanan bawah dan kuadran kiri bawah dan regio kanan bawah dan regio kiri bawah dengan luka insisi horizontal sepanjang ± 13 cm, di tandai dengan pasien tampak meringis menahan nyeri.
2. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan klien tidak mampu memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari secara mandiri ditandai dengan semua aktivitas dibantu oleh keluarga dan perawat, wajah tampak meringis.
Diagnosa keperawatan (prioritas)
Gangguan aman nyaman: nyeri berhubungan dengan luka insisi pada abdomen kuadran kanan bawah dan kuadran kiri bawah, regio inguinalis dextra (regio kanan bawah) dan regio inguinalis sinistra (regio kiri bawah), dengan luka insisi horizontal, sepanjang ± 13 cm, nyeri seperti disayat-sayat dengan skala nyeri 7 (rentang nyeri 0-10), ditandai dengan pasien tampak meringis menahan nyeri, memegang bagian abdomen yang luka.
2.4.4 PERENCANAAN KEPERAWATAN DAN RASIONAL
No.
Dx Perencanaan Keperawatan
1 Tujuan dan kriteria hasil :
- Nyeri berkurang
- Skala nyeri 3 (diukur dengan skala nyeri numerik dengan rentang nyeri 0-10)
- Wajah tidak tampak meringis dan tidak terlihat menahan nyeri
- Rileks, dapat beristirahat, dan beraktivitas sesuai kemampuan
- Tanda-tanda vital dalam batas normal
Intervensi Rasional
Mandiri
1. Lakukan pengkajian tentang nyeri meliputi lokasi, waktu, kualitas, intensitas nyeri
2. Observasi respon nonverbal dari ketidaknyamanan (misalnya wajah meringis) terutama ketidakmampuan untuk berkomunikasi secara efektif.
3. Ajarkan menggunakan teknik nonanalgetik seperti latihan napas dalam, mengalihkan nyeri (menonton tevelisi, membaca buku atau majalah, mendengarkan musik).
1. Mempengaruhi pilihan / pengawasan keefektifan intervensi.
2. Tingkat ansietas dapat mempengaruhi persepsi / reaksi terhadap nyeri
3. Memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan kontrol dan meningkatkan harga diri dan kemampuan koping
4. Kontrol faktor - faktor lingkungan yang yang dapat mempengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanan seperti ruangan dan suara
Kolaborasi
Pemberian analgetik
4. Memberikan ketenangan kepada pasien sehingga nyeri tidak bertambah
Analgetik dapat mengurangi pengikatan mediator kimiawi nyeri pada reseptor nyeri sehingga dapat mengurangi rasa nyeri
2.4.5 PELAKSANAAN KEPERAWATAN
Hari / Tanggal
Implementasi Keperawatan Evaluasi
(SOAP)
Rabu / 04 Juni 2014
- Melakukan pengkajian tentang nyeri meliputi lokasi, waktu, kualitas, intensitas nyeri.
- Mengobservasi respon nonverbal dari ketidaknyamanan (wajah meringis) dan ketidakmampuan untuk berkomunikasi secara efektif.
- Mengajarkan menggunakan teknik nonanalgetik : latihan napas dalam
- Memberikan analgetik (kolaborasi)
S: Klien mengatakan merasakan nyeri pada bagian abdomen karena post SC, nyeri seperti di sayat-sayat, nyeri jika bergerak dengan intensitas nyeri berat O: Klien tampak meringis
menahan nyeri, tampak sulit untuk bergerak dan berkomunikasi, skala nyeri 7 (rentang nyeri 0-10), klien mampu melakukan tekhnik latihan nafas dalam Tanda-tanda vital : TD :110/70 mmHg Nadi : 76 x/menit RR : 22 x/menit T : 36⁰C A: Masalah gangguan aman nyaman: nyeri belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan - Mengajarkan tekhnik mengalihkan (menonton tv dan
membaca majalah) Kamis /
05 Juni 2014
- Melakukan pengkajian tentang nyeri meliputi waktu, kualitas, intensitas nyeri.
- Mengajarkan menggunakan teknik nonanalgetik : mengalihkan (menonton tv dan membaca majalah)
- Memberikan analgetik (kolaborasi)
S: Klien mengatakan nyeri masih terasa di bagian abdomen pada saat bergerak, nyeri seperti di sayat-sayat dengan intensitas nyeri sedang
O: Klien masih memegang bagian abdomen, skala nyeri 5 (rentang nyeri 0-10), klien mampu melakukan tehnik mengalihkan yaitu membaca majalah, klien mampu miring kanan dan kiri secara perlahan- lahan dengan bantuan keluarga Tanda-tanda vital : TD :120/70 mmHg Nadi : 72 x/menit RR : 24 x/menit T : 36⁰C A: Masalah gangguan aman nyaman: nyeri belum teratasi
P: Intervensi dilanjutkan
- Latihan nafas dalam
- Mengalihkan nyeri (menonton tv dan mendengarkan
musik) Jumat /
06 Juni 2014
- Melakukan pengkajian tentang nyeri meliputi waktu, kualitas, intensitas nyeri.
- Mengajarkan menggunakan teknik nonanalgetik: latihan napas dalam dan mengalihkan nyeri (menonton tv, mendengarkan musik)
- Mengontrol faktor - faktor lingkungan yang yang dapat mempengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanan seperti ruangan dan suara
- Memberikan analgetik (kolaborasi)
S: Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang, muncul secara tiba-tiba jika melakukan gerakan yang berlebihan, dengan intensitas nyeri sedang dan klien mengatakan nyaman dengan ruangan O: Klien tampak rileks,
skala nyeri 4 (rentang nyeri 0-10), klien mampu melakukan latihan nafas dalam dan tekhnik mengalihkan yaitu mendegarkan musik Tanda-tanda vital : TD :120/70 mmHg Nadi : 72 x/menit RR : 22 x/menit T : 36,2⁰C A: Masalah gangguan aman nyaman: nyeri sebagian teratasi P: Intervensi dilanjutkan
BAB III
Kesimpulan dan Saran
3.1 Kesimpulan
a. Hasil pengkajian di dapatkan gangguan aman nyaman: nyeri pada Ny. S, klien mengatakan nyeri di daerah abdomen, nyeri seperti disayat-sayat dengan skala nyeri 7 (diukur dengan skala nyeri numerik dengan rentang nyeri 0-10), nyeri tidak menyebar dan nyeri dirasakan pada saat bergerak. b. Diagnosa keperawatan yang ditemui yaitu gangguan aman nyaman: nyeri
berhubungan dengan luka insisi pada abdomen kuadran kanan bawah dan kuadran kiri bawah, regio inguinalis dextra (regio kanan bawah) dan regio inguinalis sinistra (regio kiri bawah), dengan luka insisi horizontal, sepanjang ± 13 cm, nyeri seperti disayat-sayat dengan skala nyeri 7 (rentang nyeri 0-10), ditandai dengan pasien tampak meringis menahan nyeri, memegang bagian abdomen yang luka.
c. Rencana asuhan keperawatan dengan gangguan aman nyaman: nyeri pada Ny. S yaitu kaji tentang nyeri meliputi lokasi, karakteristik, durasi dan kualitas, ajarkan teknik tarik nafas dalam, dan cara mengalihkan nyeri seperti menonton televisi, membaca buku atau majalah, mendengarkan musik dan kolaborasi pemberian analgetik.
d. Implementasi asuhan keperawatan dengan gangguan aman nyaman: nyeri pada Ny. S yaitu mengkaji lokasi, karakteristik, durasi dan kualitas, mengajarkan tekhnik tarik nafas dalam, dan cara mengalihkan nyeri seperti menonton televisi, membaca buku atau majalah, mendengarkan musik dan berkolaborasi dalam pemberian analgetik.
e. Evaluasi dengan pemenuhan kebutuhan dasar nyeri pada Ny. S yaitu klien masih merasakan nyeri pada abdomen dengan skala nyeri 4 (diukur dengan skala numerik dengan rentang nyeri 0-10), klien sudah mampu miring kanan dan kiri secara perlahan-lahan, TD: 120/70, nadi: 72 x/menit, RR: 22 x/menit, T : 36,2⁰C.
3.2 Saran
Adapun saran-saran yang dapat penulis simpulkan adalah sebagai berikut : 1. Bagi rumah sakit
- Diharapkan mampu mendata pasien yang mengalami nyeri. 2. Bagi Perawat
- Pada saat melakukan pengkajian pada klien , perawat berperan aktif, menanyakan kepada klien tentang apa yang dirasakan klien dan keluarga selama menderita penyakit ini agar perawat menegakkan diagnosa keperawatan yang aktif.
- Diagnosa keperawatan yang ditegakkan hendaknya diberitahukan kepada klien untuk mempermudah melaksanakan intervensi keperawatan.
- Dalam merencanakan pemecahan masalah hendaknya klien dan keluarga di ikutsertakan, sehingga terjalin kerja sama yang baik untuk mempermudah pemecahan masalah.
- Diharapkan kepada perawat memberikan healths education, kepada klien dan keluarga agar rutin minum obat secara teratur, dosis tepat, waktu tepat, mengurangi aktivitas dan menganjurkan pada klien untuk cukup istirahat.
- Menilai tingkat keberhasilan terhadap pemecahan masalah, diharapkan kepada perawat untuk melakukan implementasi yang jelas direncakan sesuai dengan prioritas masalah kesehatan klien, untuk mencapai hasil yang maksimal sehingga masalah teratasi
3. Bagi klien dan keluarga
- Perlu memperhatikan pola aktivitas agar nyeri tidak bertambah
- Dan disaran untuk membatasi aktivitas yang akan mengganggu keadaan luka, istirahat cukup sering yang dapat menghilangkan rasa nyeri.
DAFTAR PUSTAKA
Asmadi, (2008). Tekhnik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta: Salemba Medika
Hidayat, A, (2009). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika.
Farrer, Helen, (2001). Perawatan Maternitas, Jakarta: EGC
Kasdu, D, (2003). Operasi Caesar Masalah dan Solusinya, Jakarta: Puspaswara Mubarak, Wahid Iqbal, (2008). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Cetakan pertama, Jakarta: EGC.
Potter, Perry, (2006). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi 4. Jakarta: EGC.
Prasetyo, Sigit, (2010). Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Edisi 1, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Simkin P.T dkk, (2007). Panduan Lengkap Kehamilan, Melahirkan, dan bayi, Arcan: Jakarta.
Smeltzer, Suzanne C, (2001). Buku Ajar KeperawatanMedikal-Bedah Brunner & Suddarth. Edisi 8, Jakarta: EGC.
Wilkinson, Judith M, (2011). Buku Saku Diagnosis Keperawatan :Diagnosis NANDA, Intervensi NIC, Kriteria Hasil NOC. Edisi 9, Jakarta: EGC.
Lampiran
CATATAN PERKEMBANGAN
Hari/tangg
al/pukul Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) Rabu 06 Juni 2014 14.45 WIB 16.00 WIB - Melakukan pengkajian tentang nyeri meliputi lokasi, waktu, kualitas, intensitas nyeri. - Mengobservasi respon nonverbal dari ketidaknyamanan (wajah meringis) dan ketidakmampuan untuk berkomunikasi secara efektif. - Mengajarkan menggunakan teknik nonanalgetik : latihan napas dalam
- Memberikan analgetik (kolaborasi)
S: Klien mengatakan merasakan nyeri pada bagian abdomen karena post SC, nyeri seperti di sayat-sayat, nyeri jika bergerak dengan intensitas nyeri berat
O: Klien tampak meringis menahan nyeri, tampak sulit untuk bergerak dan berkomunikasi, skala nyeri 7 (rentang nyeri 0-10), klien mampu melakukan tekhnik latihan nafas dalam Tanda-tanda vital : TD :110/70 mmHg Nadi : 76 x/menit RR : 22 x/menit T : 36⁰C
A: Masalah gangguan aman nyaman: nyeri belum teratasi
P: Intervensi dilanjutkan
Mengajarkan tekhnik mengalihkan (menonton tv dan membaca majalah)
Kamis 05 Juni 2014 15.10 WIB 16.00 WIB - Melakukan pengkajian tentang nyeri meliputi waktu, kualitas, intensitas nyeri.
- Mengajarkan menggunakan teknik nonanalgetik : mengalihkan (menonton tv dan membaca majalah)
Memberikan analgetik (kolaborasi)
S: Klien mengatakan nyeri masih terasa di bagian abdomen pada saat bergerak, nyeri seperti di sayat-sayat dengan intensitas nyeri sedang
O: Klien masih memegang bagian abdomen, skala nyeri 5 (rentang nyeri 0-10), klien mampu melakukan tehnik mengalihkan yaitu membaca majalah, klien mampu miring kanan dan kiri secara perlahan- lahan dengan bantuan keluarga Tanda-tanda vital : TD :120/70 mmHg Nadi : 72 x/menit RR : 24 x/menit T : 36⁰C
A: Masalah gangguan aman nyaman: nyeri belum teratasi
P: Intervensi dilanjutkan
- Latihan nafas dalam
- Mengalihkan nyeri ( menonton tv dan mendengarkan musik)
Jumat 06 Juni 2014 11.10 WIB 11.30 WIB - Melakukan pengkajian tentang nyeri meliputi waktu, kualitas, intensitas nyeri.
- Mengajarkan menggunakan teknik nonanalgetik: latihan
napas dalam dan
mengalihkan nyeri (menonton tv, mendengarkan musik)
- Mengontrol faktor - faktor lingkungan yang yang dapat mempengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanan seperti ruangan dan suara
S: Klien mengatakan nyeri sedikit berkurang, muncul secara tiba-tiba jika melakukan gerakan yang berlebihan, dengan intensitas nyeri sedang dan klien mengatakan nyaman dengan ruangan
O: Klien tampak rileks, skala nyeri 4 (rentang nyeri 0-10), klien mampu melakukan latihan nafas dalam dan tekhnik mengalihkan yaitu mendegarkan musik Tanda-tanda vital : TD :120/70 mmHg Nadi : 72 x/menit RR : 22 x/menit T : 36,2⁰C
A: Masalah gangguan aman nyaman: nyeri sebagian teratasi